Overseas Think Tank for Indonesia

facilitating intellectuals to contribute to indonesia

GAJI WANITA LEBIH RENDAH DARI PRIA, apa jalan keluarnya?

with 47 comments

Working mom
Image source: aacu.org

Oleh Beni Bevly
Menyambut hari Kartini pada tanggal 21/4/2007 lalu, banyak orang membincangkan masalah perbedaan dan persamaan hak antara wanita dan pria, seperti dari Evelyn (Happy Kartini’s Day), Jennie S. Bev (Ibu Kartini dan Inspirasinya) dan lain-lain. Perbedaan antara hak atau perlakuan wanita dan pria disebabkan oleh banyak hal. Sebagian orang melihatnya sebagai sentimen pria yang menyebabakan wanita didiskriminasi. Tetapi ada faktor lain sehingga wanita di perlakukan lain dibandingkan perlakuan terhadap pria. “Faktor lain” ini direalisasikan dalam sistem penggajian di Amerika Serikat yang memberikan gaji lebih rendah kepada kaum wanita. Sampai sekarang hal ini belum ditemukan jalan keluarnya yang tepat. Tentu, suatu saat aku berharap ditemukan cara yang baik untuk mengatasi perbedaan ini.

Aku yakin issue ini juga terjadi di Indonesia, karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui mengapa sistem penggajian yang lebih rendah diberlakukan bagi wanita.

Perlakuan ini sudah terjadi sejak ratusan tahun yang silam di Amerika Serikat. Para feminis di negeri ini yang dikenal memiliki lobby dan gerakan yang boleh dikatakan paling efektive di dunia masih tidak berdaya menghapi issue ini, yaitu perlakuan yang memberikan gaji lebih rendah terhadap wanita seperti yang aku kutip di bawah ini:

Women make only 80 percent of the salaries their male peers do one year after college; after 10 years in the work force, the gap between their pay widens further, according to a study released Monday (Ellen Simon, AP Business Writer, Yahoo.com, 4/23/2007).

Menurutku faktor utamanya adalah bahwa employer atau atasan (yang juga banyak yang wanita) melihat bahwa wanita dalam hal bekerja tidaklah seefektif dan seefisien pria. Pandangan ini terjadi karena keadaan fisik, seperti pria lebih kuat secara fisik. Oleh karena itu, pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik, pria digaji lebih tinggi.

Masih berkaitan dengan fisik, pada periode tertentu, wanita mengalami menstruasi. Pada peride ini — yang tidak dialami oleh pria — secara umum, efektifitas dan effisiensi kerja wanita cenderung menurun.

Hal lain, hingga saat ini, termasuk di negara modern, wanita masih lebih memprioritaskan keluarga dan anak mereka dari pada pekerjaan. Sedangkan pria cenderung mendelegasikan tangung jawab terhadao anak pada isterinya. Dengan kondisi seperti ini, tentu saja pekerjaan sanf isteri menjadi terganggu.

Masih berkaitan dengan hal di atas, karena itu di mata employer, wanita tidak terlalu membutuhkan dan mementingkan karir.

Upaya mencari jalan keluar supaya wanita bisa bekerja seefektif pria memang sudah dan sedang dilakukan di Amerika Serikat, seperti menyediakan tempat penitipan anak kecil. Tetapi semua yang dilakukan belum maksimal dan memakan biaya yang cukup mahal bagi employer. Apakah masih ada upaya lain yang bisa dilakukan?

_____
*Beni Bevly holds BA in Political Science, MBA in Marketing, and is a DBA (Doctor of Business Administration) candidate. He is the founder of Overseas Think Tank for Indonesia.

Written by Beni Bevly

April 23rd, 2007 at 1:29 pm

47 Responses to 'GAJI WANITA LEBIH RENDAH DARI PRIA, apa jalan keluarnya?'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'GAJI WANITA LEBIH RENDAH DARI PRIA, apa jalan keluarnya?'.

