<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: RENUNGAN AKHIR TAHUN: Katakteristik Kepemimpinan Nelson Mandela (1)</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/12/24/renungan-akhir-tahun-karakteristik-kepemimpinan-politik-nelson-mandela/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 14:53:46 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/12/24/renungan-akhir-tahun-karakteristik-kepemimpinan-politik-nelson-mandela/#comment-3543</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 21:15:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/12/24/renungan-akhir-tahun-karakteristik-kepemimpinan-politik-nelson-mandela/#comment-3543</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Aroengbinang&lt;/strong&gt;, yang aku kagumi dari Mandela bahwa akhirnya ia bisa menjembati dan melakukan rekonsiliasi di Afrika Selatan. 

Yang hebatnya ia tidak mengangkangi jabatan presiden yang sebenarnya ia bisa kuasai sampai dia mati. Tetapi ia hanya menjabat satu pariode dan kemudian dia tinggalkan untuk generasi berikutnya.

Terima kasih untuk komentarnya, Aroengbinang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aroengbinang</strong>, yang aku kagumi dari Mandela bahwa akhirnya ia bisa menjembati dan melakukan rekonsiliasi di Afrika Selatan. </p>
<p>Yang hebatnya ia tidak mengangkangi jabatan presiden yang sebenarnya ia bisa kuasai sampai dia mati. Tetapi ia hanya menjabat satu pariode dan kemudian dia tinggalkan untuk generasi berikutnya.</p>
<p>Terima kasih untuk komentarnya, Aroengbinang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aroengbinang</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/12/24/renungan-akhir-tahun-karakteristik-kepemimpinan-politik-nelson-mandela/#comment-3535</link>
		<dc:creator>aroengbinang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 07:14:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2007/12/24/renungan-akhir-tahun-karakteristik-kepemimpinan-politik-nelson-mandela/#comment-3535</guid>
		<description>Penderitaan dan kebahagiaan, kemiskinan dan kelimpahan harta, kemejuan dan keterbelakangan, ketertindasan dan kebebasan, sama-sama berpotensi mengasah calon pemimpin dengan perhatian dan kekuatan yang berbeda.
Jika Gibran berkata bahwa semakin dalam sang sukma menjalani derita, semakin mampu ia mewadahi bahagia, maka saya pikir hal sebaliknya pun juga benar.
Mandela hidup 27 tahun di penjara fisik, namun jiwanya bebas; yang sebaliknya yang mungkin lebih banyak di dunia ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penderitaan dan kebahagiaan, kemiskinan dan kelimpahan harta, kemejuan dan keterbelakangan, ketertindasan dan kebebasan, sama-sama berpotensi mengasah calon pemimpin dengan perhatian dan kekuatan yang berbeda.<br />
Jika Gibran berkata bahwa semakin dalam sang sukma menjalani derita, semakin mampu ia mewadahi bahagia, maka saya pikir hal sebaliknya pun juga benar.<br />
Mandela hidup 27 tahun di penjara fisik, namun jiwanya bebas; yang sebaliknya yang mungkin lebih banyak di dunia ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
