<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: MAJALAH TEMPO, PERJAMUAN TERAKHIR dan BERILAH PIPI KIRIMU</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 04:43:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: wasyalom alaihim</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11966</link>
		<dc:creator>wasyalom alaihim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 13:44:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11966</guid>
		<description>Saya terkesan mungkin dibalik gambar ini ada politisasi agama didalamnya. Saya mafhum bahwa "Tempo" dihuni oleh para penganut islam . Tanpa sadar mereka telah menyimpan dendam pada cartoon denmark . Dorongan ini membuat mereka meski tanpa maksud buruk mulanya, terbawa dorongan hati membalas !
Tetapi ketahuilah bahwa bukan dari umat kristen yang membuat kartun penghinaan itu meskipun ia beragama kristen. Sah saja saya berpendapat ini, karena para teroris yang islampun tidak serta merta diakui keislamannya oleh para tokoh pimpinan islam.
Tetapi memang simbolnya ini benar benar "jayus" , karena menyandingkan sosok Suharto dengan Yesus tentu bukan saja salah kaprah tapi salah parah, karena Suharto sendiri adalah seorang muslim yang menggunakan nama Muhammad . Mungkin keluarga dan sanak saudaranya akan mengapresiasi  Tempo sangat tinggi  kalau saja mau membandingkan diri sang bapak dengan Muhammad.
Kita tak boleh menutup mata meskipun ada salahnya, Suharto tetaplah seorang Muslim yang juga naik haji dan juga mengidolakan Muhammad dalam hidupnya. 
Tetapi memang ada keterbatasan karena memang wajah Muhammad tentunya tak pernah ada dalam jurnalistik manapun. Oleh karena itu Muhammad adalah termasuk nama terbanyak yang dipakai oleh umat islam karena gambar itu direkam dalam nama mereka bukan dalam bentuk lukisan . Dalam kekristenan sendiri orang diluar kultur latin dan spanyol, enggan atau merasa tak layak memakai nama Yesus , karena bagi mereka Yesus terlampau agung dan maha suci untuk dipakai namanya bagi hidup mereka, toh mereka juga bisa mengenang nya lewat gambar lukisannya.
Secara psikologis maka peran lukisan tokoh agama adalah untuk pengenangan ( bagi kristen bukan pemujaan ) bahwa Tokoh Yesus yang mereka sanjung memang ada dalam sejarah nyata sebagai manusia real. Jadi seandainya ada protes dari umat kristen, bukanlah secara liar dan berlebihan, tetapi untuk maksud kritik terhadap pemaknaannya yang tidak tepat .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya terkesan mungkin dibalik gambar ini ada politisasi agama didalamnya. Saya mafhum bahwa &#8220;Tempo&#8221; dihuni oleh para penganut islam . Tanpa sadar mereka telah menyimpan dendam pada cartoon denmark . Dorongan ini membuat mereka meski tanpa maksud buruk mulanya, terbawa dorongan hati membalas !<br />
Tetapi ketahuilah bahwa bukan dari umat kristen yang membuat kartun penghinaan itu meskipun ia beragama kristen. Sah saja saya berpendapat ini, karena para teroris yang islampun tidak serta merta diakui keislamannya oleh para tokoh pimpinan islam.<br />
Tetapi memang simbolnya ini benar benar &#8220;jayus&#8221; , karena menyandingkan sosok Suharto dengan Yesus tentu bukan saja salah kaprah tapi salah parah, karena Suharto sendiri adalah seorang muslim yang menggunakan nama Muhammad . Mungkin keluarga dan sanak saudaranya akan mengapresiasi  Tempo sangat tinggi  kalau saja mau membandingkan diri sang bapak dengan Muhammad.<br />
Kita tak boleh menutup mata meskipun ada salahnya, Suharto tetaplah seorang Muslim yang juga naik haji dan juga mengidolakan Muhammad dalam hidupnya.<br />
Tetapi memang ada keterbatasan karena memang wajah Muhammad tentunya tak pernah ada dalam jurnalistik manapun. Oleh karena itu Muhammad adalah termasuk nama terbanyak yang dipakai oleh umat islam karena gambar itu direkam dalam nama mereka bukan dalam bentuk lukisan . Dalam kekristenan sendiri orang diluar kultur latin dan spanyol, enggan atau merasa tak layak memakai nama Yesus , karena bagi mereka Yesus terlampau agung dan maha suci untuk dipakai namanya bagi hidup mereka, toh mereka juga bisa mengenang nya lewat gambar lukisannya.<br />
Secara psikologis maka peran lukisan tokoh agama adalah untuk pengenangan ( bagi kristen bukan pemujaan ) bahwa Tokoh Yesus yang mereka sanjung memang ada dalam sejarah nyata sebagai manusia real. Jadi seandainya ada protes dari umat kristen, bukanlah secara liar dan berlebihan, tetapi untuk maksud kritik terhadap pemaknaannya yang tidak tepat .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mr. Nunuhitu</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11722</link>
		<dc:creator>Mr. Nunuhitu</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 08:09:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11722</guid>
		<description>ORANG-ORANG TEMPO SANGAT KREATIF. SESUATU YANG TIDAK PERNAH DIBAYANGKAN KETIKA TEMPO MENGANALOGIKAN ANTARA KEMATIAN SOEHARTO DENGAN PERJAMUAN TERAKHIRNYA YESUS KRISTUS.

