<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: GAJI WANITA LEBIH RENDAH DARI PRIA, apa jalan keluarnya?</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 14:03:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: dradjat</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-11521</link>
		<dc:creator>dradjat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 05:57:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-11521</guid>
		<description>Pandangan di atas dapat dimengerti, mengingat bekerja sebenarnya adalah hak kudrati pria. 
Sekalipun dunia kerja memberikan bagiannya pada wanita, maka yang diberikan sebatas pada aspek fasilitatif/ pembantuan dan tidak begitu banyak menggunakan energi. Kita bisa perhatikan itu pada begitu banyak bidang kerja yang banyak didominasi pria, misal: kesibukan di anjungan minyak, pelaut, dinas militer, penambangan, industri manufaktur, transportasi. Sedangkan porsi wanita dalam dunia kerja, lebih banyak pada sektor: akomodasi, konsumsi, administrasi. Namun demikian pandangan seperti itu sebatas pada pandangan umum saja bukan? Semoga sukses selalu!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pandangan di atas dapat dimengerti, mengingat bekerja sebenarnya adalah hak kudrati pria.<br />
Sekalipun dunia kerja memberikan bagiannya pada wanita, maka yang diberikan sebatas pada aspek fasilitatif/ pembantuan dan tidak begitu banyak menggunakan energi. Kita bisa perhatikan itu pada begitu banyak bidang kerja yang banyak didominasi pria, misal: kesibukan di anjungan minyak, pelaut, dinas militer, penambangan, industri manufaktur, transportasi. Sedangkan porsi wanita dalam dunia kerja, lebih banyak pada sektor: akomodasi, konsumsi, administrasi. Namun demikian pandangan seperti itu sebatas pada pandangan umum saja bukan? Semoga sukses selalu!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2928</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 17:50:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2928</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Anita&lt;/strong&gt;, salut dengan kinerja dan pencapaian kamu. Aku ikut berharap bahwa di masa mendatang Anita semakin sukses.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Anita</strong>, salut dengan kinerja dan pencapaian kamu. Aku ikut berharap bahwa di masa mendatang Anita semakin sukses.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anita</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2923</link>
		<dc:creator>anita</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 02:48:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2923</guid>
		<description>Saya baru mengundurkan diri dari pekerjaan saya pada posisi office manager stelah dari project controller. Hal ini terjadi karena selama pekerjaan berjalan, atasan saya / seorang laki-laki tidak menghargai profesionalisme saya untu mengerjakan hal-hal sehubungan dengan proyek / pribadi. Dan siapa bilang kinerja wanita lebih rendah dari pria? di lapangan saya bisa mengontrol dan lebih realistis dalam menyelesaikan masalah sampai detail sekalip[un. bahkan masalah yang ditimbulkan pimpinan saya pun saya selesaikan dengan seefektif mungkin. bahkan staf / karyawan laki-laki lebih manja dan tidak efisien bahkan menggampangkan sehingga yang terjadi lebih mempersulit keadaan.

