<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: MITOS DAN FAKTA KEHIDUPAN DI AMERIKA SERIKAT (3): Individualistik dan  Kapitalistik</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 05:16:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: yana Priyatna</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-12752</link>
		<dc:creator>yana Priyatna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 05:10:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-12752</guid>
		<description>Salam kenal

saya Yana Priyatna wartawan Opiniindonesia.com di Jakarta
saya membaca komentar2 anda di Overseas Think Tank for Indonesia, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan sebagai bahan interview kepada anda:

1. kelompok masyarakat mana di AS yang paling menderita akibat krisis keuangan ?
2. bagaimana warga AS menyiasati hidup dalam menghadapi krisis keuangan ?
3.apakah dampak krisis keuangan terhadap kehidupan masyarakat AS ?
4. apakah warga AS yakin dan percaya pada kebijakan pemerintah AS dalam menyelesaikan krisis keuangan ?

Trims atas jawabannya

Jakarta, 27 Oktober 2008


Yana Priyatna</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal</p>
<p>saya Yana Priyatna wartawan Opiniindonesia.com di Jakarta<br />
saya membaca komentar2 anda di Overseas Think Tank for Indonesia, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan sebagai bahan interview kepada anda:</p>
<p>1. kelompok masyarakat mana di AS yang paling menderita akibat krisis keuangan ?<br />
2. bagaimana warga AS menyiasati hidup dalam menghadapi krisis keuangan ?<br />
3.apakah dampak krisis keuangan terhadap kehidupan masyarakat AS ?<br />
4. apakah warga AS yakin dan percaya pada kebijakan pemerintah AS dalam menyelesaikan krisis keuangan ?</p>
<p>Trims atas jawabannya</p>
<p>Jakarta, 27 Oktober 2008</p>
<p>Yana Priyatna</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roland</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-11990</link>
		<dc:creator>roland</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 07:42:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-11990</guid>
		<description>hmmm...
nice review,
Saya sangat mengharap indonesia memiliki orang-orang seperti anda.Semoga banyak yang tersadar dengan tulisan-tulisan anda.
Saya request untuk posting topik pemilu,mengingat kita sebentar lagi akan pemilu.Dan saya tunggu postingan-postignan anda yang lain.
Terima Kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm&#8230;<br />
nice review,<br />
Saya sangat mengharap indonesia memiliki orang-orang seperti anda.Semoga banyak yang tersadar dengan tulisan-tulisan anda.<br />
Saya request untuk posting topik pemilu,mengingat kita sebentar lagi akan pemilu.Dan saya tunggu postingan-postignan anda yang lain.<br />
Terima Kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: farahh</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-10576</link>
		<dc:creator>farahh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 07:38:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-10576</guid>
		<description>wah, ternyata kenyataan sama rumor memang berbeda ya???tapi memang dari SD,saya juga merasa kita selalu diberikan kecendrungan seperti itu: kalo individualistik itu buruk dsb..tapi setelah saya bisa berfikir logis dan mature enough..saya pikir individualistiknya harus dilihat dari sisi2 yang mana...kadang2 siapa yg berkoarnya paling keras justru yg harus mengevaluasi diri, ya kan????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, ternyata kenyataan sama rumor memang berbeda ya???tapi memang dari SD,saya juga merasa kita selalu diberikan kecendrungan seperti itu: kalo individualistik itu buruk dsb..tapi setelah saya bisa berfikir logis dan mature enough..saya pikir individualistiknya harus dilihat dari sisi2 yang mana&#8230;kadang2 siapa yg berkoarnya paling keras justru yg harus mengevaluasi diri, ya kan????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jennie</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2787</link>
		<dc:creator>Jennie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 17:12:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2787</guid>
		<description>@Cahyadi, analisa dan analogi yang menarik sekali untuk disimak. Dalam contoh Anda, sangatlah jelas betapa konsep "individu" di sini bukan untuk sok2an bagi diri sendiri, namun untuk kepentingan orang banyak. Well said.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Cahyadi, analisa dan analogi yang menarik sekali untuk disimak. Dalam contoh Anda, sangatlah jelas betapa konsep &#8220;individu&#8221; di sini bukan untuk sok2an bagi diri sendiri, namun untuk kepentingan orang banyak. Well said.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Cayadi</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2783</link>
		<dc:creator>Cayadi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 09:12:21 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2783</guid>
		<description>Sisi mitos itu memang benar. Orang luar negeri memiliki kesadaran yang tinggi tentang penghargaan akan individu. Seorang teman kami pernah melamar di salah satu perusahaan dari Amerika. Dia lulus seleksi tetapi tidak diterima karena overqualified. Alasan lainnya adalah karena bila dia masuk, maka akan mengurangi lowongan pekerjaan orang dengan kualifikasi dibawah dia. Bagi saya ini bukti betapa mereka menghargai individu. 

