BUKU BIOGRAFI SOEHARTO: Apa Maksudnya?
Oleh Beni Bevly
Menarik dan sekaligus mengecewakan sekali setelah membaca ulasan mengenai biografi yang di-authorized oleh mantan presiden RI, Soeharto, “Soeharto, the Life and Legacy of Indonesia’s Second President“. Biografi yang ditulis oleh Retnowati Abdulgani-Knapp belum aku miliki dan tentunya belum dibaca. Tetapi dari ulasan-ulasan di beberpa media yang aku baca, aku bertanya dalam hati, apa maksudnya? Pertanyaan ini timbul karena ada kesan bahwa buku ini menyampaikan pesan-pesan yang agaknya bertentangan dengan semangat reformasi. Hal ini tercermin dari tiga hal di bawah:
Pertama, terlepas dari semua jasanya, Soeharto jelas adalah seorang pelanggar Hak Asasi Manusi (HAM), koruptor dan ditaktor. Hal ini tidak perlu dijelaskan lagi kita semua tahu akan hal ini. Tetapi dalam biografinya, oleh Retnowati Abdulgani-Knapp, Soeharto dilukiskan sebagai tokoh yang simpatik, taat terhadap agama dan ia dianggap sebagai orang yang tak berdosa dan hanya korban para kroninya (kolongmerat Chinese).
Di bawah adalah komentar yang aku kutip dari Barry Desker, head of the S. Rajaratnam School of International Studies, dan former Singapore ambassador untuk Indonesia:
“While Soeharto and his family are portrayed sympathetically, the biography does not shy away from assessing that the core of public discontent centred on the control by Soeharto’s extended family and 50 other families of most of Indonesia’s economic successes.”
Kedua, aku memang tidak begitu tahu mengenai Retnowati Abdulgani-Knapp, putri Roeslan Abdulgani. Dalam hal ini aku hanya mempunyai kesan terhadap Roeslan Abdulgani, ayahnya sebagai seorang yang bersikap mendua dalam hal berpolitik (Ataukah hal ini memang hal yang lumrah bagi para politikus?).
Pada jaman Soekarno, Roeslan Abdulgani adalah pengikut dan ajudan setia Soekarno dan seingat aku, ia mempropagandakan NASAKOM dengan semangatnya. Tetapi setelah Soekarno jatuh, ia mendekati Soeharto dan berhasil mengambil hatinya dengan mempropagandakan Pancasila habis-habisan. Aku meragukan sikap politiknya yang berkesan oportunis. Apakah sikap seperti ini juga menurun pada putrinya, Retnowati Abdulgani-Knapp? Jika benar, maka tidaklah heran dengan tulisan dia di buku ini.
Ketiga, komentar Siswono Yudhohusodo (salah satu menteri jaman Orde Baru) dalam rangka peluncuran buku itu:
“Seperti Bung Karno, Soeharto naik (menjabat) dengan baik-baik tapi diturunkan dengan cara tidak baik.”
Bagaimana Siswono bisa meng-claim bahwa Soeharto “naik dengan baik-baik” jika ratusan ribu, bahkan ada yang menyebutkan jutaan jiwa melayang di tangannya dengan alasan mengamankan negara dari PKI? (baca: John Roosa, Pretext for Mass Murder, 2006).
Aku menilai bahwa isi buku ini terdapat kecenderungan untuk menghidupkan Orde Baru dan menghentikan langkah Reformasi. Mudah-mudahan aku salah.
_____
*Beni Bevly holds BA in Political Science, MBA in Marketing, and is a DBA (Doctor of Business Administration) candidate. He is the founder of Overseas Think Tank for Indonesia.


Mas Benny…
Orde Baru memang simbol pelanggaran HAM dan KKN, tapi kita juga tdk bisa menutup mata “keberhasilan-keberhasilan” orde baru dlm membangun Indonesia.
AdhiRock
28 Apr 07 at 5:29 am
Buat aku sebenarnya kemunculan suatu biografi itu merupakan suatu pertanda bahwa orang tersebut tenar atau memang sedang menjalani suatu politik tertentu. Biografi ini muncul dengan alasan keduanya. Dia memang orang terkenal, terkenal akan politik kotornya yang luar biasa canggih seperti sam kok, dia tidak peduli dengan orang lain dan hak mereka jadi tidak heran gelar penjahat HAM didapatnya. Biografi ini munkin akan menjadi media buatnya untuk membuat orang lain percaya bahwa dia pada saat keemasannya memerintah dengan baik. Tidak lain tidak bukan ini untuk membantu dia sendiri agar tidak dijatuhi hukuman yang berat akan kesalahannya yang besar di waktu lampau yang selama ini sudah dilupakan banyak orang ( masyarakat Indoenesia).
Jadi buat saya ini hanya akal2akalan dia saja untuk memperoleh simpatisan dari banyak orang.
Jangan lupa kadang kebohongan bisa disengaja bisa juga tidak untuk sesuatu hal yang berarti. jadi melalui biografi ini kita bisa menilai kebohongan yang ada disengaja atau tidak.
~evelyn
http://evelyn.wordpress.com/
evelyn
30 Apr 07 at 2:41 am
Well, bukunya mungkin bukan sengaja bermaksud menghentikan reformasi. Tapi yang jelas sebagai upaya memberikan gambaran yang lebih simpatik tentang Suharto, menjustifikasi tindakan2nya, dan menutupi kesalahan.
Oh ya, jasa seseorang tentu tidak dilupakan. Tapi jangan juga kenangan pada “kejayaan” lampau menjadikan kita lupa pada berbagai pelanggaran HAM pada masa itu. Beliau memang telah mengkondisikan sedemikian rupa supaya negara stabil, paling tidak di permukaan. Tapi sekian nyawa juga hilang untuk memperkokoh kekuasaannya. Jangan lupa, beliau belum membayar kesalahannya, karena tiap ke pengadilan pasti sakit
.
lenje
30 Apr 07 at 12:19 pm
[...] Beni Bevly Menggapi beberapa komentar pada artikel “BUKU BIOGRAFI SOEHARTO: Apa Apaksudnya?” yang menyinggung jasa Soeharto dalam pembangunan Indonesia di masa Orde Baru, timbul pertanyaan [...]
Overseas Think Tank for Indonesia » LAYAKKAH SOEHARTO DISEBUT “BAPAK PEMBANGUNAN”?
1 May 07 at 11:53 am
AdhiRock, Evelyn dan Ienje,
Terimakasih banyak atas komentarnya. Aku sangat menghargainya.
Pikiranku terhadap komentar kalian bisa dibaca di “LAYAKKAH SOEHARTO DISEBUT “BAPAK PEMBANGUNAN”?
Beni Bevly
1 May 07 at 12:01 pm
mbwahahahahahakhakhak…
The title of this post says it all. Yeah. APA MAKSUDNYA YAH?
miund
16 May 07 at 8:33 pm
MENGHUJAT DENGKI MENGAJARI BENIH KEBENCIAN PADA RAKYAT, AKAN MEMBAWA RAKYAT INI MALAS BERGANTUNG PADA KEBERHASILAN PEMBERANTASAN KORUPSI, MENEMPATKAN KESALAHAN MAJU TIDAKNYA BANGSA INI PADA PAK HARTO, PELANGGARAN HAM,HUM DAN SEBAGAINYA.
MAJU TIDAKNYA BANGSA INI KARENA BUDAYA MALAS KITA, NEGARA LAIN SIBUK MEMAJUKAN NEGARA, MEMPERINDAH SUNGAI DAN TAMAN KOTA KITA SIBUK MENGHUJAT MENGHARAP HAM, HUKUM DAN SEBAGAINNYA
SELAMAT MENIKMATI KEHANCURAN INI….
yudisasongko., SE., Ak
17 May 07 at 7:41 pm
Betul Miund, aku memang bingung apa maksudnya buku ini? Akhirnya aku order di Amazon.com dan dikirim ke alamatku di
Kalifornia dalam beberapa hari saja. Di buku itu memang diceritkan penyimpangan dan pembusukan politik dan ekonomi, tetapi semuanya itu dilakukan oleh orang lain, yaitu kroninya Soeharto. Kesan aku, Retnowati Abdulgani-Knapp menggambarkan Seoharto tetap seorang bersih, bijaksana dan berhati emas.
Ini satu bagian yang aku kutip dari halaman 77:
Retnowati tidak pernah mengungkap permasalah jutaan orang yang menjadi korban gerakan politik Soeharto. Ia lebih menitik beratkan bagaimana para jenderal dibunuh oleh “socalled” PKI di bawah pimpinan Kolonel Untung. Ibu Tien menurutnya “modest”. Bagaimana yang tidak modest? Mungkin bukan Teen Percent lagi pajaknya, tapi 100%.
Yudisasongko memberikan perspektif yang lain dalam membangun negara, yaitu jangan mengajarkan kebencian pada masyarakat, dan juga jangan pernah mengimingkan bahwa pemberantasa korupsi adalah satu-satunya cara untuk membangun negara. Aku setuju bahwa rakyat kita harus rajin bekerja dan berkarya demi membangun negara.
