<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: KEIKUTSERTAAN MISS UNIVERSE: Kemenangan atau Pencemaran?</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 03:48:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: nugroho</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-12000</link>
		<dc:creator>nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 10:37:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-12000</guid>
		<description>Mungkin dia bukan muslimah, atau belum baca Quran atau... tidak dan tidak mau paham Quran, atau bahkan tidak bertuhan. selengkapnya di http://jangkrik-ngerik.blogspot.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin dia bukan muslimah, atau belum baca Quran atau&#8230; tidak dan tidak mau paham Quran, atau bahkan tidak bertuhan. selengkapnya di <a href="http://jangkrik-ngerik.blogspot.com/" rel="nofollow">http://jangkrik-ngerik.blogspot.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fajar eko kusmono</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-2780</link>
		<dc:creator>fajar eko kusmono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 03:02:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-2780</guid>
		<description>yang aku bingungkan kenapa tidak ada miss old universe yang menampangkan para wanita tua yang pake bikini kok cuma wanita muda saja. yang harus kita lakukan mengenai hal tersebut adalah kita jangan pikirkan masalah orang lain mau dia pake bikini mau dia telanjang aslinya kita sebagai laki-laki senang kok melihatnya. tapi yang pasti jangan urusi orang lain tapi uruslah urusan kita sendiri dan keluarga kita. masalah orang lain biar mereka sendiri tanggung akibatnya. kepopuleran itu hanya sebentar paling 5 tahun atau 10 tahun sudah pasti akan hilang. tinggal kita tanya pada hati nurani kita sendiri apakah itu benar atau tidak. dan apabila sudah tua pasti juga tidak akan laku meskipun diobral/didiskon 100 persen biarlah mereka berkreasi dan saat ajal menjemput mereka pasti akan tahu apa yang sebenarnya yang harus mereka lakukan dan pastinya mereka akan menyesal atas kesalahan yang telah dilakukan nanti di kubur. aku sendiri juga akan menyesal akan diriku sendiri yang telah banyak melakukan maksiat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang aku bingungkan kenapa tidak ada miss old universe yang menampangkan para wanita tua yang pake bikini kok cuma wanita muda saja. yang harus kita lakukan mengenai hal tersebut adalah kita jangan pikirkan masalah orang lain mau dia pake bikini mau dia telanjang aslinya kita sebagai laki-laki senang kok melihatnya. tapi yang pasti jangan urusi orang lain tapi uruslah urusan kita sendiri dan keluarga kita. masalah orang lain biar mereka sendiri tanggung akibatnya. kepopuleran itu hanya sebentar paling 5 tahun atau 10 tahun sudah pasti akan hilang. tinggal kita tanya pada hati nurani kita sendiri apakah itu benar atau tidak. dan apabila sudah tua pasti juga tidak akan laku meskipun diobral/didiskon 100 persen biarlah mereka berkreasi dan saat ajal menjemput mereka pasti akan tahu apa yang sebenarnya yang harus mereka lakukan dan pastinya mereka akan menyesal atas kesalahan yang telah dilakukan nanti di kubur. aku sendiri juga akan menyesal akan diriku sendiri yang telah banyak melakukan maksiat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fek sistem</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-2773</link>
		<dc:creator>fek sistem</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 13:15:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-2773</guid>
