Pengotomatisasian Produk

Sumber gambar: i.zdnet.com
oleh Dr. Beni Bevly
Produk yang berfungsi sendiri dengan tanpa banyak campur tangan manusia, sebutlah produk otomatis, telah diproduksi lebih matang seiring dengan kemajuan teknolgi. Jenis produk ini semakin diincar baik oleh pebisnis untuk dikembangkan karena permintaan masyarakat secara global juga menigkat tajam. Mari kita lihat secara mikro trend ini dengan mengambil contoh sepeda dan alat batuan untuk membaca buku.
Melihat orang-orang di jalan yang mengendarai sepeda dengan baju khas ala pembalap sepeda terkenal Lance Amstrong yang berwarna-warni menyolok di San Franciso adalah hal yang wajar. Jalan-jalan di kota Tanah Seberang yang naik turun dan berbukitan serta memberikan kesan romantis ini adalah tempat yang tepat untuk berolah raga sepeda yang pasti membawa cucuran keringat. Kini, pemandangan saya juga menangkap bahwa banyak orang yang berpakaian jas rapihpun mengendarai sepeda. Sebagai contohnya, David Chiu, presiden dari Board of Supervisor kota San Fanscisco, kini naik sepeda setiap pagi ke kantor tanpa mengeluarkan keringat yang bisa membasahi jas kerjanya.Apa rahasianya? Ternyata ia mengendarai sepeda listrik yang secara otomatis membantu ia mengayuh.
Agaknya Chiu tidak akan mengendarai sepeda manual untuk pergi kerja karena setelah megayuh jarak tertentu maka keadaan fisiknya tidak akan mengijinkan ia bekerja secara efektif lagi. Kini, telah terdapat jutaan orang seperti Chiu yang mengendarai sepeda listrik.
Sepuluh tahun yang lalu, industri sepeda listrik sama sekali belum diangkat kepermukaan, tetapi kini ia telah menjadi USD 11 miliar global industri. Amerika Serikat sendiri yang pasarnya termasuk modest “hanya”menjual 200.000 sepeda listrik. Beberapa bulan lagi, sepeda seperti ini akan dipasarkan secara luas. Toko elektronik ter besar di Tanah Seberang seperti Best Buy akan menjual sepeda ini pada bulan Juni 2010.
Sebenarnya sepada listrik ini dimulai oleh dan dari China. Diperkirakan sebanyak 120 juta sepeda listrik telah menggantikan sepeda tradisional atau manual dan sepeda motor, bahkan ada dari mereka yang mulai menggantikan pemakaian mobil.
Ternyata perkembangan pemakaian sepeda listrik ini tidak hanya di Amerika Serikat dan China saja, bahkan sesuai dengan perhatian para ahli, perkembangan serupa juga terjadi di Eropa, terutama di Jerman, Prancis dan Italia. India yang dua tahun lalu sama sekali tidak ada penjualan sepda listik, kini pasarnya berkembang pesat. Mungkin pasar India bisa melampau pasar Eropa dalam waktu dekat.
Di lain tempat, sambil menikmati lajunya kereta Bay Area Rapid Transit (BART) dari Tanah Seberang, bersama dengan teman saya, sebutlah Nick, kami mengutak-atik barak elokrtonik yang bisa menyimpan sampai 1.500 buku.
Benda yang saya pegang itu berukuran sebesar buku dan berwarna perak. Ia seberat 10,2 ounce atau sekitar 0,3 kilogram. Ia adalah Kindle, yaitu alat baca buku secara elektronik (e-book reader) keluaran Amazon.
Kini Kindle tidak hanya ditemani e-book reader dari Sony, tetapi iPad, produk dari Apple sudah siap bersaing dengannya. IPad sangat dikuatirkan oleh Amazon akan menjadi pesaing beratnya. Walaupun Amazon telah menjadi market leader dalam industri ini dan telah memiliki 400.000 judul buku siap untuk di-down load dengan dari harga nol sampai USD 9,99, ia tetap was-was dengan Apple karena iPad ternyata tampil lebih canggih dan banyak fiturnya. Ditambah bahwa kini telah banyak penerbit besar yang telah menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama dengan Apple.
