Mimpi Seorang Indonesia 1)
Oleh Dr. Beni Bevly 2)
Ide awal dari seminar dengan topik the Indonesian Dream berangkat dari keinginan untuk melakukan launching atas salah satu buku yang saya tulis yang berjudul “Aku Orang China? Narasi Pemikiran Seorang Tionghoa Muda. Keputusan untuk memilih topik ini tentu suatu hal yang sangat menggembirakan bagi saya. Namun demikian juga sekaligus menjadi suatu hal yang patut direnungkan. Mengapa? Kami berpikir bahwa acara launching dengan membahas tentang buku ini mungkin bisa mengundang persepsi bahwa kami telah bertindak exclusive, yaitu tidak bisa mengikutkan semua pihak. Ternyata kekuatiran seperti ini tetap hidup walaupun kita sudah merdeka 66 tahun dan refromasi telah berjalan 13 tahun. Jika kita mau melihat positifnya, bukankah mendiskusikan China, Tionghoa ataupun Cina di Indonesia seperti membicarakan salah satu anggota badan kita yang otomatis juga menjadi concern bagi anggota badan yang lain?
Tetapi dalam paper ini, bukan hal ini yang mau saya diskusikan. Mestinya hal seperti penggunaan, penindasan dan pembunuhan terhadap Tionghoa di masa lalu, keterlibatan mereka dalam pembentukan Indonesia merdeka, dan posisi mereka yang menjadi kambing hitam dan yang dianggap menguntungkan dalam keterlibatan Ali-Baba di masa Orde Baru dan serta masih melekatnya sentimen etnis terhadap mereka pada saat ini mestinya telah diselesaikan, menjadi usang dan tercatat dalam sejarah secara tepat. Dan sebagian dari mereka telah tercatat dalam buku Aku Orang China? 3) Sekarang saya akan mendiskusikan mimpi dalam kaitannya dengan pengalaman aktivis, bisnis dan intelektualitas saya sebagai salah satu dari sekian juta etnis Tionghoa tentang masa depan Indonesia. Apakah Mimpi Seorang Indonesia (the Indonesian Dream) dari perspektif saya?
Mengapa Mimpi?
Pertanyaan yang memang patut dilontarkan. Bukankah mimpi itu hanya terjadi ketika kita tidur? Atau terjadi ketika kita dalam keadaan ngigau? Pada umumnya mimpi atau dream (noun) diartikan sebagai: 4)
Succession of images, thoughts, or emotions passing through the mind during sleep.
(Serangkaian gambar, pikiran, atau emosi yang melintas di pikiran selama tidur).
Dalam kehidupan bermasyarakat, mimpi banyak dikaitan dengan kemungkinan peristiwa di masa depan yang akan terjadi. Tetapi dari penelitian secara ilmiah, para ahli menerangkan bahwa mimpi tidak mempunyai tujuan tertentu. Tepatnya, di antaranya dikatakan: 5)
Numerous theories state that dreaming is a random by-product of rapid eye movement (REM) sleep physiology and that it does not serve any natural purpose.
(Sejumlah teori menyatakan bahwa mimpi adalah akibat sampingan secara random dari physiology pergerakan mata yang cepat dalam waktu tidur dan hal ini tidak mempunyai tujuan alami tertentu.)
Memang benar demikian arti harafiahnya, tetapi bukan pengertian mimpi seperti itu yang saya maksudkan. Lalu apa maksud mimpi dalam pengertian saya?
Mimpi yang saya maksudkan adalah suatu konsep atau persepsi ideal dari seorang individu mengenai masa depan kondisi kehidupan, baik secara individu maupun kolektif dalam ruang lingkup Indonesia yang dijadikan tujuan dan ingin direalisasikan. Di sebut mimpi karena hal yang ingin dicapai memang ideal yang jika dibandingkan dengan reality kehidupan sang pemimpi pada saat itu masih terjadi jurang pemisah. Untuk pencapaian ini, tentu saja tidak akan terjadi dalam kondisi kita sedang tidur.
Untuk mudahnya, konsep seperti ini kita sebut saja Indonesian Dream. Mengapa kita perlu Indonesian Dream (Mimpi Seorang Indonesia) seperti ini? Seperti disebutkan, bahwa Indonesian Dream pada akhirnya akan menjadi suatu tujuan hidup dari setiap insan di Indonesia yang didambakan dan ingin direalisirkan. Dengan memiliki Indonesian Dream dalam benaknya, maka hidup seseorang akan menjadi lebih terarah dan termotivasi.
