Mountain House demokrasi di tingkat lokal

Oleh Beni Bevly
Pesta demokrasi tingkat nasional, yaitu pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) selalu menjadi sorotan dunia internasional dan menjadi bahan perbandingan bagi negara lain. Bagaimana dengan mekanisme demokrasi tingkat lokal atau di tingkat paling rendah yaitu distrik khusus (special district/district)? Bukankah ini juga bisa dijadikan bahan perbanding bagi negara lain, seperti Indonesia? Agaknya hal ini belum begitu banyak didiskusikan di berbagai forum studi.

Pada tanggal 19 dan 20 Juni 2007, aku sempat terlibat dalam mekanisme atau proses pelaksanaan sistem politik demokrasi AS tingkat distrik di Mountain House, sebuah kota yang sedang dibangun yang terletak kurang lebih 60 mile di sebelah timur kota San Francisco, Kalifornia. Dalam pertemuan dua hari yang diberi nama Advisory Committee Workshop itu dibahas dan dicari kesepakan apakah Mountain House akan berubah dari dependent district menjadi independent district dan bagaimana caranya. Dalam pada itu juga didiskusikan konsekwensi terkait seperti aspek sosial, ekonomi, politik dan hukum, terumtama tentang Brown Act. Tetapi bahasan kali ini tidak akan menyinggung beberapa aspek ini.

Dalam workshop itu diterangkan bahwa di AS terdapat lima lapisan sistem pemerintahan, yaitu dari mulai tingkat yang paling tinggi federal, state, county, kota dan district adalah tingkat yang paling rendah. Kita sudah sering dengar mekanisme demokrasi yang terjadi pada tingkat federal dan state. Kedua tingkat ini yang melibatkan pemilihan presiden, senator, assamblyman, dan gubernur secara langsung oleh rakyat. Hal ini bisa kita saksikan melalui tayangan telivisi, seperti bagaimana George Bush dan Al Gore bertarung memperebutkan posisi presiden di tingkat federal. Arnold Schwarzenegger dan Gray Davis memperebutkan kusi gubernur di tingkat state atau di tingkat negara bagian Kalifornia.

Pada tingkat county, lebih kecil dari state, para politikus bertarung memperebutkan kursi Board of Supervisors (BoS). Di tingkat kota dan special district, mereka memperebutkan posisi Mayor dan Board of Directors (BoD). Special district di sini mempunyai arti yang lain dari pengertian district secara umum di AS.

Mountain House (MH), kota yang baru mulai dibangun pada tahun 2001 ini, sekarang masih berstatus sebagai dependent district, artinya semua keputusan mengenai aktivitas kota ini ditentukan oleh Board of Supervisor di tingkat county. MH baru bisa menjadi independent district jika sudah mencapai 1.000 registered voters (pemilih sah dan tercatat yang berwarga negara AS). Dengan status independent district, MH akan mempunyai wewenang untuk mengelolah pekerjaan yang selama ini ditangani oleh county seperti pekerjaan umum (membangun sarana public, perijinan penggunanan tanah tetap harus dapat persetujuan dari county), keamanan (polisi, pemadam kebakaran dan emergency), dan pelayanan umum (air, listrik dan lain-lain).

Bagaimana langkah untuk menjadi independent district? Di sinilah dimulainya proses demokrasi AS di tingkat lokal/paling rendah. Pertama, begitu penduduk MH mencapai 1.000 pemilih (dalam hal ini sudah terjadi), BoS akan bertanya pada penduduk MH melalui pemilihan, apakah MH ingin mempunyai BoD dan menjadi independent?

Kedua, jika jawaban pada pemilihan pertama adalah “ya”, maka dilakukanlah pemilihan BoD yang akan menggantikan peran BoS di tingkat county.

Lebih rincinya, BoS memulai proses ini dengan memilih lima orang Advisory Committe (AC) dari MH. BoS mengumumkan kepada semua penduduk MH bahwa barang siapa yang mau menjadi AC bisa mengajukan lamaran pada BoS. Ternyata ada 35 orang yang melamar dan dipilih 5 orang.