Saya tidak setuju dengan kata-kata kinerja wanita lebih rendah dari laki-laki. Hal ini tidak benar karena saya seorang ibu dari 21 putra dan saya masih punya waktu untuk mereka belajar + sekolah atau menghadiri semua KEGIATAN MEREKA + KEGIATAN SUAMI SAYA TANPA MENINGGALKAN KANTOR SAYA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru mengundurkan diri dari pekerjaan saya pada posisi office manager stelah dari project controller. Hal ini terjadi karena selama pekerjaan berjalan, atasan saya / seorang laki-laki tidak menghargai profesionalisme saya untu mengerjakan hal-hal sehubungan dengan proyek / pribadi. Dan siapa bilang kinerja wanita lebih rendah dari pria? di lapangan saya bisa mengontrol dan lebih realistis dalam menyelesaikan masalah sampai detail sekalip[un. bahkan masalah yang ditimbulkan pimpinan saya pun saya selesaikan dengan seefektif mungkin. bahkan staf / karyawan laki-laki lebih manja dan tidak efisien bahkan menggampangkan sehingga yang terjadi lebih mempersulit keadaan.</p>
<p>Saya tidak setuju dengan kata-kata kinerja wanita lebih rendah dari laki-laki. Hal ini tidak benar karena saya seorang ibu dari 21 putra dan saya masih punya waktu untuk mereka belajar + sekolah atau menghadiri semua KEGIATAN MEREKA + KEGIATAN SUAMI SAYA TANPA MENINGGALKAN KANTOR SAYA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Deny</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2575</link>
		<dc:creator>Deny</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 02:53:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2575</guid>
		<description>Saya setuju dengan penyamaan hak mendapatkan salary yang equal antara pria - wanita, tapi saya tidak terlalu setuju dengan penyamaan peran antara pria dan wanita. 
IMHO, Saya percaya pria dan wanita diciptakan secara berbeda, karena itu memiliki peran yang berbeda pula dalam masyarakat dan keluarga. Pria diciptakan memiliki badan dan tenaga yang lebih besar, otak yang lebih logis, adalah pelindung dan kepala keluarga, decision maker dan dia memang bertanggung jawab untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Sedangkan wanita diciptakan dengan perasaan yang penuh kasih dan kelembutan, bertanggung jawab dalam memelihara, memberikan kasih sayang dan perhatian kepada keluarganya. Bukan berarti pria dibebastugaskan dari memberi kasih dan perhatian kepada keluarganya, bukan berarti pula wanita tidak boleh bekerja, tapi peran unik dan spesifik ini merupakan prioritas utama peran mereka. 
Satu hal yang sering dilupakan oleh para pasutri adalah bahwa tanggung jawab mendidik dan mengajar anak sebenarnya lebih banyak berada pada pundak ayah daripada ibu. So, ayah jelas tidak boleh lepas tangan terhadap keluarganya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju dengan penyamaan hak mendapatkan salary yang equal antara pria - wanita, tapi saya tidak terlalu setuju dengan penyamaan peran antara pria dan wanita.<br />
IMHO, Saya percaya pria dan wanita diciptakan secara berbeda, karena itu memiliki peran yang berbeda pula dalam masyarakat dan keluarga. Pria diciptakan memiliki badan dan tenaga yang lebih besar, otak yang lebih logis, adalah pelindung dan kepala keluarga, decision maker dan dia memang bertanggung jawab untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Sedangkan wanita diciptakan dengan perasaan yang penuh kasih dan kelembutan, bertanggung jawab dalam memelihara, memberikan kasih sayang dan perhatian kepada keluarganya. Bukan berarti pria dibebastugaskan dari memberi kasih dan perhatian kepada keluarganya, bukan berarti pula wanita tidak boleh bekerja, tapi peran unik dan spesifik ini merupakan prioritas utama peran mereka.<br />
Satu hal yang sering dilupakan oleh para pasutri adalah bahwa tanggung jawab mendidik dan mengajar anak sebenarnya lebih banyak berada pada pundak ayah daripada ibu. So, ayah jelas tidak boleh lepas tangan terhadap keluarganya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2538</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2007 19:46:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2538</guid>
		<description>Astrid dan Jennie,
Rupanya perubahan jaman, belum sepenunya diikuti perubahan peran isteri di rumah tangga di dunia Timur dan Indoensia. Secara tradisional peran seorang ibu adalah mengurus rumah tangga, membesarkan anak dan berbakti (sering diartikan sebagai melayani kebutuhan suami) kepada suami. Di  dunia Barat, peran tradisional seperti sudah bergeser sesuai dengan tuntutan jaman. Suami sudah ikut mengambil sebagian peran tradisional seorang isteri.

Pada jaman ini, isteri banyak ditunut untuk mencari uang guna mensupport kehidupan rumah tangga, salah satu sebabnya adalah biaya kehidupan ruamh tangga yang semakin tinggi. Sementara itu, banyak peran isteri di Indonesia secara tradisional tetap tidak berubah. Artinya, di samping mengurus rumah tangga, membesarkan anak dan berbakti pada suami, si isteri juga harus mencari uang sebagai wanita karir. 