Sesuatu yang berlebihan adalah tidak bijaksana. Sesuatu harus ditempatkan pada proporsi yang tepat. Seperti kenyataan korupsi yang merajarela dan pelanggaran HAM berat perlu ditindak dan diberi ganjaran sesuai dengan hukum yang berlaku. Inilah porsi yang mesti didapat dari koruptor dan pelanggar HAM. Bukan didiamkan dan dibiarkan menjadi budaya yang menggerogoti bangsa kita. Lakukan ini tanpa unsur benci dan balas demdam, tetapi, sekali lagi, berdasarakan landasan hukum yang berlaku.
Beni Bevly
18 May 07 at 2:18 pm
mank soeharto ngekorupsiin uang negara brp miliar?
erick
22 May 07 at 5:47 am
Erick,
Jaksa Penuntut Umum, Muchtar Arifin SH, pada persidangan tahun 2000, mendakwa Soeharto tersangkut korupsi tujuh yayasan dengan total kerugian negara Rp 1,7 triliun dan US$ 419 juta. Tujuh yayasan yang pernah diketuai Soeharto tersebut, adalah Supersemar, Dana Sejahtera Mandiri, Trikora, Dharmais, Dana Abadi Karya Bakti (Dakab), Amal Bhakti Muslim Pancasila, dan Gotong Royong Kemanusiaan (SuaraPembaruan.com, 21/05/2007)
Beni Bevly
22 May 07 at 10:46 am
Beliau memang kejam,beliau memang diktaktor tapi untuk apa dia bersikap seperti itu?ya untuk melindungi rakyat yg lemah da bodoh!!!!kita butuh seorang presiden berjiwa keras,dan kejam tp demi kebaikan dan tetap berhati nurani.tidak menjadi soal membunuh pengacau keamanan,siapa mereka??hanya sampah masyrakat pengganggu keamanan.percumah mengandalkan prosedur hukum terlalu bertele tele dan tdk membikin jera.seharusnya kita berterimakasih beliau mau menanggung dosa demi keutuhan NKRI. berapa sih korupsinya di banding dgn kehilangan sipadan ligitan??? sebuah pulau yg berprospek pariwisata?? dan yg penting hilangnya pulau itu berarti terkikis lah wibawa Indonesia yg harganya tdk ternilai!!!32 tahun bukan waktu yg lama hampir seluruh pelosok jalan dialiri listrik pd jamanya,dan di aspal jalanya.10 thun reformasi berjalan pembangunan bukan lgi berhenti tapi malah MUNDUR!!!dosa siapa??jangan berkata itu dosa Pak Harto,mereka hanya mengkambing hitamkanya…reformasi kebablasan dan kebebasanlah penyebabnya, kita ibaratkan Republik ini sebuah rumah yg telah dibuat oleh ORLA dan di bangun oleh orba,selama 32 th mungkin jendelanya sudah ada yg lapuk.namun lantas oleh Reformasi bukan jendelanya yg diganti melainkan rumahnya yg di robohkan dgn tdk elihat berapa kt punya uang utk material utk membangun,nah akhirnya setiap kepala dgn bebas ingin membuat kamar yg nyaman utuk golonganya dirumah itu tanpa mempardulikan yg lainya.lagi2 bumi pertiwilah yg di eksploitasi kekayaanya.pembalakan liar gila2an… pasir dijual… minyak dijual… dan rakyat di bodohi dengan berkata “ini dosa orde baru,rezim soeharto”
prasetyo
30 May 07 at 9:26 pm
sebagai bangsa yg menghargai pahlawannya tidak berarti kita harus menghujat ataupun smencap beliau sebagai perusak ekononomi bangsa.selayaknya lah bangsa kita juga menghormati apa jasa2 beliau yang sedikit banyaknya masih kita rasakan sampai saat ini pun masih banyak.Semoga beliau tabah dan kuat menghadapi semuanya.
epin
15 Jun 07 at 8:33 pm
Kolom IBRAHIM ISA
Rabu, 18 Juli 2007
A. LATIEF
Mantan Kolonel TNI-AD :
Jenderal SOEHARTO — Manusia Dholim —
Mengkhianati Presiden SOEKARNO
Beberapa hari ini ramai sekali diberitakan dan dibicarakan di media cetak dan elektronik, maksud hendak mengadili mantan Presiden Suharto, menurut hukum perdata (KUHP). Bukan lewat hukum Pidana. Jadi, samasekali bukan diadili oleh ICC, International Criminal Court. Sebagaimana banyak tuntutan diajukan terhadap Suharto mengingat pelanggaran HAM terbesar yang dilakukannya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan (Crime Against Humanity).
Kali ini lembaga pengadilan agung Indonesia sekadar akan memperkarakan gugatan (yang masih harus diajukan) mengenai kasus korupsi yang dilakukan mantan Presiden Suharto melalui yayasan-yayasan yang dibentuknya . Sementara orang ada yang antusias. Ada harapan, katanya, tuntutan terhadap Suharto sekali ini, akan berhasil. Dan Suharto akan dicekal dari sisi hukum perdata. Barangkali terbayang pada mereka-mereka itu, kasus pengadilan AS ketika menyeret bandit besar, mafioso kesohor AS, Al Capone. Pengadilan AS ketika itu, berhasil mencekal bandit Al Capone lewat tuntutan perdata (urusan pelanggaran pajak).
Ada yang samasekali tidak percaya bahwa Kejaksaan Agung bersungguh-sungguh akan menuntut Suharto. Dinyatakan bahwa bikin ramai hendak mengadili Suharto, itu adalah untuk mengalihkan perhatian belaka. Pendapat lain, tidak terus terang menuduh bahwa aksi Kejaksaan Agung itu pura-pura saja. Namun, jelas menyatakan keragu-raguannya. Apa benar pengadilan Indonesia yang merupakan lembaga yang paling harus ditoto dan direformasi, akan berhasil menuntut dan memberikan hukuman setimpal kepada Suharto. Dalam golongan ini termasuk wartawan (Pedoman) senior, Rosihan Anwar. Meski umurnya yang lanjut, tetapi sesekali masih memberikan komentar (yang terkadang ‘lumayan’) atas perkembangan politik Indonesia. Rosihan Anwar tampak sekali meragukan kemampuan dan keberhasilan lembaga pengadilan Indonesia. Juga karena ia yakin bahwa Suharto jauh-jauh hari sudah memikirkan bagaimana korupsinya itu dilindungi dan diselubungi rapat-rapat demikian rupa, sehingga siapapun tidak akan bisa menggungat Suharto.
Yang menarik lagi ialah terbitnya buku (baru) biografi Suharto, ditulis oleh putrinya Ruslan Abdulgani (almarhum), Retnowati Abdulgani-Knapp. Jelas sekali, terbitnya buku ini adalah dalam suatu kampanye PR yang diregisir dan difinansir secara kuat, untuk membela ‘wajah baik’ mantan Presiden Suharto. Suatu usaha sia-sia untuk membagus-baguskan reputasi Suharto yang akan tercatat dalam sejarah bangsa kita, sebagai penguasa (plus keluarga dan kroni-kroninya) yang paling kejam, paling bersandar pada kekersan dan kekuatan militer, paling licik, paling korup dan paling kaya terbanding mantan-mantan presiden RI sebelumnya.
Masih mengenai buku Retnowati tentang Suharto: — Seorang pembaca Indonesia di California, Beni Bevly — Pendiri Overseas Think Thank for Indonesia berkomentar sbb: — Retnowati tidak pernah mengungkap permasalahan jutaan orang yang menjadi korban gerakan politik Soeharto. Ia lebih menitik beratkan bagaimana para jenderal dibunuh oleh “socalled” PKI di bawah pimpinan Kolonel Untung.
Kemudian memberikan tanggapan atas komentar Siswono Yudhoyono, mantan menteri zaman Orba, yang dalam peluncuran buku Retnowati, hendak menyamakan Suharto dengan Bung Karno, berucap demikian: “Seperti Bung Karno, Soeharto naik (menjabat) dengan baik-baik tapi diturunkan dengan cara tidak baik.” — Beni Bevly menegaskan: ‘Bagaimana Siswono bisa meng-claim bahwa Soeharto “naik dengan baik-baik” jika jutaan jiwa melayang di tangannya dengan alasan mengamankan negara dari PKI? (baca: John Roosa, Pretext for Mass Murder, 2006). Aku menilai bahwa isi buku ini terdapat kecenderungan untuk menghidupkan Orde Baru dan menghentikan langkah Reformasi. Mudah-mudahan aku salah.
Isinya tak lain adalah membela Suharto sebagai presiden yang dikatakan terlah ‘berjasa’, dsb., dsb. , bla, bla, bla. Di kalangan masyarakat kita, baik di dalam maupun di luarnegeri, tidak sedikit pembela Suharto. Umumnya adalah mereka-mereka yang dalam ukuran besar-besaran ataupun dalam ukuran kecil-kecillan, dari berbagai jurusan sudah diuntungkan oleh rezim Orba. Mereka-mereka itu amat berterima kasih pada Suharto. Maklumlah berhutang budi. Kalau tidak karena Suharto, mereka itu tidak akan menjadi kaya demikian rupa, tidak akan bisa naik panggung politik begitu tinggi. Rame-rame membela Suharto itu, semacam tanda terima kasih juga pada keluarga Cendana.
