Resensi Kesucian Politik
Judul: KESUCIAN POLITIK
Agama dan Politik di Tengah Krisis Kemanusiaan
Penulis: P. Mutiara Andalas, SJ
Pengantar: Christianto Wibisono
Spesiifikasi: xvi + 254 hlm; 14 x 21 cm; soft cover
Harga: Rp. 45.000,-
Peresensi: Y. Prayoga
Resensi dimuat dalam Majalah HIDUP 24 Agustus 2008
Diketik ulang oleh P. Mutiara Andalas, S.J.
Tragedi Mei 1998 meninggalkan tubuh korban yang rusak. Wajah beberapa korban hampir tak dikenali lagi. Tragedi itu meninggalkan luka dan penderitaan. Peristiwa yang memberikan jejak pelucutan atas kemanusiaan. Melihat korban yang mengerikan itu, mengingatkan kita pada sosok Pontius Pilatus saat mempertontonkan Yesus sebelum mengundinya dengan Barabas di hadapan massa, “Pandanglah manusia yang rusak itu!” ucapnya.
Menolak Lupa
Mei 1998 adalah sejarah berdarah yang seharusnya selalu dikenang rakyat Indonesia. Kecuali mereka yang dengan sengaja menutupi dan melupakannya. Mei 1998 menjadi titik balik politik Indonesia, setelah dibisukan rezim otoriter yang pecah dalam perlawanan mengusung bendera reformasi. Kebisuan berhasil dipecahkan,. Reformasi 1998 pun menagih nyawa sebagai biaya politik. Ribuan nyawa hilang dalam kesewenang-wenangan amuk massa. Ribuan perempuan, terutama etnis Tionghoa dirobek batin dan tubuhnya oleh kebengisan missal. Orang tua harus merelakan anak-anaknya menjadi jasad yang tak dikenali.
Penulis buku ini mencoba menghimpun kembali daya yang masih tersisa dalam perjuangan melawan politik lupa. Pastor Patrisius Mutiara Andalas SJ pernah mendampingi Paguyuban keluarga Korban Mei-Semanggi. Paguyuban ini terus setia dalam panggilan nurani kemanusiaan. Mereka berjuang bagi orang-orang yang mereka cintai. Mereka terus melawan pelupaan pada korban sejarah perubahan bangsa ini. Bukan untuk menggulingkan kekuasaan, namun untuk mengingatkan bahwa martabat kemanusiaan pernah dilecehkan di negara ini.
Merangkul Korban
Kesewenang kekuasaan tidak hanya terjadi di Indonesia. Itu adalah sejarah kelam bangsa-bangsa di dunia. Penulis merajut kisah-kisah korban dalam suatu dialog imajiner. Kisah-kisah itu membawa pembaca pada satu kesadaran bahwa kita pernah dan hampir melupakan suara-suara korban itu. Melalui kisah-kisah pergumulan kemanusiaan yang terentang dari para ibu Plaza de Mayo, Rigoberta Menchu, Aung San Suu Kyi, Elie Wiesel, Hannah Arendt, Jon Sobrino, dan keluarga korban tragedi kemanusiaan di Indonesia, penulis mengajak pembaca untuk mendekati tragedi kemanusiaan dari perspektif iman.
Elie Wiesel, seorang korban hidup tragedi Holocaust, menolak berbicara mengenai Tuhan saat mendiskusikan tragedi kemanusiaan Holocaust. Wiesel khawatir, komunitas agama akan memberi kiat agar para korban melarikan diri pada Tuhan dan melupakan semua. Namun, Wiesel mengundang komunitas agama sebagai saksi kemanusiaan, agar ikut menghentikan atau menahan laju pelupaan pada korban.
Sementara Jon Sobrino mengusulkan agar bela rasa menjadi paradigma baru bagi komunitas agama di tengah krisis kemanusiaan. Bela rasa muncul dari rahim perjumpaan dengan penderitaan korban. Agama membuka diri untuk disentuh korban. Perjumpaan dengan korban menumbuhkan persaudaraan dan mendorong komunitas agama menjadi pelaku dalam membangun dunia yang lebih humanis.