Model Amerika
Jika kita bicara Indonesia Dream, sudah pasti pikiran kita akan akan tertuju pada American Dream. Amerika Serikat (AS)-lah yang mempelopori terciptaknya konsep seperti ini. Konsep Amrican Dream mereka juga banyak ditiru oleh negara-negara lain, seperti Inggris dan Rusia. Tentu saja dalam hal ini, kita akan melihat Indonesian Dream dalam konteks Indonesia sendiri. Sebelum ke sana. mari kita diskusikan American Dream dan kemudian kita telusuri konsep yang cocok untuk Indonesian Dream. 6)
Pada tahun 2008 saya sempat mengikuti kampanye pemilihan calon presiden dan wakilnya antara Barack Obama – Joe Beiden melawan John McChain – Sarah Palin secara dekat. Salah satu issue yang Obama lontarkan adalah rencana menaikan pajak seseorang yang berpendapatan USD 250.000 per tahun dan akan menurunkan pajak bagi mereka yang pendapatannya kurang dari angka tersebut. Secara mengejutkan, seseorang yang kemudian dikenal dengan sebutan Joe the Plumber dengan pendapatan yang diperkirakan kurang dari USD 45.000 per tahun yang menurut saya mestinya senang dengan rencana Obama, akan tetapi sebaliknya, ia sangat marah dan merasa dirugikan.
Selanjutnya, kita tahu bahwa Obama menang dan di masa kepemimpinannya kini paling tidak terjadi dua jenis perdebatan yang sangat seru, yaitu pertama, mengenai akan diakhirinya konsesi tax cut for the rich. Kedua, mengenai keabsahan pemberlakuan Universal Healthcare. Perdebatan ini rupanya juga terjadi di antara teman-teman dan tetangga saya.
Tidaklah heran jika banyak rekan saya yang pendapatannya tinggi menginginkan konsesi tax cut for the rich tetap diteruskan karena konsesi ini menguntungkan mereka. Mereka juga mendukung untuk di-repeal atau dibatalkannya Universal Healthcare karena mereka beranggapan bahwa dalam sistem ini akan ada subsidi dari pihak yang lebih berada ke mereka yang pendapatannya kurang dan mengharuskan setiap orang untuk ikut program ini yang berarti melanggar kebebasan mereka.
Tetapi yang cukup mencengangkan adalah ada dua rekan saya yang juga sependapat dengan rekan yang termasuk golongan berada ini, pada hal salah satunya sedang mengalami kesulitan untuk membayar mortgage atau kredit rumah bulanannya. Yang satunya lagi mempunyai bank accout yang sedang mengalami minus USD 150 dan suaminya terancam di-lay off yang berarti mereka akan kehilangan benefit asuransi kesehatan dari perusahaan tempat suaminya bekerja. Dengan kesulitan seperti ini, mereka masih mendukung perpanjangan konsesi tax cut for the rich dan di-repeal -nya Universal Healthcare. Ajaib bukan?
Sesungguhnya keajaiban pendapat mereka salah satunya terletak pada keayakinan American Dream yang telah tertanam di kebanyak benak orang Amerika. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki hak dan bisa untuk menjadi kaya, hidup berkecukupan, bebas dan bahagia, dan mereka bisa mencapainya. Jadi wajarlah jika mereka menolak kebijakan yang dianggap menghalangi atau mengurangi kenikmatan di mana mereka akan berada suatu saat nanti sesuai dengan yang diimpikan.
Melihat kenyataanya, memang mobilitas kelas sosial dan ekonomi terjadi setiap saat di AS. Salah satunya contohnya adalah Howard Shultz, pemilik Starbucks, yang pada masa anak-anak dan mudanya sangat miskin sehingga harus menjual darahnya untuk menyambung hidup.