Dikatakan mereka bahwa Suharto adalah ‘bapak pembangunan Indonesia’. Telah ‘berjasa menghancurkan PKI dan dengan itu menyelamatkan Indonesia dari bahaya Komunisme’, tak peduli lebih sejuta manusia Indonesia yang tak bersalah telah dibantai, dengan dalih ‘membela Pancasila’, dsb. Tak peduli untuk itu telah melakukan perebutan kekuasaan (merangkak) terhadap Presiden Sukarno, mengenakan tahanan rumah terhadap beliau, dan memperlakukan Presiden Sukarno lebih buruk dari perlakukan yang diberikan oleh rezim rasis dan fasis Apartheid Afrika Selatan terhadap tahanan (ketika itu), pemimpin perjuangan anti-Apartheid dan kemerdekaan Afrika Selatan Nelson Mandela. Perlakuan sewenang-wenang dan teramat kejam Jenderal Soeharto terhadap Presiden Sukarno telah membunuh Presiden Sukarno secara ‘perlahan-lahan’.
* * *
Terlepas dari masalah apakah akan berhasil atau tidak Kejaksaan Agung menyeret Suharto ke meja hijau lembaga hukum tertinggi Indonesia, —— hendaknya janganlah sekali-kali dilupakan bahwa pelanggaran hukum terbesar yang dilakukan Suharto, adalah penyerobotan kekuasaan negara, insubordinasi terhadap Panglima Tertinggi Presiden Sukarno. Mengambil alih pimpinan Angkatan Darat, selanjutnya . . . siapa yang tidak tahu kelanjutan dari kup merangkak itu. Persekusi besar-besaran, pembantaian besar-besar terhadap orang-orang PKI, diduga PKI, simpatisan PKI, lalu, kaum nasionalis pengikut dan pendukung Presdien Sukarno. Inilah pelanggaran HAM terbesar dalam sejarah Republik Indonesia.
* * *
Sehubungan dengan yang disebut diatas, banyak gunanya kiranya, untuk menyegarkan ingatan kita, dibaca lagi SURAT PERNYATAAN DAN TUNTUTAN, yang ditulis oleh Kolonel Latief pada tanggal 01 Januari 2003. Surat tsb dikutip selengkapnya di bagian akhir tulisan ini. Kolonel Latief memulai suratnya a.l.: . . . . demi Allah saya menyatakan bahwa Jenderal Soeharto secara langsung TERLIBAT Gerakan Tigapuluh September 1965 yang lalu. . . .
Tulis Kolonel Latief, selanjutnya: . . . Disaat ini yang penting karena saya amat yakin Jendral Suharto adalah pengkhianat bangsa khususnya terhadap Proklamator Bung Karno, kita wajib menuntut Jendral Soeharto untuk diadili, terutama telah mengabaikan hak-hak asasi manusia, melakukan makar/menumbangkan pemerintahan Presiden Soekarno yang sah.
‘Saya berharap penuntutan terhadap Jenderal Soeharto dapat terselenggara dengan secepatnya.’
Di dalam kesaksian tambahan, tertanggal 07 Februari 2003, Kolonel A. Latief, menulis a.l. sbb:
. . . . sewaktu berdua dengan saya, Jenderal Soeharto menegaskan pada diri saya bahwa Jenderal SOEHARTO MENGHENDAKI (kata yang ditekankan kepada diri saya) Presiden SOEKARNO DIGANTI, karena selalu bikin ribut. Saya jawab: ‘Tidak mungkin, karena BUNG KARNO didukung rakyat!’. . . . . . .(percakapan dalam pertemuan tanggal 28 September 1965 sekitar jam 20.00 (malam hari) ketika bersama istrinya Kolonel Latief berkunjung ke rumah Jenderal Soeharto di Jl Agus Salim, Jakarta.
* * *
Hendak menuntut Soeharto mengenai kasus korupsi yang jumlahnya luar biasa besar, adalah sesuatu yang yang perlu disambut, dengan harapan lembaga pengadilan Indonesia kali ini bersungguh-sungguh.
Namun, pelanggaran hukum yang lebih besar, yaitu makar dan perebutan kekuasaan negara dengan menggulingkan Presiden Sukarno, adalah kejahatan yang lebih besar, yang harus diadili dan dijatuhi hukuman setimpal. Tak dibenarkan bila mantan Presiden Suharto dibebaskan dari tanggungjawab, seperti dikatakan Kolonel Latief, melakukan makar dan pengkhianatan terhadap Presiden RI Bung Karno.
Demikian juga pelanggaran HAM yang terbesar yang terjadi dibawah kekuasaan Jendral Suharto,
melakukan persekusi dan pembantaian masal biadab terhadap lebih sejuta warganegara yang tak bersalah, pada tahun-tahun 1965-66 dst samasekali tak boleh dibiarkan tanpa penanganan oleh lembaga pengadilan tertiggi Indonesia.
* * *
LAMPIRAN:
A. LATIEF, Mantan Kolonel AD
SURAT PERNYATAAN DAN TUNTUTAN
——————————————————-
Hari ini Rabu tanggal 01 Januari 2003 di rumah Pak SAWITO Kartowibowo, sekali lagi secara tegas dan sejujurnya, demi Allah saya menyatakan, bahwa benar Jenderal SOEHARTO secara langsung TERLIBAT Gerakan Tigapuluh September 1965 yang lalu, dimana diri saya juga terlibat langsung di dalamnya.
Semula saya yakin sebagai pimpinan Angkatan Darat yang amat saya percayai, karena saya pun adalah anak buah andalan dan kepercayaan beliau, apalagi di medan laga yang kemudian terkenal dalam sejarah militer maupun perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai ‘Serangan Satu Maret 1949′ di Jogyakarta, dimana diri saya adalah komandan yang paling pegang peranan utamanya tetap percaya, bahwa pak Harto loyal terhadap Presiden Soekarno.
Sebagai bukti kepercayaan itu, sewaktu sebelum peristiwa 01 Oktober 1965, dua kali saya melapor kepada Jenderal Soeharto sebelum menculik para Jenderal yang menurut pendapat saya perlu dihadapkan pada Panglima Tertinggi ABRI BUNG KARNO, saya tidak diperingatkan, ditegor apalgi dilarang melakukan gerakan itu oleh Jenderal Soeharto, sehingga saya berpendapat Jenderal Soeharto masih loyal pada Bung Karno.
Ternyata setelah kejadian, pendapat saya itu sangat bertolak belakang dengan pendapat saya semula, justru sebaliknya, terbalik samasekali. Maka dari itu setelah terjadi peristiwa dan menghadapi kenyataan yang terjadi, saya sungguh merasa diri saya dikhianati oleh panglima saya Jenderal Soeharto. Dan sejak saya diserang di Halim, saya lawan, sebab saya telah yakin Jendral Soeharto berkhianat terhadap Presiden RI Soekarno.
Dalam pleidooi saya, pak SAWITO tahu, biarpun Jenderal Soeharto telah menjadi Presiden RI, tidak ada niat bagi saya untuk mohon grasi atau bentuk keringanan hukum apapun kepada Jenderal Soeharto, sebab saya tidak bakal minta grasi dll kepada pengkhianat terhadap Bung Karno.
Disaat ini yang penting karena saya amat yakin Jenderal Soeharto adalah pengkhianat bangsa khususnya terhadap Proklamator Bung Karno, kita wajib menuntut Jenderal Soeharto untuk diadili, terutama telah mengabaikan hak-hak asasi manusia, melakukan makar/menumbangkan Pemerintahan Presiden Sukarno yang sah.
Tentu saja untuk itu diri saya sanggup untuk dijadikan SAKSI di Pengadilan dalam negeri maupun luarnegeri bilamana diadili di Mahkamah Internasional, agar segalanya jujur sesuai apa yang sebenarnya terjadi.
Saya berharap penuntutan terhadap Jendral Suharto dapat terselenggara dengan secepatnya, dan saya juga tahu kalau Mr ISKAQ TJOKROHADISOERJO telah menayangkan KLACHT (gugatan) kepada Jaksa Agung RI yang memberi bukti-bukti keterlibatan Jenderal Soeharto dalam G.30.S. yang membunuh para Jenderal A. YANI cs. dan melakukan pemunuhan masal beratus ribu rakyat yang tiada dosa apapun yang justru dibantai dikorbankan oleh Jenderal Soeharto.
Semoga tulisan ini yang saya berikan kepada Pak SAWITO bisa dijadikan data/bukti yang meyakinkan masyarakat luas, dan bahwasanya idee penumpasan dan pembunuhan masal terhadap orang-orang/masyarakat yang tidak disukai karena sangkaan mereka adalah pengikut Bung Karno adalah dari pribadi Jenderal Soeharto sendiri. Dan harap diketahui, dahulu Jenderal Soeharto itu saya ketahui dengan pasti termasuk ‘kelompok Patuk’ yang dirahasiakan, agar tidak terbongkar oleh masyarakat luas.