Tragedi kemanusiaan mengundang komunitas agama keluar dari altar menuju pelataran. Menjumpai Tuhan dalam diri korban. Tuhan kehidupan yang memanggul penderitaan korban. Seperti teks Kitab Suci yang mengundang komunitas beriman agar berani memanggul salib bersama Yesus yang juga telah menjadi korban.
Namun, komunitas agama seringkali mencerabut persoalan ini dari wilayah agama, karena menganggap sebagai aktivitas politik. Kecerobohan komunitas agama ini berakibat fatal terhadap kemanusiaan korban. Komunitas agama perlu kembali kepada habitat sosialnya, yakni menjadi pelaku politik. Komunitas agama perlu merangkul korban dan mendampingi perjuangan kemanusiaan mereka, untuk mengetuk nurani bangsa Indonesia.
Tragedi Mei 1998 telah berlalu sepuluh tahun lalu. Paguyuban keluarga korban masih terus berjuang demi keadilan dan humanisasi di Indonesia. Tragedi Mei 1998 seharusnya membangunkan kesadaran komunitas agama, bahwa perilaku negara dapat berubah. Dari pengayom dan pelindung warga, menjadi pelaku pembiaran, kekerasan, dan diskriminasi. Stigma negara terhadap korban telah menghancurkan jembatan solidaritas dengan korban.
Peresensi: Steve Gaspersz
Sumber: theologianatcalvary.blogspot.com
Bulan Mei merupakan bulan yang bersejarah bagi rakyat Indonesia. Sejarah yang “cerah” dan sejarah yang “kelam”. Sejarah yang cerah mengimplikasikan suatu momentum historis yang membawa rakyat Indonesia ke suatu paradigma kebangsaan yang baru – sebuah cara pandang bermartabat terhadap nasionnya sendiri. Itulah yang kemudian kita peringati sebagai momentum kebangkitan nasional setiap 20 Mei. Tahun 2008 momentum kebangkitan nasional diperingati dalam kurun 100 tahun (1908-2008).
Namun, bulan Mei juga mencatat sejarah yang kelam. Mei 1998 menjadi sebuah momentum berdarah yang selalu dikenang oleh setiap rakyat Indonesia – kecuali mereka yang ingin sengaja menutupinya atau melupakannya. Sebuah titik balik politik Indonesia yang sebelumnya dibisukan oleh rezim otoriter, yang pecah dalam perlawanan massal mengusung bendera reformasi. Kebisuan sosial berhasil dipecahkan, penguasa digulingkan, tetapi rezim otoriter itu sendiri tak mampu ditaklukkan. Titik balik atau reformasi 1998 pun menagih nyawa sebagai ongkos politiknya. Ribuan nyawa anak bangsa kehilangan raga dalam kesewenang-wenangan amuk massa, ribuan perempuan dirobek-robek batin dan tubuhnya oleh kebengisan syahwat massal, orangtua-orangtua melepas anak-anaknya dalam jasad tak berwujud – hangus dan hilang. Reformasi 1998 berutang nyawa dan darah anak-anak bangsa ini.
Sejarah kelam Mei 1998 sangat menyakitkan. Apalagi menggeliat selama sepuluh tahun [1998-2008] reformasi itu ternyata masih setengah hati. Rakyat boleh berteriak tetapi faktanya hanya untuk mereka dengar sendiri; rakyat boleh mengkritik tetapi untuk kesalahan mereka sendiri; rakyat boleh menuntut tetapi tidak boleh lebih tinggi harganya dari harga BBM dan kebutuhan pokok yang makin mencakar langit; rakyat boleh marah tetapi hanya kepada nasib mereka sendiri. Sementara kaum punggawa tetap bertahta dalam kenyamanan karena reformasi membuka celah-celah memutarbalik hukum untuk bersembunyi dan cuci tangan. Rakyat tetap adalah “kambing-hitam”; rakyat tetap harus menjadi tumbal dan korban dari perubahan; rakyat tetap keset bagi sepatu lars rezim yang masih otoriter – karena itu semua yang berkaitan dengan derita dan keluh rakyat sah-sah saja untuk dilupakan. Rezim otoriter memutuskan untuk berpolitik lupa (amnesia).