		<description>kita jujur saja kita menyebutnya seni karena keindahan tubuh itu sendiri tapi apabila istri kita yang seperti itu. seperti nggak ada bedanya dengan menjual istri kita sendiri untuk dipertontonkan. memang yang ikut masih lajang tapi apakah kita mau menjadi suaminya. pikirkan hal itu sampai tua nanti jangan cuma ingat waktu muda saja dan setelah kematian semua akan ditanyakan? oke! jadi saya nggak setuju dan saya berdoa semoga WANITA yang ikut even tersebut tidak menjadi istri saya. karena HATI INI SAKIT YAAA..........! SAYA MASIH PUNYA HARGA DIRI DAN INGIN PUNYA ANAK YANG PATUH</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita jujur saja kita menyebutnya seni karena keindahan tubuh itu sendiri tapi apabila istri kita yang seperti itu. seperti nggak ada bedanya dengan menjual istri kita sendiri untuk dipertontonkan. memang yang ikut masih lajang tapi apakah kita mau menjadi suaminya. pikirkan hal itu sampai tua nanti jangan cuma ingat waktu muda saja dan setelah kematian semua akan ditanyakan? oke! jadi saya nggak setuju dan saya berdoa semoga WANITA yang ikut even tersebut tidak menjadi istri saya. karena HATI INI SAKIT YAAA&#8230;&#8230;&#8230;.! SAYA MASIH PUNYA HARGA DIRI DAN INGIN PUNYA ANAK YANG PATUH</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: morshed</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-1325</link>
		<dc:creator>morshed</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 04:27:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-1325</guid>
		<description>Sudahlah, hendaknya kembali pada perasaan yang sejujurnya dlm hati kita. Apabila ibu kita, adik prp, atau anak2 kita yg ditelanjangi di depan umum tu gmn....
lagipula, apa ya kalo jadi miss universe itu terus selamat dunia akhirat?...
kalau ada urusan yang lebih penting, mending membahas masalah yg lain saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudahlah, hendaknya kembali pada perasaan yang sejujurnya dlm hati kita. Apabila ibu kita, adik prp, atau anak2 kita yg ditelanjangi di depan umum tu gmn&#8230;.<br />
lagipula, apa ya kalo jadi miss universe itu terus selamat dunia akhirat?&#8230;<br />
kalau ada urusan yang lebih penting, mending membahas masalah yg lain saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yusuf</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-1063</link>
		<dc:creator>Yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jun 2007 12:21:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-1063</guid>
		<description>Ah, saya tidak setuju. Masih banyak cara untuk menunjukkan eksistensi diri. Saya pikir itu jebakan dari kapitalis yang ingin dagangannya laris.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, saya tidak setuju. Masih banyak cara untuk menunjukkan eksistensi diri. Saya pikir itu jebakan dari kapitalis yang ingin dagangannya laris.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ciko</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-991</link>
		<dc:creator>Ciko</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2007 02:00:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-991</guid>
		<description>Huh!!Tidak apa-apalah...Mo pake' bikini ke' mo tidak ke', yang penting gak jual diri...
Pokoknya aku dukung putri Indonesia ke ajang Miss Universe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Huh!!Tidak apa-apalah&#8230;Mo pake&#8217; bikini ke&#8217; mo tidak ke&#8217;, yang penting gak jual diri&#8230;<br />
Pokoknya aku dukung putri Indonesia ke ajang Miss Universe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-934</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 May 2007 19:43:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-934</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Angga&lt;/strong&gt;, Agni juga mengenakan bikini yang kamu maksud dalam bikini shootingnya. Kayaknya ia telah mendengar saran Angga :) 

