<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: AKU ORANG CINA?</title>
	<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/</link>
	<description>facilitating intellectuals to contribute to indonesia</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 04:20:24 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Kenken</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-12146</link>
		<dc:creator>Kenken</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 11:00:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-12146</guid>
		<description>Hai Koh Beni Bevly. tadi pagi saya bincang-bincang dgn Pa Edi Lembong. Saya baru mengetahui buku anda dari beliau. Saya bisa minta alamat emailnya? ada beberapa hal yg mesti saya tanyakan ke Engkoh Beni. Tolong jangan propagandakan kawin campur itu. Dulu di tahun 50an, ketika ada pemikiran bahwa tionghoa harus kawin dgn pribumi maka perempuan-perempuan Tionghoa selalu jadi korban pelecehan sexual pribumi yg tidak bertanggung jawab. Trims...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Koh Beni Bevly. tadi pagi saya bincang-bincang dgn Pa Edi Lembong. Saya baru mengetahui buku anda dari beliau. Saya bisa minta alamat emailnya? ada beberapa hal yg mesti saya tanyakan ke Engkoh Beni. Tolong jangan propagandakan kawin campur itu. Dulu di tahun 50an, ketika ada pemikiran bahwa tionghoa harus kawin dgn pribumi maka perempuan-perempuan Tionghoa selalu jadi korban pelecehan sexual pribumi yg tidak bertanggung jawab. Trims&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-12089</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 18:04:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-12089</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Phen-Phen&lt;/strong&gt;, Liuk Suk Me baik-baik aja dan sibuk seperti biasa. Alamat email Liuk Suk sudah dikirim ke Phen-Phen beberapa waktu yang lalu. Kalau belum  diterima tolong kasih tahu. Terima kasih telah membaca bukunya. 

&lt;strong&gt;Alex&lt;/strong&gt;, bekerja sama dengan satu organisasi di Indonesia, kami sedang mempersiapkan edisi Indonesia. Ada beberapa bagian yang perlu disesuaikan untuk kondisi di Indonesia. Di AS dan Kanada, buku ini akan di-relaunching pada bulan September 2008.

Saya akan infomasikan jika buku ini sudah bisa didapatkan di Indonesia.

Terima kasih untuk Alex yang selalu mendukung kegiatan OTTI.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Phen-Phen</strong>, Liuk Suk Me baik-baik aja dan sibuk seperti biasa. Alamat email Liuk Suk sudah dikirim ke Phen-Phen beberapa waktu yang lalu. Kalau belum  diterima tolong kasih tahu. Terima kasih telah membaca bukunya. </p>
<p><strong>Alex</strong>, bekerja sama dengan satu organisasi di Indonesia, kami sedang mempersiapkan edisi Indonesia. Ada beberapa bagian yang perlu disesuaikan untuk kondisi di Indonesia. Di AS dan Kanada, buku ini akan di-relaunching pada bulan September 2008.</p>
<p>Saya akan infomasikan jika buku ini sudah bisa didapatkan di Indonesia.</p>
<p>Terima kasih untuk Alex yang selalu mendukung kegiatan OTTI.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Alexander E.S</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-12085</link>
		<dc:creator>Alexander E.S</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 11:48:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-12085</guid>
		<description>Ini buku yang ditunggu orang banyak. Seperti kata pengantarnya memang sulit mengeneralisir begitu banyak pemikiran dan akomodasi pemikiran orang cina di Indonesia. Saya yakin dengan latar belakang   penulis yang begitu multi disiplin tapi sangat disiplin dalam menguji teorinya, buku ini pasti mengupas jelas pemikiran orang Cina di Indonesia. I put on my top list to get and read this book. 

