<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: KEADILAN DALAM RUMAH TANGGA</title>
	<atom:link href="http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 13:39:58 -0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/comment-page-1/#comment-181</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 20:01:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=81#comment-181</guid>
		<description>Ria,
Terima kasih atas komentarnya. Ria benar bahwa kita perlu memperhitungkan strategi keuangan terhadap pihak ketiga. Bukan untuk saling memagari (uang aku dan uang kamu, tetapi untuk menjaga keutuhan uang bersama dalam hal berbisnis dengan pihak lain).

Paulus,
Setiap hari aku belajar sesuatu yang baru. Kali ini aku dapat info mengenai teknik perblogkan, thank you. 

Ternyata pengalaman pengurusan keuangan di keluarga Paulus yang telah 19 tahun menikah teruji. Patut dicontoh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ria,<br />
Terima kasih atas komentarnya. Ria benar bahwa kita perlu memperhitungkan strategi keuangan terhadap pihak ketiga. Bukan untuk saling memagari (uang aku dan uang kamu, tetapi untuk menjaga keutuhan uang bersama dalam hal berbisnis dengan pihak lain).</p>
<p>Paulus,<br />
Setiap hari aku belajar sesuatu yang baru. Kali ini aku dapat info mengenai teknik perblogkan, thank you. </p>
<p>Ternyata pengalaman pengurusan keuangan di keluarga Paulus yang telah 19 tahun menikah teruji. Patut dicontoh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Paulus Herlambang</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/comment-page-1/#comment-179</link>
		<dc:creator>Paulus Herlambang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 13:18:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=81#comment-179</guid>
		<description>Maaf Beni,

Artikel saya yang anda komentari berjudul: Gaya Hidup Suami Istri Menentukan Kualitas Keturunan.

Salam,
Paulus</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf Beni,</p>
<p>Artikel saya yang anda komentari berjudul: Gaya Hidup Suami Istri Menentukan Kualitas Keturunan.</p>
<p>Salam,<br />
Paulus</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Paulus Herlambang</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/comment-page-1/#comment-178</link>
		<dc:creator>Paulus Herlambang</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 13:14:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=81#comment-178</guid>
		<description>Beni,

Terima kasih sudah berkomentar di blog saya. Ternyata ketika saya mengeklik nama anda yang terpampang di bagian comment artikel saya yang berjudul &lt;a href=&quot;http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007_03_01_archive.html#5392440767998867143&quot; title=&quot;Gaya Hidup Suami Istri Menentukan Kualitas Keturunan&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;, saya bisa langsung sampai ke artikel yang anda maksudkan ini. Jadi, tidak perlu repot-repot mengopi url-nya ke web browser. Saya juga baru tahu.

Menurut saya (yang sudah menikah 19 tahun lebih), suami istri adalah satu tim. Jadi, yang paling bagus, jangan hitung-hitungan. Kami menerapkan itu dalam pernikahan kami.

Soal pembagian kerja dalam rumah tangga, saya justru belajar dari orang-orang Australia dan teman-teman Indonesia yang tinggal di Australia ketika kami tinggal di sana (1988 - 1992). Kami masing-masing melakukan apa yang kami bisa.

Soal keuangan, walaupun kami masing-masing punya rekening bank, tetapi kami tidak hitung-hitungan dalam kontribusi biaya rumah tangga. Prinsip yang kami pegang: satu roh, satu tubuh, satu jiwa, satu keuangan, satu visi. Tentang ini, saya akan menulis sebuah artikel di blog saya.

Salam,
Paulus
&lt;a href=&quot;http://pherlambang.blogspot.com&quot; title=&quot;http://pherlambang.blogspot.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beni,</p>
<p>Terima kasih sudah berkomentar di blog saya. Ternyata ketika saya mengeklik nama anda yang terpampang di bagian comment artikel saya yang berjudul <a href="http://keluargaharmonis.blogspot.com/2007_03_01_archive.html#5392440767998867143" title="Gaya Hidup Suami Istri Menentukan Kualitas Keturunan" rel="nofollow">, saya bisa langsung sampai ke artikel yang anda maksudkan ini. Jadi, tidak perlu repot-repot mengopi url-nya ke web browser. Saya juga baru tahu.</p>
<p>Menurut saya (yang sudah menikah 19 tahun lebih), suami istri adalah satu tim. Jadi, yang paling bagus, jangan hitung-hitungan. Kami menerapkan itu dalam pernikahan kami.</p>
<p>Soal pembagian kerja dalam rumah tangga, saya justru belajar dari orang-orang Australia dan teman-teman Indonesia yang tinggal di Australia ketika kami tinggal di sana (1988 &#8211; 1992). Kami masing-masing melakukan apa yang kami bisa.</p>
<p>Soal keuangan, walaupun kami masing-masing punya rekening bank, tetapi kami tidak hitung-hitungan dalam kontribusi biaya rumah tangga. Prinsip yang kami pegang: satu roh, satu tubuh, satu jiwa, satu keuangan, satu visi. Tentang ini, saya akan menulis sebuah artikel di blog saya.</p>
<p>Salam,<br />
Paulus<br />
</a><a href="http://pherlambang.blogspot.com" title="http://pherlambang.blogspot.com" rel="nofollow"></a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ria Wibisono</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/comment-page-1/#comment-173</link>
		<dc:creator>Ria Wibisono</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 06:53:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=81#comment-173</guid>
		<description>Pasangan punya shared account sih oke2 saja. Tapi ada baiknya masing2 punya account sendiri. Teman saya pernah cerita, ada pasangan yang semua asetnya atas nama bersama. Ketika usaha suaminya bangkrut, semua aset itu otomatis hilang karena dipakai sebagai jaminan, dan sudah terdaftar atas nama suaminya (meskipun ada nama istri juga). Jadi mungkin ada baiknya punya account terpisah sebagai cadangan untuk jaga2 bila kemungkinan ini terjadi. 
tapi bagaimana pembagian yang ideal, nggak tau deh. belum berencana nikah sih... =P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pasangan punya shared account sih oke2 saja. Tapi ada baiknya masing2 punya account sendiri. Teman saya pernah cerita, ada pasangan yang semua asetnya atas nama bersama. Ketika usaha suaminya bangkrut, semua aset itu otomatis hilang karena dipakai sebagai jaminan, dan sudah terdaftar atas nama suaminya (meskipun ada nama istri juga). Jadi mungkin ada baiknya punya account terpisah sebagai cadangan untuk jaga2 bila kemungkinan ini terjadi.<br />
tapi bagaimana pembagian yang ideal, nggak tau deh. belum berencana nikah sih&#8230; =P</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/comment-page-1/#comment-148</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2007 00:19:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=81#comment-148</guid>
		<description>Joanna dan Lyl,

