Resensi Buku: Menembus Kejiwaan Kaum Radikal

Menembus Kejiwaan Kaum Radikal
Dimuat di Koran Jakarta, Kamis 12 Maret 2010
Judul : Politik Para Teroris
Penulis : Mutiara Andalas
Penerbit : Kanisius
Tahun : I, Februari 2010
Tebal : 132 halaman
Fenomena teroris(me) sungguh menjadi hantu menakutkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dunia. Sebab tidak terbayangkan, perilaku anti kemanusiaan dengan, seperti meledakkan tempat-tempat umum, bom bunuh diri, dan serangkaian aksi teror ditunjukkan di depan mata kita.
Mereka yang menjadi korban adalah masyarakat sipil yang tidak punya dosa dan juga sedikit pun tidak punya kepentingan politik yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. Buku berjudul Politik Para Teroris menyingkap aksi-aksi terorisme dari sisi korban dan pelaku.
Penulisnya mendalami peran pelakunya di satu sisi dan mengambil sikap empati terhadap korban. Sebagai rohaniwan, Mutiara Andalas melakukan analisis kritis dan tajam terhadap gejala-gejala yang melatari terjadinya aksi teror di sejumlah daerah.
Perhatiannya banyak tertuju pada bagaimana peran dan hubungan agama dalam mengobati rasa duka terhadap korban.
Ia mengeksplorasinya secara fenomenologis, yang tidak banyak diungkap oleh pengaji-pengaji lain. Menurut mahasiswa yang saat ini sedang menyelesaikan studi doktoral di Jesuit School of Theology at Santa Clara, Berkeley, Amerika Serikat, wacana agama di tengah situasi teror hendaknya semakin menempatkan korban dalam hati pembicaraan.
Ia peduli dengan penderitaan korban dan komunitas muslim yang menjadi target mudah sebagai kambing hitam pascateror bom.
Mereka melihat diri sebagai korban teror rezim kekuasaan lain dan melancarkan serangan balasan demi membela keberlangsungan hidupnya.
Mereka sering kali menyembunyikan identitas mereka sebagai pelaku dengan mengenakan pakaian agama dan mengangkat tindakan anti kemanusiaan pada tingkat kesucian.
Jaringan teroris menyembah ilah kekerasan yang merusak kehidupan, bahkan mengarak kematian dini korbannya (hlm 29).
Upaya mengungkap apa yang dimaui pelaku dan juga merasakan apa yang dialami korban tidaklah mudah dilakukan.
Pada buku ini, penulisnya mampu menerapkan metodologi tulisan yang menyingkap problem-problem psikologis keduanya.
Ia bergerak liar dalam ruang kejiwaan para teroris. Selain itu, Mutiara Andalas tampak tidak terjebak pada sekat-sekat golongan dan agama.
Hal ini misalnya, terlihat pada bagaimana ia mengapresiasi dan mengkritik terhadap “politik identitas” yang disematkan kepada umat muslim sebagai komunitas agama yang identik dengan “kekerasan” dan “teroris” itu sendiri.
Dengan demikian, kehadiran buku ini tentu saja agak berbeda dengan buku kebanyakan yang membahas tema serupa, tentang terorisme.
Selain penyajiannya yang sangat cair dan mudah dicerna, buku ini memunyai bobot intelektual yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Peresensi adalah, Lailiyatis Sa’adah, pustakawan dan guru PAUD UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta []
