RENUNGAN AKHIR TAHUN: Karakteristik Kepemimpinan Nelson Mandela (4)
Oleh Beni Bevly
Sejak terjun ke dunia politik, 1944-1956, Nelson Mandela di mata masyarakat dan pemerintahan Afrika Selatan tidak ada bedanya dengan pemimpin-pemimpin pergerakan politik lain. Ia belum dianggap sebagai figur yang istimewa dan melegenda.
Dalam Pengadilan Pengkhianatan 1956-1960, ia mulai dilihat oleh para pengamat politik sebagai figur yang istimewa. Di pengadilan ini, tim pembela pengadilan mengundurkan diri dan Mandela memilih melakukan pembelaan sendiri. Di sinilah menurut Mary Benson, Mandela memperlihatkan kecerdasan politiknya. Berkat pembelaan yang ia lakukan, akhirnya semua tersangka – 165 orang – dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan.
Pada bulan Maret 1961, diadakan Konferensi Seluruh Afrika di Pietermaritzburg oleh para pemimpin kulit hitam Afrika Selatan. Konferensi ini membentuk Dewan Aksi Nasional yang bertugas mempengaruhi kebijakan pemerintahan tentang isi rancangan konstitusi 1961. Salah satu keputusan yang penting dalam konferensi itu adalah menunjuk Mandela sebagai pimpinan mereka. Untuk memenuhi kewajibannya, Mandela terpaksa melakukan gerakan politik di bawah tanah karena ia telah dilarang oleh pemerintah untuk menghadiri pertemuan-pertemuan politk selama sembilan tahun.
Gerakan politik seperti ini memaksa Mandela menjalani hidup sebagai buron politik. Ia meninggalkan rumah, kantor dan anak isterinya. Di sinilah Mandela mulai melegenda di kalangan madyarakat kulit hitam, karena itu jugalah ia dikenal sebagai Balck Pimpenel. Ia hidup dalam persembunyian dan hanya bertemu dengan teman-teman politiknya yang paling dekat saja, berpergian ke luar negeri dengan menyamar, muncul di suatu tempat untuk memimpin dan memberi nasihat, lalu menghilang kembali – seperti bunga pimpernel – apa bila upaya untuk mencarinya semakin meningkat.
Pada tahun 1962, Mandela dikhianati oleh seorang informan dan dihukum penjara untuk jangka waktu lima tahun dengan tuduhan keterlibatannya dalam memimpin pemogokan tahun 1961 dan meninggalkan negara secara tidak legal.
Oktober 1963, Mandela diambil dari penjaranya untuk mengertai delapan orang lain, di antaranya Walter sisulu, untuk diadili. Tuduhan kali ini adalah sabotase dan mengadakan makar untuk menggulingkan pemerintahan dengan revolusi dan menolong suatu serangan bersenjata terhadap Afrika Selatan oleh tenaga asing. Untuk itulah Mandela dijatuhi hukuman seumur hidup.
Mula-mula ia dipenjarakan di Pulau Robben di lepas pantai Cape Town. Penjara ini menjadi semacam universitas kebebasan buat orang kulit hitam dengan Mandela sebagai pengajar utma. Di balik jeruji besi, ia antara lain memprovokasi demonstrasi di Soweto pada thun 1976. Sejat saat itu, legenda Mandela semakin meresap di kalangan masyarakat kulit hitam.
Mulai tahun 1982 sampai tahun 1988, Mandela menghuni penjara Pollsmoor. Penjara inipun gagal mengurung cita-citnya, tetapi hanya fisiknya. Para pemimpin dunia yang kagum dengan ketidak-lelahan Mandela menyuarakan hati natuninya dan bangsanya, sering kali mengujungi Pollsmoor.
Di samping sebagai tokoh pejuang politik, ia juga menguatkan diri sebagai tokoh pejuang hak asasi universal. Hal ini membuat pemerintah Afrika Selatan menjadi “ngeri” karena itulah beberapa kali dia ditawarkan kebebasan. Tawaran itu selalu ditolak karena diembel-embeli persyaratan yang merugikan perjuangannya. Persyaratan itu pada peinsipnya mengharuskan Mandela untuk “menjilat ludahnya” kembali. Dia tidak bergeming, bagi dia lebih baik mati di penjara. Justru kematian Mandela di penjara tidak tidak dikehendaki oleh penguasa karena hal ini akan makin menyulut kekerasan.
Sikap ini diambil oleh pemerintah berdasarkan pengalaman masa lampua, di mana pemimpin Black Conciousness Movement, Steve Biko meninggal dalam penjara pada tahun 1977, terjadi protes dan bentrokan bersenjata dengan polisi secara besar-besaran. Bagaimana jika hal ini terjadi dengan Mandela? Jelas Mandela mempunyai kaliber politik yang jauh lebih besar dari pada Biko, maka jika ia mati di dalam penjara akibatnya akan lebih hebat lagi. Jelas pemerintahan tidak menghendaki hal itu terjadi. Mereka lebih baik membebaskan Mandela tetapi dengan persyaratan tertentu.
Untuk itu pada tahun 1985, setelah 22 tahun Mandela disekap dalm penjara dan kekuatan fisiknya muali menurun, Presiden Pieter W. Botha menawarkan pembebasan dengan syarat ia harus mengancam kekerasan. Apa jawabannya?