Dan yang penting agar diketahui, bahwa sebenanya Jenderal Soeharto itu akan ditangkap oleh Jenderal A. YANI karena korupsi terutama di Jawa Tengah, dikenal dengan kasus penyelundupan. Sayangnya waktu itu Bung Karno tidak mengidjinkan, dan sebagai tindakan penyelamatannya Jenderal Soeharto dimasukkan ke SESKOAD (Sekolah Staf & Komando AD) di Bandung, dipimpin oleh Kol. SOEWARTO. Ini saya ketahui, karena saya sendiri adalah Angkatan Kedua SESKOAD itu, sedangkan Jenderal Soeharto adalah Angkatan Pertama.
Heran saya, Jenderal Soeharto yang tahu betul kalau ditolong oleh Bung Karno. akhirnya justru mencekik leher Bung Karno, orang yang telah menolong dan menyelamatkannya.
Jelaslah Jenderal Soeharto benar-benar orang munafik (bicara dusta, janji tidak ditepati, dipercaya malah berkhianat). Jadi manusia dholim alias manusia jahat.
Demikianlah pernyataan dan tuntutan saya untuk menjadikan periksa bagi siapapun, yang saya buat dengan sesungguhnya dan penuh tanggungjawab.
Terimakasih banyak.
Saya yang membuat pernyataan dan menuntut agar Jenderal Soeharto diadili,
tertanda (pada materai): A. LATIEF
Alamat: LIPO KARAWACI
Taman Elok No 596
Tanggerang.
Tel (021) 598 6070
* * *
KESAKSIAN TAMBAHAN ATAS PERNYATAAN DAN TUNTUTAN SAYA
TERTANGGAL 01 JANUARI 2003
Untuk melengkapi Pernyataan dan Tuntutan saya tertanggal 01 Januari 2003 dengan ini saya beri tambahan kesaksian sbb:
1. Bahwa benar sebelum terjadi pengkhianatan/makar Jenderal Soeharto terhadap Presiden RI/PANGTI ABRI BUNG KARNO, saya sekeluarga memiliki hubungan kekeluargaan yang amat akrab dengan Jenderal SOEHARTO sekeluarga, yang dengan sendirinya kami sering beranjangsana ke rumah beliau dan saling membantu —
2. Dari sekian banyak kunjungan itu, seingat saya sekitar tanggal 18 September 1965 saya sekeluarga berkunjung seperti biasanya ke rumah keluarga Jenderal Soeharto/Pangkostrad di Jl Agus Salim,Jakarta. Dalam kesempatan berdua, saya bertanya kepada Jenderal Soeharto: ‘Apakah benar ada Dewan Jenderal AD yang hendak melakukan kup merebut kekuasaan dari tangan Presiden RI BUNG KARNO?
Jendral Soeharto menjawab: ‘Ya, saya sudah tahu dan sudah mendengar dari bekas anak buah Mayor CTN/Vet. SOEBAGYO dari Jogyakarta’.
Saya bertanya lagi: ‘Siapa Jenderal itu dan dimana?’ Jenderal Soeharto menjawab lagi: ‘Akan diselidiki dulu.’
Mendengar jawaban Jenderal Soeharto demikian, saya berkata kepada Jenderal Soeharto: ‘Kalau benar ada yang mau kup terhadap Presiden RI Bung Karno, saya siap menghadapinya!’.
3. Seperti biasanya pada tanggal 28 September 1965 sekitar pukul 20,00 (malam hari) saya dan istri berkunjung ke rumah Jenderal Soeharto/Pangkostrad di Jl Agus Salim Jakarta, di saat itu sewaktu berdua dengan saya, Jenderal Soeharto menegaskan pada diri saya bahwa Jenderal Soeharto MENHENDAKI (kata yang ditekankan kepada diri saya) Presiden SOEKARNO DIGANTI, karena selalu membikim ribut.
Saya jawab: ‘Tidak mungkin, karena BUNG KARNO didukung rakyat!’; —-
4. Pada tanggal 29 September 1965, antara pukul 09.00 – 10.00 (siang hari) saya menemui Jenderal Soeharto yang di saat itu sedang menunggu putranya yang tersiram sup panas yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, disitu saya melapor kepada Jenderal Soeharto, bahwa kami akan menculik para jJenderal Angkatan Darat untuk dihadapkan kepada PANGTI-ABRI Presiden SOEKARNO, dan yang akan dilaksanakan besok malam (sehari berikutnya) tanggal 30 September 1965; ….. Menanggapi laporan saya itu, Jenderal SOEHARTO bertanya: ‘Siapa Komandan Operasinya?’ Saya jawab: ‘Letkol UNTUNG’ (yang saya mengetahui Letkol Untung telah dikenal baik oleh Jenderal Soeharto). Seterusnya Jenderal Soeharto lalu berkomentar: ‘Ya sudah, saya mau istirahat’. Selanjutnya kami berdua berpisahan.
5. Kesaksian seperti yang tersebut diatas, sebetulnya juga telah saya kemukakan dalam pemeriksaan untuk B.A.P. (Berita Acara Pemeriksaan) maupun dalam persidangan sewaktu saya sendiri diajukan selaku TERDAKWA, tetapi tidak diurus sebagaimana seharusnya, termasuk permohonan saya selaku tertuduh, agar Jenderal Soeharto dapat diajukan di muka Pengadilan Militer itu selaku SAKSI UTAMA, selalu DITOLAK!
Demikian kesaksian tambahan ini saya buat dengan sesungguhnya untuk melengkapi dan yang tidak dapat dipisahkan dengan Surat Pernyataan dan Tuntutan saya tertanggal 01 Januri 2003 untuk kesaksian dan bukti pengadilan terhadap tertuduh Jenderal Soeharto karena telah memimpin melakukan coup d’etat/makar dengan menggunakan kekuatan senjata militer terhadap Presiden R.I. yang sah BUNG KARNO, diseertai membantai rakyat banyak yang tidak berdosa yang saya tuntut dan ajukan demi tegaknya kedaulatan hukum, kebenaran dan keadilan berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa.
Jakarta, 07 Februari 2003
Saya yang membuat Pernyataam dan Kesaksian
tertanda (di atas materai)
A. LATIEF
Mantan Kolonel AD (Nrp. 10685)
Alamat:
LIPO KARAWACI
Taman Elok No 596
Tanggerang. Telp. (021) 5986070
* * *
IBRAHIM ISA Alias BRAMIJN
18 Jul 07 at 7:56 am
Ibrahim, terima kasih atas komentar, ulasan dan informasinya. Salam kenal.
Beni Bevly
18 Jul 07 at 8:31 pm
[...] No Comments menanggapi tulisan saudara beni bevli, pendiri overseas think tank for indonesia buku biografi suharto,apa maksudnya? membaca tulisan anda yang begitu bersemangat tentang suharto dan kekayaanya,menggugah saya untuk [...]
menanggapi: buku biografi suharto, apa maksudnya? « dalamhati.wordpress.com
21 Sep 07 at 7:47 pm
aku sadirun, wong ndeso yang nekad jadi tki bertahun tahun di negara orang,
buku…? apa sebenarnya arti buku itu? di sini jangan ada embel2 nama agama or something else. aku adalah hewan yang tidak berguna.. yah, aku orang indonesia.aku bangga sebagai orang indonesia. jika saya tanya? apa indonesia itu, bagaimana indonesia itu, dan apa artinya indonesia bagi kita.
saat ini banyak sekali orang pinter di indonesia, tapi herannya kok hanya pinter ngomong.. ca ci cu sana sini. itulah kenapa aku sebut diriku hewan.. yah aku anjing.. hanya menggonggong. bagaimana dengan kalian.. sampai kapan kalian harus ngomongin orang.. ini salahlah, beginilah, taek (maaf) asulah… reformasi? apa artinya? perubahan kah? apakah setelah ada reformasi aku bisa kerja di negara tercintaku.. 7 tahun aku jadi kuli bangunan. dengan label TKI,bukan PKI..sebelumnya aku tanya, apa dan bagaimana PKI itu? akupun tak tahu. hanya dari cerita mbah2ku aku ngerti PKI. anda bagaimana? apa orang2 itu mati karna seorang suharto? trus anda bisa ngebayangin bila seandainya PKI masih ada… apa mau kita jadi negara komunis… oposisilah, sayap kirilah.. jujur saya orang beragama, jd saya gak mau indonesia jadi komunis. indonesia itu luas n besar mas… apa anda2 tidak merasa kehilangan saat timor2 berpisah dari indonesia? trus anda bisa ngebayangin bila semua suku masing2 pengen merdeka? indonesia gak akan ada lagi. saat anda menulis pernah anda membayangkan… di sana anda duduk enak dengan laptop or whatever, sedangkan saudara kita yang lain masih berkutat dengan bencana, makan hanya dengan singkong bakar, memang tak ada hubungannya singkong dengan politik. anda duduk di sana enak, menulis udah dapat duit, pernah mata anda menoleh pada saudara2 kita yang di puncak jaya, di pedalaman sulawesi, or di mana aja? apa yang mereka pegang?.. hari gini masih ngomongin siapa yang salah siapa yang benar? anda tak pernah jadi TKI sih, jadi anda gak ngerti. udah gak bisa english, sering di siksa majikan pula.. trus apa ini semua salahku? gak bisa sekolah tinggi, apa salah soeharto yang gak ngasih aku duit buat sekolah, trus apa salah kaum reformasi yang belum ada waktu itu.. orang ngomong pedas itu gampang sodara! kita menuntut bentuk inilah,kpklah,unilah, apa semua gak pake duit? trus anggota yang di rekrut gak butuh gaji..trus siapa yang gaji? duitnya dari mana… ya memang politik tu macam itulah. tapi kita sebagai orang indonesia, yang notabene adalah orang timur, tahu adat (meski gak semua, kan kita binatang yang memang harus makan daging binatang lain) kalo kita mengaku manusia, kenapa kita tidak lihat diri kita aja,anak istri kita, bukan sedikit sodara orang yang menyuarakan inilah itulah, gak tahunya otaknya udang, yang pake narkobalah,or ngesex.. siapa sebenarnya yang dholim? bukankah sebenarnya kita kita ini, apakah kedholiman di buat satu orang.. seandainya saya gak kerja dibayar, saya lebih memilih tinggal di indonesia, meski berhari2 melihat dagelan politik and tulisan sampah saraf yang sok suci, sok pinter, and so on. whatever. trus siapa yang bayar aku kalo gak kerja. itulah kenapa kita susah maju. satu, indonesia itu besar and luas.. banyak bermacam kebudayaan.. suku, or lain2. jadi kita saling, wah.. kita paling hebat.. paling jempol.. hingga akhirnya merendahkan orang lain. apa agama kita masing2 mengajarkan kita masing2 untuk hujat menghujat, dan inilah bukti bahwa indonesia belum bersatu.dan mudah di dikte oleh wong barat.. dua.. apa yang kita lakukan pasti untuk uang. anda menulis karna uang, aku jadi TKI juga karna uang. trus apakah agama kita masing ngajarin kita masing2 untuk cari uang dengan cara binatang? enggak kan..
