10 Tahun Tragedi Mei 1998

Seminar Memperingati 10 Tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 di Amerika Utara dilakukan di delapan kota utama, yaitu San Francisco, San Leandro, Sacramento, Los Angeles Area, Atlanta, Dallas, Washington DC dan Toronto yang dimulai dari tanggal 10 Mei 2008 hingga 25 Mei 2008. Dengan diprakarsai oleh Media Indonesia, dan berkoalisi dengan organisasi Human Rights di Amerika Utara menampilkan Drs. Eddie Lembong, Founding Chairman Yayasan Nation Building (Nabil) sebagai pembicara utama. Beberapa organisasi di kota tertentu menampilkan topik “Menuju Undonesia Baru Tanpa Kekerasan dan Diskriminasi.”

Overseas Think Tank for Indonesia (OTTI)
– Mutiara Andalas SJ dan Dr. Beni Bevly bekerja sama dengan Indonesia Media — Arnold Lukito dan Dr. Irawan, Indonesian Chinese American Network (ICANet) — Peter Phwan, Chinese Community of San Leandro (CCSL) — Hendy Wijaya, Bolaang Mongondow - Sangihe Talaud - Minahasa (BOSAMI)Tony Lolong, Jakarta Butuh Revolusi Budaya (JBRB) — Tasa Nugraza Barley, MBA dan para individu yang terdiri dari Herning Grissom, Laura Lumenta, Surya Sitanggang, Hock Chuan dan Susanne Setijadi menggelar seminar dan renungan ini di Sacramento, San Leandro, dan San Francisco.

Topik Presentasi

Berikut adalah topik presentasi yang dibawakan oleh masing-masing pembicara:

Drs. Eddie Lembong. Sebagai ketua Yayasan Nabil, ia menampilkan pendekatan sejarah dalam membahas Tragedi Mei 1998. Ia membahas sejarah Indonesia masa lalu, keadaan masa kini dan prospek masa depan dalam kaitannya dengan posisi etnis Tionghoa di Indonesia. Salah satu paper dari Drs. Eddie Lembong yang berjudul “Mengenang Tragedi Mei 1998, Memahami Masa Kini, dan Merancang Hari Depan yang Lebih Baik” bisa diakses dengan mengklik Mengenang Tragedi Mei 1998.

H. Yudhistiranto Sungadi. Sungadi pada saat ini menjabat sebagai Konsul Jenderal Republik Indonesia San Francisco. Pembahasannya menitik beratkan pada perkembangan Indonesia paska Tragedi Kemanusiaan Mei 1998. Semenjak tragedy yang membawa Indonesia ke titik terendah dalam hampir setiap bidang, telah banyak kemajuaan yang dicapai oleh pemerintahan Indonesia. Secara khusus ia menampilkan kemajuan dalam bidang hak asasi manusia dan menjamin kebebasan etnis Tionghoa untuk berekspresi termasuk mengekpresikan budaya Tionghoa. Dalam bidang politik, pemerintah telah menciptakan iklim yang kondusif bagi etnis Tinghoa untuk berperan, di antaranya dengan diberlakukannya UU Kewarga-Negaraan yang baru. Di akhir presentasinya, Sungadi memberikan beberapa masukan bagaimana supaya antar etnis di Indonesia bisa hidup berdampingan secara damai.

Dr. Muhamad Ali. Ali yang mengajar di Religious Studies Department di UC Riverside dan juga penulis buku “Teologi Pluralisme Multikultural” menampilkan topic “Dari Kekerasan Menuju Kedamaian.” Ia memulai pembahasannya dengan melihat pola kerusuhan massa di Indonesia, lalu ia masuk dalam topik kekerasan, secara spesifik melihat hal-hal yang menyebabkan terjadinya kekerasan termasuk Tragedy Mei 1998, dan bagaimana strategi mengatasi kekerasan. Poin-poin yang dikemukan Ali bisa ditemukan dengan cara mengklik Dari Kekerasan Menuju Damai.

Mutiara Andalas, SJ. Romo Andy, begitu panggilan akrabnya, adalah pendamping para korban Tragedy Kemanusiaan Mei 1998 di Indonesia. Selain itu, ia juga analist dari Overseas Think Tank for Indonesia dan penulis buku “Kesucian Politik: Agama dan Politik di Tengah Krisis Kemanusiaan”. Ia sangat dekat dan merasakan secara langsung penderitaan para korban dan keluarga korban. Pembahasannya menempat manusia sebagai manusia seutuhnya. Seperti judul bukunya, papernya pun mempunyai judul yang serupa, yaitu “Kesucian Politik: Agama dan Politik di Tengah Krisis Kemanusiaan” menggambarkan bagaimana pengalaman pribadinya berjumpa dengan mayat-mayat korban yang terbakar hangus, bagaimana peranan negara yang secara sistematis memojokkan para korban dan para aktivis sehingga masyarakat awam dan bahkan kaum religius agaknya secara tidak sadar ikut menyalahkan para korban dan melupakan tragedi kemanusiaan ini begitu saja, tanpa ada jalan keluar yang adil. Untuk membaca paper Romo Andy lebih jauh bisa diklik Kesucian Politik

Dr. Beni Bevly. Bevly dikenal sebagai aktivis intelektual alumnus Jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ia adalah pendiri Overseas Think Tank for Indonesia, lingkar studi tantang Indonesia. Penulis buku “Aku Orang Cina? Narasi Pemikiran Politik Plus dari Seorang Tionghoa” ini menampilkan paper yang berjudul “Memperingati 10 Tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998: Mengerti Masa Lalu dan Kini untuk Meniti Masa Depan yang Damai”. Paper ini disusun atas permintaan koordinator “Prayer for Human Right in Indonesia” berdasarkan kerangka presentasi Drs. Eddie Lembong, ketua Nabil pada “Seminar Menuju Indonesia Baru” di San Leandro, CA tanggal 11 Mei 2008 seperti dijelaskan di atas. Paper tersebut bisa diakses dengan mengklik Memperingati 10 Tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998

Di bawah adalah laporan singkat kegiatan seminar memperingati 10 Tahun Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 di Sacramento, San Leandro dan San Francisco.