“Saya tidak mau, dan tidak akan mau untuk selamanya jika saya, anda dan rakyat tidak bebas, sebebas-bebasnya. Kebebasan anda dan kebebasan saya tidak bisa dipisahkan. Saya akan kembali.”
Sebaliknya, Mandela mengajukan syarat pembebasan bagi dirinya sendiri. Ia baru mau bebas dan siap berunding juka dengan pemerintah – untuk membicarkan masalah pembagian kekuasaan – jika larangan atas ANC dan Undang-Undang Darurat yang beralaku sejak tahun 1986 dicabut, serta diberikan amnesty pada semua tahanan politik.
Tuntutan Mendela ini mendapat tanggapan yang serius dari penguasa. Antara lain Botha membebaskan Govan Mbeki, sejawat Mandela. Presiden baru FW de Klerk, pengganti Botha, membebaskan Walter Sisulu pada Oktober 1989. Sebagian tuntutan Mandela telah terpenuhi. Tuntutan lain – baik secara langsung atau tidak – secara bertahap dipenuhi oleh de Klerk.
Sejak pembebasan Sisulu, Mandela diperlakukan sebagai tahanan istimewa. Ia dipindahkan lagi ke penjara Victor Verster di kota Paarl. Khusus untuknya, disediakan sebuah mesin fax, kolam renang, juru masak dan fasilitas istimewa lainnya. Dia diberi hak untuk menerima tamu siapa saja yang diinginkan.
Setalah menjalani hukuman 27 tahun, enam bulan dan enam hari, padatanggal 11 Februari 1990, Nelson Mandela dibebaskan. Pada saat inilah terlihat betapa besarnya dukungan masyrakat Afrika Selatan dan dunia terhadap tokoh legendaris mereka. Pada hari ini juga, ia telah menerima ucapan selamat lebih dari 30 pemimpin negara dan organisai internasional. Barang kali ini merupakan peristiwa suka cita internasional terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah politik perbedaan warna kulit di abad modern. Secara pribadi sebagian kepala negara dan lembaga-lembaga internasional memberikan selamat dan memuji kepemimpinan dan perjuanganya pada saat kunjungan Mandela ke PBB 22 Juni 1990.
_____
*Dr. Beni Bevly holds BA in Political Science, MBA in Marketing, and DBA in Organizational Leadership. He is the founder of Overseas Think Tank for Indonesia.


Hi,
Thanks for contribute to Indonesia. I do really like it and want to see more and more. I do like politic. I got this site throug Billy Jacks that also linked to my site. You can take a look to my site some time at http://www.sermonalive.com, please write me what you think.
David – Medan, Indonesia
David Seragih
4 Jan 08 at 10:57 pm
David, thank you for your nice words. I have read your blog. It is inspiring. Keep writing.
Beni Bevly
9 Jan 08 at 3:31 pm
rois casino online…
Alger unaltered?blinding broaching examiners …
rois casino online
21 Mar 08 at 2:35 am
My programmer is trying to persuade me to move to .net from PHP. I have always disliked the idea because of the costs. But he’s tryiong none the less. I’ve been using WordPress on numerous websites for about a year and am nervous about switching to another platform. I have heard good things about blogengine.net. Is there a way I can import all my wordpress content into it? Any kind of help would be really appreciated!
Kenpo
11 May 11 at 4:11 pm
We wanted to thank you for this interesting I certainly loved each and every tiny bit from it. I have you bookmarked your web site to check out the latest stuff you publish.
seo traffic booster
7 Jun 11 at 6:29 am
Good website! I really love how it is easy on my eyes and the data are well written. I am wondering how I could be notified when a new post has been made. I have subscribed to your feed which must do the trick! Have a nice day!
wp mage monster reviews
2 Jul 11 at 9:07 am
Hi, Good great post, you will find much nice information that I am sure countless guys and gals don’t know. Mesquite Air Conditioning
Mesquite Air Conditioning
14 Aug 11 at 7:39 pm
Appreciate your making the effort go over this, I am strongly concerning this and love learning more about this topic. If you can, as you gain expertise, do you mind updating your website to comprehend information? It is rather a good choice for me.
La Mesa Plumbing
15 Aug 11 at 3:26 am
Good post, I’m sure you might write good post and that i will keep see more post from a blog.
Laguna Niguel Electrical
18 Aug 11 at 9:36 pm
It is an exceptional document, and i also can concur with that which was written here. I will be back to consider much more of your posts soon. Thanks
Los Altos Plumbing
2 Sep 11 at 9:24 pm
Hello could I quote a few of the insight from this entry basically link to you?
Cabinets Encinitas
1 Nov 11 at 8:35 pm
I am trying not to chime in to much, but I’m really loving this site, and hope this, as well as the excellent reviews some other people have written, will help you decide if it’s the right choice for you.
Gregory Despain
17 Dec 11 at 6:53 am
Hello this is somewhat of off topic but I was wanting to know if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding know-how so I wanted to get advice from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!
Cheap Manchester Airport Parking
18 Dec 11 at 7:13 am
Excelente articulo
Alejandro
5 Feb 12 at 7:49 pm
please note, that the function of can result in invalid xhtml in some cases. think i used it in the right way but my result is sth like this:
battlecam
20 Feb 12 at 5:39 pm
Title…
[...]always a massive fan of linking to bloggers that I love but do not get a great deal of link enjoy from[...]…
article directory
29 Dec 12 at 2:10 pm