Ben, thanks for sharing and publish it (You know we need that bukan sekedar cuma mau tahu aja) as we congratulate you for your best effort wrote this precious book.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini buku yang ditunggu orang banyak. Seperti kata pengantarnya memang sulit mengeneralisir begitu banyak pemikiran dan akomodasi pemikiran orang cina di Indonesia. Saya yakin dengan latar belakang   penulis yang begitu multi disiplin tapi sangat disiplin dalam menguji teorinya, buku ini pasti mengupas jelas pemikiran orang Cina di Indonesia. I put on my top list to get and read this book. </p>
<p>Ben, thanks for sharing and publish it (You know we need that bukan sekedar cuma mau tahu aja) as we congratulate you for your best effort wrote this precious book.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hector (Phen-phen)</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11880</link>
		<dc:creator>Hector (Phen-phen)</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 05:35:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11880</guid>
		<description>Oh iya lupa nih, Phen_phen minta e-mail address liuk suk. ok?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh iya lupa nih, Phen_phen minta e-mail address liuk suk. ok?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hector (Phen-phen)</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11879</link>
		<dc:creator>Hector (Phen-phen)</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 05:33:26 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11879</guid>
		<description>Liuk Suk Conggrat ya bukunya! Phen-phen udah baca bukunya.
Disitu apa kabar? Liuk Suk Me juga semua baik2 aja kan?? ^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Liuk Suk Conggrat ya bukunya! Phen-phen udah baca bukunya.<br />
Disitu apa kabar? Liuk Suk Me juga semua baik2 aja kan?? ^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11855</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:02:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11855</guid>
		<description>@Mas Benny
Saya cuma pembaca bukunya tersebut, saya tidak melakukan apapun. Tapi komplimen dari Mas bisa saya sampaikan ke saudara yang sudah menyusun.

Mengenai buku tersebut, memang ditujukan untuk kalangan saudara sekampung, tapi usul Mas bisa saya sampaikan untuk bahan pertimbangan.

Terima kasih dan salam kompak :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Mas Benny<br />
Saya cuma pembaca bukunya tersebut, saya tidak melakukan apapun. Tapi komplimen dari Mas bisa saya sampaikan ke saudara yang sudah menyusun.</p>
<p>Mengenai buku tersebut, memang ditujukan untuk kalangan saudara sekampung, tapi usul Mas bisa saya sampaikan untuk bahan pertimbangan.</p>
<p>Terima kasih dan salam kompak <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Beni Bevly</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11847</link>
		<dc:creator>Beni Bevly</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 17:51:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11847</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Mutiara Andalas, Ahmad, Jen, Anang &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Yonna&lt;/strong&gt;,

Terima kasih banyak atas commentnya. Memang betul bahwa setiap etnis terdapat kekurangan dan kelebihan. Kita harus mengakuai itu, perbaiki kekurangan dan perbanyak kelebihan.

Saya sempat ngobrol banyak dengan Drs. Eddie Lembong, ketua Yayasan Nabil dan salah satu tokoh Tionghoa yang cukup disegani. Ia mengajukan konsep &lt;em&gt;"cross cultural fertilization"&lt;/em&gt; yang menganjurkan agar masing-masing pihak mau mempelajari kelebihan dan superioritas suatu etnis dan mengambilnya untuk memperbaiki diri. Dia memberikan contoh bahwa etnis Tionghoa  superior dalam hal berdagang, maka belajarlah dari etnis ini dalam hal bedagang dan sebaliknya etnis Tionghoa juga perlu belajar dari etnis lain di bidang yang mereka kurang sekarang. 

&lt;strong&gt;Yonna&lt;/strong&gt;, salut untuk apa yang kamu lakukan. Jika semakin banyak yonna-yonna yang lain, maka otomatis kita bisa hidup berdampingan lebih tentram.Dan alangkah baiknya jika buku yang Yonna dan teman-teman tulis bisa didapatkan oleh kalangan umum.