Banyak kalangan masyarakat Indonesia yang tidak menyadari akan hal. Untuk kemajuan bersama, kita (suami isteri) perlu bekerja sama secar fair.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Astrid dan Jennie,<br />
Rupanya perubahan jaman, belum sepenunya diikuti perubahan peran isteri di rumah tangga di dunia Timur dan Indoensia. Secara tradisional peran seorang ibu adalah mengurus rumah tangga, membesarkan anak dan berbakti (sering diartikan sebagai melayani kebutuhan suami) kepada suami. Di  dunia Barat, peran tradisional seperti sudah bergeser sesuai dengan tuntutan jaman. Suami sudah ikut mengambil sebagian peran tradisional seorang isteri.</p>
<p>Pada jaman ini, isteri banyak ditunut untuk mencari uang guna mensupport kehidupan rumah tangga, salah satu sebabnya adalah biaya kehidupan ruamh tangga yang semakin tinggi. Sementara itu, banyak peran isteri di Indonesia secara tradisional tetap tidak berubah. Artinya, di samping mengurus rumah tangga, membesarkan anak dan berbakti pada suami, si isteri juga harus mencari uang sebagai wanita karir. </p>
<p>Banyak kalangan masyarakat Indonesia yang tidak menyadari akan hal. Untuk kemajuan bersama, kita (suami isteri) perlu bekerja sama secar fair.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jennie</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2393</link>
		<dc:creator>Jennie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 18:22:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2393</guid>
		<description>@Astrid, ada pepatah berkata, "If you educate a boy, you educate a person. If you educate a girl, you educate a nation."

Standar ganda untuk wanita karir tetap harus sebagai ibu rumah tangga yang baik bagi saya adalah salah satu bentuk "pelecehan" terselubung karena merupakan ketidakadilan antara dua manusia (bukan antar gender). Saya bukan feminis, namun saya percaya akan kebaikan hati yang bisa saling dialihkan satu sama lain dan bisa saling diterima dengan hati yang lapang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Astrid, ada pepatah berkata, &#8220;If you educate a boy, you educate a person. If you educate a girl, you educate a nation.&#8221;</p>
<p>Standar ganda untuk wanita karir tetap harus sebagai ibu rumah tangga yang baik bagi saya adalah salah satu bentuk &#8220;pelecehan&#8221; terselubung karena merupakan ketidakadilan antara dua manusia (bukan antar gender). Saya bukan feminis, namun saya percaya akan kebaikan hati yang bisa saling dialihkan satu sama lain dan bisa saling diterima dengan hati yang lapang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Astrid</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2347</link>
		<dc:creator>Astrid</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 02:30:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-2347</guid>
		<description>Well, karena gaji wanita lebih rendah daripada pria, maka itulah dewasa ini banyak pengusaha yang lebih suka menerima pegawai wanita disamping itu mereka biasanya lebih jujur daripada pria sehingga angka pengangguran bagi pria meningkat. Tetapi apakah pria bisa berperan seperti Ibu di rumah seandainya wanita sebagai pencari uang?
Sebenernya berat juga ya karena kondisi ekonomi yang demikian, Wanita pagi2 harus menyiapkan anak2nya dan suaminya, berangkat kerja, pulang kerja juga harus siap dalam mengasuh anak2 dan menjadi istri yang baik pula.....
Kalau cuti melahirkan dengan digaji, temannya yang belum juga punya anak iri karena gak kerja tetep digaji... well, sebenernya permasalahan yang dihadapi wanita tidak sedikit.
Kalau di Jepang ada isitilah education mama. Jadi yang membesarkan anak2 memang wanita, dan bekerja pria. Tetapi berhasil tidaknya majunya negara, bergantung betul pada para wanita dalam mendidik anak2nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Well, karena gaji wanita lebih rendah daripada pria, maka itulah dewasa ini banyak pengusaha yang lebih suka menerima pegawai wanita disamping itu mereka biasanya lebih jujur daripada pria sehingga angka pengangguran bagi pria meningkat. Tetapi apakah pria bisa berperan seperti Ibu di rumah seandainya wanita sebagai pencari uang?<br />
Sebenernya berat juga ya karena kondisi ekonomi yang demikian, Wanita pagi2 harus menyiapkan anak2nya dan suaminya, berangkat kerja, pulang kerja juga harus siap dalam mengasuh anak2 dan menjadi istri yang baik pula&#8230;..<br />
Kalau cuti melahirkan dengan digaji, temannya yang belum juga punya anak iri karena gak kerja tetep digaji&#8230; well, sebenernya permasalahan yang dihadapi wanita tidak sedikit.<br />
Kalau di Jepang ada isitilah education mama. Jadi yang membesarkan anak2 memang wanita, dan bekerja pria. Tetapi berhasil tidaknya majunya negara, bergantung betul pada para wanita dalam mendidik anak2nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-835</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2007 05:47:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-835</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Irma&lt;/strong&gt;,
Senang dapat berkenalan dengan sahabat yang tinggal di Pulau Dewata, Bali. Waktu aku masih tinggal di Indonesia, aku ke Bali beberapa kali. Terakhir kali, sekitar tahun 1994, aku ke Bali sendirian, naik bis dari Jakarta. Di Amerika, orang bilang kepulauan Hawai sangat indah, tetapi keindahan dan budayanya masih tidak bisa menandingi Bali. Jika sudah pernah ke Bali, Hawai bukanlah tempat yang terlalu menarik lagi. Itu pendapatku lho ... Bisa subjektif. 