Sacramento

Seminar dan Renungan di Sacramento difasilitasi oleh Herning Grissom pada Tanggal 10 Mei 2008 menampilan:

Dr. Muhamad Ali dari Religious (Pengajar di Studies Department, University of California Riverside, Penulis buku “Teologi Pluralisme Multikultural”)

Mutiara Andalas, SJ (Rohaniawan, penulis buku “Kesucian Politik: Agama dan Politik di Tengah Krisis Kemanusiaan”)

Mediator, Dr. Aart van Beek (Counseling Training Director, penulis buku “Life in Javanese Kraton”dan “Cross Cultural Counseling”)

Moderator, Dr. Beni Bevly (Analist dari Overseas Think tank for Indonesia, penulis buku “Aku Orang Cina? Narasi Pemikiran Politik Plus dari Seorang Tionghoa”).

Seminar dan renungan ini dihadiri eleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari beragam etnis Indonesia dan Amerika.

Sebelum seminar di Sacramento dimulai
Suasana ramah-tamah sebelum acara dimulai. Terlihat pameran foto di latar belakang peserta.

Para presenters, Herning dan buku
Sambutan dari tuan rumah, Herning Grissom (kanan). Dari kiri adalah pembicara Dr. Muhamad Ali dan Mutiara Andalas, SJ beserta moderator Dr. Beni Bevly. Terlihat sebagian buku yang berkaitan dengan Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 didisplay (kanan bawah).

Dr. Aart van Beek
Dr. Aart van Beek sebagai mediator memberikan pandangan empiris dan netral.

Vigil di Sacramento
Vigil sebagai penutup seminar dan renungan.

San Leandro

Pada tanggal 11 Mei 2008, bertempat di San Leandro, dihadirkan:

Drs. Eddie Lembong (Founding Chairman of Yayasan Nation Building/NABIL, Indonesia)

H. Yudhistiranto Sungadi (Konsulat Jenderal Republik Indonesia San Francisco)

Dr. Muhamad Ali dari Religious (Pengajar di Studies Department, University of California Riverside, Penulis buku “Teologi Pluralisme Multikultural”)

Mutiara Andalas, SJ (Rohaniawan, penulis buku “Kesucian Politik: Agama dan Politik di Tengah Krisis Kemanusiaan”)

Moderator, Dr. Beni Bevly (Analist dari Overseas Think Tank for Indonesia, penulis buku “Aku Orang Cina? Narasi Pemikiran Politik Plus dari Seorang Tionghoa”).

Para pembicara di San Leandro
Para pembicara dari kiri Dr. Muhamad Ali, Drs. Addie Lembong, Dr. Beni Bevly (moderator), H. Yudhistiranto Sungadi dan Mutiara Andalas, SJ.

Lebih dari 160 peserta seminar
Lebih dari 160 peserta di San Leandro mengikuti seminar secara seksama.

Penyerahan Petisi Menuju Indonesia Baru kepada Konsul Jenderal RI San Francisco
Penyerahan Petisi Menuju Indonesia Baru kepada Konsul Jenderal RI San Francisco, H. Yudhistiranto Sungadi.

Wartawan dari Bay Area San Francisco
Wartawan dari Bay Area San Francisco (kanan) meliput kegiatan di San Leandro.

San Francisco

Bertempat di San Francisco, Forum Komunikasi Gereja-Gereja Indonesia di Bay Area mengadakan “Prayer for Human Right in Indonesia” pada tanggal 17 Mei 2008 dengan menampilkan pembicara Dr. Beni Bevly.

Renungan dan doa dipimpin oleh Tony Lolong, Pdt. Matthew Wakkary, Pdt. Fenina Mundisugih (Afen), Pdt. Johanes Sudarma, Pdt. Sugi Hendric, Pdt. Solaiman Ishak, Pdt. Edwin Katuk, Pdt. Hengki Suryantio dan Tony Bastaman.

Sambutan dari Tony Lolong di FKGI
Sambutan dari Tony Lolong di FKGI.

Renungan dan doa bersama untuk perdamaian di Idonesia
Renungan dan doa bersama untuk perdamaian di Idonesia.

Dr. Beni Bevly membahas tragedy kemanusiaan dari pendekatan historis
Dr. Beni Bevly membahas tragedy kemanusiaan dari pendekatan historis.

Doa bersama yang dipimpin oleh setiap pendeta secara bergiliran
Doa bersama yang dipimpin oleh setiap pendeta secara bergiliran.

Liputan dari The Argus

Surat kabar, The Argus meliput kegiatan Peringatan Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 di Bay Area San Francisco. Harian ini menempatkan laporkan kegiatan ini di halaman depan.

Laporan di front page surat kabar “the Argus”
Liputan di front page surat kabar “the Argus”