Salam kompak untuk teman semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mutiara Andalas, Ahmad, Jen, Anang </strong>dan <strong>Yonna</strong>,</p>
<p>Terima kasih banyak atas commentnya. Memang betul bahwa setiap etnis terdapat kekurangan dan kelebihan. Kita harus mengakuai itu, perbaiki kekurangan dan perbanyak kelebihan.</p>
<p>Saya sempat ngobrol banyak dengan Drs. Eddie Lembong, ketua Yayasan Nabil dan salah satu tokoh Tionghoa yang cukup disegani. Ia mengajukan konsep <em>&#8220;cross cultural fertilization&#8221;</em> yang menganjurkan agar masing-masing pihak mau mempelajari kelebihan dan superioritas suatu etnis dan mengambilnya untuk memperbaiki diri. Dia memberikan contoh bahwa etnis Tionghoa  superior dalam hal berdagang, maka belajarlah dari etnis ini dalam hal bedagang dan sebaliknya etnis Tionghoa juga perlu belajar dari etnis lain di bidang yang mereka kurang sekarang. </p>
<p><strong>Yonna</strong>, salut untuk apa yang kamu lakukan. Jika semakin banyak yonna-yonna yang lain, maka otomatis kita bisa hidup berdampingan lebih tentram.Dan alangkah baiknya jika buku yang Yonna dan teman-teman tulis bisa didapatkan oleh kalangan umum.</p>
<p>Salam kompak untuk teman semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11791</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 03:52:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11791</guid>
		<description>Halo Mas Beni dan Mbak Jennie,

Setelah cukup lama menjadi silent reader di blog mas dan mbak, akhirnya saya bersuara juga, hehe.

Pertama-tama, selamat atas bukunya, semoga bisa memberi pencerahan kepada masyarakat Indonesia terutama masyarakat Melayu yang umumnya memiliki pandangan yang berbeda terhadap etnis Tionghoa selama ini. Pandangan berbeda yang bisa merupakan pandangan negatif, kesalahpahaman, kekurangan informasi yang akhirnya menimbulkan jurang antara etnis Melayu dengan etnis Cina.

Pastinya Mas dan Mbak sudah sangat tahu apa saja pandangan berbeda yang saya maksud di atas. Jadi saya tidak akan mengulangnya lagi. 

Saya pribadi dididik untuk menerima perbedaan dari kecil melalui kata-kata Mama "jangan heran, orang itu lain-lain" jadi saya tidak terkejut, heran apalagi menghina teman-teman yang berbeda itu. Saya berteman dengan teman dari berbagai etnis, keadaan fisik, ekonomi, sosial, dll. Perbedaan sudah menjadi hal yang lumrah di keluarga saya termasuk dalam menilai respon orang Melayu Indonesia terhadap orang Cina Indonesia yang sepertinya iri dan dengki melihat kesuksesan orang Cina Indonesia pada umumnya dan mencemooh bahwa mereka bisa kaya dan sukses karena main dukun, pesugihan, dll yang notabene-nya hanya gosip dan fitnah semata. 

Kebetulan, saudara-saudara sekampung yang terhimpun dalam organisasi membuat riset, analisis, studi ilmiah, dll terhadap keberhasilan Bangsa Cina selama ini. Mempelajari bagaimana etnis Cina khususnya di Indonesia bisa sukses, kompak, dll untuk dipahami dan diteladani oleh kami semua (orang kampung saya maksudnya) :)

Mungkin Mas dan Mbak akan tersenyum tidak percaya membaca reply saya barusan, tapi memang betul sampai dibuat buku lanjutannya yang membahas keberhasilan Etnis Cina, Jepang dan Korea selama ini. Sampai diseminarkan segala untuk lebih memantapkan pemahaman masing-masing individu dari orang sekampung dan diharapkan setelah paham diterapkan untuk diri dan keluarga masing-masing.

