Archive for January, 2008
MENGHENTIKAN PERDEBATAN KASUS SOEHARTO MELANGGAR SEMANGAT DEMOKRASI
Oleh Beni Bevly
Menanggapi seruan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghentikan silang pendapat kasus Soeharto, paling tidak bisa dilihat dari dua sudut yang berbeda dan bagaimana menyikapinya.
Pertama, silang pendapat di Indonesia sering kali berkembang menjadi konflik dan kekerasan fisik. Kemungkinan seperti ini mungkin bisa terjadi dalam kasus silang pendapat mengenai mantan presiden RI, Soeharto/Suharto. Dari sisi ini, sebagai warga negara yang bertanggung jawab hendaknya peka terhadap potensi ini.
Kedua, di lain pihak, berpendapat, termasuk silang pendapat adalah hal yang inherent dalam masyarakat demokrasi. Oleh karena itu, seruan menghentikan silang pendapat melanggar semangat demokrasi. Sebagai President yang dipilih dalam sistem demokrasi, SBY sepatutnya memberi penjelasan mengenai kemungkinan dampak silang pendapat tentang Soeharto dari berbagai segi dan mengusulkan bagaimana agar silang pendapat tersebut tidak berdampak negatif, jadi bukan hanya sekedar dilihat dari segi melampaui batas kepatutan seperti yang diungkapkan olehnya.
Untuk menyikapi kasus ini, pendekatan yang cukup bijaksana adalah melakukan kontak dengan pihak yang dianggap berpengaruh dalam membuat dan menyebarkan silang pendapat ini. Silang pendapat ini umumnya dilotarkan oleh para politisi, pengamat dan aktivis kemanusiaan, lalu pendapat mereka disebarluaskan oleh berbagai media. Media yang paling besar berpengaruhnya terhadap opini rakyat dan bisa direalisir dengan tindakan adalah telivisi dan koran cetak.
Dengan demikian, agaknya akan lebih efektif jika SBY memfokuskan pemecahan masalah ke pada kedua kelompok ini, yaitu pembuat berita dan penyebar. Tentu saja pendekatan ini bukan berupa larangan untuk menghentikan silang pendapat, tetapi meminta agar hal ini tidak dijadikan provokasi yang bisa menimbulkan kekerasan politik.
_____
Dr. Beni Bevly holds BA in Political Science, MBA in Marketing, and DBA in Organizational Leadership. He is the founder of Overseas Think Tank for Indonesia.