Menarik sekali apa yang &lt;strong&gt;Ria&lt;/strong&gt; angkat mengenai hubungan warna kulit dengan status sosial. Untuk negara berkembang seperti Indonesia aku setuju bahwa semakin putih kulit seseorang, diaggap semakin tinggi status sosialnya. Hal ini juga terjadi, misalnya, di Filipin dan Meksiko. Hal ini masih berlanjut sampai sekarang.

Untuk negara maju, pandangan yang serupa telah mulai bergeser. Memang, pada abad ke 20, orang yang tan menjadi simbol dari anggota kelas sosial atas. Hal ini terjadi karena biaya untuk menjadi tan yang dilakukan dengan dua cara yaitu melalui tanning salon dan berjemur, seperti yang Ria katakan, sangat mahal. Perbedaan kulit mereka jelas pada Winter, di mana orang kaya masih bisa tampil nge-tan.

Pada saat ini, untuk menjadi tan, terutama melalui tanning salon tidaklah semahal dulu, jadi hampir semua kelas sosial bisa untuk jadi tan. Pada saat yang bersamaan ditemukan efek sampingan yaitu kanker kulit &lt;strong&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Melanoma" rel="nofollow"&gt;melanoma&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Maka itu pada saat sekarang bila ada orang yang mau bersikeras untuk nge-tan dengan kedua cara ini terus, mereka cenderung di anggap &lt;em&gt;as a sign of low intelligence&lt;/em&gt;. Jadi ada pergeseran persepsi, yaitu dari yang dianggap sosial kelas yang tinggi menjadi dianggap sign of low intelligence. 

Walaupun demikian, perkembangan teknologi begitu pesat sehingga tanning tidak hanya dicapai melalui dua cara itu (tanning salon dan berjemur), tetapi cara lain yang aman juga tersedia, misalnnya melalui lotion.  

Terlepas dari uraian di atas, pada masa ini, di AS, warna kulit yang tan masih punya kecenderungan dikaitkan dengan kecantikan untuk wanita, kegagahan untuk pria, sifat yang atletis pria dan wanita, dan eksotis untuk orang dari Asia atau benua lainnya. 

Dalam konteks status sosial, sebaliknya, kebanyakan pria kulit putih AS yang tinggi status sosialnya tidak terlalu merisaukan diri untuk kelihatan tan. Mereka cenderung menerima apa adanya dan tidak berusaha menunjukkan bahwa dengan kulit tan, mereka akan terlihat lebih tinggi status sosialnya. Beda halnya dengan bintang film pria, untuk tujuan komersial dan citra kegagahan (bukan status sosial) mereka menggelapkan diri.

Balik ke masalah Putri Indonesia, alangkah disayangkannya, jika para juri masih melihat warna kulit sebagai status sosial. Aku yakin juri tingkat Miss Universe tidak akan sepicik itu.

Sekali lagi, uraian di atas adalah menurut pendapat dan pengamatan pribadiku, jadi orang lain bisa mempunyai pendapat yang berbeda. 

Aku setuju dengan pernyataan &lt;strong&gt;Adhi&lt;/strong&gt;, 


&lt;blockquote&gt;
"Mudah2an kalo Agni nanti pulang dr contest miss universe, Agni bisa membawa at least sedikit perubahan pada masy." &lt;/blockquote&gt;