Jadi ngelantur tentang Bali. OK, berhubungan dengan thesis Irma, aku nggak begitu banyak tahu tentang karir wanita di Indonesia, apalagi spesifik Universitas Udayana. Namum demikian, aku memberanikan diri untuk bicara tentang hal ini. 

Untuk latarbelakang sejarah modern wanita Indonesia, umumnya orang mengacu pada &lt;strong&gt;Ibu Kartini&lt;/strong&gt; yang dipercayai telah mengangkat kaum wanita menjadi sederjat dengan pria. Dibandingkan dengan jaman Kartini, kini sulit ditemukan larangan formal atau legal yang mentidak-bolehkan wanita untuk bekerja seperti pria. Karena itu, mungkin penekanan pendekataan topik ini akan cenderung ke arah variabel budaya, strereotype dan pebandingan keefektifan keadaan fisik/mental wanita-pria.

Aku ingat akan suatu penelitian di Amerika tentang perbedaan sikap penerimaan terhadap co-workers lawanan jenis antara pria dan wanita. Jika pria ingin bekerja di lapangan kerja yang pada umumnya dilakukan kaum wanita, pada mulanya kaum wanita akan mendukung pria tersebut, tetapi lama-kelamaan sifat kaum wanita menjadi netral. 

Sebaliknya, jika kaum wanita ingin masuk ke lapangan kerja yang umumnya dikerjakan oleh pria, kaum pria pada mulanya netral saja, tetapi lama-kelamaan mereka menjadi menantang dan menolak kehadiran kaum wanita.   

Membahas tentang wanita, aku jadi ingat dua tokoh wanita yang aku kagumi. Pada masa kuliah, kedua tokoh ini menjadi dosenku di Universitas Indonesia (UI). Mereka adalah  almarhumah &lt;strong&gt; Prof. Miriam Budiardjo&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Prof. Toety Heraty&lt;/strong&gt;. Bu Mir adalah pendiri Jurusan Ilmu Politik UI dan duta besar wanita pertama. Bu Toety menerobos budaya Indonesia yang kolot pasa waktu itu dengan meneruskan kuliah walaupun dalam keadaan hamil. Mereka berdua mencapai puncak karir yang tinggi dan tidak kalah dengan kaum pria. Untuk tokoh-tokoh wanita lainya, sebagian dari mereka bisa di baca di &lt;a href="http://www.tokohindonesia.com/cgi-bin/search/search.pl?Match=1&#038;Realm=All&#038;Terms=wanita" rel="nofollow"&gt;&lt;strong&gt;TokohIndonesia&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.com.