SAYA TIDAK SERTA - MERTA MENYALAHKAN TEMPO KARENA KREATIFITAS YANG BRILIANT INI. PERTIMBANGAN SAYA SEDARHANA SAJA. KALAU SOEHARTO DIANGGAP TIDAK PANTAS DISANDINGKAN DENGAN YESUS PADA MALAM PERJAMUAN TERAKHIR MAKA LEBIH TIDAK PANTAS LAGI YUDAS ISKARIOT BERGABUNG DENGAN YESUS PADA MALAM PERJAMUAN YESUS ITU. DENGAN KATA LAIN, KARENA YUDAS ADALAH PENDOSA (MENGKHIANATI YESUS) MAKA SEBAIKNYA KITA KELUARKAN SAJA DARI GAMBAR MALAM PERKAMUAN TERAKHIR YANG DIBUAT OLEH  DA VINCI SUPAYA KITA HANYA MENANGKAP KESAN YANG SUCI, YANG BAIK, YANG KUDUS SAJA. PADA HAL YESUS MATI BUKAN UNTUK ORANG YANG SUCI (YANG TIDAK BUTUH PERTOBATAN) TETAPI IA DATANG UNTUK MENYELAMATKAN SOEHARTO JUGA (TERKECUALI NABI ISA SUDAH DIHAPUS DARI AL QURAN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ORANG-ORANG TEMPO SANGAT KREATIF. SESUATU YANG TIDAK PERNAH DIBAYANGKAN KETIKA TEMPO MENGANALOGIKAN ANTARA KEMATIAN SOEHARTO DENGAN PERJAMUAN TERAKHIRNYA YESUS KRISTUS.</p>
<p>SAYA TIDAK SERTA - MERTA MENYALAHKAN TEMPO KARENA KREATIFITAS YANG BRILIANT INI. PERTIMBANGAN SAYA SEDARHANA SAJA. KALAU SOEHARTO DIANGGAP TIDAK PANTAS DISANDINGKAN DENGAN YESUS PADA MALAM PERJAMUAN TERAKHIR MAKA LEBIH TIDAK PANTAS LAGI YUDAS ISKARIOT BERGABUNG DENGAN YESUS PADA MALAM PERJAMUAN YESUS ITU. DENGAN KATA LAIN, KARENA YUDAS ADALAH PENDOSA (MENGKHIANATI YESUS) MAKA SEBAIKNYA KITA KELUARKAN SAJA DARI GAMBAR MALAM PERKAMUAN TERAKHIR YANG DIBUAT OLEH  DA VINCI SUPAYA KITA HANYA MENANGKAP KESAN YANG SUCI, YANG BAIK, YANG KUDUS SAJA. PADA HAL YESUS MATI BUKAN UNTUK ORANG YANG SUCI (YANG TIDAK BUTUH PERTOBATAN) TETAPI IA DATANG UNTUK MENYELAMATKAN SOEHARTO JUGA (TERKECUALI NABI ISA SUDAH DIHAPUS DARI AL QURAN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mr.Nunusaku</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11578</link>
		<dc:creator>Mr.Nunusaku</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 06:28:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11578</guid>
		<description>YA BAPA AMPUNILAH MEREKA, KARENA MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA LAKUKAN....AMIN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>YA BAPA AMPUNILAH MEREKA, KARENA MEREKA TIDAK TAHU APA YANG MEREKA LAKUKAN&#8230;.AMIN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: onyis nade</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11458</link>
		<dc:creator>onyis nade</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 13:16:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11458</guid>
		<description>Bravo untuk Tjwan Bing juga, memang kalau cuman ngomong, maki maki tapi tanpa alasan logis dan cuman mau "memaksakan" pikirannya itu paling gampang. Tidak suka bahkan benci boleh boleh aja sama Kekristenan sama Yesus Kristus tapi cuman sekedar teriak teriak dan maki maki sih jelas bukan cuman oon tapi ....; mengatakan ini salah itu sesat tapi bersandar hanya pada pikiran sendiri atau kata ini kata itu ibarat bersandar pada dinding kertas yang kena angin sedikit aja sudah roboh. Mending gitu gitu tidak usah terlalu ditanggapi percuma cuman bikin capek seperti bicara sama