terakhir saya tanya hanya berikan jawaban saya yes or not, apa anda ingin PKI berdiri lagi?
so, mari kita berkaca pada diri kita masing2, siapapun presidennya kita dukung, bukan malah di cari2 kesalahan inilah itulah, ini presiden masih menjalankn tugas malah sibuk mempersiapkan kampanye lah, pertanyaan di sidanglah.. indonesia oh indonesia, di mana ciri2mu sebagai negara yang agamis, berbudi, menulislah dengan bijak. sudahkah anda menulis tentang anda sendiri, tulisilah anak anda dengan tulisan keindahan, jangan dengan keserakahan, kasihan kami yang capek hidup di negara orang. kalo anda masih ingin indonesia bersatu tulis dengan hati jangan hanya dengan mata dan telinga. tapi jika anda ingin aceh merdeka, papua merdeka, or bali merdeka, ya silakan tulis dengan tulisan menghasut.
the only one thing you should is..yourself not others..
thanks a lots guys.. c u on d other day..
sadirun
11 Jan 08 at 5:38 am
Sadirun, terima kasih atas komentarnya. Berkaitan dengan komentarnya, ada beberapa hal yang perlu aku klarifikasi:
Pertama, aku adalah seorang yang sangat concern dengan kemanusiaan. Atas semangat kemanusiaan inilah maka aku mempertanyakan cara Orde Baru menangani perbedaan pendapat politik yang mengandalkan pembunuhan massal. Apapun pandangan politik mereka, mereka adalah manusia juga. Dalam kasus ini aku sama sekali tidak meng-endorse ideologi atau paham politik tertentu.
Kedua, aku mempunyai hasrat untuk membantu meluruskan sejarah Indonesia dengan harapan masyarakat tahu apa sebenarnya yang telah terjadi di masa lalu. Dengan demikian aku mengharapkan agar peristiwa yang sama, berdarah dan diperkirakan memakan jutaan jiwa manusia tidak terulang lagi.
Ketiga, aku mendukung rekonsiliasi sebagaimana yang dipelopori oleh Nelson Mandela di Afrika Selatan. Jika rekonsiliasi ini terjadi, aku harapkan setiap masalah dapat diselesaikan dengan adil. Beberapa LSM baik secara langsung maupun tidak telah menghasilkan rekonsiliasi horizontal, yang ditandai dengan saling bersilahturaminya antara para korban G30S dan pelaku pembunuhan. Hal yang sama juga terjadi pada keluarga mereka.
Keempat, aku sangat mementingkan keutuhan Indonesia. Aku selalu berpendapat bahwa lidi yang bersatu lebih sulit dipatahkan. Jika kita mempunyai pemerintahan yang integritasnya tinggi, mementingkan kepentingan rakyat banyak maka dengan otomatis penduduk/masyarakat akan hidup tenteram dan dengan sukarela bergabung di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kelima, aku menulis bukan dengan tujuan untuk mendapatkan uang. Aku mendapatkan uang dari sumber lain yang halal. Di blog ini aku membayar biaya hosting dan lainnya. Sekali lagi, tujuannya adalah untuk kemajuan kemanusiaan dengan cara mengkontribusikan idea bagi Indonesia.
Demikian penjelasan ku. Aku hargai pendapat Sadirun. Marilah kita menerima apa adanya kita, tanpa menutupi masa lampau yang gelap, kita perbaiki dan move on untuk hari esok yang lebih baik.
Beni Bevly
11 Jan 08 at 11:46 am
Dosa Soeharto yang tak dapat dimaafkan:
Membunuh 7 jenderal TNI di Lubang Buaya oleh Untung.
Pembantaian 3 juta rakyat Jawa yang tidak berdosa.
Pembunuhan terhadap Bung Karno, melalui dokter yang ditunjuk
oleh Soeharto. Kata Dewi Bung Karno diracuni secara halus.
Rakyat Ace dibantai seperti sebelih seekor ayam, kuburan masal menjadi kenyataan di Aceh. Apaka dosa keji Soeharto ini dapat dimaafkan..??tentu saja tidak, kalau ada suara dari elite kita agar Soeharto dioakan dan dimaafkan, berarti mereka sudah kenyang dan kaya atas harta rampokan pada saat Soeharto berkuasa. Kasihan rakyat Indonesia selalu dalam pembodohan yang dimainkan oleh elite kita.
Mr.Nunusaku
15 Jan 08 at 12:40 pm
menurut gw sekarang qta harus bisa memikirkan bagaimana kondisi kesehatan pa harto bukan malah membuat dia tambah sengsara kasihan kan dia hidup di dunia dah sengsara ko malah di nakherat juga jangan gitu dong
abdul salam
17 Jan 08 at 11:05 pm
kita harus obyektif menilai seseorang,jangan menilai dengan kebencian dan dendam kesumat,,,tidak akan selaesai.
ingat seorang presiden adalah seorang politikus juga, dari zaman soekarno sampai susilo Bambang Y, seorang politikus itu bisa bermulut manis,pahit kadang-kadang munafik untuk tujuan tertentu.
sebagai rakyat biasa saya hanya melihat sisi kebaikannya saja, dan jasa-jasanya, sedangkan sisi gelapnya biarkan tuhan yang menilainnya,dan setiap masa apapun namanya orde lama, orde baru ataupun reformasi pasti ada sisi baik dan sisi buruknya.dan setiap warga indonesia yang dapat kesempatan hidup pada tiga masa tersebut [orla, orba dan reformasi] berhak merasakan pada zaman yang mana kesejahteraan dan kemakmuran banyak didapat bagi masyarakat indonesia.dari masa ke masa zaman pasti berubah biarkan rakyat indonesia yang menilai pada zaman siapa indonesia mencapai titik kejayaan.apa pada zaman soekarno, soeharto, habibie, abdurahman wahid, megawati ataupun susilo bambang y? setiap bangsa dan negara pasti akan melewati masa pasang surut.lihat di amerika sebuah negara demokrasi terbesar rakyatnya tidak pernah menghujat mantan-mantan presidennya, biarkanlah pergantian presiden sebagai mekanisme demokrasi yang sesuai dengan aturan dan undang-undang, dan sisi gelap masa lalu bangsa indonesia biarkanlah berlalu dan menjadi bagian dari sejarah bangsa indonesia.
handaru w
19 Jan 08 at 7:56 pm
Tapi kita bisa liat hasil yang beliau berikan sekarang, dimana program TRANSMIGRASI yang diterapkan pada masa orba, saat ini banyak diantara mereka yang telah berhasil. dengan jatah yang di berikan sekitar 2,5 Ha dulunya. sekarang mereka telah punya paling sedikit 5 Ha. Naik 2 kali dari jatah mereka yang di berikan pemerintah. Bahkan sekarang kalau dari pandangan saya kebanyakan dari masyarakat transmigrasi, terutama yang ada di wliayah Riau mereka telah mampu membeli Kendaraan pribadi ( mobil). Dan sedangkan untuk sepeda motor aja minimal sekarang sEtiap KK bisa punya 2 sampai 3 unit. Bagai mana tidak mungkin, saat ini dengan harga sawit yang sudah tinggi, dengan kebun 5 ha yang ditanami sawit, setiap bulannya mereka mampu memperoleh penghaslan paling sedikit 5 jt setiap bulannya.