Di samping itu, Google yang telah melihat potensi pasar dari industri e-book reader ini telah melakukan persiapan yang matang untuk terjun ke industri ini. Dikabarkan ia telah meng-upload jutaan judul buku ke sistemnya yang suatu saat akan dengan mudah dan banyak dari judul buku ini bisa diakses dengan gratis. Tidak lama lagi Google akan meluncurkan produk e-reader ala mereka.
Jelas bahwa tanpa e-book reader seperti Kindle, Nick dan saya tidak akan bisa membawa ribuan buku ke dalam BART.
Inti dari kedua kasus di atas menggambarkan bahwa produk otomatis seperti sepeda listrik dan e-book teader telah menjadi produk yang sangat mengiurkan baik dari mata pebisni maupun mata pelanggan. Hal ini terjadi karena jenis produk seperti ini akan mempermudah manusia dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Pada mulanya pebisnis lebih banyak berpikir dalam menciptakan alat untuk berproduksi yang serba otomatis sehingga bisa menghasilan produk yang berkualitas tinggi dengan cara yang lebih efisien dan cepat serta bisa mengurangi waste. Sekarang, tingkat kecanggihan teknologi dan alat untuk memproduksi bisa dikatakan telah mencapai puncaknya, maka para pebisnis telah melangkah ke depan. Hasilnya, mereka berusaha untuk menghasilan produk yang secara otomatis bisa membantu mempermudah kehidupan manusia.
Lebih rincinya, proroduk otomatis seperti ini bisa diharapkan bisa meningkatkan hal-hal sebagai berikut bagi pemakainya, yaitu produktivitas, penghematan tenaga dan energi, efisiensi, dan kualitas hidup. Peningkatan atau perbaikan bagi pemakai seperti inilah yang sedang dan akan terus dicari oleh pelanggan modern, termasuk penduduk di Tanah Air.
Di samping itu, produk yang diotomatisasi seperti ini dengan sendirinya mempunyai nilai tambah yang tinggi sehingga pebisnis bisa menawarkan dan menjual dengan harga lebih tinggi pula kepada pelanggan.
Dalam era seperti ini, tentu saja masyarakat dan pemerintah di Tanah Air tidak mau hanya berpangku tangan, menjadi penonton dan jauh ditinggal oleh rekan pebisnis di Tanah Seberang. Untuk itu, bekerja sama dengan pemerintah, pebisnis di Tanah Air harus berani menyerap teknologi canggih dan mulai terjun ke bidang ini.
_____
Beni Bevly adalah penulis buku Managing For Profit Organizations in the Flatter World. Ia bisa dijumpai di www.OverseasThinkTankForIndonesia.com. Artikel ini sebelumnya diterbitkan oleh majalah Duit! dalam bentuk cetak.

Wah, dunia sepertinya sudah semakin tua sehingga malsa bergerak, jadi mengandalkan kecanggihan. Ada baiknya juga sich semua serba otomatis kalau dipandang dari segi positif sehingga memudahkan orang untuk beraktifitas, tapi dari segi negatifnya manusia akan semakin malas bergerak.
A Hin
1 May 10 at 6:15 pm
Benar, A Hin. Setiap hampir semua peralatan selalu mempunyai dua sisi, seperti pisau, yang bisa dipakai untuk memotong sayur dan bisa dipakai untuk melukai. Maka itu kita perlu bijak dalam pemakaiannya.
Beni Bevly
6 May 10 at 10:36 am
Greetings from Florida! I’m bored to tears at work so I decided to browse your blog on my iphone during lunch break. I love the knowledge you provide here and can’t wait to take a look when I get home. I’m amazed at how fast your blog loaded on my mobile .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyways, awesome blog!
fruit mocking party
17 Dec 11 at 8:13 pm