batu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bravo untuk Tjwan Bing juga, memang kalau cuman ngomong, maki maki tapi tanpa alasan logis dan cuman mau &#8220;memaksakan&#8221; pikirannya itu paling gampang. Tidak suka bahkan benci boleh boleh aja sama Kekristenan sama Yesus Kristus tapi cuman sekedar teriak teriak dan maki maki sih jelas bukan cuman oon tapi &#8230;.; mengatakan ini salah itu sesat tapi bersandar hanya pada pikiran sendiri atau kata ini kata itu ibarat bersandar pada dinding kertas yang kena angin sedikit aja sudah roboh. Mending gitu gitu tidak usah terlalu ditanggapi percuma cuman bikin capek seperti bicara sama batu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tjwan Bing</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11376</link>
		<dc:creator>Tjwan Bing</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 05:47:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-11376</guid>
		<description>"Igauan....yg bernick Karl Max" (sedikit comment)

Untuk seseorang (mestinya orang...kan ya ? bukan "orang" toh hehehe...). Memang Alm.Karl Marx yang aseli lebih briliant dari anda. Anda payah ! Pandangan anda provokatif ! Tidak akan laku Coy ...! di kalangan Kristiani (Katolik/Protestan). Soal Leonardo da Vinci,....jangan ngarang cerita ah.....Tunjukkan sumber Acuan anda. Jangan ASBUN (Asal Bunyi....). Klik dong di WIKIPEDIA. Pembaca blog ini kan bukan orang maaf...OON... seperti anda....yang bisanya menyebar kebencian. Nggak MEMPAN...hehehe "kompor" loe.. Asal ente tau ya Xis, Leonardo da Vinci wafat di Clos Luce 2 Mei 1519 dan dimakamkan di Kapel St.Huber, kastel Ambroise (Prancis).

Setiap orang dalam hidup ada jatuh-bangun, ada melenceng-lurus....itu kan perjalanan manusia...juga peradaban" (termasuk agama apapun) Coy.... Jadi kalau ente Xis....kerjaannya cuma meneropong "kejelekan/kekurangan"...ya dimana-mana ada... Di agama manapun, di partai manapun ada ! Termasuk partai komunis  toh Coy...hehehe. Jadi gak usah njelek-jelekin GEREJA. Ente gak suka, gak apa2 ...tapi gak usah bikin Fitnah dan menjelekkan....

Protes terhadap "cover" MBM Tempo, saya kira sangat tepat, dan tidak berlebihan, dan jelas dilakukan dengan DAMAI. Buktinya Red.Tempo-pun minta maaf. Masih banyak rekan Kristiani yang tidak merasa terusik. Silakan. Itu hak mereka. saya hormati. Tetapi kita sama-sama tahu lukisan itu didasari oleh episode Perjamuan Terakhir dalam Injil Yohanes. Mememoriakan malam perpisahan Yesus dengan para murid. Episode itu yang kemudian dilestarikan sebagai Ibadat ekaristi (eucharist)dalam Katolik. 

Faktanya, copy lukisan/gambar Perjamuan Terakhir dengan berbagai model dan mutu itu juga menempati tempat kedua atau ketiga dalam sanubari umumnya umat Kristiani/Katolik setelah Salib - Bunda Maria &#38; Kanak-kanak Yesus. Kita bukan memberhalakan, tetapi mememoriakan episode Yesus Kristus.Jadi komentar-komentar lukisan perjamuan terakhir itu bukan simbol resmi Gereja, atau tidak ada keputusan Gereja ttg hal itu..... wah maaf .....ya itu pendapat Katrok ! Lho ini rasa nurani umat koq sebagai manifestasi kesadaran keberimanannya......

Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Besar tak terjangkau/tak terpahami sepenuhnya  oleh gapaian kerinduan  manusia yang kecil ini. Melalui seni, baik lukisan - musik - nyanyian - seni gerak/tari/simbol/patung/arsitektur bangunan dsbnya itulah kerinduan manusia menyentuh mesra Yang Illahi.

Hidup dalam kebebasan menuju kehidupan yang adil-beradab, justru mengundang kita untuk berlaku fair....ikut menghargai apa yang dihargai oleh kelompok lain....betapun kecilnya kelompok itu. Apa susahnya sih menghargai dengan tulus hati ? 

Kebebasan liberal Barat harus dikritisi ! Bukan cuma difotocopy. Eclectik-lah. Ambil yang positif bagi kita, jangan ambil kebiasaan "yang serba boleh", kebiasaan "memparodikan yang tidak perlu"...yang justru menyinggung perasaaan orang. Ingat kita sangat bhineka, penuh kesenjangan....Pers bebas harus sadar itu.....jadilah media yang mempersatukan dengan tetap memegang teguh fakta dan etika.   Bravo MBM Tempo!  Bravo Pengritik Tempo ! Terima kasih Anda para pengritik sudah MELURUSKAN KEBEBASAN PERS INDONESIA.   HaI yaaa,,. kamsia-lah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Igauan&#8230;.yg bernick Karl Max&#8221; (sedikit comment)</p>
<p>Untuk seseorang (mestinya orang&#8230;kan ya ? bukan &#8220;orang&#8221; toh hehehe&#8230;). Memang Alm.Karl Marx yang aseli lebih briliant dari anda. Anda payah ! Pandangan anda provokatif ! Tidak akan laku Coy &#8230;! di kalangan Kristiani (Katolik/Protestan). Soal Leonardo da Vinci,&#8230;.jangan ngarang cerita ah&#8230;..Tunjukkan sumber Acuan anda. Jangan ASBUN (Asal Bunyi&#8230;.). Klik dong di WIKIPEDIA. Pembaca blog ini kan bukan orang maaf&#8230;OON&#8230; seperti anda&#8230;.yang bisanya menyebar kebencian. Nggak MEMPAN&#8230;hehehe &#8220;kompor&#8221; loe.. Asal ente tau ya Xis, Leonardo da Vinci wafat di Clos Luce 2 Mei 1519 dan dimakamkan di Kapel St.Huber, kastel Ambroise (Prancis).</p>
<p>Setiap orang dalam hidup ada jatuh-bangun, ada melenceng-lurus&#8230;.itu kan perjalanan manusia&#8230;juga peradaban&#8221; (termasuk agama apapun) Coy&#8230;. Jadi kalau ente Xis&#8230;.kerjaannya cuma meneropong &#8220;kejelekan/kekurangan&#8221;&#8230;ya dimana-mana ada&#8230; Di agama manapun, di partai manapun ada ! Termasuk partai komunis  toh Coy&#8230;hehehe. Jadi gak usah njelek-jelekin GEREJA. Ente gak suka, gak apa2 &#8230;tapi gak usah bikin Fitnah dan menjelekkan&#8230;.</p>
<p>Protes terhadap &#8220;cover&#8221; MBM Tempo, saya kira sangat tepat, dan tidak berlebihan, dan jelas dilakukan dengan DAMAI. Buktinya Red.Tempo-pun minta maaf. Masih banyak rekan Kristiani yang tidak merasa terusik. Silakan. Itu hak mereka. saya hormati. Tetapi kita sama-sama tahu lukisan itu didasari oleh episode Perjamuan Terakhir dalam Injil Yohanes. Mememoriakan malam perpisahan Yesus dengan para murid. Episode itu yang kemudian dilestarikan sebagai Ibadat ekaristi (eucharist)dalam Katolik. </p>
<p>Faktanya, copy lukisan/gambar Perjamuan Terakhir dengan berbagai model dan mutu itu juga menempati tempat kedua atau ketiga dalam sanubari umumnya umat Kristiani/Katolik setelah Salib - Bunda Maria &amp; Kanak-kanak Yesus. Kita bukan memberhalakan, tetapi mememoriakan episode Yesus Kristus.Jadi komentar-komentar lukisan perjamuan terakhir itu bukan simbol resmi Gereja, atau tidak ada keputusan Gereja ttg hal itu&#8230;.. wah maaf &#8230;..ya itu pendapat Katrok ! Lho ini rasa nurani umat koq sebagai manifestasi kesadaran keberimanannya&#8230;&#8230;</p>