Jadi menurut saya beliau sangat berjasa dengan program transmigrasi yang beliau buat selama beliau memimpin di negara yang kita cintai ini.
RIZKY FADILLAH
1 Feb 08 at 12:17 am
banyak saudara-saudara kita yang ngomong “dia itu penghianat”, “si anu itu penghianat” dsb, padahal pada kenyataannnya yang ngomong itu sebenar-benarnya PENGHIANAT. Jangan ajari bangsa ini jadi bangsa penjilat, jadi bangsa penghianat karena permainan politik yang sudah berlangsung lebih dari 350 tahun. Budaya politik yang buruk yang diturunkan oleh penjajah belanda seperti adu domba, penjilat dan penghianat, hingga saat ini masih kental di kalangan masyarakat kita khususnya di kalangan kaum poliTIKUS. saya dan sebagian besar masyarakat indonesia lainnya mendambakan suasana yang damai, sejahtera deelel. saya pengen melihat para orang2 yang pintar di negeri ini bisa berguna bagi kaum bodoh seperti kami. kalo saya pribadi, siapapun yang mimpin bangsa ini tidak ada masalah, yang penting dia pemimpin yang baik. Baik ? ya,baik disegala hal. kita punya budaya buruk yang ditularkan bangsa penjajah “pukima nya itu” (maaf), jadi jangan sampai budaya itu dikembangkan lagi pada era reformasi ini. apalagi para mantan pejabat TNI, jangan jadi troublemaker. kenapa sekarang anda baru berbuat, dulu saat anda dinas, anda dimana ? maksud anda sekarang berbuat seperti ini buat apa? ada apa dengan anda? apa kepentingan anda? sebenarnya dimana posisi anda? bangsa ini tidak suka pada bunglon. Maaf, saya tidak punyai kepentingan apapun disini, saya hanya or5ang bodoh yang berusaha belajar dengan membaca apa saja yang bisa dibaca, tapi saya tidak mau otak saya diisi oleh budaya yang diturunkan bangsa penjajah yang saya sebut diatas tadi. tolong teman2 saya, kalo mau berdebat, berdebatlah yang baik, kalo mau bersaing, bersainglah yang baik. jadilah tauladan buat banyak orang. trims.
wibawa
12 Feb 08 at 5:38 am
NEGARA TERKUTUK ……SEMOGA HANCUR NIH NEGARA …BIAR ORANG EROPA YANG NGELOLA BANGSA INI BIAR SEKALIAN MAJU ,JANGAN KAYA SAMPAH
mulyadi
13 Sep 09 at 9:56 am
Our lives begin to end the day we become silent about things that matter. Thx for the post
Alexandra
19 Nov 09 at 12:24 am
Semua orang besar itu ada sisi baik dan bauruknya…………Seabiknya tidak usah diungkit-ungkit……….Baik itu Soekarno.Soeharto,Magsaysay.Hitler.Stalin araupun Mussolini………Nabi saja yang tidak ada sisi buruknya.Jadilah manusia yang punya kebesaran jiwa dengan tidak usah mengutuk.
demang ngangkruk
3 Feb 10 at 3:52 pm
Wahai saudara saudara sebangsa dan setanah air,Sebagai manusia biasa jadilah warga yg dapat menghargai orang lain siapapun itu,Baik Rakyat jelata,Presiden ataupun Para Mantan Presiden yang ada di Bumi Nuswantoro ini mari Bahu Membahu Untuk membangun agar Tetap Rukun Tentrem Kerto raharjo ora ono alangan opo opo..ngono!Rakyat biar sejahtera,,,,aman,,,Makmur.Thukul kang sarwo tinandur,murah kang sarwo tinuku,lihatlah saudara saudara kita yg ada di kolong 2x jmbatan,di derah daerah pasang surut,daerah lebak..bagaimana beliau 2x itu mempertahankan hidup…(oke ingat..to…)
sumana Musirawas
23 Jul 10 at 2:58 am
HEEE……yang komentar anti Bp. SUHARTO :
1) gerakan kemerdekaan, berapa yang mati / korban jiwa-raga-harta melawan penjajah belanda dan melanggar HAM ???????????apakah SUKARNO sebagai penggerak/pemimpin/proklamator harus bertanggungjawab ?????????????coba jawab!!!!!!!! ,(2) gerakan mengganyang komonis tidak ber-TUHAN yang ingin menguasai bangsa dan negara RI yang ber-PANCASILA / ber-TUHAN, dengan segala konsekwensi korbannya bahkan kamu tuduh melanggar HAM dan kamu sinis pada P. SUHARTO, apakah kamu juga PKI ???????? SUDAHLAH KAMU JANGAN KOMENTAR MACAM MACAM, KALAO INGIN MENDIRIKAN NEGARA KOMUNIS YANG TIDAK BERTUHAN YAAAAAA SANA CARI DILUAR NEGARA NKRI INI…..GITU SAJA KOK REPOT……KOK SENANGNYA MERAMPAS RAMPAS TO KAMU…………..IIIIIIIHHHHHHHHHHHHHHHHH……..
Anda menginginkan HAM pada suatu gerakan maka semua gerakan pasti ada
BERTUHAN1
1 Aug 10 at 2:06 am
hAI a.lATIEF, KAMU KOK …..
Ini ada data, lalu tanggungjawabmu saat kamu aktif menjabat?????????
Duta Masyarakat Ahad, 18 Januari 2009
Memasuki tahun 1960-an merupakan masa gegap gempitanya politik. PKI menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia yang memiliki kesempatan untuk berkuasa. PKI sadar, untuk mencapai tujuannya itu harus memanfaatkan figur Presiden Soekarno. Itu sebabnya, PKI berusaha mendukung semua kebijakan Presiden Soekarno.
Aksi massa yang cukup berbahaya dari manuver politik PKI adalah usaha-usaha memobilisasi massa untuk melakukan berbagai tindak kekerasan yang dikenal dengan nama �aksi sepihak�. Dalam tindak-tindak kekerasan yang dinamakan aksi sepihak itu, PKI tidak segan-segan mempermalukan pejabat pemerintah dan bahkan melakukan perampasan-perampasan hak milik orang lain yang mereka golongkan borjuis-feodal. PKI tidak malu mengkapling tanah negara maupun tanah milik warga masyarakat yang mereka anggap borjuis.
Sejumlah aksi massa PKI yang dimulai pada pertengahan 1961 itu adalah peristiwa Kendeng Lembu, Genteng, Banyuwangi (13 Juli 1961), peristiwa Dampar, Mojang, Jember (15 Juli 1961), peristiwa Rajap, Kalibaru, dan Dampit (15 Juli 1961), peristiwa Jengkol, Kediri (3 November 1961), peristiwa GAS di kampung Peneleh, Surabaya (8 November 1962), sampai peristiwa pembunuhan KH Djufri Marzuqi, dari Larangan, Pamekasan, Madura (28 Juli 1965)
Perlawanan GP Ansor
Aksi-aksi massa sepihak yang dilakukan oleh PKI mau tidak mau pada akhirnya menimbulkan keresahan di kalangan warga masyarakat yang bukan PKI. Dikatakan meresahkan karena pada umumnya yang menjadi korban dari aksi-aksi massa sepihak tersebut adalah anggota PNI, PSI, ex-Masyumi, NU, dan bahkan organisasi Muhammadiyah. Ironisnya, aksi-aksi massa sepihak yang dilakukan oleh PKI itu belum pernah mendapat perlawanan dari anggota partai dan organisasi bersangkutan kecuali dari GP Ansor, yang mulai menunjukkan perlawanan memasuki tahun 1964—dalam hal ini KH M Yusuf Hasyim dari Pesantren Tebuireng Jombang tampil sebagai pendiri Barisan Serbaguna Ansor (Banser).
Perlawanan anggota GP Ansor sendiri tidak selalu dilatari oleh persoalan yang dihadapi warga Nahdliyyin berkenaan dengan aksi-aksi massa sepihak PKI, melainkan dilatari pula oleh permintaan perlindungan dari warga PNI, ex-Masyumi maupun Muhammadiyah. Di antara perlawanan yang pernah dilakukan oleh GP Ansor terhadap aksi-aksi massa sepihak PKI adalah peristiwa Nongkorejo, Kencong, Kediri di mana pihak PKI didukung oleh oknum aparat seperti Jaini (Juru Penerang) dan Peltu Gatot, wakil komandan Koramil setempat. Dalam kasus itu, PKI telah mengkapling dan menanami lahan milik Haji Samur. Haji Samur kemudian minta bantuan GP Ansor. Terjadi bentrok fisik antara Sukemi (PKI) dengan Nuriman (Ansor). Sukemi lari dengan tubuh berlumur darah.
Pengikutnya lari ketakutan.
Pecah pula peristiwa Kerep, Grogol, Kediri. Ceritanya, tanah milik Haji Amir warga Muhammadiyah oleh PKI dan BTI diklaim sebagai tanah klobot, padahal itu tanah hak milik. Setelah klaim itu, PKI dan BTI menanam kacang dan ketela di antara tanaman jagung di lahan Haji Amir.