Tentu saja suatu perubahan ke arah yang positif. Setelah berinteraksi dengan sedemikian banyak kontestan dari berbagai negara, mestinya Agni mendapatkan sesuatu yang baru sebagai oleh-oleh bagi masyarakat Indonesia. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Angga</strong>, Agni juga mengenakan bikini yang kamu maksud dalam bikini shootingnya. Kayaknya ia telah mendengar saran Angga <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menarik sekali apa yang <strong>Ria</strong> angkat mengenai hubungan warna kulit dengan status sosial. Untuk negara berkembang seperti Indonesia aku setuju bahwa semakin putih kulit seseorang, diaggap semakin tinggi status sosialnya. Hal ini juga terjadi, misalnya, di Filipin dan Meksiko. Hal ini masih berlanjut sampai sekarang.</p>
<p>Untuk negara maju, pandangan yang serupa telah mulai bergeser. Memang, pada abad ke 20, orang yang tan menjadi simbol dari anggota kelas sosial atas. Hal ini terjadi karena biaya untuk menjadi tan yang dilakukan dengan dua cara yaitu melalui tanning salon dan berjemur, seperti yang Ria katakan, sangat mahal. Perbedaan kulit mereka jelas pada Winter, di mana orang kaya masih bisa tampil nge-tan.</p>
<p>Pada saat ini, untuk menjadi tan, terutama melalui tanning salon tidaklah semahal dulu, jadi hampir semua kelas sosial bisa untuk jadi tan. Pada saat yang bersamaan ditemukan efek sampingan yaitu kanker kulit <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Melanoma" rel="nofollow">melanoma</a></strong>. Maka itu pada saat sekarang bila ada orang yang mau bersikeras untuk nge-tan dengan kedua cara ini terus, mereka cenderung di anggap <em>as a sign of low intelligence</em>. Jadi ada pergeseran persepsi, yaitu dari yang dianggap sosial kelas yang tinggi menjadi dianggap sign of low intelligence. </p>
<p>Walaupun demikian, perkembangan teknologi begitu pesat sehingga tanning tidak hanya dicapai melalui dua cara itu (tanning salon dan berjemur), tetapi cara lain yang aman juga tersedia, misalnnya melalui lotion.  </p>
<p>Terlepas dari uraian di atas, pada masa ini, di AS, warna kulit yang tan masih punya kecenderungan dikaitkan dengan kecantikan untuk wanita, kegagahan untuk pria, sifat yang atletis pria dan wanita, dan eksotis untuk orang dari Asia atau benua lainnya. </p>
<p>Dalam konteks status sosial, sebaliknya, kebanyakan pria kulit putih AS yang tinggi status sosialnya tidak terlalu merisaukan diri untuk kelihatan tan. Mereka cenderung menerima apa adanya dan tidak berusaha menunjukkan bahwa dengan kulit tan, mereka akan terlihat lebih tinggi status sosialnya. Beda halnya dengan bintang film pria, untuk tujuan komersial dan citra kegagahan (bukan status sosial) mereka menggelapkan diri.</p>
<p>Balik ke masalah Putri Indonesia, alangkah disayangkannya, jika para juri masih melihat warna kulit sebagai status sosial. Aku yakin juri tingkat Miss Universe tidak akan sepicik itu.</p>
<p>Sekali lagi, uraian di atas adalah menurut pendapat dan pengamatan pribadiku, jadi orang lain bisa mempunyai pendapat yang berbeda. </p>
<p>Aku setuju dengan pernyataan <strong>Adhi</strong>, </p>
<blockquote><p>
&#8220;Mudah2an kalo Agni nanti pulang dr contest miss universe, Agni bisa membawa at least sedikit perubahan pada masy.&#8221; </p></blockquote>
<p>Tentu saja suatu perubahan ke arah yang positif. Setelah berinteraksi dengan sedemikian banyak kontestan dari berbagai negara, mestinya Agni mendapatkan sesuatu yang baru sebagai oleh-oleh bagi masyarakat Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AdhiRock</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-919</link>
		<dc:creator>AdhiRock</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 May 2007 03:06:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-919</guid>
		<description>Better Agni prepare herself, Beauty, Brain and Behavior to make sure at least she go to final.

Tapi mau Agni masuk final, kalah ataupu menang... i dont give me damn! skeptis? yupz!

Mudah2an kalo Agni nanti pulang dr contest miss universe, Agni bisa membawa at least sedikit perubahan pada masy. Indo khususnya perempuan, bukan membawa western-culture-minded yang menggerus akar budaya masy. Indonesia.

Quote: Erick Monk Ozta.
"Kalau dicari kesalahannya, semua bentuk aktifitas itu ada nggak baiknya juga"
hahahha You said like you know everything, it is like you expert in the whole fucking life. sory no offense... cuma lucu aja ada statement seperti itu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Better Agni prepare herself, Beauty, Brain and Behavior to make sure at least she go to final.</p>
<p>Tapi mau Agni masuk final, kalah ataupu menang&#8230; i dont give me damn! skeptis? yupz!</p>
<p>Mudah2an kalo Agni nanti pulang dr contest miss universe, Agni bisa membawa at least sedikit perubahan pada masy. Indo khususnya perempuan, bukan membawa western-culture-minded yang menggerus akar budaya masy. Indonesia.</p>
<p>Quote: Erick Monk Ozta.<br />
&#8220;Kalau dicari kesalahannya, semua bentuk aktifitas itu ada nggak baiknya juga&#8221;<br />
hahahha You said like you know everything, it is like you expert in the whole fucking life. sory no offense&#8230; cuma lucu aja ada statement seperti itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ria Wibisono</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-914</link>
		<dc:creator>Ria Wibisono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 May 2007 14:35:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-914</guid>
		<description>Quote Beni Bevly:
Di Amerika dan negara barat laiinya, banyak orang yang tergila-gila mengelapkan kulit mereka menjadi warna sawo matang atau tan. Mereka tidak segan-segan menghabiskan uang dan waktu untuk ke tanning salon dan pantai berjemur walaupun berisiko kena kanker. Sedangkan banyak dari kita yang mendapat berkat ini dari lahiranya tidak disuguhkan pada dunia Internasional di arena kontes Miss Universe.

