<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: MITOS DAN FAKTA KEHIDUPAN DI AMERIKA SERIKAT (2): Free sex</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 12:19:21 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1288</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 21:33:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1288</guid>
		<description>Hmm ... So, &lt;strong&gt;Guebukanmonyet&lt;/strong&gt;, if the conservatives control the Hollywood, probably the image of sex life in the United States would be different. Interesting point of view.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm &#8230; So, <strong>Guebukanmonyet</strong>, if the conservatives control the Hollywood, probably the image of sex life in the United States would be different. Interesting point of view.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1286</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 20:06:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1286</guid>
		<description>Nice article Bung Beni :) 

Yes I agree that the free sex in America is somehow overrated. But we have to understand that America is mainly divided by two kinds of people: The liberals and the conservatives. The liberals unfortunately control the Hollywood too much therefore the values seen on Hollywood movies are so liberal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nice article Bung Beni <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yes I agree that the free sex in America is somehow overrated. But we have to understand that America is mainly divided by two kinds of people: The liberals and the conservatives. The liberals unfortunately control the Hollywood too much therefore the values seen on Hollywood movies are so liberal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1280</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2007 04:57:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1280</guid>
		<description>Yes, &lt;strong&gt;Miund&lt;/strong&gt;. There are a lot of crazy things going on. On the other side, we do not want others including myths to control our lives. We own our bodies and minds. We determine what and how we want us to be.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yes, <strong>Miund</strong>. There are a lot of crazy things going on. On the other side, we do not want others including myths to control our lives. We own our bodies and minds. We determine what and how we want us to be.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: miund</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1269</link>
		<dc:creator>miund</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 20:34:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1269</guid>
		<description>you know what, i think the so-called 'free sex' lifestyle in the US is totally overrated.  tv shows like sex and the city and such portrays an exagerrated version of the real lifestyle.  what people should really hold on to is reality.  

and that is, sadly, the hardest thing to do in this crazy world we're living in.  right, Beni? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>you know what, i think the so-called &#8216;free sex&#8217; lifestyle in the US is totally overrated.  tv shows like sex and the city and such portrays an exagerrated version of the real lifestyle.  what people should really hold on to is reality.  </p>
<p>and that is, sadly, the hardest thing to do in this crazy world we&#8217;re living in.  right, Beni? <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1265</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 01:13:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1265</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Yeny&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Ria&lt;/strong&gt;, aku coba memaparkan kehidupan sex di Amerika dari segi yang aku amati dalam kehidupanku sebagai bagian dari masyarakat Amerika dan masyarakat di tempat aku bekerja, ditambah dengan pengetahuan yang aku miliki. Dengan demikian diharapkan aku tidak hannya melihat kehidupan sex ini dari satu segi saja, misalnya dari sudut pandang luar orang dan budaya Amerika.

Yeny, terima kasih atas sanjungannya. Ria, hanya mau meluruskan masalah kecil :) Orang Amerika (termasuk orang bule) kalau ketemu dan mau berpisah umunya &lt;em&gt;hug&lt;/em&gt; (berpelukan) dan cium sebelah pipi saja (bukan kedua-duanya).

Pria dan wanita biasanya &lt;em&gt;hug&lt;/em&gt;-nya lebih dalam. Paling tidak, salah satu tangan pria melingkar kepunggung wanita. Begitu juga dengan sesama wanita, tetapi lain halnya dengan sesama pria. Cara yang paling umum adalah bersalaman dan hanya mendempetkan bahu basing-masing hingga bersentuhan.