Singkatnya, American Dream adalah sebuah etos nasional AS yang menjanjikan hak untuk hidup bebas dan hak untuk mencapai kemungkinan menjadi makmur dan sukses. James Truslow Adams pada tahun 1931 mendefinisikan American Dream dengan arti bahwa hidup semestinya lebih baik dan lebih kaya dan lebih terpenuhi bagi setiap orang, dengan kesempatan bagi setiap orang sesuai dengan kemampuan atau pencapaiannya terlepas dari kelas sosial dan kondisi lahirannya. 7)
Ide American Dream sebenarnya berakar pada United States Declaration of Independence yang meng- proclaim bahwa all men are created equal dan bahwa endowed by their Creator with certain inalienable Rights termasuk Life, Liberty and the pursuit of Happiness.
American Dream kini bisa dilihat dalam empat bentuk, yaitu: 8′) pertama, Dream of Abundance menawarkan suatu jumlah materi yang berkecukupan untuk semua orang Amerika dan membuat mereka bangga menjadi society yang terkaya di dunia.
Kedua, Dream of a Democracy of Goods, di mana setiap orang memiliki akses yang sama terhadap produk terlepas dari ras, jenis kelamin, etnisiti, atau kelas yang dengan demikian menantang norma aristokrasi di seluruh penjuru dunia yang menyatakan bahwa hanya orang kaya atau yang punya koneksi tertentu yang bisa mengakses kehudupan luxury.
Ketiga, Dream of Freedom of Choice, karena perluasan jenis barang dan jasa sehingga memberikan peluang bagi setiap orang untuk memilih life style mereka sendiri.
Kempat, Dream of Novelty di mana dalam setiap perubahan fashion, model baru, dan produk yang tidak terduga memperluas pengalaman pelanggan dalam hal purchasing skills dan kesadaran pasar. Dream of Novelty ini juga menantang konservatisme masyarakat, kultur dan politik tradisional.
Di tingkat mikro American Dream sering diterjemahkan dengan kepemilikan tempat tinggal atau rumah yang dilengkapi dengan listrik, microwave, oven, refrigerator, dish washer, TV, terdapat front and backyard dengan beberap anak yang bermain bersama seekor anjing serta memiliki mobil sedan dan van. Untuk merealisasi ini, George W Bush pernah menerapkan Ownership Society program di mana ia bilang bahwa penduduk termiskin di AS pun mestinya memiliki rumah untuk tinggal. Program ini di-follow up oleh para pembantunya sehingga menjadi salah satu sebab terjadinya bubble housing yang menyebabkan resesi ekonomi yang timbuk kepermukaan pada tahun 2008. Prinsip kepemilikan rumah ini juga diikuti oleh Inggris dan Rusia.
Bagi kaum tertindas yang diwakili oleh Martin Luther King, Jr. mengemukakan dalam pidato “I Have a Dream” pada 28 Augustus 28 1963 yang bertujuan untuk memperjuangkan racial equality and mengakhiri diskriminasi. Sebagian dikutib di bawah: 9)
And so even though we face the difficulties of today and tomorrow, I still have a dream. It is a dream deeply rooted in the American dream.
I have a dream that one day this nation will rise up and live out the true meaning of its creed: “We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal.”
I have a dream that one day on the red hills of Georgia, the sons of former slaves and the sons of former slave owners will be able to sit down together at the table of brotherhood.
I have a dream that one day even the state of Mississippi, a state sweltering with the heat of injustice, sweltering with the heat of oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.
I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.
(Dan walaupun kita menghadapi kesulitan hari ini dan besok, saya masih memiliki mimpi. Suatu mimpi yang berakarkan pada American Dream.
Saya memiliki mimpi bahwa suatu hari negeri ini akan bangkit dan hidup berdasarkan kredonya: “Kita memegang pada kebenaran-kebenaran ini untuk pembuktian sediri, bahwa semua manusia diciptakan sama.”
Saya memiliki sebuah mimpi bahwa suatu hari di atas bukit merah Georgia, anak-anak dari mantan budak dan anak-anak dari mantan pemilik budak akan mampu untuk duduk bersama di meja persaudaraan.
Saya memiliki sebuah mimpi bahwa suatu hari bahkan negara bagian Mississippi, suatu negara bagian yang dipenuhi dengan ketidak adilan, dipenuhi dengan opresi, akan di-transform menjadi oasis kebebasan dan keadilan.
Saya memiliki suatu mimpi bahwa empat anak saya pada suatu hari akan hidup dalam suatu negara di mana mereka tidak akan diadili berdasarkan warna kulit mereka tetapi berdasarkan karakter mereka).
Dan mimpi King ini boleh dikatakan telah tercapai.
