Bapak Pluralisme Indonesia

Oleh Dr. Beni Bevly
Amukan teroris dan tumbuhnya radikalisme Islam secara pesat setelah runtuhnya Orde Baru pada tahun 1998 di Indonesia telah banyak menimbulkan rasa was-was di kalangan non-Islam radikal, termasuk penghuni bumi di belahan lain di dunia ini. Rasa was-was ini timbul karena persepsi yang tercipta dari tindakan kelompok teroris dan Islam radikal tersebut.
Ternyata ada satu tokoh yang secara berani, kontroversial dan lucu menampilkan sisi lain dari persepsi radikalisme Islam. Tindak-tanduk tokoh ini umumnya membawa pengaruh yang positif terhadap hubungan antar agama dan antar golongan, termasuk dengan golongan minoritas di Indonesia. Bukan itu saja, ia juga malang-melintang di dunia internasional berusaha untuk mendamaikan konflik antar agama yang telah berlangsung ribuan tahun.
Perbuatannya mendapat sambutan yang gegap-gempita baik dari dalam maupun luar negeri. Sambutan seperti ini berlangsung bahkan setalah ia meninggal. Siapakah dia? Ia adalah Gus Dur yang telah berpulang ke Tuhan Yang Maha Pengasih pada hari Rabu, 30 Desember 2009.
Ia kini banyak disebut sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Untuk mengetahui lebih jauh sosok tokoh ini, silakan klik Slide Show yang ditayangkan dalam Gus Dur Candlelight Memorial pada hari Juma’t, 8 Januari 2009 di Foster City, San Francisco Bay Area, USA.
_____
Dr. Beni Bevly adalah analis pada Overseas Think Tank for Indonesia dan penulis buku “Aku Orang China? Narasi Pemikiran Politik Plus dari Seorang Tionghoa Muda” (versi terbitan Indonesia yang akan beredar pada bulan Februari 2010).