<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Air Mata Kami Belum Kering</title>
	<atom:link href="http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 16:03:23 -0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ALI ZAMZAMI HARUN</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/comment-page-1/#comment-11993</link>
		<dc:creator>ALI ZAMZAMI HARUN</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 06:43:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/#comment-11993</guid>
		<description>kami dari masyarakat korban pelanggaran ham aceh sangat mendukung upaya dan usaha daripada korban kerusuhan mei 98 untuk mendapatkan keadilan, kita para korban kebjakan dan kebiadaban negara harus bersatu untuk melawan kezaliman dan impunitas, kebenaran harus diperjuangkan dan merebut keadilan, tidak ada kata menyerah sampai titik darah yang terakhir. selagi hayat masih dikandung badan, selagi darah masih mengalir dan selama kebenaran dan keadilan belum kita dapatkan, hanya ada satu kata LAWAN.....................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kami dari masyarakat korban pelanggaran ham aceh sangat mendukung upaya dan usaha daripada korban kerusuhan mei 98 untuk mendapatkan keadilan, kita para korban kebjakan dan kebiadaban negara harus bersatu untuk melawan kezaliman dan impunitas, kebenaran harus diperjuangkan dan merebut keadilan, tidak ada kata menyerah sampai titik darah yang terakhir. selagi hayat masih dikandung badan, selagi darah masih mengalir dan selama kebenaran dan keadilan belum kita dapatkan, hanya ada satu kata LAWAN&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mutiara Andalas</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/comment-page-1/#comment-11636</link>
		<dc:creator>Mutiara Andalas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 03:27:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/#comment-11636</guid>
		<description>Anang dan Dy,
terima kasih atas tanggapannya. Menyitir Elie Wiesel, korban tinggal angka, bayang-bayang masa lalu yang tersisa dalam ingatan  korban yang makin menua. Tragedi kemanusiaan ini telah mengalami mutasi dari persoalan kemanusiaan bersama menjadi sekedar persoalan kemanusiaan korban. Sangat menyedihkan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anang dan Dy,<br />
terima kasih atas tanggapannya. Menyitir Elie Wiesel, korban tinggal angka, bayang-bayang masa lalu yang tersisa dalam ingatan  korban yang makin menua. Tragedi kemanusiaan ini telah mengalami mutasi dari persoalan kemanusiaan bersama menjadi sekedar persoalan kemanusiaan korban. Sangat menyedihkan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dy</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/comment-page-1/#comment-11584</link>
		<dc:creator>Dy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 15:39:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/#comment-11584</guid>
		<description>Tidak terasa telah 10 tahun berlalu.... Apakah buku sejarah sudah mengukir kebenaran atau hanya kebohongan? Semata-mata bertujuan untuk memperindah lembaran-lembaran sejarah Indonesia tercinta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak terasa telah 10 tahun berlalu&#8230;. Apakah buku sejarah sudah mengukir kebenaran atau hanya kebohongan? Semata-mata bertujuan untuk memperindah lembaran-lembaran sejarah Indonesia tercinta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anang, yb</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/comment-page-1/#comment-11528</link>
		<dc:creator>Anang, yb</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 07:53:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/04/04/air-mata-kami-belum-kering-oleh-mutiara-andalas/#comment-11528</guid>
		<description>&lt;i&gt;Negara menempatkan korban sebagai catatan kaki sejarah Indonesia&lt;/i&gt;

Sebagai catatan kaki artinya, menempatkannya sekadar anak kalimat, meletakknya pada urutan terbawah, dengan ukuran font lebih kecil dan berjejal, dan pastinya bisa diabaikan andai sudah merasa tahu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><i>Negara menempatkan korban sebagai catatan kaki sejarah Indonesia</i></p>
<p>Sebagai catatan kaki artinya, menempatkannya sekadar anak kalimat, meletakknya pada urutan terbawah, dengan ukuran font lebih kecil dan berjejal, dan pastinya bisa diabaikan andai sudah merasa tahu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