Buku ini merupakan suatu refleksi perlawanan korban Mei 1998 terhadap politik lupa yang sedang dan terus-menerus dirayakan oleh rezim dalam kemasan simbolik “reformasi” dan “peradaban bangsa”. Slogan “bersama kita bisa” mengambang dalam tujuan dan visi politik bangsa yang kabur dan berkabut kepentingan. Faktanya, pergantian penguasa negara makin menumpulkan harapan, dan kita gagal menjadi bangsa yang besar karena tidak menghargai rakyatnya sendiri.
Penulis buku ini mencoba menghimpun kembali energi yang masih tersisa dalam perjuangan melawan politik lupa oleh rezim otoriter negeri ini. Paguyuban korban yang setia pada panggilan nurani kemanusiaan bertekad menentang arus kenyamanan hidup agar tidak terseret dan terhempas untuk lupa bahwa orang-orang yang mereka cintai pernah menjadi tumbal sejarah perubahan bangsa ini. Tidak semua mampu bertahan, hanya segelintir yang memilih tetap mementaskan kelaliman; bukan untuk menggulingkan kekuasaan tetapi untuk selalu mengingatkan bahwa ada martabat kemanusiaan yang diperkosa di dalamnya. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Sekali dibiarkan, maka akan menjadi sebuah kebiasaan.
Toh, kesewenang-wenangan kekuasaan bukan hanya sejarah kelam Indonesia. Itu adalah sejarah kelam bangsa-bangsa di dunia. Sejarah yang juga melahirkan paguyuban korban yang berjuang melawan pelupaan historis. Mutiara Andalas merajut cerita-cerita korban – yang nyaris tak tercatat dalam buku-buku sejarah resmi – dalam suatu dialog imajiner yang membawa kita – orang-orang yang menolak lupa – terhenyak dalam kesadaran yang bisa jadi makin meredup bahwa kita hampir lupa suara-suara korban itu.
Pelekatan “politik” pada judulnya mengundang kita masuk dalam ruang gelap yang kerap membuat kita meraba-raba tak tentu arah. Tetapi jika kita terbiasa di dalam ruang gelap itu mata-nurani kita akan makin terbiasa untuk berjalan dalam gelap dengan senantiasa waspada terhadap lubang yang mungkin berada di jalan setapak yang kita langkahi. Politik bukan sekadar teori. Politik adalah praksis kekuasaan.
Dalam buku ini, Mutiara Andalas menyajikan politik sebagai praksis kekuasaan, yang dalam proses teorisasinya kerap tercecer cerita-cerita korban, cerita-cerita rakyat. Rakyat bukanlah objek politik, meski dalam teori politik rakyat sering dibendakan dalam alur perakitan sistem politik suatu negara. Rakyat adalah subjek politik. Rakyat berpolitik, tetapi dalam caranya sendiri. Rakyat berpolitik dalam kepolosan hidup, bukan dengan ketrampilan berdiplomasi. Rakyat berpolitik karena merekalah energi yang menggerakkan negara, bukan karena sekadar berafiliasi dalam partai politik.
Kalau bagi penguasa, politik adalah seni menguasai dan berkuasa; bagi rakyat, politik adalah hidup untuk bertahan dalam kerentanan. Kalau karena kesalahkaprahan politik telah membawa kita melihat politik sebagai “najis” dan “kotor”, maka sebenarnya buku ini membentangkan kepada kita bahwa politik rakyat – khususnya mereka yang dikorbankan oleh rezim otoriter – adalah suatu meditasi dan praksis kontemplatif untuk menyucikan politik agar tidak “berbohong” dan “melupakan” para korban.


Kedekatan Romo Andy secara pribadi dan rohani dengan para korban Tragedi Kemanusiaan 1998 dan Semanggi membuat hati dan pikirannya yang jernih terisi penuh oleh air mata para korban. Karena penuhnya air mata tersebut, akhirnya tertuang dalam bukunya yang berjudul Kesucian Politik.
