1965 INCIDENT ROAD SHOW IN THE UNITED STATES
1965 INCIDENT ROAD SHOW IN THE UNITED STATES WITH A. SURYO WICAKSONO, Field Research Coordinator of Solidaritas Nusa Bangsa (Homeland Solidarity) and Chairman of Kasut Perdamaian (Shoe for Peace)
In 1965-1966, General Soeharto orchestrated a crime against humanity in Indonesia. Targeted assassinations were followed by mass arrests and executions using army-backed civilian militia, which developed into the slaughter of between 500,000 and 1 million people. As a “reward” for this atrocity, Soeharto was able to enjoy 32 years of power and is still enjoying freedom and wealth to this day.
After more than 35 years, several groups of people started to search and found many facts regarding this slaughter that was hidden by Soeharto and his cronies. Confessions from witnesses and executors led to field researches revealing more than 50 mass graves scattered around in Indonesia. Some mass graves had been evacuated and recorded on video.
Now is the time to show the world about the truth of Indonesia history.
What had happened during 1965 to 1973 in Indonesia? Why thousands or even millions of people had to be arrested, tortured, and slaughtered without a fair trial? Were some of the victims our own families and friends? How many people’s properties such as houses, schools and land were robbed, and where? Who must be responsible? Where should we stand?
Come and join our video presentation, question and answer in:
Philadelphia
4 September 2007 - 8 September 2007, person in charge: Ignasius Suparno, parnocm@yahoo.com, 215 519 8154.
Atlanta
9 September 2007 - 11 September 2007, person in charge: Pancha Anugerah, brookdale925@yahoo.com, 678-851-4650
San Francisco
12 September 2007 - 17 September 2007, person in charge: Mutiara Andalas, mutiaraandalas@yahoo.com, 510 665 4067
Los Angeles, 18 September 2007 - 22 September 2007, person in charge: Indonesia Media, drirawan@aol.com, 626 335 9833
This road show is supported by:
US based organizations:
FICA (Fellowship of Indonesian Christians in America)
Indonesia Media
ICAA Los Angeles (Indonesian Chinese American Association)
ICHF (Indonesian Community Heritage Foundation)
ICC (Indonesian Community Church)
KKI Philadelphia (Komunitas Katolik Indonesia, Philadelphia)
KKI Atlanta (Komunitas Katolik Indonesia, Atalnta)
OTTI (Overseas Think Thank for Indonesia)
ICANet (Indonesian-Chinese-American Network)
Indonesia based grassroot organizations:
SNB (Solidaritas Nusa Bangsa)
KP (Yayasan Kasut Perdamaian)
FNKT ‘65 (Forum Nasional Keluarga Korban Tragedi 1965)
IS3I (Ikatan Sarjana Sadar Sejarah Indonesia)
ForDePS (Forum Desa Peduli Sejarah)
KALI (Komunitas Arsitek Landscape Indonesia)
JarDeSK ’65 (Jaringan Desa Saksi dan Korban 1965)
PKKP 45-65 (Pejuang Kemerdekaan 1945 Korban Peristiwa 1965)
AlDeTaK (Aliansi Desa Tolak Kekerasan)o SolWaKOB (Solidaritas Warga Korban Orde Baru)
ASLI (Aliansi Saudara/i Lintas Iman)
PPDI (Paguyuban Pamong Desa Indonesia)
APHI (Asosiasi Penasehat Hukum dan HAM Indonesia / Indonesian Lawyers and Human Rights Defenders Association)
For more information, contact Beni Bevly at benibevly@yahoo.com and 1 650 255 0383 (US) or
Albertus Suryo Wicaksono at napaktanah@yahoo.com or +62 813 1902 5016 (Indonesia)

Look forward to hearing more from you about the presentation.
Bleu, I will give you an up date regarding the information of this road show.