Ko Beni,
ada masalah kelas dalam hal warna kulit. Bule yg berkulit coklat adalah mereka yang punya cukup uang untuk berlibur ke negara tropis. Jadi dengan kulit coklat status sosial mereka terlihat tinggi (kelihatan kaya). Sebaliknya, orang Asia ingin kulit putih karena melambangkan status sosial yang tinggi. Orang Asia yang putih adalah mereka yang jarang berjemur di terik matahari, yang naik mobil,bekerja di kantor, dan bukan petani, nelayan, atau kuli bangunan yang bekerja di bawah paparan matahari. Ini kata Ayu Utami dalam bukunya Parasit Lajang. Tapi pernah saya iseng tanya ke bule Jerman yang pertukaran pelajar di kampus saya,kenapa sih mereka ingin kulit coklat? dan jawabannya kurang lebih begitu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Quote Beni Bevly:<br />
Di Amerika dan negara barat laiinya, banyak orang yang tergila-gila mengelapkan kulit mereka menjadi warna sawo matang atau tan. Mereka tidak segan-segan menghabiskan uang dan waktu untuk ke tanning salon dan pantai berjemur walaupun berisiko kena kanker. Sedangkan banyak dari kita yang mendapat berkat ini dari lahiranya tidak disuguhkan pada dunia Internasional di arena kontes Miss Universe.</p>
<p>Ko Beni,<br />
ada masalah kelas dalam hal warna kulit. Bule yg berkulit coklat adalah mereka yang punya cukup uang untuk berlibur ke negara tropis. Jadi dengan kulit coklat status sosial mereka terlihat tinggi (kelihatan kaya). Sebaliknya, orang Asia ingin kulit putih karena melambangkan status sosial yang tinggi. Orang Asia yang putih adalah mereka yang jarang berjemur di terik matahari, yang naik mobil,bekerja di kantor, dan bukan petani, nelayan, atau kuli bangunan yang bekerja di bawah paparan matahari. Ini kata Ayu Utami dalam bukunya Parasit Lajang. Tapi pernah saya iseng tanya ke bule Jerman yang pertukaran pelajar di kampus saya,kenapa sih mereka ingin kulit coklat? dan jawabannya kurang lebih begitu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agga ayu</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-913</link>
		<dc:creator>agga ayu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 May 2007 13:52:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/05/15/keikutsertaan-miss-universe-kemenangan-atau-pencemaran/#comment-913</guid>
		<description>pokoknya saya setuju indonesia kirim wakil ke pageant putri2an internasional. perlu buat promosi wisata dan budaya. malaysia aja ngirim kok. masalah bikini kan bisa pakai yg two pieces dan hindari mengirim kontestan yg memiliki keyakinan yg tak mengijinkan pakai bikini (spt yg dilakukan malaysia). saya tunggu mahkota miss universe jatuh ke tangan putri indonesia yang cerdas dan menarik!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pokoknya saya setuju indonesia kirim wakil ke pageant putri2an internasional. perlu buat promosi wisata dan budaya. malaysia aja ngirim kok. masalah bikini kan bisa pakai yg two pieces dan hindari mengirim kontestan yg memiliki keyakinan yg tak mengijinkan pakai bikini (spt yg dilakukan malaysia). saya tunggu mahkota miss universe jatuh ke tangan putri indonesia yang cerdas dan menarik!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