Karena merasa tidak berdaya, maka Haji Amir meminta bantuan kepada Gus Maksum di pesantren Lirboyo. Puluhan Ansor dari Lirboyo bersenjata clurit dan parang, menghalau PKI dan BTI dari lahan Haji Amir.
Tawuran massal Ansor dengan Pemuda Rakyat pecah pula di Malang. Ceritanya, Karim DP (Sekjen PWI) datang ke kota Malang dan dalam pidatonya mengecam kaum beragama sebagai borjuis-feodal yang harus diganyang. Mendengar pidato Karim DP itu, para pemuda Ansor langsung naik ke podium dan langsung menyerang Karim. Para anggota Pemuda Rakyat membela. Terjadi bentrok fisik. Pemuda Rakyat banyak yang luka.
Kelahiran Banser
Aksi massa sepihak yang dilakukan oleh PKI pada kenyataannya sangat meresahkan masyarakat terutama umat Islam. Sebab dalam aksi-aksi itu, PKI melancarkan slogan-slogan pengganyangan terhadap apa yang mereka sebut tujuh setan desa. Tujuh setan desa dimaksud adalah tuan tanah, lintah darat, tengkulak, tukang ijon, kapitalis birokrat, bandit desa, dan pengirim zakat (LSIK, 1988:72). Dengan masuknya �pengirim zakat� ke dalam kategori tujuh setan desa, jelas umat Islam merasa sangat terancam. aksi massa sepihak yang dilakukan PKI rupanya makin meningkat jangkauannya. Artinya, PKI tidak saja mengkapling tanah-tanah milik negara dan milik tuan tanah melainkan merampas pula tanah bengkok, tanah milik desa, malah yang meresahkan, sekolah-sekolah negeri pun akhirnya diklaim sebagai sekolah milik PKI.
Hal ini terutama terjadi di Blitar. Dengan aksi itu, baik perangkat desa maupun guru-guru yang ingin terus bekerja harus menjadi anggota PKI.
Atas dasar aksi sepihak PKI itulah kemudian pengurus Ansor kabupaten Blitar membentuk sebuah barisan khusus yang bertugas menghadapi aksi sepihak PKI. Melalui sebuah rapat yang dihadiri oleh pengurus GP Ansor seperti Kayubi, Fadhil, Pangat, Romdhon, Danuri, Chudori, Ali Muksin, H. Badjuri, Atim, Abdurrohim Sidik, diputuskanlah nama Barisan Ansor Serbaguna disingkat Banser. Pencetus nama Banser adalah Fadhil, yang diterima aklamasi.
�Karena Banser adalah suatu kekuatan paramiliter serba guna yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan di masa genting maupun aman, maka lambang yang disepakati dewasa itu berkaitan dengan keberadaan Banser,� tutur Agus Sunyonto, penulis masalah gerakan Islam, dalam tulisan �Mengenang Partisipasi Politik Banser pada 1965 : Lahir dalam Tekanan PKI.�
Lambang awal Banser mencakup tiga gambar yakni cangkul, senapan dan buku. Menurut Romdhon, tiga gambar itu memiliki makna bahwa seorang anggota Banser siap melakukan pekerjaan membantu masyarakat yang membutuhkan (simbol cangkul), siap pula membela agama, bangsa dan negara (senapan) dan siap pula belajar (buku).
Dalam tempo singkat, setelah Banser Blitar terbentuk, secara berantai dibentuklah Banser di berbagai daerah. Dan pada 24 April 1964, Banser dinyatakan sebagai program Ansor secara nasional. Mula-mula, Banser dilatih oleh anggota Brimob. Kemudian dilatih pula oleh RPKAD, Raiders dan batalyon-batalyon yang terdekat. Selain dibina oleh pihak militer, Banser secara khusus dibina oleh para kiai dan ulama tarekat dengan berbagai ilmu kesaktian dan kedigdayaan. Di antara kiai yang terkenal sebagai pembina spiritual Banser dewasa itu adalah Kiai Abdul Djalil Mustaqim (Tulungagung), KH Badrus Sholeh (Purwoasri, Kediri), KH Machrus Ali dan KH Syafii Marzuki (Lirboyo, kediri), KH Mas Muhadjir (Sidosermo, Surabaya), KH Djawahiri (Kencong, Kediri), KH Shodiq (Pagu, Kediri), KH Abdullah Siddiq (Jember).
Hasil kongkret dari pembentukan Banser, perlawanan terhadap aksi sepihak PKI makin meningkat. Kordinasi-kordinasi yang dilakukan anggota Banser untuk memobilisasi kekuatan berlangsung sangat cepat dan rapi. Dalam keadaan seperti itu, mulai sering terjadi bentrokan-bentrokan fisik antara Banser dengan PKI. Bahkan pada gilirannya, terjadi serangan-serangan yang dilakukan anggota Banser terhadap aksi-aksi massa maupun anggota PKI. Demikianlah, pecah berbagai bentrokan fisik antara Banser dengan PKI di berbagai tempat seperti: Peristiwa Kanigoro.
Pada 13 Januari 1965 tepat pukul 04.30 WIB, sekitar 10.000 orang Pemuda Rakyat dan BTI melakukan penyerbuan terhadap pondok pesantren Kanigoro, Kras, Kediri. Alasan mereka melakukan penyerbuan, karena di pesantren itu sedang diselenggarakan Mental Training Pemuda Pelajar Indonesia (PII). Pimpinan penyerbu itu adalah Suryadi dan Harmono. Massa Pemuda Rakyat dan BTI itu menyerbu dengan bersenjatakan golok, pedang, kelewang, arit, dan pentungan sambil berteriak histeris: – �Ganyang santri!�, �Ganyang Serban!�, �Ganyang Kapitalis!�, �Ganyang Masyumi!�.
Para anggota PR dan BTI yang sudah beringas itu kemudian mengumpulkan kitab-kitab pelajaran agama dan Al-Qur�an. Kemudian semua dimasukkan ke dalam karung dan diinjak-injak sambil memaki- maki. Pimpinan pondok, Haji Said Koenan, dan pengasuh pesantren KH Djauhari, ditangkap dan dianiaya. Para pengurus PII digiring dalam arak-arakan menuju Polsek setempat. Para anggota PR dan BTI menyatakan, bahwa PII adalah anak organisasi Masyumi yang sudah dilarang. Jadi PII, menurut PKI, berusaha melakukan tindak makar dengan mengadakan training-training politik.
Peristiwa penyerangan PR dan BTI terhadap pesantren Kanigoro, dalam tempo singkat menyulut kemarahan Banser Kediri. Gus Maksum �putera KH Djauhari� segera melakukan konsolidasi. Siang itu, 13 Januari 1965, delapan truk berisi Banser dari Kediri datang ke Kanigoro. Markas dan rumah-rumah anggota PKI digrebek. Suryadi dan Harmono, pimpinan PR dan BTI, ditangkap dan diserahkan ke Polsek.
Banser Versus Lekra
Bentrok Banser dengan PKI pecah di Prambon. Awal dari bentrok itu dimulai ketika Ludruk Lekra mementaskan lakon yang menyakiti hati umat Islam yakni : �Gusti Allah dadi manten� (Allah menjadi pengantin).
Pada saat ludruk sedang ramai, tiba- tiba Banser melakukan serangan mendadak. Ludruk dibubarkan. Para pemain dihajar. Bahkan salah seorang pemain yang memerankan raja, saking ketakutan bersembunyi di kebun dengan pakaian raja. Bulan Juli 1965, terjadi insiden di Dampit kabupaten Malang. Ceritanya, di rumah seorang PKI diadakan perhelatan dengan menanggap ludruk Lekra dengan lakon �Malaikat Kawin�. Banser datang dari berbagai desa sekitar. Pada saat ludruk dipentaskan para anggota Banser yang menonton di bawah panggung segera melompat ke atas panggung. Kemudian dengan pisau terhunus, satu demi satu para pemain itu dicengkeram tubuhnya. (Tim Duta)
BERTUHAN1
1 Aug 10 at 3:18 am
Properly created posting, and i also in addition currently understood of which several groups tend to be prepared compared to people (because everybody is exclusive) would certainly reveal exactly the same strategy. I think you will bare this blog working well.
rencontre pl`ýn
15 Apr 11 at 10:47 pm
Hi there, You have performed an excellent job. I will certainly digg it and in my opinion recommend to my friends. I am confident they’ll be benefited from this web site.
Advantage Bridal
22 Apr 11 at 7:14 pm
High Heels Shoes , Pumps Shoes, women’s shoes and more!
high heels shoes
30 Apr 11 at 7:04 pm
I’m impressed, I must say. Actually not often do I encounter a blog that’s both educative and entertaining, and let me inform you, you may have hit the nail on the head. Your concept is excellent; the problem is one thing that not sufficient individuals are speaking intelligently about. I’m very completely happy that I stumbled throughout this in my search for one thing referring to this.
Jenise Beynon
10 May 11 at 1:31 pm
Hello there! I know this is kind of off topic but I was wondering if you knew where I could get a captcha plugin for my comment form? I’m using the same blog platform as yours and I’m having problems finding one? Thanks a lot!