<p>Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Besar tak terjangkau/tak terpahami sepenuhnya  oleh gapaian kerinduan  manusia yang kecil ini. Melalui seni, baik lukisan - musik - nyanyian - seni gerak/tari/simbol/patung/arsitektur bangunan dsbnya itulah kerinduan manusia menyentuh mesra Yang Illahi.</p>
<p>Hidup dalam kebebasan menuju kehidupan yang adil-beradab, justru mengundang kita untuk berlaku fair&#8230;.ikut menghargai apa yang dihargai oleh kelompok lain&#8230;.betapun kecilnya kelompok itu. Apa susahnya sih menghargai dengan tulus hati ? </p>
<p>Kebebasan liberal Barat harus dikritisi ! Bukan cuma difotocopy. Eclectik-lah. Ambil yang positif bagi kita, jangan ambil kebiasaan &#8220;yang serba boleh&#8221;, kebiasaan &#8220;memparodikan yang tidak perlu&#8221;&#8230;yang justru menyinggung perasaaan orang. Ingat kita sangat bhineka, penuh kesenjangan&#8230;.Pers bebas harus sadar itu&#8230;..jadilah media yang mempersatukan dengan tetap memegang teguh fakta dan etika.   Bravo MBM Tempo!  Bravo Pengritik Tempo ! Terima kasih Anda para pengritik sudah MELURUSKAN KEBEBASAN PERS INDONESIA.   HaI yaaa,,. kamsia-lah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: onyis nade</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-10107</link>
		<dc:creator>onyis nade</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 06:21:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-10107</guid>
		<description>Orang Kristen saya pikir wajar jika menyuarakan keprihatinan atau protesnya. Memang gambar Perjamuan terakhir bukanlah sesuatu yang sakral, namun tema gambar itu merupakan inti dari Kekristenan karena menyangkut Yesus Pribadi Kedua Tuhan yang Esa. Di tengah hiruk pikuk pelecehan terhadap Yesus maupun Kekristenan seperti gambar, film, buku buku dll yang sebagian besar bukan orang Kristen. Maka motivasi dari semua itu jelas untuk menggoncangkan iman Kekristenan bukan ? Jaadi jika "sebagian" orang Kristen merasa terpanggil untuk meng"counter" hal tersebut ( tentunya bukan dengan kekerasan ) bukankah ini baik, apalagi jika penyelesaiannya pun baik juga ini akan sangat menyegarkan dan memberikan "proklamasi" iman melalui perbuatan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang Kristen saya pikir wajar jika menyuarakan keprihatinan atau protesnya. Memang gambar Perjamuan terakhir bukanlah sesuatu yang sakral, namun tema gambar itu merupakan inti dari Kekristenan karena menyangkut Yesus Pribadi Kedua Tuhan yang Esa. Di tengah hiruk pikuk pelecehan terhadap Yesus maupun Kekristenan seperti gambar, film, buku buku dll yang sebagian besar bukan orang Kristen. Maka motivasi dari semua itu jelas untuk menggoncangkan iman Kekristenan bukan ? Jaadi jika &#8220;sebagian&#8221; orang Kristen merasa terpanggil untuk meng&#8221;counter&#8221; hal tersebut ( tentunya bukan dengan kekerasan ) bukankah ini baik, apalagi jika penyelesaiannya pun baik juga ini akan sangat menyegarkan dan memberikan &#8220;proklamasi&#8221; iman melalui perbuatan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Siti Lugas Jenar</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-9555</link>
		<dc:creator>Siti Lugas Jenar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 04:42:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-9555</guid>
		<description>Ini masalah perasaan dan tenggang rasa, bukan masalah picik atau berwawasan, benar atau salah apalagi agamaku atau agamamu.Sebagai bukan muslim saya tidak memiliki keberatan jika nabi Muhammad digambar entah bagus atau jelek tapi saya tidak akan mengapresiasi tindakan yang menyakiti teman-teman muslim saya, kalaupun saya melihat gambar itu akan saya lihat dengan rasa sedih "kok tega ya?"