Terima kasih atas komentar Yeny dan Ria.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yeny</strong> dan <strong>Ria</strong>, aku coba memaparkan kehidupan sex di Amerika dari segi yang aku amati dalam kehidupanku sebagai bagian dari masyarakat Amerika dan masyarakat di tempat aku bekerja, ditambah dengan pengetahuan yang aku miliki. Dengan demikian diharapkan aku tidak hannya melihat kehidupan sex ini dari satu segi saja, misalnya dari sudut pandang luar orang dan budaya Amerika.</p>
<p>Yeny, terima kasih atas sanjungannya. Ria, hanya mau meluruskan masalah kecil <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Orang Amerika (termasuk orang bule) kalau ketemu dan mau berpisah umunya <em>hug</em> (berpelukan) dan cium sebelah pipi saja (bukan kedua-duanya).</p>
<p>Pria dan wanita biasanya <em>hug</em>-nya lebih dalam. Paling tidak, salah satu tangan pria melingkar kepunggung wanita. Begitu juga dengan sesama wanita, tetapi lain halnya dengan sesama pria. Cara yang paling umum adalah bersalaman dan hanya mendempetkan bahu basing-masing hingga bersentuhan.</p>
<p>Terima kasih atas komentar Yeny dan Ria.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ria Wibisono</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1263</link>
		<dc:creator>Ria Wibisono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 15:04:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1263</guid>
		<description>Dulu, Sujiwo Tejo pernah ngasih kata pengantar di kumpulan cerpen Gallery of Kisses. Dia menyorot kebiasaan ciuman orang bule. Orang bule kan kalau ketemu temannya bakal cipika cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri) walaupun dengan lawan jenis. Tapi kalau di Indonesia kebiasaan ini masih belum sering dilakukan. Menurut Sujiwo, penyebabnya karena orang Indonesia itu berpikir terlalu jauh. Kalau ciuman pipi, mikirnya ke ciuman berikut2nya. Sedangkan bule, ciuman pipi ya ciuman pipi aja, nggak ada pikiran lebih jauh. Kata dia juga,siapa bilang bule itu mesum? Dalam seminggu aja katanya belum tentu mereka ML sekali, sedang orang Indo bisa lebih banyak dari itu. 
Kadang, kalau sesuatu terlalu ditutup2i, orang malah semakin penasaran dan terobsesi kali ya. Begitu juga dengan seks. Semakin ditabukan dan jarang dibicarakan, orang semakin nggak biasa sehingga malah berpikir ke sana terus. Kadang aku mikir, mending seks dibicarakan terbuka aja kayak di Amerika, tapi mikirnya dalam koridor ilmiah/artistik sehingga nggak menjurus ke vulgar....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, Sujiwo Tejo pernah ngasih kata pengantar di kumpulan cerpen Gallery of Kisses. Dia menyorot kebiasaan ciuman orang bule. Orang bule kan kalau ketemu temannya bakal cipika cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri) walaupun dengan lawan jenis. Tapi kalau di Indonesia kebiasaan ini masih belum sering dilakukan. Menurut Sujiwo, penyebabnya karena orang Indonesia itu berpikir terlalu jauh. Kalau ciuman pipi, mikirnya ke ciuman berikut2nya. Sedangkan bule, ciuman pipi ya ciuman pipi aja, nggak ada pikiran lebih jauh. Kata dia juga,siapa bilang bule itu mesum? Dalam seminggu aja katanya belum tentu mereka ML sekali, sedang orang Indo bisa lebih banyak dari itu.<br />
Kadang, kalau sesuatu terlalu ditutup2i, orang malah semakin penasaran dan terobsesi kali ya. Begitu juga dengan seks. Semakin ditabukan dan jarang dibicarakan, orang semakin nggak biasa sehingga malah berpikir ke sana terus. Kadang aku mikir, mending seks dibicarakan terbuka aja kayak di Amerika, tapi mikirnya dalam koridor ilmiah/artistik sehingga nggak menjurus ke vulgar&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yeny</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1260</link>
		<dc:creator>yeny</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 04:10:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1260</guid>
		<description>Tulisan fenomena gunung es terbalik yang terjadi di amerika dan gunung es yang terjadi di indonesia menarik untuk disimak, apalagi buat saya yang tidak mengerti benar realita disana karena belum pernah pergi ke luar negri. Dan kebanyakan dari kita mengenal barat hanya melewati media televisi saja padahal apa yang terlihat di tv terutama film2 hollywood tidak proposional seperti film yang banyak berisi kekerasan dan sex.Maka tidak jarang kaum muda di negara kita lebih melihat itu sebagai budaya barat yaitu budaya yang penuh kebebasan. Walaupun kita tidak menutup mata kehudupan sex yang bebas itu memang ada tapi menganggap bahwa itu sebagai budaya atau bisa di bilang kebiasaan semua orang amerika sangatlah tidak adil karena di indonesia sendiripun banyak terjadi, dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.....Posting yang bagus, cukup mencerahkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan fenomena gunung es terbalik yang terjadi di amerika dan gunung es yang terjadi di indonesia menarik untuk disimak, apalagi buat saya yang tidak mengerti benar realita disana karena belum pernah pergi ke luar negri. Dan kebanyakan dari kita mengenal barat hanya melewati media televisi saja padahal apa yang terlihat di tv terutama film2 hollywood tidak proposional seperti film yang banyak berisi kekerasan dan sex.Maka tidak jarang kaum muda di negara kita lebih melihat itu sebagai budaya barat yaitu budaya yang penuh kebebasan. Walaupun kita tidak menutup mata kehudupan sex yang bebas itu memang ada tapi menganggap bahwa itu sebagai budaya atau bisa di bilang kebiasaan semua orang amerika sangatlah tidak adil karena di indonesia sendiripun banyak terjadi, dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan&#8230;..Posting yang bagus, cukup mencerahkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1231</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 20:16:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1231</guid>
		<description>Bleu, Evelyn, Anang and Fatih, thank you for your comments.