  1. Saya rasa memang wanita terkadang lebih tidak efektif dan efisien dalam bekerja ketika datang bulan. Tapi hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk membuat gaji wanita lebih rendah dari laki-laki. Kalau mau dilogika laki-lakipun kalau ada masalah menyangkut hati atau apapun keefektifan dan keefisienan dalam bekerja pasti akan berkurang juga.
    Mungkin hal yang tepat untuk alasan gaji wanita lebih rendah karena pada akhirnya pun wanita akan berpihak dan berada di bawah ketiak sang suami. Suamilah yg dari dulu (bias gender) didaulat menjadi kepala rumah tangga dengan segala kewajibanya. Tapi realita yg ada saat ini berkata lain. Banyak wanita yg memutuskan untuk tidak menikah, banyak yg bercerai dengan banyak anak, dan masih banyak yg lain dimana ketiak suami mereka sudah tidak dapat lagi dijadikan atap yang kokoh!.
    Semua itu harus dipirkan untuk diambil jalan keluarnya. Karena pada kenyataannya wanita juga butuh semua materi itu ketika dia ditinggalkan atau tidak oleh laki-laki dan berusaha hidup mandiri.
    (maaf kepanjangan)
    ~evelyn
    http://evelynpy.wordpress.com/

    evelyn

    23 Apr 07 at 8:44 pm

  2. Kalau memang tidak ada jalan keluarnya… keluar dari kerja and make youe own business.
    The great jobs is be entrepreneur… we could gain money as much as possible… dan kasih gaji yg tinggi buat pegawai wanita atau at least proporsional dgn pekerjaannya… atau boleh juga semua karyawannya wanita semua.

    http://www.adhirock.com

    AdhiRock

    23 Apr 07 at 9:51 pm

  3. Evelyn,
    Aku ingin menjadikan wadah ini sebagai tempat di mana kita bisa mengemukakan pendapat sebebas-bebasnya, jadi tidak ada istilah tulisan yang kepanjangan atau sebaliknya.

    Apa yang dikemukakan Evelyn adalah kenyataan. Pada masa ini, aku rasa istilah “kepala rumah tangga” perlu diredifinisi. Aku cenderung melihat hubungan suami isteri sebagai “partnership”.

    Adhi,
    Jalan keluar yang kamu berikan sangat brilian dan juga sederhana. Banyak orang hanya berpikir untuk bekerja pada orang lain. Seperti yang kamu kemukakan bahwa bekerja untuk diri sendiri, seseorang akan memiliki kontrol penuh atas distribusi pendapatan dan pengeluaran/gaji terhadap karyawan. Good thought.

    Beni Bevly

    24 Apr 07 at 8:57 am

  4. I used to b HRM in a company in Jakarta, and i have many HR friends also, but there was no such discrimination there, we value the productivity of employees. One reason for adding the salary of man is the wife and children allowance. And it really does makes sense. May be US companies think the wives has already got the allowance from the husband? But then a widow especially with children should get a special treatment, isn’t it?

    Luckey

    25 Apr 07 at 12:14 am

  5. Luckey,

    Thank God, according to Luckey, that such discrimination is not happening in Indonesia.

    There is no such allowance at the private companies in United States. Normally, employees will get their benefits if they are full time. The benefits include:

    401K (Pension benefit, normally company will match up to 4%-7% from employees’ earning, depending what percentage contributed by employees).

    Health insurance (Employees pay small potion of the premium, 20-30%. This insurance includes dependents, such as wife, husband, children or domestic partner. Domestic partner means either member of an unmarried, cohabiting, and esp. homosexual couple that seeks benefits usu. available only to spouses. Employees will choose which insurance plan, either from their company or from their partner’s company that fits their life style).

    Paid time off (vacation after accumulating the working days).

    Profit sharing (a tiny portion of the net company’s earning that distribute to the eligible employees).

    Sick leave and other emergency reason (Company pays their employees for certain period when the employees are hospitalized or relative passes away).

    Stock option (Employees could purchase company’s stock with special discount).

    Those are the main benefits for employees.

    Thank you for your comment, Luckey. I appreciate it.