Salut atas ke legawa-an Tempo untuk meminta maaf, entah perlu entah tidak, salut juga perwakilan umat untuk memaafkan, entah perlu entah tidak, Anda orang-orang terhormat karena mau dan mampu saling menenggang rasa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini masalah perasaan dan tenggang rasa, bukan masalah picik atau berwawasan, benar atau salah apalagi agamaku atau agamamu.Sebagai bukan muslim saya tidak memiliki keberatan jika nabi Muhammad digambar entah bagus atau jelek tapi saya tidak akan mengapresiasi tindakan yang menyakiti teman-teman muslim saya, kalaupun saya melihat gambar itu akan saya lihat dengan rasa sedih &#8220;kok tega ya?&#8221;<br />
Salut atas ke legawa-an Tempo untuk meminta maaf, entah perlu entah tidak, salut juga perwakilan umat untuk memaafkan, entah perlu entah tidak, Anda orang-orang terhormat karena mau dan mampu saling menenggang rasa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Elisabeth</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-8016</link>
		<dc:creator>Elisabeth</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 06:41:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-8016</guid>
		<description>Pujian atau cemoohan orang,tidak akan mengurangi atau menambah kemuliaan-Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pujian atau cemoohan orang,tidak akan mengurangi atau menambah kemuliaan-Nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: stefan fadly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-4645</link>
		<dc:creator>stefan fadly</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 15:05:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-4645</guid>
		<description>ketika ada ekspresi seni yang berkarakter cemoohan terhadap identitas keagamaan tertentu, pada saat itu sang penganut mencoba "menghegemonikan militansi dan intimitasnya pada keberagamaan itu. Walau hegemoni dibangun atas dasar sesal sambil kelu lirih "kog repot amat sih dengan agamaku?". saya begitu bangga pada permintaan maaf PIMRED Tempo dan ajakan bijak dan inklusif dari Gunawan Muhamad "Tokoh Yang saya sangat kagumi". Dalam kebanggaan atas ajakan Gunawan Muhamad itu saya mempunyai refleksi atas doa Yesus Sendiri "ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu akan apa yang mereka buat". Mengampuni bukan persoalan hegemoni tetapi ketulusan, maka saya lebih bangga pada ketulusan TEMPO....Pax In Vobiscum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika ada ekspresi seni yang berkarakter cemoohan terhadap identitas keagamaan tertentu, pada saat itu sang penganut mencoba &#8220;menghegemonikan militansi dan intimitasnya pada keberagamaan itu. Walau hegemoni dibangun atas dasar sesal sambil kelu lirih &#8220;kog repot amat sih dengan agamaku?&#8221;. saya begitu bangga pada permintaan maaf PIMRED Tempo dan ajakan bijak dan inklusif dari Gunawan Muhamad &#8220;Tokoh Yang saya sangat kagumi&#8221;. Dalam kebanggaan atas ajakan Gunawan Muhamad itu saya mempunyai refleksi atas doa Yesus Sendiri &#8220;ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu akan apa yang mereka buat&#8221;. Mengampuni bukan persoalan hegemoni tetapi ketulusan, maka saya lebih bangga pada ketulusan TEMPO&#8230;.Pax In Vobiscum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rima fauzi</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-4540</link>
		<dc:creator>rima fauzi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 22:43:28 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/06/majalah-tempo-dan-perjamuan-terakhirnya/#comment-4540</guid>
		<description>Yes I agree with Therry, it's just a picture. It's not in most Christian's nature or culture to fuss over petty things like this when we have huge problems in our country. Christians by nature are peaceful and widely belief that God does not need human protection. We do not need to defend God's honor by protesting pictures like this or comments - however vulgar or ignorant - about God because He is the Almighty. 

Everytime something like this happens, i ask my self, What Would Jesus Do? so WWJD has helped me a lot in my adult life and taught me to be quite a patient person. This is what I love about His teaching.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yes I agree with Therry, it&#8217;s just a picture. It&#8217;s not in most Christian&#8217;s nature or culture to fuss over petty things like this when we have huge problems in our country. Christians by nature are peaceful and widely belief that God does not need human protection. We do not need to defend God&#8217;s honor by protesting pictures like this or comments - however vulgar or ignorant - about God because He is the Almighty. </p>
<p>Everytime something like this happens, i ask my self, What Would Jesus Do? so WWJD has helped me a lot in my adult life and taught me to be quite a patient person. This is what I love about His teaching.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