Air mata yang tertuang itu begitu jernih dan suci sehingga ia membawa pesan kemanusiaan yang mendalam. Pesan ini menempatkan korban yang telah dicap sebagai penjarah, perampok, pengacau, cina, dan penyebar isu yang merusak nama baik bangsa ke posisi sebagai manusia kembali. Manusia sebagaimana seperti engkau dan saya.
Terima kasih Romo.
Beni Bevly
29 Aug 08 at 10:19 am
Terima kasih Beni atas komentar positifnya.
Mutiara Andalas
3 Sep 08 at 9:25 pm
Wah Romo, rupanya banyak yang meresensi buku ini. Selamat!
Beni Bevly
22 Sep 08 at 1:43 pm
Saya dapat bocoran info dari paguyuban keluarga korban Semanggi bahwa mereka sedang mempersiapkan buku dalam rangka 10th tragedi itu.
Mutiara Andalas
22 Sep 08 at 11:39 pm
Great blog, thanks!
Dayona Tia
25 Apr 11 at 12:36 pm
My developer is trying to persuade me to move to .net from PHP. I have always disliked the idea because of the expenses. But he’s tryiong none the less. I’ve been using WordPress on several websites for about a year and am concerned about switching to another platform. I have heard excellent things about blogengine.net. Is there a way I can import all my wordpress posts into it? Any help would be really appreciated!
Andrew Silker
1 Jun 11 at 6:08 pm
whoah this blog is fantastic i love studying your articles. Stay up the great work! You recognize, a lot of persons are hunting round for this info, you can help them greatly.
escort
23 Jun 11 at 5:13 pm
Fantastic walk-through. I see why post. Orange County Electrical
Orange County Electrical
18 Aug 11 at 10:12 pm
To begin with making money with all your blog, initially use Google Adsense but gradually since your traffic increases, keep adding increasingly more successful programs for a site. Menlo Park Plumbing
Menlo Park Plumbing
18 Aug 11 at 11:57 pm
What’s captcha code?, pls provide me captcha code codes or plugin, Thanks earlier.
Oakland Plumbing
19 Aug 11 at 4:19 am
Nice Information! I really thank you for article. This is a great website. I’ll be certain that I stop again!. Frisco Plumbing
Frisco Plumbing
21 Aug 11 at 7:38 pm
Took me time and energy to read many of the comments, however really enjoyed this article. It proved to be Very helpful to my opinion and i’m likely to many of the commenters here! It’s always nice when you are able not only be told, but this articles is better
Friendswood Plumbing
21 Aug 11 at 11:26 pm
It is this sort of great resource that you’ll be providing and you simply provide it with away totally free. I really like seeing websites that understand the importance of providing a top quality resource totally free. It’s the actual what goes around arrives routine. Big basically useful info
Ontario Air Conditioning
22 Aug 11 at 12:43 am
Thanks for the Information, thanks for your useful Post. Maintain the good work!! Roofing Spring Valley
Roofing Spring Valley
25 Aug 11 at 8:02 pm
Which is a great dose of information you may have explained there, I seriously think you do have a nice site here. Thanks bud.
Chula Vista Air Conditioning
25 Aug 11 at 10:26 pm
While browsing for sites connected with internet hosting and specifically comparison hosting linux plan web, your site emerged.
Bonita Air Conditioning
25 Aug 11 at 10:47 pm
I just now located this web site and i must say it is an exceptional post. I will you should be checking in additional regularly in future…
Plumbing National City
1 Sep 11 at 9:50 pm
That’s Too nice, when it reaches in india hope it may possibly come up with a Rocking destination for youngster. hope which come true.
Vista Heating
6 Sep 11 at 4:13 am
Wow! Thanks! It’s my job to wanted to write in my site something of that nature. Can I be involved of your respective post to my blog?
Bail Bonds San Diego
8 Sep 11 at 9:56 am
Hey, y’all! I don’t mean to hijack this conversation, but has anyone done business with Comcast Service Center 2 n la salle st suite 1201, Chicago IL, 60602 (312) 985-5626? I’m conducting some research about employing them for their debt consolidation assistance, but unfortunately have had some massive frustrations with debt consolidation agencies in past times. Thanks!