    Beni Bevly

    25 Apr 07 at 9:10 am

  6. Well,

    Indonesia sangat beruntung bisa memiliki Beni yang mau membela yang tertindas. Nggak seperti Beni, hampir semua teman saya yang tinggal atau pernah tinggal di negeri maju selalu menyampaikan kemajuan-kemajuan yang dicapai negeri tempat mereka tinggal. Begitu silaunya mereka dengan kemajuan itu hingga nggak bisa lihat “ketinggalan-ketinggalan” yang juga ada di negeri-negeri itu.

    Terus berjuang, Beni!

    Kartini, pada tahun 1902 menulis surat kepada Ny Abendanon: “Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut di sebut sebagai peradaban?”

    Di dalam surat itu Kartini mengisyaratkan berhenti memuja dunia barat di Eropa. Barangkali itu salah satu faktor yang sering dilupakan orang, tentang bagaimana Kartini begitu mudah kalah atau surut dari minatnya untuk belajar di Eropa.

    Salam dari Lisa untuk Beni!

    Jojo R.

    25 Apr 07 at 6:44 pm

  7. Hello Jojo,
    Aku masih jauh dari apa yang Jojo sebutkan, tetapi mudah-mudahan aku akan menuju ke sana.

    Terima kasih banyak atas komentar dan sanjungannya.

    Beni Bevly

    27 Apr 07 at 8:43 am

  8. I’m not an HR person, but I’ve been involved in hiring processes. Like Luckey, I just don’t see where a company can differentiate the salary between male and female employees – both for fresh graduates and experienced ones.

    What could be possible explanations for the salary gap are negotiation (for new hires) and aggressiveness (for current employees).

    bleu

    28 Apr 07 at 10:52 pm

  9. Gaji perempuan lebih rendah? Menurut saya, solusinya terletak pada perempuan sendiri. Siap nggak untuk menunjukkan profesionalisme yang tak kalah dengan pria? Karena tidak bisa kita pungkiri beberapa wanita sering menjadikan siklus bulanan sebagai pembenaran bila kerjanya tidak optimal. Padahal sekarang sudah banyak suplemen kesehatan untuk mengatasi masalah ini.
    Yang agak susah mungkin kalau perempuan jadi ibu ya, karena mau tak mau dia tidak bisa meninggalkan anak lama-lama, sebab hanya ibu yang bisa menyusui bayinya. Kalau sudah begitu, ya perempuan harus pandai-pandai mengatur waktu agar pekerjaan beres, anak tidak terbengkalai. Toh sekarang zaman sudah maju, ada internet, mestinya ibu bekerja di rumah juga bisa sambil menjaga bayinya.

    Ria Wibisono

    30 Apr 07 at 4:19 am

  10. Bleu dan Ria,

    Thank you banget for kommentarnya.

    Pada saat hiring baik di Indonesia maupun di Amerika aku tidak menemukan perbedaan penggajian. Kesimpulan ini aku ambil berdasarkan pengalaman kerja ku di HR division di Indofood dan sebagai seorang manager yang mempunyai wewenang dalam hal pengrekrut karyawan di Nordstrom.

    Yang dipermasalahkan oleh Ellen Simon yang aku kutip di atas adalah perbedaan gaji wanita lulusan college di Amerika yang bekerja selama atau lebih dari 1 tahun. Dengan kata lain ia ingin menerangkan bahwa semakin lama bekerja, gaji antara wanita dan peria akan mempunyai gap yang lebih besar, yaitu gaji pria menjadi lebih tinggi dari gaji pria.

    Di Amerika pada umumnya kenaikan gaji terjadi karena mengikuti kenaikan posisi. Kenaikan karena inflasi dan merit jarang diperlakukan. Jika performance (merit) seseorang bagus, maka ia cenderung dipromosikan. Secara umum (pasti banyak pengecualian) yang lebih cepat dipromosikan adalah pria. Oleh karena itu akhirnya gaji mereka lebih tinggi dari wanita.

    Dugaan mengapa pria lebih banyak pria dipromosikan sempat aku singgung di artikel di atas.