Mudah-mudahan info ini sedikit membantu dan menjadi inspirasi untuk thesis Irma. I wish you all the best.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Irma</strong>,<br />
Senang dapat berkenalan dengan sahabat yang tinggal di Pulau Dewata, Bali. Waktu aku masih tinggal di Indonesia, aku ke Bali beberapa kali. Terakhir kali, sekitar tahun 1994, aku ke Bali sendirian, naik bis dari Jakarta. Di Amerika, orang bilang kepulauan Hawai sangat indah, tetapi keindahan dan budayanya masih tidak bisa menandingi Bali. Jika sudah pernah ke Bali, Hawai bukanlah tempat yang terlalu menarik lagi. Itu pendapatku lho &#8230; Bisa subjektif. </p>
<p>Jadi ngelantur tentang Bali. OK, berhubungan dengan thesis Irma, aku nggak begitu banyak tahu tentang karir wanita di Indonesia, apalagi spesifik Universitas Udayana. Namum demikian, aku memberanikan diri untuk bicara tentang hal ini. </p>
<p>Untuk latarbelakang sejarah modern wanita Indonesia, umumnya orang mengacu pada <strong>Ibu Kartini</strong> yang dipercayai telah mengangkat kaum wanita menjadi sederjat dengan pria. Dibandingkan dengan jaman Kartini, kini sulit ditemukan larangan formal atau legal yang mentidak-bolehkan wanita untuk bekerja seperti pria. Karena itu, mungkin penekanan pendekataan topik ini akan cenderung ke arah variabel budaya, strereotype dan pebandingan keefektifan keadaan fisik/mental wanita-pria.</p>
<p>Aku ingat akan suatu penelitian di Amerika tentang perbedaan sikap penerimaan terhadap co-workers lawanan jenis antara pria dan wanita. Jika pria ingin bekerja di lapangan kerja yang pada umumnya dilakukan kaum wanita, pada mulanya kaum wanita akan mendukung pria tersebut, tetapi lama-kelamaan sifat kaum wanita menjadi netral. </p>
<p>Sebaliknya, jika kaum wanita ingin masuk ke lapangan kerja yang umumnya dikerjakan oleh pria, kaum pria pada mulanya netral saja, tetapi lama-kelamaan mereka menjadi menantang dan menolak kehadiran kaum wanita.   </p>
<p>Membahas tentang wanita, aku jadi ingat dua tokoh wanita yang aku kagumi. Pada masa kuliah, kedua tokoh ini menjadi dosenku di Universitas Indonesia (UI). Mereka adalah  almarhumah <strong> Prof. Miriam Budiardjo</strong> dan <strong>Prof. Toety Heraty</strong>. Bu Mir adalah pendiri Jurusan Ilmu Politik UI dan duta besar wanita pertama. Bu Toety menerobos budaya Indonesia yang kolot pasa waktu itu dengan meneruskan kuliah walaupun dalam keadaan hamil. Mereka berdua mencapai puncak karir yang tinggi dan tidak kalah dengan kaum pria. Untuk tokoh-tokoh wanita lainya, sebagian dari mereka bisa di baca di <a href="http://www.tokohindonesia.com/cgi-bin/search/search.pl?Match=1&#038;Realm=All&#038;Terms=wanita" rel="nofollow"><strong>TokohIndonesia</strong></a>.com.</p>
<p>Mudah-mudahan info ini sedikit membantu dan menjadi inspirasi untuk thesis Irma. I wish you all the best.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: irma rahyuda</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-832</link>
		<dc:creator>irma rahyuda</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2007 00:05:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-832</guid>
		<description>Dear Beny...
nama saya irma, mungkin ini out of the topic but still related, i am doing my tesis now , and it's about deversity. jadi keanekaragaman dan kesetaraan dalam kesempatan bekerja dalam karir wanita. tapi susah banget cari datanya, harus mulai dari mana? saya ingin membicarakan karir wanita yang bekerja di universitas udayana, mereka termasuk saya memiliki kesempatan yang sama tapi kenyataannya banyak sekali kita lihat kok karir mereka mentok padahal banyak yang udah s3 loch. thks ya beny, kapan2 main ke bali</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Beny&#8230;<br />
nama saya irma, mungkin ini out of the topic but still related, i am doing my tesis now , and it&#8217;s about deversity. jadi keanekaragaman dan kesetaraan dalam kesempatan bekerja dalam karir wanita. tapi susah banget cari datanya, harus mulai dari mana? saya ingin membicarakan karir wanita yang bekerja di universitas udayana, mereka termasuk saya memiliki kesempatan yang sama tapi kenyataannya banyak sekali kita lihat kok karir mereka mentok padahal banyak yang udah s3 loch. thks ya beny, kapan2 main ke bali</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-644</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2007 18:52:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/04/23/gaji-wanita-lebih-rendah-dari-pria/#comment-644</guid>
		<description>Bleu dan Ria,