Sayang bukunya hanya untuk kalangan terbatas yaitu untuk orang-orang sekampung kami saja. Ide membukukan hal positif bangsa Cina mencapai keberhasilan ini lahir dari seorang saudara yang ingin melihat sisi positif dari keberhasilan suatu bangsa didukung penuh oleh saudara-saudara lain. Jika Melayu lainnya mencemooh etnis Cina, maka golongan kami bukan salah satunya :)

Dari reply yang panjang lebar ini, saya hanya ingin memberitahukan bahwa etnis Cina tidak selamanya dipandang buruk, tertutup, negatif oleh etnis Melayu. Ada etnis lain yang mengagumi, meneliti, mempelajari dan meneladani etnis Cina. Kalo boleh bilang saya adalah perwakilan dari etnis Melayu maka saya boleh menganggap Mas dan Mbak sebagai perwakilan dari etnis Cina, maka terimalah dengan baik compliment dan appreciation dari saya, semoga kita sama-sama bisa bersinergi dalam memberikan inspirasi dan hal positif lainnya untuk kemajuan bersama.

Terima kasih :)

Salam,

Yonna Fitriana</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Mas Beni dan Mbak Jennie,</p>
<p>Setelah cukup lama menjadi silent reader di blog mas dan mbak, akhirnya saya bersuara juga, hehe.</p>
<p>Pertama-tama, selamat atas bukunya, semoga bisa memberi pencerahan kepada masyarakat Indonesia terutama masyarakat Melayu yang umumnya memiliki pandangan yang berbeda terhadap etnis Tionghoa selama ini. Pandangan berbeda yang bisa merupakan pandangan negatif, kesalahpahaman, kekurangan informasi yang akhirnya menimbulkan jurang antara etnis Melayu dengan etnis Cina.</p>
<p>Pastinya Mas dan Mbak sudah sangat tahu apa saja pandangan berbeda yang saya maksud di atas. Jadi saya tidak akan mengulangnya lagi. </p>
<p>Saya pribadi dididik untuk menerima perbedaan dari kecil melalui kata-kata Mama &#8220;jangan heran, orang itu lain-lain&#8221; jadi saya tidak terkejut, heran apalagi menghina teman-teman yang berbeda itu. Saya berteman dengan teman dari berbagai etnis, keadaan fisik, ekonomi, sosial, dll. Perbedaan sudah menjadi hal yang lumrah di keluarga saya termasuk dalam menilai respon orang Melayu Indonesia terhadap orang Cina Indonesia yang sepertinya iri dan dengki melihat kesuksesan orang Cina Indonesia pada umumnya dan mencemooh bahwa mereka bisa kaya dan sukses karena main dukun, pesugihan, dll yang notabene-nya hanya gosip dan fitnah semata. </p>
<p>Kebetulan, saudara-saudara sekampung yang terhimpun dalam organisasi membuat riset, analisis, studi ilmiah, dll terhadap keberhasilan Bangsa Cina selama ini. Mempelajari bagaimana etnis Cina khususnya di Indonesia bisa sukses, kompak, dll untuk dipahami dan diteladani oleh kami semua (orang kampung saya maksudnya) <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mungkin Mas dan Mbak akan tersenyum tidak percaya membaca reply saya barusan, tapi memang betul sampai dibuat buku lanjutannya yang membahas keberhasilan Etnis Cina, Jepang dan Korea selama ini. Sampai diseminarkan segala untuk lebih memantapkan pemahaman masing-masing individu dari orang sekampung dan diharapkan setelah paham diterapkan untuk diri dan keluarga masing-masing.</p>
<p>Sayang bukunya hanya untuk kalangan terbatas yaitu untuk orang-orang sekampung kami saja. Ide membukukan hal positif bangsa Cina mencapai keberhasilan ini lahir dari seorang saudara yang ingin melihat sisi positif dari keberhasilan suatu bangsa didukung penuh oleh saudara-saudara lain. Jika Melayu lainnya mencemooh etnis Cina, maka golongan kami bukan salah satunya <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari reply yang panjang lebar ini, saya hanya ingin memberitahukan bahwa etnis Cina tidak selamanya dipandang buruk, tertutup, negatif oleh etnis Melayu. Ada etnis lain yang mengagumi, meneliti, mempelajari dan meneladani etnis Cina. Kalo boleh bilang saya adalah perwakilan dari etnis Melayu maka saya boleh menganggap Mas dan Mbak sebagai perwakilan dari etnis Cina, maka terimalah dengan baik compliment dan appreciation dari saya, semoga kita sama-sama bisa bersinergi dalam memberikan inspirasi dan hal positif lainnya untuk kemajuan bersama.</p>