    Beni Bevly

    1 May 07 at 10:52 am

  11. Dear Beny…
    nama saya irma, mungkin ini out of the topic but still related, i am doing my tesis now , and it’s about deversity. jadi keanekaragaman dan kesetaraan dalam kesempatan bekerja dalam karir wanita. tapi susah banget cari datanya, harus mulai dari mana? saya ingin membicarakan karir wanita yang bekerja di universitas udayana, mereka termasuk saya memiliki kesempatan yang sama tapi kenyataannya banyak sekali kita lihat kok karir mereka mentok padahal banyak yang udah s3 loch. thks ya beny, kapan2 main ke bali

    irma rahyuda

    14 May 07 at 4:05 pm

  12. Irma,
    Senang dapat berkenalan dengan sahabat yang tinggal di Pulau Dewata, Bali. Waktu aku masih tinggal di Indonesia, aku ke Bali beberapa kali. Terakhir kali, sekitar tahun 1994, aku ke Bali sendirian, naik bis dari Jakarta. Di Amerika, orang bilang kepulauan Hawai sangat indah, tetapi keindahan dan budayanya masih tidak bisa menandingi Bali. Jika sudah pernah ke Bali, Hawai bukanlah tempat yang terlalu menarik lagi. Itu pendapatku lho … Bisa subjektif.

    Jadi ngelantur tentang Bali. OK, berhubungan dengan thesis Irma, aku nggak begitu banyak tahu tentang karir wanita di Indonesia, apalagi spesifik Universitas Udayana. Namum demikian, aku memberanikan diri untuk bicara tentang hal ini.

    Untuk latarbelakang sejarah modern wanita Indonesia, umumnya orang mengacu pada Ibu Kartini yang dipercayai telah mengangkat kaum wanita menjadi sederjat dengan pria. Dibandingkan dengan jaman Kartini, kini sulit ditemukan larangan formal atau legal yang mentidak-bolehkan wanita untuk bekerja seperti pria. Karena itu, mungkin penekanan pendekataan topik ini akan cenderung ke arah variabel budaya, strereotype dan pebandingan keefektifan keadaan fisik/mental wanita-pria.

    Aku ingat akan suatu penelitian di Amerika tentang perbedaan sikap penerimaan terhadap co-workers lawanan jenis antara pria dan wanita. Jika pria ingin bekerja di lapangan kerja yang pada umumnya dilakukan kaum wanita, pada mulanya kaum wanita akan mendukung pria tersebut, tetapi lama-kelamaan sifat kaum wanita menjadi netral.

    Sebaliknya, jika kaum wanita ingin masuk ke lapangan kerja yang umumnya dikerjakan oleh pria, kaum pria pada mulanya netral saja, tetapi lama-kelamaan mereka menjadi menantang dan menolak kehadiran kaum wanita.

    Membahas tentang wanita, aku jadi ingat dua tokoh wanita yang aku kagumi. Pada masa kuliah, kedua tokoh ini menjadi dosenku di Universitas Indonesia (UI). Mereka adalah almarhumah Prof. Miriam Budiardjo dan Prof. Toety Heraty. Bu Mir adalah pendiri Jurusan Ilmu Politik UI dan duta besar wanita pertama. Bu Toety menerobos budaya Indonesia yang kolot pasa waktu itu dengan meneruskan kuliah walaupun dalam keadaan hamil. Mereka berdua mencapai puncak karir yang tinggi dan tidak kalah dengan kaum pria. Untuk tokoh-tokoh wanita lainya, sebagian dari mereka bisa di baca di TokohIndonesia.com.

    Mudah-mudahan info ini sedikit membantu dan menjadi inspirasi untuk thesis Irma. I wish you all the best.