Karate
11 May 11 at 3:47 pm
I’m just commenting to let you know of the excellent experience my wife’s daughter undergone checking your web page. She picked up a wide variety of issues, with the inclusion of how it is like to have an amazing teaching style to let men and women effortlessly understand a number of specialized topics. You undoubtedly surpassed our own expectations. Thanks for producing those important, trustworthy, edifying as well as easy thoughts on your topic to Lizeth.
fifa soccer video
17 May 11 at 10:32 pm
Hi there, just became aware of your blog through Google, and found that it’s truly informative. I am gonna watch out for brussels. I will be grateful if you continue this in future. Numerous people will be benefited from your writing. Cheers!
Eric Midgley
20 May 11 at 10:33 am
Admiring the time and energy you put into your website and in depth information you present. It’s great to come across a blog every once in a while that isn’t the same outdated rehashed information. Fantastic read! I’ve saved your site and I’m adding your RSS feeds to my Google account.
Forex Profit Accelerator
25 May 11 at 5:54 pm
This is a message to the website owner. Please check out my friends website, he is offering a very good service that you may be intrested in. Does your website not get hardly any visitors or not rank for keywords with Google? Well he can help! He can provide you with tens of thousands of backlinks to your site! This will help your rankings in the search engines and make your website more visible to your target audience. Take a quick look as im sure you will be intrested. http://www.horsepowerfever.com/backlinkhorsepower.html
seo link building
14 Jun 11 at 12:32 am
Just thought I would comment and say awesome theme, did you design it yourself? Looks excellent!
pressure washer reviews
19 Jun 11 at 2:56 am
I would like to thnkx for the efforts you have put in writing this web site. I am hoping the same high-grade blog post from you in the upcoming as well. In fact your creative writing abilities has encouraged me to get my own site now. Actually the blogging is spreading its wings quickly. Your write up is a good example of it.
london
24 Jun 11 at 2:45 am
Some really superb information, Sword lily I found this.
Braggs@grovermail.com
2 Jul 11 at 10:21 pm
Hello I am so cheerful i found your place I found it searching another place by means of mistake I believe is a huge web site , please keep doing so good mission
telephone for business
18 Jul 11 at 2:55 pm
UPLUZ INTERNATIONAL EDUCATION SERVICE CENTRE (U PLUZ iesc) Sharing The SMARTS AMERICA/CANADA AUSTRALIA/NEW ZEALAND ASIA UK/EUROPE THAILAND-INTERNATIONAL www.uplusstudy.com/
uplusstudy
25 Jul 11 at 3:15 am
I think this is among the most important info for me. And i’m glad reading your article. But want to remark on some general things, The site style is perfect, the articles is really excellent : D. Good job, cheers
Jhon
28 Jul 11 at 7:28 pm
UPLUZ EDUCATION พบกับโปรโมชั่นพิเศษ ราคาพิเศษที่ไม่เคยมีมาก่อน เพียง 10 ท่านแรก Study in Australia enrich your experience http://upluzstudy.com/bigsavespecial/
uplusstudy
17 Aug 11 at 2:35 am
Thanks, you cleared up a few things for me.
water cooling
19 Aug 11 at 9:38 am
True shit That i go to a really good faculty as well as its been four months earlier than I should have get a motherfuckering employment interview fout fuckin calendar months just for an employment interview cmon eventually really despite the fact that
Ludivina Celani
20 Aug 11 at 6:48 pm
excellent posts, makes me think about another site I came over not a long time ago. If you’re into watching Breaking Bad series online for free it is a must: http://breakingbadstream.com
Merrilee
24 Aug 11 at 3:07 am
Whoa! This blog looks exactly like my old one! It’s on a completely different subject but it has pretty much the same page layout and design. Wonderful choice of colors!
Simonne Jares
11 Sep 11 at 2:15 pm
Akademische Ghostwriter und Autoren fur Ihre Diplomarbeit, Dissertation bzw. Doktorarbeit / Promotion, Bachelor Thesis bzw. Bachelorarbeit, Master Thesis bzw. Masterarbeit, Magisterarbeit – alle fachrichtungen (DE & EN)
Akademische Ghostwriter und Autoren fur Ihre Dissertation bzw. Doktorarbeit | doktorarbeit schreiben - alle fachrichtungen (DE & EN)
14 Sep 11 at 2:48 pm
hey benny,, orang-orang picik seperti andalah yang membuat indonesia menjadi hancur seperti sekarang ini. jangan menganggap dirimu org suci tanpa dosa. terlepas dari masalah korupsi atau apapun, suharto itu jauh lebih berharga daripada anda. tanpa beliau, indonesia tidak bisa berkembang bahkan sedikit pun. tapi lihat, setelah pak harto dilengserkan dengan tidak hormat oleh orang-orang seperti andalah sehingga bangsa ini hancur. silahkan diresapi dalam2. Tuhan tau mana orang2 yg tulus hati dan orang2 yang congkak dan dengki.
anti komunis
29 Sep 11 at 4:15 pm
Yohanes 8:2-11
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
bagaimana dengan anda Bapak Dr.Benny yang terhormat dan suci? apakah anda sudah cukup suci untuk menghujat orang lain. Allah itu pengasih dan tidak dengki. ingat kawan, kita ini peziarah di dunia. manfaatkan dengan baik pengetahuan yang anda dapatkan untuk berbagi hal yang baik dengan orang lain. terus terang saya malu sebagai bangsa indonesia. karena masih banyak orang-orang yang lebih suka menghujat daripada membagikan pengalaman hidupnya yg menginspirasi banyak orang. Tuhan, mampukan orang ini untuk mau membuka hati dan mengenyahkan semua kedengkian. turunkan Roh Kebijaksanaan pada diri pak Benny sehingga dapat berucap dengan kuasa Roh KudusMu sehingga dapat menghasilkan buah-buah berlimpah untuk banyak orang. Dan mampukan Pak BENNY untuk mampu memanfaatkan kurnia pengetahuan demi kemuliaanMu saja. Amien. Terimakasih Pak Benny. Jesus bless you
pro kasih anti hujat
29 Sep 11 at 4:37 pm
How’s it goin’, you guys! I have no intentions of hijacking this chat, but has anyone done business with Comcast Service Center 240 Sip, Avenue Jersey City NJ, 07306 (201) 254-7867? I’m thinking about using them for their debt consolidation assistance, but unfortunately have had some huge headaches with debt consolidation enterprises in past times. Thanks!
Vickey Zank
5 Oct 11 at 4:25 pm
Although I really benefit from the discussions taking place here… I do have a very quick problem that I really need to have answered prior to day’s end. I am about to do business with Comcast 2-118 NE 1st St Fort Lauderdale FL (954) 213-6988, but am a bit skeptical. I’ve had some debt consolidation businesses in the past not handle me well, so I would like to stay away from that through getting some other consumers thoughts on them.
Ma Mansmith
6 Oct 11 at 4:55 pm
Hi there very nice blog!! Guy .. Excellent .. Wonderful .. I will bookmark your site and take the feeds additionally…I’m glad to find so many useful information here in the post, we need work out extra strategies in this regard, thank you for sharing. . . . . .
lose the gut
14 Oct 11 at 1:26 pm
It was a real pleasure coming across your site a short while ago. I arrived here right now hoping to discover new things. I was not let down. Your ideas on new solutions on this thing were insightful and a fantastic help to me personally. Thank you for creating time to write out these things and then for sharing your opinions.
hack facebook password no download
1 Nov 11 at 12:05 am
Thank you a bunch for sharing this with all folks you really know what you’re talking approximately! Bookmarked. Kindly also discuss with my site =). We may have a hyperlink alternate agreement between us
forex expert advisor generator
17 Nov 11 at 3:54 am
Throughout the awesome pattern of things you secure an A just for effort and hard work. Where exactly you actually confused everybody was first in your details. As people say, details make or break the argument.. And it couldn’t be much more correct at this point. Having said that, allow me say to you just what did work. The writing is definitely really engaging which is probably why I am making the effort to comment. I do not really make it a regular habit of doing that. Next, while I can certainly see the leaps in logic you make, I am not certain of how you seem to connect your ideas which in turn make your final result. For the moment I will yield to your point but trust in the near future you link your dots much better.
Carol Broyhill
14 Dec 11 at 1:19 am
Pricey buddy. I honestly much like your posting plus your recent website page in general! In which write-up is really obviously constructed along with quite easily comprehensible. Your WordPress platforms fashion rocks ! at the same time! Can be awesome to get where by My wife and i will probably acquire the following. Remember to last abdominal muscles great work. People need far more these site owners just like you online and significantly less spammers. Great guy!
feeding guidelines for dogs
16 Dec 11 at 6:09 am
An interesting discussion is worth comment. I think that you ought to write much more with this subject, this is probably not the taboo topic however generally people are not enough to speak upon this kind of subjects. To another. Cheers
Shelby Brosig
16 Dec 11 at 2:10 pm
This is the splendid post i would give a five away from five rating for it. Need some more posts such as this to be done. Many thanks looking for more of this kind.
african mango scam
17 Dec 11 at 2:04 pm
Nice page, We are checking back often to look for refreshes.
Robert
3 Jan 12 at 7:16 am
I always was interested in this topic and still am, thanks for posting.
r�f�rencement gen�ve
4 Jan 12 at 12:22 pm