Btw. Kalau di Indonesia tidak peduli overqualified, pokoknya lolos seleksi ya masuk kerja. Jadinya mereka yang tidak qualified tidak dapat pekerjaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sisi mitos itu memang benar. Orang luar negeri memiliki kesadaran yang tinggi tentang penghargaan akan individu. Seorang teman kami pernah melamar di salah satu perusahaan dari Amerika. Dia lulus seleksi tetapi tidak diterima karena overqualified. Alasan lainnya adalah karena bila dia masuk, maka akan mengurangi lowongan pekerjaan orang dengan kualifikasi dibawah dia. Bagi saya ini bukti betapa mereka menghargai individu. </p>
<p>Btw. Kalau di Indonesia tidak peduli overqualified, pokoknya lolos seleksi ya masuk kerja. Jadinya mereka yang tidak qualified tidak dapat pekerjaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2776</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 16:07:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2776</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Bleu, Redskin&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Adie&lt;/strong&gt;, memang kita tidak bisa melihat kehidupan di AS adalah hitam putih. Mitos cendurung menghitam putihkan kehidupan di AS. 

&lt;strong&gt;Bleu&lt;/strong&gt;, terima kasih atas informasi yang diberikan untuk menjawab tanggapan &lt;strong&gt;Redskin&lt;/strong&gt;.

&lt;strong&gt;Adie&lt;/strong&gt;, sebagian fakta kehidupan yang Adie ingin tahu sudah ditulis di &lt;strong&gt;Mitos dan Fakta Kehidupan di AS&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=158" rel="nofollow"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(1)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=164" rel="nofollow"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(2)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;. Mudah-mudahan kedua tulisan itu bisa membantu pemahaman Adie.

Selain itu, Adie mempunyai pandangan yang tajam atas penampilan peran utama dalam film-film di Amerika. Aku setuju dengan pendapat Adie yang melihat bahwa untuk menjadi peran utama tidak harus cantik atau ganteng. Hal ini juga terjadi pada kehidupan sehari-hari di AS. Sebagai contoh, pada waktu liburan beberapa hari yang lalu, aku ke salah satu club malam cukup bergengsi di sekitar kota Palm Springs, Kalifornia. Di lantai dansa di club itu ditemukan segala bentuk fisik manusia yang sedang berdansa. Dari yang sangat gemuk sampai yang langsing, dari yang tidak cantik sampai yang jelita, dari yang uzur sampai yang belia. 