AC ini bersifat sementara dan hanya bertugas mewakili seluruh penduduk MH ini memberikan masukan pada BoS tentang kapan akan dilakukan pemilihan untuk menjadi independent dan pemilihan anggota BoD, serta metode apa yang dipilih. Dalam memenuhi tugas yang tidak dibayar ini, AC harus mencari tahu kurang lebih apa maunya penduduk MH. Termasuk bertanya dan minta pendapat para peserta Advisory Committee Workshop yang salah satu pesertanya adalah aku. Untuk membantu mempermudah tugas AC, BoS telah mengadakan survey yang berkaitan dengan pertanyaan di atas.

Diakhir workshop itu, disepakati pemilihan untuk menjadi independent district akan dilaksanakan pada tanggal 6 November 2007. Sedangkan pemilihan BoD akan dilaksanakan pada bulan November 2008 yang digabungkan dengan pemilihan umum nasional.

Pencapain kesepakan mengenai metode apa yang akan dipakai ternyata tidak semudah seperti penetapan waktu pemilihannya. Perdebatan di topik sekitar ini telah dimulai pada hari pertama workshop. Perlu diketahui, dalam pemilihan tingkat district ada tiga metode yang dipakai. Pertama, metode At Large. Dalam metode pemilihan ini, semua calon BoD berasal dari MH dan dipilih oleh semua pemilih yang sah dan bertempat tinggal di MH.

Kedua, metode By Divisions. MH dibagi dalam lima devisi secara geografis, yaitu sesuai dengan jumlah BoD. Calon BoD harus mewakili divisi di mana ia tinggal dan mereka hanya dipilih oleh penduduk di divisi itu.

Ketiga, metode From Divisions. Seperti halnya By Division, MH dibagi dalam lima devisi secara geografis. Calon BoD harus berasal dari divisi di mana ia tinggal, tetapi mereka dipilih oleh semua penduduk MH.

Setiap peserta workshop yang mencapai 20 orang ini diminta untuk mengemukakan pendapat mengenai metode pemilihan tersebut di atas. Aku sendiri berpikir bahwa metode From Division lebih cocok untuk MH. Alasan yang aku kemukakan adalah BoD yang terpilih akan lebih mengetahui dan bisa menyampaikan aspirasi dari divisi di mana ia tinggal, tetapi tetap membina persatuan karena ia pemilihnya berasal dari oleh semua divisi.

Di samping itu, aku katakan bahwa metode ini akan lebih menjamin tertampungnya keanekaragaman kepentingan penduduk MH. Aku juga ingatkan bahwa metode apa saja yang dipakai pada pertamanya akan susah diubah, karena BoD yang berhasil keluar sebagai pemenang dengan metode itu akan cenderung mempertahankannya, supaya ia terpilih kembali. Karena itu penetapan metode jangan hanya berdasarkan mudahnya saja.

Ternyata yang sependapat dengan aku jumlahnya adalah minoritas. Mayoritas lebih menyenangi metode At Large yang dianggap mudah pelaksanaanya dan akan membawa persatuan.

Proses ini mengingatkan aku ketika aku masih di Indonesia. Pada saat itu, sekitar tahun 1997, aku tinggal di kota Lippo Karawaci, suatu kota yang sedang di bangun oleh Lippo Group. Pemerintahan propinsi atau kabupaten di Jawa Barat sama sekali tidak melibatkan penduduknya untuk membangun pemerintahan di kota itu. Sayang sekali, penduduk di sana, termasuk aku hanya menjadi penduduk yang apolitis dan menerima semua keputusan yang tidak demokratis.

Wilayah Indonesia masih begitu luas dan masih banyak kota baru yang akan dibangun. Akankah penduduknya dilibatkan dalam pesta demokrasi serupa ini?

_____
*Beni Bevly holds BA in Political Science, MBA in Marketing, and is a DBA (Doctor of Business Administration) candidate. He is the founder of Overseas Think Tank for Indonesia.