<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: MENGHENTIKAN PERDEBATAN KASUS SOEHARTO MELANGGAR SEMANGAT DEMOKRASI</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 11:41:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: mobile home insurance</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-11659</link>
		<dc:creator>mobile home insurance</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 22:41:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-11659</guid>
		<description>&lt;strong&gt;mobile home insurance...&lt;/strong&gt;

irritate battlers Bernardine buffoons halters ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>mobile home insurance&#8230;</strong></p>
<p>irritate battlers Bernardine buffoons halters &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-3949</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 01:04:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-3949</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Ahmad&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Anang YB&lt;/strong&gt;, terima kasih untuk berkunjung kembali dan memberi komentar. 

Sebagai ungkapan sopan-santun dan belasungkawa terhadap insan manusia yang meninggal, aku secara pribadi tidak keberatan melihat semua pihak "angkat senjata" untuk sementara. Setelah itu keadilan tetap perlu ditegakkan. Kini masa berkabung telah selesai, maka tidaklah perlu sungkan untuk mengemukakan pendapat kita masing-masing secara dewasa. 

Melihat peta politik yang ada, sampai saat ini kekuatannya masih berada di pihak Almarhum Soeharto. Untuk itu pihak yang hendak mengugat Soeharto dan kroninya akan bekerja lebih gigih. Hal ini jugalah, seperti Anang katakan, membuat SBY tidak mengkutak-katik Soeharto. Agaknya ia sendiripun sulit melepaskan diri dari pengaruh Seoharto.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahmad</strong> dan <strong>Anang YB</strong>, terima kasih untuk berkunjung kembali dan memberi komentar. </p>
<p>Sebagai ungkapan sopan-santun dan belasungkawa terhadap insan manusia yang meninggal, aku secara pribadi tidak keberatan melihat semua pihak &#8220;angkat senjata&#8221; untuk sementara. Setelah itu keadilan tetap perlu ditegakkan. Kini masa berkabung telah selesai, maka tidaklah perlu sungkan untuk mengemukakan pendapat kita masing-masing secara dewasa. </p>
<p>Melihat peta politik yang ada, sampai saat ini kekuatannya masih berada di pihak Almarhum Soeharto. Untuk itu pihak yang hendak mengugat Soeharto dan kroninya akan bekerja lebih gigih. Hal ini jugalah, seperti Anang katakan, membuat SBY tidak mengkutak-katik Soeharto. Agaknya ia sendiripun sulit melepaskan diri dari pengaruh Seoharto.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anang yb</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-3948</link>
		<dc:creator>anang yb</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 23:48:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-3948</guid>
		<description>Bagaimana kalau SBY adalah juga pembuat dan penyebar silang pendapat itu?

Karena silang pendapat mengandaikan adanya polarisasi sikap, dan tidak mungkin SBY tidak bersikap apa-pun. Bahkan andai SBY bersikap 'hentikan' silang pendapat, itu juga menunjukkan bahwa dia berada di satu kutub yang berseberangan dengan orang yang bernafsu memenjarakan Soeharto dkk.

Kenapa SBY menjelang pemilu ini memilih untuk tidak mengutak-atik  kasus Soeharto? Apakah kekuatan Soeharto dkk saat ini telah cukup ampuh untuk dipakai  memperpanjang 'masa kadaluwarsa' SBY?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana kalau SBY adalah juga pembuat dan penyebar silang pendapat itu?</p>
<p>Karena silang pendapat mengandaikan adanya polarisasi sikap, dan tidak mungkin SBY tidak bersikap apa-pun. Bahkan andai SBY bersikap &#8216;hentikan&#8217; silang pendapat, itu juga menunjukkan bahwa dia berada di satu kutub yang berseberangan dengan orang yang bernafsu memenjarakan Soeharto dkk.</p>
<p>Kenapa SBY menjelang pemilu ini memilih untuk tidak mengutak-atik  kasus Soeharto? Apakah kekuatan Soeharto dkk saat ini telah cukup ampuh untuk dipakai  memperpanjang &#8216;masa kadaluwarsa&#8217; SBY?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmad</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-3943</link>
		<dc:creator>ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 20:28:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/01/23/222/#comment-3943</guid>
		<description>Salam.
Hi Mas Beni, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat deh.
Oya, saya setuju sekali bahwa demokrasi mengandung kebebasan untuk bereskpresi. dan perbedaan adalah sebuah keniscayaan, karena rambut boleh sama, tapi pikiran gak bisa seragamkan, apalagi disumbat. penyumbatan terhadap warna warni perspektif adalah bentuk baru dari kediktatoran.
negosiasi dan komunikasi yang terbuka dan sehat perlu dikembangkan. 
barangkali Pak SBY tidak mau pusing melihat berseliweran pendapat yang bersilang-silang. tapi sebagai presiden yang mau maju dan bermartabat, sebaiknya bisa menjaga jarak dirinya dari kekuasaan yang dibangun pak suharto dan kroni-kroninya, sehingga penanganan kasus suharto bisa diseleisaikan secara dewasa dan mandiri. tapi, bebaskah SBY dari pertalian kekuasaan yang pernah dibangun Pak Suharto? 
segitu dulu Mas Beni dari saya. mohon masukan jika ada salah.
ahmad</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam.<br />
Hi Mas Beni, gimana kabarnya? Semoga tetap sehat deh.<br />
Oya, saya setuju sekali bahwa demokrasi mengandung kebebasan untuk bereskpresi. dan perbedaan adalah sebuah keniscayaan, karena rambut boleh sama, tapi pikiran gak bisa seragamkan, apalagi disumbat. penyumbatan terhadap warna warni perspektif adalah bentuk baru dari kediktatoran.<br />
negosiasi dan komunikasi yang terbuka dan sehat perlu dikembangkan.<br />
barangkali Pak SBY tidak mau pusing melihat berseliweran pendapat yang bersilang-silang. tapi sebagai presiden yang mau maju dan bermartabat, sebaiknya bisa menjaga jarak dirinya dari kekuasaan yang dibangun pak suharto dan kroni-kroninya, sehingga penanganan kasus suharto bisa diseleisaikan secara dewasa dan mandiri. tapi, bebaskah SBY dari pertalian kekuasaan yang pernah dibangun Pak Suharto?<br />
segitu dulu Mas Beni dari saya. mohon masukan jika ada salah.<br />
ahmad</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