    Beni Bevly

    14 May 07 at 9:47 pm

  13. Well, karena gaji wanita lebih rendah daripada pria, maka itulah dewasa ini banyak pengusaha yang lebih suka menerima pegawai wanita disamping itu mereka biasanya lebih jujur daripada pria sehingga angka pengangguran bagi pria meningkat. Tetapi apakah pria bisa berperan seperti Ibu di rumah seandainya wanita sebagai pencari uang?
    Sebenernya berat juga ya karena kondisi ekonomi yang demikian, Wanita pagi2 harus menyiapkan anak2nya dan suaminya, berangkat kerja, pulang kerja juga harus siap dalam mengasuh anak2 dan menjadi istri yang baik pula…..
    Kalau cuti melahirkan dengan digaji, temannya yang belum juga punya anak iri karena gak kerja tetep digaji… well, sebenernya permasalahan yang dihadapi wanita tidak sedikit.
    Kalau di Jepang ada isitilah education mama. Jadi yang membesarkan anak2 memang wanita, dan bekerja pria. Tetapi berhasil tidaknya majunya negara, bergantung betul pada para wanita dalam mendidik anak2nya.

    Astrid

    12 Aug 07 at 6:30 pm

  14. @Astrid, ada pepatah berkata, “If you educate a boy, you educate a person. If you educate a girl, you educate a nation.”

    Standar ganda untuk wanita karir tetap harus sebagai ibu rumah tangga yang baik bagi saya adalah salah satu bentuk “pelecehan” terselubung karena merupakan ketidakadilan antara dua manusia (bukan antar gender). Saya bukan feminis, namun saya percaya akan kebaikan hati yang bisa saling dialihkan satu sama lain dan bisa saling diterima dengan hati yang lapang.

    Jennie

    13 Aug 07 at 10:22 am

  15. Astrid dan Jennie,
    Rupanya perubahan jaman, belum sepenunya diikuti perubahan peran isteri di rumah tangga di dunia Timur dan Indoensia. Secara tradisional peran seorang ibu adalah mengurus rumah tangga, membesarkan anak dan berbakti (sering diartikan sebagai melayani kebutuhan suami) kepada suami. Di dunia Barat, peran tradisional seperti sudah bergeser sesuai dengan tuntutan jaman. Suami sudah ikut mengambil sebagian peran tradisional seorang isteri.

    Pada jaman ini, isteri banyak ditunut untuk mencari uang guna mensupport kehidupan rumah tangga, salah satu sebabnya adalah biaya kehidupan ruamh tangga yang semakin tinggi. Sementara itu, banyak peran isteri di Indonesia secara tradisional tetap tidak berubah. Artinya, di samping mengurus rumah tangga, membesarkan anak dan berbakti pada suami, si isteri juga harus mencari uang sebagai wanita karir.

    Banyak kalangan masyarakat Indonesia yang tidak menyadari akan hal. Untuk kemajuan bersama, kita (suami isteri) perlu bekerja sama secar fair.

    Beni Bevly

    15 Aug 07 at 11:46 am

  16. Saya setuju dengan penyamaan hak mendapatkan salary yang equal antara pria – wanita, tapi saya tidak terlalu setuju dengan penyamaan peran antara pria dan wanita.
    IMHO, Saya percaya pria dan wanita diciptakan secara berbeda, karena itu memiliki peran yang berbeda pula dalam masyarakat dan keluarga. Pria diciptakan memiliki badan dan tenaga yang lebih besar, otak yang lebih logis, adalah pelindung dan kepala keluarga, decision maker dan dia memang bertanggung jawab untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Sedangkan wanita diciptakan dengan perasaan yang penuh kasih dan kelembutan, bertanggung jawab dalam memelihara, memberikan kasih sayang dan perhatian kepada keluarganya. Bukan berarti pria dibebastugaskan dari memberi kasih dan perhatian kepada keluarganya, bukan berarti pula wanita tidak boleh bekerja, tapi peran unik dan spesifik ini merupakan prioritas utama peran mereka.
    Satu hal yang sering dilupakan oleh para pasutri adalah bahwa tanggung jawab mendidik dan mengajar anak sebenarnya lebih banyak berada pada pundak ayah daripada ibu. So, ayah jelas tidak boleh lepas tangan terhadap keluarganya.