[…] 1965 INCIDENT ROAD SHOW IN THE UNITED STATES with A. SURYO WICAKSONO, Field Research Coordinator of Solidaritas Nusa Bangsa (Homeland Solidarity) and Chairman of Kasut Perdamaian (Shoe for Peace) will take places at: […]
Tuh khan masalah hukum lagi, …itu memang hobi gue tuh..untuk menghambat pembangunan manusia - manusia miskin di Indonesia, makanya di negara negara terbelakang tidak maju - maju di Dunia seperti kita Hobinya sama Politik, Hukum, HAM, isu KKN, Kejar mengejar….mantan Pejabat….tidak sibuk memperbaiki negara ini, menyerahkan kepercayaan pada NEgara…semua rakyat dengan kemiskinan dan kemampuan pas - pasnya ikut rame - rame mengurusi negara tidak terima berbagai keputusan negara lalu ngambek berpolitik praktis..bikin parpol, turun kejalan, demontrasi akhirnya pasar mereaksi…para investor enggan masuk, nilai tukar rupiah anjlok, Bank enggan kasih pinjaman rakyat miskin, Pemerintah malas kerja…Dsb…kok kita tidak sibuk persiapkan tuan rumah sepak bola dunia, bikin raksasa Industri produk kelas dunia…ya Itulah kemauan nasional kita…rakyat, Pemerintah, Pers, LSM…dengan budayanya merasuk keputaran lingkaran setan garis kemiskinan………
He he itu hasutan gue berhasil…kegemaran berat gue di tiru seantero jagat indonesia ini…selamat menikmati…
Eh ada yang nanya gue perihal Pak harto….gue pusing mengganggu konsentrasi gue dalam menghitung suara Pilkada DKI, jadi kacau deh…tapi jawaban gue moga - moga pas..padahal gue pernah singgung Soal Hukum negaralah yang mengurusi, bukan manusia - manusia miskin rendah budaya yang perlu belajar seperti kita…menurut gue :
Pak harto : dulu beliau seorang pejuang, banyak photo bukti kongkret bahwa beliau ikut perang,berjasa pada negara ini…beliau memimpin negara ini 32 tahun….gue gak yakin itu kemauan beliau, itu produk proses IQ & EQ kita….beliau sudah mengisyaratkan mandeg Pandhita (berhenti) sebelum 32 tahun…tapi coba mana..sistem perpolitikan dan aturan pada waktu itu , yang terdiri dari manusia manusia lulusan kebanggaan Universitas , sekolah2 dasar di negeri ini tidak sadar sepakat lho beliau memimpin, keberanian kita menyuruh beliau berhenti tidak tidak timbul tahun ke 5, ke 10, ke 15 namun ke 32 tahun men….tapi menurut gue manusia sekelas beliau sudah jarang di Negeri Ini, pejuang 45 men..perlu perlakuan khusus di bidang HUkum..toh belum terbukti secara hukum beliau melakukan korupsi…beliau jangan di Adili..kok tega sih…
Lain hal nya dengan kita…manusia biasa..liat tetangga miskin sakit belum tentu perduli, para pejabat gubenur, bupati , kepala dinas waktu berangkat kantor lihat kanan kiri melihat kebersihan, melihat kemiskinan, melihat tata keindahan, melihat sungai kotor belum tentu setelah sampai kantor segera menulis nota perintah untuk hari itu juga di atasi masalah tersebut…mereka disibukkan kegiatan seremonial dan setumpuk tanda tangan formalitas yang tidak perlu di Baca….kita dan mereka layak dipenjara bila macam - macam korupsi dan melanggar hukum….
[…] of the films was presented in 1965 Incident Road Show in the United States was Mass Graves in Wonosobo, Java Island, Indonesia. So far,there are 58 mass graves identified and […]
[…] “1965 Road Show in the United States” yang berakhir pada tanggal 25 September 2007 hampir berdekatan dengan jatuhnya ulang tahun Gerakan […]
yudisasongko., SE., Ak,
Kamu kroni Suharto pa ya? Kalo iya ngaku aja biar ikut di adili!
good site jyraog