Thank you banget for kommentarnya. 

Pada saat hiring baik di Indonesia maupun di Amerika aku tidak menemukan perbedaan penggajian. Kesimpulan ini aku ambil berdasarkan pengalaman kerja ku di HR division di Indofood  dan sebagai seorang manager yang mempunyai wewenang dalam hal  pengrekrut karyawan di &lt;em&gt;&lt;a href="http://shop.nordstrom.com/C/2375500/0~2375500" rel="nofollow"&gt;Nordstrom&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;. 

Yang dipermasalahkan oleh Ellen Simon yang aku kutip di atas adalah perbedaan gaji wanita lulusan college di Amerika yang bekerja selama atau lebih dari 1 tahun. Dengan kata lain ia ingin menerangkan bahwa semakin lama bekerja, gaji antara wanita dan peria akan mempunyai gap yang lebih besar, yaitu gaji pria menjadi lebih tinggi dari gaji pria. 

Di Amerika pada umumnya kenaikan gaji terjadi karena mengikuti kenaikan posisi. Kenaikan karena inflasi dan merit jarang diperlakukan. Jika performance (merit) seseorang bagus, maka ia cenderung dipromosikan. Secara umum (pasti banyak pengecualian) yang lebih cepat dipromosikan adalah pria. Oleh karena itu akhirnya gaji mereka lebih tinggi dari wanita. 

Dugaan mengapa pria lebih banyak pria dipromosikan sempat aku singgung di artikel di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bleu dan Ria,</p>
<p>Thank you banget for kommentarnya. </p>
<p>Pada saat hiring baik di Indonesia maupun di Amerika aku tidak menemukan perbedaan penggajian. Kesimpulan ini aku ambil berdasarkan pengalaman kerja ku di HR division di Indofood  dan sebagai seorang manager yang mempunyai wewenang dalam hal  pengrekrut karyawan di <em><a href="http://shop.nordstrom.com/C/2375500/0~2375500" rel="nofollow">Nordstrom</a></em>. </p>
<p>Yang dipermasalahkan oleh Ellen Simon yang aku kutip di atas adalah perbedaan gaji wanita lulusan college di Amerika yang bekerja selama atau lebih dari 1 tahun. Dengan kata lain ia ingin menerangkan bahwa semakin lama bekerja, gaji antara wanita dan peria akan mempunyai gap yang lebih besar, yaitu gaji pria menjadi lebih tinggi dari gaji pria. </p>
<p>Di Amerika pada umumnya kenaikan gaji terjadi karena mengikuti kenaikan posisi. Kenaikan karena inflasi dan merit jarang diperlakukan. Jika performance (merit) seseorang bagus, maka ia cenderung dipromosikan. Secara umum (pasti banyak pengecualian) yang lebih cepat dipromosikan adalah pria. Oleh karena itu akhirnya gaji mereka lebih tinggi dari wanita. </p>
<p>Dugaan mengapa pria lebih banyak pria dipromosikan sempat aku singgung di artikel di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