&lt;strong&gt;Bleu&lt;/strong&gt;, kayaknya kita makin mendekati kesimpulan yang lebih masuk akal bahwa pemberitaan (pembicaraan) free sex di Indonesia-lah yang  seperti ice berg. Ketika aku kuliah dan nge-kost di Depok UI, aku nggak pernah tahu menahu mengenai free sex di daerah itu. Tetapi setelah kuliah, para orang tua yang mempunyai anak yang ngekost si situ para geger setelah membaca penyelidikan majalah Gatra (kalau tidak salah) pada tahun 1994 yang menyatakan betapa bebasnya kehidupan sex di lingkungan  yang ditempati para mahasiswa UI dan Gunadharma.

&lt;strong&gt;Evelyn&lt;/strong&gt;, anggapan orang bahwa suami Indoneis menjadi lebih setia di AS, aku nggak begitu tahu sebabnya. Mungkin faktor -faktor yang Evelyn katakan ikut mendukung hal ini. Hal lain mungkin karena tepat yang asing dan "biaya" yang mahal atau mungkin mereka benar-benar melihat bahwa kehidupan dengan isteri dan keluarganya melebihi dari sekedar "main gila" di luar.

Memang Evelyn benar bahwa prostisusi bisa berasal dari fantasi. Tetapi dua hal ini tetap berbeda, seperti halnya keinginan untuk mencuri dan perbuatan mencuri. Orang yang mempunyai keinginan untuk mencuri belum bisa disebut pencuri. Hukum di AS memang sangat kompleks, bahkan banyak hukum yang kita tidak tahu bahwa itu ada atau exists.

&lt;strong&gt;Anang&lt;/strong&gt;, pendiri Children of God (COG), &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_Berg" rel="nofollow"&gt;&lt;strong&gt;David Brandt Berg&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (1919-1994) yang juga disebut dengan King David, Mo, Moses David, Father David, Dad, atau Grandpa dikenal sebagai seorang pemimpin karismatik dan juga notorius sebagai seorang yang melakukan &lt;em&gt;sexual abuse&lt;/em&gt; bahkan terhadap anak perempuan sendiri. Image dan tingkah laku David ini juga mempengaruhi COG. Tetapi pada tahun 1987, diberlakukan &lt;a href="http://www.signaturebooks.com/excerpts/children.htm" rel="nofollow"&gt;&lt;strong&gt;kebijakan baru&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang melarang praktek Flirty Fishing, berangsur setelah itu COG menjelma menjadi The Family yang penampilannya penuh simpati. Sampai saat ini, aku tidak dengar berita media yang negatif mengenai sepak terjang The Family.