Aku menemui keadaan yang berbeda di Indonesia. Suatu waktu, aku memasuki salah satu club malam bergengsi di Jakarta Pusat, yang menari adalah kebanyakan para wanita langsing, cantik dan belia. Lalu yang mana yang tidak langsing, tidak cantik dan tidak belia? Ternyata mereka bersembunyi di pojok yang gelap dan hanya jadi penonton. Gejala apakah ini? Agaknya kita tahu jawabannya.   </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bleu, Redskin</strong> dan <strong>Adie</strong>, memang kita tidak bisa melihat kehidupan di AS adalah hitam putih. Mitos cendurung menghitam putihkan kehidupan di AS. </p>
<p><strong>Bleu</strong>, terima kasih atas informasi yang diberikan untuk menjawab tanggapan <strong>Redskin</strong>.</p>
<p><strong>Adie</strong>, sebagian fakta kehidupan yang Adie ingin tahu sudah ditulis di <strong>Mitos dan Fakta Kehidupan di AS</strong> <a href="http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=158" rel="nofollow"><em><strong>(1)</strong></em></a> dan <a href="http://www.overseasthinktankforindonesia.com/?p=164" rel="nofollow"><em><strong>(2)</strong></em></a>. Mudah-mudahan kedua tulisan itu bisa membantu pemahaman Adie.</p>
<p>Selain itu, Adie mempunyai pandangan yang tajam atas penampilan peran utama dalam film-film di Amerika. Aku setuju dengan pendapat Adie yang melihat bahwa untuk menjadi peran utama tidak harus cantik atau ganteng. Hal ini juga terjadi pada kehidupan sehari-hari di AS. Sebagai contoh, pada waktu liburan beberapa hari yang lalu, aku ke salah satu club malam cukup bergengsi di sekitar kota Palm Springs, Kalifornia. Di lantai dansa di club itu ditemukan segala bentuk fisik manusia yang sedang berdansa. Dari yang sangat gemuk sampai yang langsing, dari yang tidak cantik sampai yang jelita, dari yang uzur sampai yang belia. </p>
<p>Aku menemui keadaan yang berbeda di Indonesia. Suatu waktu, aku memasuki salah satu club malam bergengsi di Jakarta Pusat, yang menari adalah kebanyakan para wanita langsing, cantik dan belia. Lalu yang mana yang tidak langsing, tidak cantik dan tidak belia? Ternyata mereka bersembunyi di pojok yang gelap dan hanya jadi penonton. Gejala apakah ini? Agaknya kita tahu jawabannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adie</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2774</link>
		<dc:creator>adie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 08:56:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2774</guid>
		<description>wah... a klo liat tyangan di televisi ngrasa ngeri.  pa bener khidupan di sana itu kyk gtu?
pnuh dengan rasa benci, bnyak pmbunuhan, g sling mnghormati, pa lgi freesex.  trus a sih pingin tau...gmana sih khidupan remaja di sana?
coz a sukanya nonton film barat...pa lgi yang b'hubungan dgn r3maja...a bsa lebih pd, krena di filmnya...g mesti orng cantik/keren yang maen film...pa lagi jadi tokoh utama
Thx ya...a ngrasa lbih lega</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230; a klo liat tyangan di televisi ngrasa ngeri.  pa bener khidupan di sana itu kyk gtu?<br />
pnuh dengan rasa benci, bnyak pmbunuhan, g sling mnghormati, pa lgi freesex.  trus a sih pingin tau&#8230;gmana sih khidupan remaja di sana?<br />
coz a sukanya nonton film barat&#8230;pa lgi yang b&#8217;hubungan dgn r3maja&#8230;a bsa lebih pd, krena di filmnya&#8230;g mesti orng cantik/keren yang maen film&#8230;pa lagi jadi tokoh utama<br />
Thx ya&#8230;a ngrasa lbih lega</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bleu</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2771</link>
		<dc:creator>bleu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Aug 2007 11:18:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2771</guid>
		<description>Menurut a recent poll, 1/5 American can't locate the U.S. on the world map.  Jadi untuk hal ini, menurut saya arogan kurang tepat.  Mungkin lebih tepat plain stupid atau ignorant.  Terlebih dengan &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=lj3iNxZ8Dww" rel="nofollow"&gt;jawaban the 3rd runner-up Miss Teen USA 2007&lt;/a&gt; untuk pertanyaan seperti di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut a recent poll, 1/5 American can&#8217;t locate the U.S. on the world map.  Jadi untuk hal ini, menurut saya arogan kurang tepat.  Mungkin lebih tepat plain stupid atau ignorant.  Terlebih dengan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=lj3iNxZ8Dww" rel="nofollow">jawaban the 3rd runner-up Miss Teen USA 2007</a> untuk pertanyaan seperti di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: redskin</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2765</link>
		<dc:creator>redskin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 06:31:08 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2765</guid>
		<description>Halo Beni, Selain mitos individualistik dan kapitalis, orang Amerika juga dikenal arogan, nggak mau tau urusan bangsa lain. Misalnya kalo kita tanya letaknya Indonesia, jangankan Indonesia,  Inggris aja yang sekutunya, di peta, sebagian besar akan salah. Gimana faktanya disana?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Beni, Selain mitos individualistik dan kapitalis, orang Amerika juga dikenal arogan, nggak mau tau urusan bangsa lain. Misalnya kalo kita tanya letaknya Indonesia, jangankan Indonesia,  Inggris aja yang sekutunya, di peta, sebagian besar akan salah. Gimana faktanya disana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bleu</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2763</link>
		<dc:creator>bleu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Aug 2007 14:49:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/08/06/mitos-dan-fakta-kehidupan-di-amerika-serikat-3-individualistik-dan-kapitalistik/#comment-2763</guid>
		<description>Hello again, Beni.  Setuju kalau mitos individualistiknya tidak tepat.  Mungkin lebih tepat kalau dibilang orang Amerika itu menghargai (dan menuntut) privacy.

Untuk yang kapitalistik, agak kurang setuju sedikit.  While the average non-profit organizations di sana mungkin lebih "pure" dibanding dengan non-profit di tempat lain (dan juga ada banyak individu2 yang benar2 generous), tapi tidak sedikit juga yang bertolak belakang.  Misalnya Jeffrey Skilling-nya Enron.  Atau skandal accounting lain yang basically me-nomor satu-kan shareholder value or wealth.

Sometimes it seems that the underlying reason for a corporate to exercise their social responsibility is to (indirectly) increase the shareholder values.  Isn't it what we learned in b-school? ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hello again, Beni.  Setuju kalau mitos individualistiknya tidak tepat.  Mungkin lebih tepat kalau dibilang orang Amerika itu menghargai (dan menuntut) privacy.</p>
<p>Untuk yang kapitalistik, agak kurang setuju sedikit.  While the average non-profit organizations di sana mungkin lebih &#8220;pure&#8221; dibanding dengan non-profit di tempat lain (dan juga ada banyak individu2 yang benar2 generous), tapi tidak sedikit juga yang bertolak belakang.  Misalnya Jeffrey Skilling-nya Enron.  Atau skandal accounting lain yang basically me-nomor satu-kan shareholder value or wealth.</p>
<p>Sometimes it seems that the underlying reason for a corporate to exercise their social responsibility is to (indirectly) increase the shareholder values.  Isn&#8217;t it what we learned in b-school? <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
