Overseas Think Tank for Indonesia

facilitating intellectuals to contribute to indonesia

Gus Dur di hati saya

without comments

Keberaniannya mengakui kesalahan Institusi NU di masa lalu menyingkap komitmen Islam sepanjang masa untuk membela perikemanusiaan masyarakat korban.

Oleh Mutiara Andalas, SJ

(Artikel di bawah ini adalah Eulogy Mutiara Andalas dalam kegiatan Gus Dur Candlelight Memorial di Foster City, San Francisco Bay Area, USA pada hari Jum’at, 8 January 2009).

Menjelang era reformasi 1998, saya ikut diantara komunitas persaudaraan lintasagama yang mendirikan tenda Tim Relawan untuk Kemanusiaan di kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Saya berjumpa dengan nahyidin muda yang mengisahkan kekaguman dalam rasa hormat pada sosok Abdurrahman Wahid. Pengalaman awal saya dengan Gus Dur adalah melihatnya keluar masuk gedung PBNU dari tenda.

Dalam sebuah diskusi politik yang menghadirkan Gus Dur sebagai salah satu pembicara, saya berkesempatan duduk sebagai pendengar. “Saya sebagai bagian warga Nahyidin mohon maaf kepada paguyuban keluarga korban 1965. Kami terlibat, sebagian besar karena kebutaan politik, dalam pembantaian terhadap rakyat tak bersalah.” Keberaniannya mengakui kesalahan Institusi NU di masa lalu menyingkap komitmen Islam sepanjang masa untuk membela perikemanusiaan masyarakat korban.

Pasca-tragedi Mei-Semanggi, bersama Tim Relawan untuk Kemanusiaan, kami menyelenggarakan aksi menuntut keadilan bagi pelanggar HAM. Gus Dur yang berhalangan hadir, memohon kesediaan Siti Sinta Nuriah, yang berjalan dengan bantuan kursi roda, untuk menghadiri aksi. Kepemimpinan Gus Dur yang peduli dengan perikemanusiaan korban berlanjut bahkan pascajabatan politik dan keagamaan. Di hati saya, bahkan di hati Gereja Katolik Indonesia, Gus Dur telah memberikan hidup secara penuh sebagai penjalin persaudaraan lintasagama demi Indonesia yang lebih berperikemanusiaan.

Gus Dur, Requiescat in Pace.

_____
Mutiara Andalas, S.J. adalah mahasiswa Program Doktoral di Jesuit School of Theology di Berkeley, California

Written by Beni Bevly

January 12th, 2010 at 4:13 pm

Leave a Reply