Selain yang kalian sebutkan, aku pikir, suatu pasangan akan mempunyai fondasi yang lebih kuat jika mereka memulai membangun rumah tangga bersama. Sebagai contoh, sama-sama membeli, mencicil dan tinggal di rumah itu.

Lyl, aku tunggu tulisanmu.

Thank you your comments.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Joanna dan Lyl,</p>
<p>Selain yang kalian sebutkan, aku pikir, suatu pasangan akan mempunyai fondasi yang lebih kuat jika mereka memulai membangun rumah tangga bersama. Sebagai contoh, sama-sama membeli, mencicil dan tinggal di rumah itu.</p>
<p>Lyl, aku tunggu tulisanmu.</p>
<p>Thank you your comments.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lyl</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/comment-page-1/#comment-132</link>
		<dc:creator>Lyl</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 00:31:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=81#comment-132</guid>
		<description>Money is the root of evil. 
Is this a reason why we have civil married ?

I hope all the married couple always remember their vow, which is &quot;to respect, honor and love&quot;.

I will write some more comment. This is quite interesting topic to discuss.

But my writing will be long though....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Money is the root of evil.<br />
Is this a reason why we have civil married ?</p>
<p>I hope all the married couple always remember their vow, which is &#8220;to respect, honor and love&#8221;.</p>
<p>I will write some more comment. This is quite interesting topic to discuss.</p>
<p>But my writing will be long though&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joanna Suharta</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/03/21/keadilan-dalam-rumah-tangga/comment-page-1/#comment-118</link>
		<dc:creator>Joanna Suharta</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2007 19:00:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=81#comment-118</guid>
		<description>Menurut saya, yang penting memang pengertian di dalam rumah tangga. Semakin lama berumah tangga akan semakin saling mengerti satu sama lain. Tapi kenyataannya masalah utama perceraian dari masalah uang juga. Tampaknya uang adalah &quot;darah&quot; dari kehidupan. Tanpa ini, tidak bisa jalan, termasuk rumah tangga.

Saya sendiri belum menikah, namun sedang banyak belajar bagaimana sih hidup dalam perkawinan itu. Tampaknya buat wanita di Indonesia, mayoritas masih perlu memilih antara kerja dan rumah tangga. Jadi diri sendiri atawa jadi istri orang, gitu deh kira-kiranya. 

Apakah suami ada pengertian sebegitu besar agar saya bisa kerja juga dan mengaktualisasi diri. Kan kultur sulit dirobah, dan para pria mungkin juga sudah ada pikiran seperti apa wanita Indonesia itu. Mungkin ini stereotyping, tapi hal2 begini susah dirobah.

Saya masih perlu banyak belajar.

Joanna S.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya, yang penting memang pengertian di dalam rumah tangga. Semakin lama berumah tangga akan semakin saling mengerti satu sama lain. Tapi kenyataannya masalah utama perceraian dari masalah uang juga. Tampaknya uang adalah &#8220;darah&#8221; dari kehidupan. Tanpa ini, tidak bisa jalan, termasuk rumah tangga.</p>
<p>Saya sendiri belum menikah, namun sedang banyak belajar bagaimana sih hidup dalam perkawinan itu. Tampaknya buat wanita di Indonesia, mayoritas masih perlu memilih antara kerja dan rumah tangga. Jadi diri sendiri atawa jadi istri orang, gitu deh kira-kiranya. </p>
<p>Apakah suami ada pengertian sebegitu besar agar saya bisa kerja juga dan mengaktualisasi diri. Kan kultur sulit dirobah, dan para pria mungkin juga sudah ada pikiran seperti apa wanita Indonesia itu. Mungkin ini stereotyping, tapi hal2 begini susah dirobah.</p>
<p>Saya masih perlu banyak belajar.</p>
<p>Joanna S.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
