<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: KEPERGIAN SOEHARTO TINGGALKAN KONTROVERSI</title>
	<atom:link href="http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 13:39:58 -0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: saheri sujiman</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/comment-page-1/#comment-10123</link>
		<dc:creator>saheri sujiman</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 02:13:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/#comment-10123</guid>
		<description>ada salah dan ada benarnya, waktu jaman itu menodong rakyat bisa dapat sekarat, sekarng ah terserahlah. Dulu malam hari masih berani jalan dari medan ke padang sekarang garong menghadang. Dulu harga beras gampang dicapai sekalipun kerja hanya buruh kasar, dulu pertanian menyerap tenaga kerja sehingga banyak anak muda memilih bertani, sekarang maludong karena banyak miskinnya. Dulu malaysia tak berani mencoba ilmu silat sekarang pulau sempadan udah di sikat. Kalau dulu ada yang mati sekarng juga didesa banyak kelaparan dan mati kekurangan gizi, ah masa bodolah. Untuk apa kita merdeka kalau cuma untuk ribut terus yang untung para politikus dan mereka yang pingin jadi kaya karena dianggap pahlawan, emangnya lu pikiran rakyat yang kelaparan. Apalu pikir lubisa cari nasi dan kasi makan anak bini jika sudah demokrasi, ah saya masih belum percayo, apa pula politikus dulu bisa perjuangankan rakyat kalau  mmenang ah ambo gak percayo, semua ngomong seperti mas rais sajo mana mas amin dan mas gusdur, dan mbak mego ternyata sama bae dengan mas BY. Nantilah kalau kita sudah sejahtera baru ngomong lagi sayonara</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada salah dan ada benarnya, waktu jaman itu menodong rakyat bisa dapat sekarat, sekarng ah terserahlah. Dulu malam hari masih berani jalan dari medan ke padang sekarang garong menghadang. Dulu harga beras gampang dicapai sekalipun kerja hanya buruh kasar, dulu pertanian menyerap tenaga kerja sehingga banyak anak muda memilih bertani, sekarang maludong karena banyak miskinnya. Dulu malaysia tak berani mencoba ilmu silat sekarang pulau sempadan udah di sikat. Kalau dulu ada yang mati sekarng juga didesa banyak kelaparan dan mati kekurangan gizi, ah masa bodolah. Untuk apa kita merdeka kalau cuma untuk ribut terus yang untung para politikus dan mereka yang pingin jadi kaya karena dianggap pahlawan, emangnya lu pikiran rakyat yang kelaparan. Apalu pikir lubisa cari nasi dan kasi makan anak bini jika sudah demokrasi, ah saya masih belum percayo, apa pula politikus dulu bisa perjuangankan rakyat kalau  mmenang ah ambo gak percayo, semua ngomong seperti mas rais sajo mana mas amin dan mas gusdur, dan mbak mego ternyata sama bae dengan mas BY. Nantilah kalau kita sudah sejahtera baru ngomong lagi sayonara</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rima fauzi</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/comment-page-1/#comment-4481</link>
		<dc:creator>rima fauzi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 10:59:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/#comment-4481</guid>
		<description>kesalahan suharto: dia adalah manusia yang manusiawi. ada sisi buruk maupun baik. 

kesalahan rakyat indonesia: menuntut pemimpin untuk menjadi sosok mirip malaikat, yang luput dari kesalahan dan harus mampu menyenangkan semua pihak.

yes he was corrupt, yes he did some unimaginable things that led to thousands of deaths. but he also made sure that there was food on most tables of the millions of the indonesian people. welfare for all was something that he wanted to achieve.

we were once the tiger of asia - during his reign, which proves that he must&#039;ve done something right. 
now, what are we?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kesalahan suharto: dia adalah manusia yang manusiawi. ada sisi buruk maupun baik. </p>
<p>kesalahan rakyat indonesia: menuntut pemimpin untuk menjadi sosok mirip malaikat, yang luput dari kesalahan dan harus mampu menyenangkan semua pihak.</p>
<p>yes he was corrupt, yes he did some unimaginable things that led to thousands of deaths. but he also made sure that there was food on most tables of the millions of the indonesian people. welfare for all was something that he wanted to achieve.</p>
<p>we were once the tiger of asia &#8211; during his reign, which proves that he must&#8217;ve done something right.<br />
now, what are we?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: FORAS(FORUM ANTI SOEHARTO)</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/comment-page-1/#comment-4349</link>
		<dc:creator>FORAS(FORUM ANTI SOEHARTO)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 12:59:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/#comment-4349</guid>
		<description>SAMPAI KIAMAT PUN TAK LAYAK SOEHARTO DI KASIH TANDA PAHLAWAN NASIONAL,BIARLAH MULUT-MULUT KORBANNYA SUDAH CUKUP UNTUK MENERIMA KEJAHATANNYA,CUKUP....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SAMPAI KIAMAT PUN TAK LAYAK SOEHARTO DI KASIH TANDA PAHLAWAN NASIONAL,BIARLAH MULUT-MULUT KORBANNYA SUDAH CUKUP UNTUK MENERIMA KEJAHATANNYA,CUKUP&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/comment-page-1/#comment-4246</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 19:39:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/#comment-4246</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Ahmad&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Dezed&lt;/strong&gt;, komentar kalian berdua mencerminkan kedewasaan berpikir. 

Di dalam artikel ini, saya menampilkan dua sisi secara proporsional agar pembaca/khalayak ramai bisa menilai dan mengambil sikap tentang perdebatan Soeharto.