    Deny

    15 Aug 07 at 6:53 pm

  17. Saya baru mengundurkan diri dari pekerjaan saya pada posisi office manager stelah dari project controller. Hal ini terjadi karena selama pekerjaan berjalan, atasan saya / seorang laki-laki tidak menghargai profesionalisme saya untu mengerjakan hal-hal sehubungan dengan proyek / pribadi. Dan siapa bilang kinerja wanita lebih rendah dari pria? di lapangan saya bisa mengontrol dan lebih realistis dalam menyelesaikan masalah sampai detail sekalip[un. bahkan masalah yang ditimbulkan pimpinan saya pun saya selesaikan dengan seefektif mungkin. bahkan staf / karyawan laki-laki lebih manja dan tidak efisien bahkan menggampangkan sehingga yang terjadi lebih mempersulit keadaan.

    Saya tidak setuju dengan kata-kata kinerja wanita lebih rendah dari laki-laki. Hal ini tidak benar karena saya seorang ibu dari 21 putra dan saya masih punya waktu untuk mereka belajar + sekolah atau menghadiri semua KEGIATAN MEREKA + KEGIATAN SUAMI SAYA TANPA MENINGGALKAN KANTOR SAYA.

    anita

    28 Sep 07 at 6:48 pm

  18. Anita, salut dengan kinerja dan pencapaian kamu. Aku ikut berharap bahwa di masa mendatang Anita semakin sukses.

    Beni Bevly

    1 Oct 07 at 9:50 am

  19. Pandangan di atas dapat dimengerti, mengingat bekerja sebenarnya adalah hak kudrati pria.
    Sekalipun dunia kerja memberikan bagiannya pada wanita, maka yang diberikan sebatas pada aspek fasilitatif/ pembantuan dan tidak begitu banyak menggunakan energi. Kita bisa perhatikan itu pada begitu banyak bidang kerja yang banyak didominasi pria, misal: kesibukan di anjungan minyak, pelaut, dinas militer, penambangan, industri manufaktur, transportasi. Sedangkan porsi wanita dalam dunia kerja, lebih banyak pada sektor: akomodasi, konsumsi, administrasi. Namun demikian pandangan seperti itu sebatas pada pandangan umum saja bukan? Semoga sukses selalu!

    dradjat

    20 Apr 08 at 9:57 pm

  20. Hello there, You’ve performed a fantastic job. I will definitely digg it and for my part recommend to my friends. I’m confident they’ll be benefited from this web site.

    Advantage Bridal

    22 Apr 11 at 10:41 pm

  21. Really fantastic information can be found on weblog.

  22. Heya i am for the primary time here. I came across this board and I find It truly helpful & it helped me out much. I am hoping to offer something back and aid others such as you helped me.

  23. Keep up the superb piece of work, I read few posts on this web site and I believe that your website is real interesting and holds bands of fantastic information.

  24. I never, ever thought I would have to be familiar with this, but thank goodness for google, right?

    Markus Jenderer

    5 Jul 11 at 1:52 am

  25. Hi I am therefore cheerful i found your location I found it searching a different site via mistake I believe is a great web publication , wish maintain doing so good mission

  26. You can find obviously a lot to be aware of this. There’s no doubt that you’ve made some good points in Features also. Plumbing San Marcos

  27. Nice content, I trust this is usually a nice blog. Would like to see fresh content the very next time. Thanks for sharing this post around. Keep it up.

  28. Thanks for the good post. I will be expecting some different idea out of your side. You typically represent newer and more effective thought in your post. Pest Control Coronado

  29. These steps might be truly helpful for a number of people out there. Appreciate your sharing these. Lets persist in posting more informative articles in the foreseeable future.

  30. Thank you for that post, I’ve got started reading may immediately after couple min, I discovered it very interesting. Only want to say thanks…

  31. I really like your web blog. You will have a number of great material that is helpful a great number of readers.

    Lenexa Plumbing

    3 Sep 11 at 3:54 am

  32. You will have a few useful pointers on this web site. It is a well written article that we have bookmarked for future reference. Possess a great dayYou’ve some helpful ideas! Maybe I would consider achieving this by my self. Cheers

  33. Sooooooo amazing submit, i love some words a great deal of and may i pages and use a few of them on my own weblog? Also i have e-mailed you associated with could it be feasible for us to switch our links, hope speaking with you soon.