<p>Terima kasih <img src='http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam,</p>
<p>Yonna Fitriana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmad</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11731</link>
		<dc:creator>ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 23:01:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11731</guid>
		<description>salam.
Wah, selamat dong buat mas Anang atas pernikahannya. 
dulu saya bercita-cita ingin mendapatkan istri cina, eh malah dapat jodoh yang sekampung. hehehe...maaf ini curhatan saja.tapi tidak apa-apa, yang penting, bisa merajutnya dengan baik tanpa diskriminasi.
oya, buat mba jenni, kok situsnya tidak aktif lagi. mudah-mudahan tetap eksis di dunia blog. saya kerap berkunjung meski terkadang tak ngasih komentar apa-apa, tapi saya berusaha untuk menghayati tulisan mba jenni. saya berusaha menganalisa tulisan-tulisannya semampu saya dengan harapan saya bisa mengambil kuncinya untuk dipraktekan.
saya ucapkan terima kasih buat pak beni yang sudah ngasih tips tentang menulis.
untuk saat ini, saya lagi mogok nulis karena masih banyak baca kesana kemari.
saya pikir, bukan zaman nya lagi diskriminasi perlakuan hanya berbeda latar belakang. yang cina terbuka sama orang-orang lokal dan orang lokal tetap terbuka sama orang-orang cina, dan  secara alami peleburan itu akan terjadi sehingga punya misi bersama yakni membangun indonesia yang utuh dan lebih baik. salam buat semua.
ahmad</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam.<br />
Wah, selamat dong buat mas Anang atas pernikahannya.<br />
dulu saya bercita-cita ingin mendapatkan istri cina, eh malah dapat jodoh yang sekampung. hehehe&#8230;maaf ini curhatan saja.tapi tidak apa-apa, yang penting, bisa merajutnya dengan baik tanpa diskriminasi.<br />
oya, buat mba jenni, kok situsnya tidak aktif lagi. mudah-mudahan tetap eksis di dunia blog. saya kerap berkunjung meski terkadang tak ngasih komentar apa-apa, tapi saya berusaha untuk menghayati tulisan mba jenni. saya berusaha menganalisa tulisan-tulisannya semampu saya dengan harapan saya bisa mengambil kuncinya untuk dipraktekan.<br />
saya ucapkan terima kasih buat pak beni yang sudah ngasih tips tentang menulis.<br />
untuk saat ini, saya lagi mogok nulis karena masih banyak baca kesana kemari.<br />
saya pikir, bukan zaman nya lagi diskriminasi perlakuan hanya berbeda latar belakang. yang cina terbuka sama orang-orang lokal dan orang lokal tetap terbuka sama orang-orang cina, dan  secara alami peleburan itu akan terjadi sehingga punya misi bersama yakni membangun indonesia yang utuh dan lebih baik. salam buat semua.<br />
ahmad</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jen</title>
		<link>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11700</link>
		<dc:creator>Jen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 22:22:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.overseasthinktankforindonesia.com/2008/05/07/aku-orang-cina/#comment-11700</guid>
		<description>Anang, ini adalah contoh "asimilasi" di mana minoritas melebur ke dalam mayoritas. Saya dan kawan2 masih menunggu teladan2 multikulturalisme dan cross-pollinating (penyerbukan silang).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anang, ini adalah contoh &#8220;asimilasi&#8221; di mana minoritas melebur ke dalam mayoritas. Saya dan kawan2 masih menunggu teladan2 multikulturalisme dan cross-pollinating (penyerbukan silang).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