Terima kasih untuk komentar Ahmad dan Dezed.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ahmad</strong> dan <strong>Dezed</strong>, komentar kalian berdua mencerminkan kedewasaan berpikir. </p>
<p>Di dalam artikel ini, saya menampilkan dua sisi secara proporsional agar pembaca/khalayak ramai bisa menilai dan mengambil sikap tentang perdebatan Soeharto.</p>
<p>Terima kasih untuk komentar Ahmad dan Dezed.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dezed</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/comment-page-1/#comment-4245</link>
		<dc:creator>dezed</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 19:24:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/#comment-4245</guid>
		<description>Kondisi yang memprihatinkan. Ketika rakyat lelah didera berbagai kesulitan hanya disodori polemik-polemik serta teori-teori yang hasilnya belum tentu bisa dirasakan rakyat.
Disaat era kebebasan untuk berbicara, mestinya disadari dan didasari tendensi nilai yang pada akhirnya mengimbas pada masyarakat. Bagaimanapun kebebasan itu terbatas dan seharusnya menghargai serta mengacu pada tatanan yang belaku.
Mengenai pemberian gelar pada Pak Suharto, kepada pihak yang bekompeten semoga dengan hati dan pikiran yang jernih bisa berdiri dengan netralitas bisa mengatakan yang benar adalah benar yang salah adalah salah, sehingga bisa menjunjung nilai-nilai yang menjadi panutan rakyat dan mengambil pelajaran dari kesalahan sejarah masa lalu. Pada akhirnya bisa ditarik kesimpulan pada kebenaran hakiki yang menjunjung tinggi nilai luhur yang berorientasi pada cita-cita bangsa dan rakyat akan jelas berpijak melangkah meniti jalan hidupnya. Semoga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi yang memprihatinkan. Ketika rakyat lelah didera berbagai kesulitan hanya disodori polemik-polemik serta teori-teori yang hasilnya belum tentu bisa dirasakan rakyat.<br />
Disaat era kebebasan untuk berbicara, mestinya disadari dan didasari tendensi nilai yang pada akhirnya mengimbas pada masyarakat. Bagaimanapun kebebasan itu terbatas dan seharusnya menghargai serta mengacu pada tatanan yang belaku.<br />
Mengenai pemberian gelar pada Pak Suharto, kepada pihak yang bekompeten semoga dengan hati dan pikiran yang jernih bisa berdiri dengan netralitas bisa mengatakan yang benar adalah benar yang salah adalah salah, sehingga bisa menjunjung nilai-nilai yang menjadi panutan rakyat dan mengambil pelajaran dari kesalahan sejarah masa lalu. Pada akhirnya bisa ditarik kesimpulan pada kebenaran hakiki yang menjunjung tinggi nilai luhur yang berorientasi pada cita-cita bangsa dan rakyat akan jelas berpijak melangkah meniti jalan hidupnya. Semoga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmad</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/comment-page-1/#comment-4244</link>
		<dc:creator>ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 19:19:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/02/14/kepergian-soeharto-tinggalkan-kontroversi/#comment-4244</guid>
		<description>Salam.
wah menarik sekali nampaknya dengan postingan seperti itu. sebuah postingan yang berusaha menejelaskan peta politik berkaitan dengan gelar yang semestinya disematkan kepada suharto setelah kepergiannya. Memang patut dipertanyakan, apakah benar-benar pahlawan atau malah sebaliknya.
Tapi saya pikir kenapa yang merasa diuntungkan bersikeras untuk mempertahankan kepahlawanan suharto jika ternyata pada sisi lain justru ternyata korup yang menyengsarakan rakyat banyak.
Saya melihat bahwa pengaruh suharto hingga kini masih saja kuat. Tapi meskipun demikian, demi kebenaran, kejahatan tetap harus dituntut secara hukum. bukankah sejatinya hukum itu berlaku sama saja buat semua orang, tak terkecuali pembuat hukum itu sendiri.
Saya rasa, memang pembeberan kebenaran dan fakta ini sangat ditakui sekali. ketika ada upaya membuka tabir korupsi di zaman suharto, berarti juga menguak mata rantai korupsi yang luas dan menyangkut orang-orang kuat. pada tahap inilah kemudian upaya-upaya pengusutan tersebut senantiasa dihalang-halangi.
sekian. ahmad.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam.<br />
wah menarik sekali nampaknya dengan postingan seperti itu. sebuah postingan yang berusaha menejelaskan peta politik berkaitan dengan gelar yang semestinya disematkan kepada suharto setelah kepergiannya. Memang patut dipertanyakan, apakah benar-benar pahlawan atau malah sebaliknya.<br />
Tapi saya pikir kenapa yang merasa diuntungkan bersikeras untuk mempertahankan kepahlawanan suharto jika ternyata pada sisi lain justru ternyata korup yang menyengsarakan rakyat banyak.<br />
Saya melihat bahwa pengaruh suharto hingga kini masih saja kuat. Tapi meskipun demikian, demi kebenaran, kejahatan tetap harus dituntut secara hukum. bukankah sejatinya hukum itu berlaku sama saja buat semua orang, tak terkecuali pembuat hukum itu sendiri.<br />
Saya rasa, memang pembeberan kebenaran dan fakta ini sangat ditakui sekali. ketika ada upaya membuka tabir korupsi di zaman suharto, berarti juga menguak mata rantai korupsi yang luas dan menyangkut orang-orang kuat. pada tahap inilah kemudian upaya-upaya pengusutan tersebut senantiasa dihalang-halangi.<br />
sekian. ahmad.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