  34. I merely discovered this site we must say now you have an exceptional post. I would try to be checking in more regularly in future…

  35. Super-Duper site! I’m loving it! Will return again – taking you feeds also, Thanks.

  36. You have a few useful pointers on this site. It is a well crafted article that we have bookmarked for future reference. Have a very great dayYou’ve some helpful ideas! Maybe I will consider this process by my self. Cheers

    Plumber Jamul

    7 Sep 11 at 4:39 am

  37. You have good info here.

    Multihoster

    8 Sep 11 at 10:33 am

  38. |I don’t normally interrupt wonderful discussions like this with inquiries, but I in dire need of help from anyone who is happy to lend me a hand. I’m thinking about employing |I don’t normally interrupt wonderful discussions such as this with my own personal issues, but I in dire need of help from anyone who is in a position to lend me a hand. I’m looking into using the services ofComcast 1387 S Penn Square Philadelphia PA, 19107 (267) 702-1894 and I was wondering if anyone here has employed them previously. I am searching for both the bad and good areas of their business. Please make contact with me at the earliest opportunity for this is important.Thank you. and I wanted to ask if somebody here has used them recently. I am seeking both the bad and the good components of their business. Please make contact with me at your earliest convenience for this is important.Thank you.

    Danny Lamarche

    4 Oct 11 at 3:37 pm

  39. Hello, you guys! I have no intentions of hijacking this conversation, but has anyone done business with Comcast 817 N Main St Jacksonville FL 32202 (904) 562-2093? I’m thinking about employing them for their debt consolidation assistance, but unfortunately have experienced some serious disappointments with debt consolidation firms in past times. Thanks!

    Sammie Dohse

    5 Oct 11 at 2:05 pm

  40. Although I really enjoy the discussion going on here… I do have a very quick problem that I really need to have a reply to before the day’s end. I am close to give your business to Comcast 3103 E Grant Ave Fresno CA 93702 – (559) 354-9118, but am a lttle bit cynical. I’ve had some debt consolidation businesses during the past not deal with me well, so I desire to stay away from that through getting some other consumers beliefs on them.

    Christina Leedom

    6 Oct 11 at 7:20 pm

  41. A kind of excellent stuff close to this topic! All and sundry can choose writing service to buy custom essay papers, also I get custom essays.

  42. |I don’t typically interrupt impressive chats like this with my own personal issues, but I in dire need of help from anyone who is willing to lend me a hand. I’m thinking about using the services of Comcast 3103 E Grant Ave Fresno CA, 93702 (559) 354-9118 and I was wondering if anyone here has used them in past times. I am looking for both the positive and negative issues with their business. Please get back to me at the earliest opportunity for this is important. I appreciate it.

    King Robarge

    11 Oct 11 at 2:04 pm

  43. Although I really enjoy the conversation going on here… I do have a very quick dilemma that I require to have a reply to prior to the day’s end. I am near to work with Comcast 82 Queen St Charleston SC 29401 (843) 414-6527, but am a lttle bit doubtful. I’ve had some debt consolidation businesses before not deal with me well, so I prefer to stay clear of that by getting several other consumers thoughts on them.

    Emmanuel Notik

    12 Oct 11 at 2:23 pm

  44. This blog is usually a walk-through for the information you desired with this and did not know who to inquire about. Look here, and you will definitely realize its. Pleasant Hill Movers

  45. You are an excellent blog writer. I became just searching for something ; however , i cant help myself to learn the complete of your blog. That is this sort of nice information.

    Tucson Heating

    7 Nov 11 at 8:23 pm

  46. 2 cheese

    website

    19 Dec 11 at 4:50 pm

  47. Useful information shared..We are able to ought to see this post..Many thanks giving us nice info. Fantastic walk-through. I can see this post. Saratoga Ca Electrical

Leave a Reply