&lt;strong&gt;Fatih&lt;/strong&gt;, thank you for your encouragement.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bleu, Evelyn, Anang and Fatih, thank you for your comments.</p>
<p><strong>Bleu</strong>, kayaknya kita makin mendekati kesimpulan yang lebih masuk akal bahwa pemberitaan (pembicaraan) free sex di Indonesia-lah yang  seperti ice berg. Ketika aku kuliah dan nge-kost di Depok UI, aku nggak pernah tahu menahu mengenai free sex di daerah itu. Tetapi setelah kuliah, para orang tua yang mempunyai anak yang ngekost si situ para geger setelah membaca penyelidikan majalah Gatra (kalau tidak salah) pada tahun 1994 yang menyatakan betapa bebasnya kehidupan sex di lingkungan  yang ditempati para mahasiswa UI dan Gunadharma.</p>
<p><strong>Evelyn</strong>, anggapan orang bahwa suami Indoneis menjadi lebih setia di AS, aku nggak begitu tahu sebabnya. Mungkin faktor -faktor yang Evelyn katakan ikut mendukung hal ini. Hal lain mungkin karena tepat yang asing dan &#8220;biaya&#8221; yang mahal atau mungkin mereka benar-benar melihat bahwa kehidupan dengan isteri dan keluarganya melebihi dari sekedar &#8220;main gila&#8221; di luar.</p>
<p>Memang Evelyn benar bahwa prostisusi bisa berasal dari fantasi. Tetapi dua hal ini tetap berbeda, seperti halnya keinginan untuk mencuri dan perbuatan mencuri. Orang yang mempunyai keinginan untuk mencuri belum bisa disebut pencuri. Hukum di AS memang sangat kompleks, bahkan banyak hukum yang kita tidak tahu bahwa itu ada atau exists.</p>
<p><strong>Anang</strong>, pendiri Children of God (COG), <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_Berg" rel="nofollow"><strong>David Brandt Berg</strong></a> (1919-1994) yang juga disebut dengan King David, Mo, Moses David, Father David, Dad, atau Grandpa dikenal sebagai seorang pemimpin karismatik dan juga notorius sebagai seorang yang melakukan <em>sexual abuse</em> bahkan terhadap anak perempuan sendiri. Image dan tingkah laku David ini juga mempengaruhi COG. Tetapi pada tahun 1987, diberlakukan <a href="http://www.signaturebooks.com/excerpts/children.htm" rel="nofollow"><strong>kebijakan baru</strong></a> yang melarang praktek Flirty Fishing, berangsur setelah itu COG menjelma menjadi The Family yang penampilannya penuh simpati. Sampai saat ini, aku tidak dengar berita media yang negatif mengenai sepak terjang The Family.</p>
<p><strong>Fatih</strong>, thank you for your encouragement.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fatih</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1222</link>
		<dc:creator>Fatih</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 07:58:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1222</guid>
		<description>nice article bev. ver informative. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nice article bev. ver informative. <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anang, yb</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1218</link>
		<dc:creator>Anang, yb</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 01:58:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/06/27/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-2-free-sex/#comment-1218</guid>
		<description>Mengejutkan mendengar Children of God (COG) telah tampil beda (sesuai semboyan yang baru)menjadi The Family..
Terpancing dengan tautan dari Mas Beni saya menemukan fakta bahwa The Family sudah keluar masuk Indonesia khususnya dalam karya sosial.
Bisakah Mas Beni memperjelas informasi bahwa COG memang sudah bersalin rupa menjadi The Family?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengejutkan mendengar Children of God (COG) telah tampil beda (sesuai semboyan yang baru)menjadi The Family..<br />
Terpancing dengan tautan dari Mas Beni saya menemukan fakta bahwa The Family sudah keluar masuk Indonesia khususnya dalam karya sosial.<br />
Bisakah Mas Beni memperjelas informasi bahwa COG memang sudah bersalin rupa menjadi The Family?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