Cortez Sherratt
5 Oct 11 at 6:33 pm
Hello, all! I have no intentions of hijacking this conversation, but has anyone conducted business with Comcast 817 N Main St Jacksonville FL 32202 (904) 562-2093? I’m considering using them for their debt consolidation assistance, but unfortunately have experienced some gigantic disappointments with debt consolidation agencies in past times. Thanks!
Angel Demont
5 Oct 11 at 7:35 pm
How’s it goin’, everyone! I have no intentions of hijacking this discussion, but has anyone done business with Comcast Service Center 240 Sip, Avenue Jersey City NJ, 07306 (201) 254-7867? I’m thinking about using them for their debt consolidation assistance, but unfortunately have undergone some huge frustrations with debt consolidation agencies in the past. Thanks!
Maxwell Brubach
6 Oct 11 at 12:10 am
rca model 46la45rq review Hmm it looks like your blog ate my first comment (it was super long) so I guess I’ll just sum it up what I had written and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog writer but I’m still new to the …
Hmm it looks like your blog ate my first comment (it was super long) so I guess I’ll just sum it up what I had written and say, I’m thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog writer but I’m still new to the whole thing. Do you have any…
rca model 46la45rq review
9 Oct 11 at 9:41 am
|I don’t usually interrupt great conversations such as this with questions, but I in dire need of help from whoever willing to lend me a hand. I’m looking into using the services of Comcast 3103 E Grant Ave Fresno CA, 93702 (559) 354-9118 and I wanted to ask if somebody here has employed them recently. I am seeking both the bad and good issues with their business. Please make contact with me at the earliest opportunity for this is extremely important.Thanks a lot.
Ben Halaby
11 Oct 11 at 6:41 pm
This can be receiving a bit far more subjective, but I considerably favor the Zune Market. The interface is colorful, has additional flair, and a few cool characteristics like ‘Mixview’ that let you speedily see similar albums, songs, or other people connected to everything you’re listening to. Clicking on one among all those will middle on that product, and one more established of “neighbors” will can come into view, allowing you to navigate approximately exploring by related artists, songs, or customers. Talking of people, the Zune “Interpersonal” can be fantastic entertaining, letting you locate other people with shared tastes and starting to be mates with them. You then can pay attention to a playlist designed based on an amalgamation of what all of your pals are listening to, that is also enjoyable. Those people worried with privacy might be relieved to know you can avoid the general public from seeing your personal listening habits should you so choose.
Fidel Pelow
16 Dec 11 at 6:15 pm
Hey there! Quick question that’s completely off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My blog looks weird when viewing from my iphone. I’m trying to find a template or plugin that might be able to correct this problem. If you have any recommendations, please share. Thank you!
fruit mocking party
17 Dec 11 at 5:20 pm
Awesome news it is without doubt. We’ve been seeking for this update.
paris turf
18 Dec 11 at 1:29 am
For the latest information from the world of design, advertising and helpful hints can be found at http://www.justlikeforme.com.
patricknet
9 Feb 12 at 1:13 am
I don’t comment, however I browsed a ton of comments on %BLOGTITLE%. I do have 2 questions for you if you tend not to mind. Is it only me or does it look like some of the responses come across as if they are left by brain dead people?
And, if you are writing on additional places, I’d like to keep up with you. Could you post a list of every one of all your social community pages like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile?
earn autopilot
10 Feb 12 at 6:46 pm
B2B Buyers and Suppliers Serach in Paciat
China Buyer & Suppliers Paciat
21 Feb 12 at 1:03 am
|I don’t usually interrupt great conversations such as this with questions, but I in dire need of help from whoever willing to lend me a hand. I’m looking into using the services of Comcast 3103 E Grant Ave Fresno CA, 93702 (559) 354-9118 and I wanted to ask if somebody here has employed them recently. I am seeking both the bad and good issues with their business. Please make contact with me at the earliest opportunity for this is extremely important.Thanks a lot.
hikayeler
15 Feb 13 at 12:17 pm
Resensi Kesucian Politik at Overseas Think Tank for Indonesia wow gold http://www.wgtwowgold.com/
wow gold
6 May 13 at 4:16 am