Pelaksanaan di tingkat nasional, terlihat dari bagaimana para pemimpin, elit politik dan setiap individu berinteraksi, yaitu tetap mempertahankan pendapat mereka, terjadi argumen, tepai akhirnya akan selalu terlahir konsesus yang tidak memecahbelahkan rakyatnya.
Sebagai contohnya, dalam situasi yang sulit, Obama mengatakan: 10)
…, as contentious and frustrating and messy as our democracy can sometimes be, I know there isn’t a person here who would trade places with any other nation on Earth. We may have differences in policy, but we all believe in the rights enshrined in our Constitution. We may have different opinions, but we believe in the same promise that says this is a place where you can make it if you try. We may have different backgrounds, but we believe in the same dream that says this is a country where anything is possible. No matter who you are. No matter where you come from.
(…, betapapun ribut dan frustasi dan kacaunya demokrasi kita kadang kala, saya tahu tidak akan ada satu orang pun di sini yang akan menukar tempatnya dengan negara lain di bumi ini. Kita mungkin memiliki perbedaan dalam kebijakan, namun kita semua percaya untuk menjaga hak yang diatur dalam konstitusi. Kita mungkin memiliki pendapat yang berbeda, namun kita percaya akan kemungkinan yang sama yang mengatakan bahwa ini adalah tempat di mana kamu akan sukses jika kamu coba. Kita mungkin memiliki latar belakang yang berbeda, namun kita percaya akan mimpi yang sama yang mengatakan ini adalah negeri di mana semuanya mungkin. Tidak menjadi masalah siapa kamu. Tidak menjadi masalah dari mana kamu berasal).
Indonesian Dream
Sebagai seorang individu dan di antara jutaan Tionghoa tentu saja penekan Indonesian Dream saya akan berbeda dengan banyak pihak, tetapi saya juga yakin bahwa terdapat banyak pihak yang mempunyai mimpi yang serupa dengan saya.
Dengan mengacu pada Pembukaan Undang-Undang Dasar RI 1945 paragraf ke empat terlihat bahwa penyelenggara negara bertekat untuk:
…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,…
Maka menurut saya definisi Indonesian Dream, seperti juga di AS, harus bisa menjanjikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memiliki hak hidup bebas dan hak mencapai kemakmuran dan kesuksesan, dan janji supaya rakyatnya bisa ikut peran aktif dalam membantu mewujudkan kehidupan kancah dunia internasional yang bermutu.
Dengan demikian Indonesian Dream adalah suatu mimpi bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa ada perbedaan, untuk memiliki kehidupan yang bebas, bisa mencapai kemakmuran, kesuksesan dan kebahagiaan, dan bisa membantu dan terlibat dalam mewujudkan tatanan kehidupan Internasional yang lebih baik dengan mengembangkan gaya hidup yang jujur, penuh harga diri, mempunyai jiwa kesatria, rasa kemendesakan yang kuat, rajin dan saling menghormati.
Pengalaman sebagai seorang aktivis baik dalam konteks Indonesia dan Amerika telah mengkristalisasikan mimpi saya mengenai penerapan human rights (hak asasi manusia), acceptance (penerimaan), freedom (kebebasan), equality (persamaan), peace (damai) dan democracy (demokrasi) di Indonesia secara tepat.
Pengalaman saya sebagai seorang businessman dalam konteks yang sama telah membuat saya bermimpi bahwa akan tercipta kemakmuran yang merata bagi rakyat di semua wilayah Indonesia dengan mempraktekan social dan environmental responsibilities (tanggung jawab sosial dan lingkungan).
Secara intelektual, pengalaman saya membuat saya bermimpi bahwa suatu saat siapa saja yang mau dan mampu secara akademis akan bisa mengenyam pendidikan dan mempelajari ilmu setinggi-tingginya dengan tanpa melupakan pelajaran etika bermasyarakat dan bernegara yang baik.
Dalam pergaulan saya dengan rekan-rekan saya di manca negara dan di Indonesia, membuat saya bermimpi bahwa pada suatu hari semua rakyat Indonesia akan hidup dengan menerapkan sifat integrity (jujur), dignity (harga diri), bravery (jiwa kesatria), sense of urgency (rasa kemendesakan), diligence (rajin), dan mutual-respect (saling menghormati).
Lebih mikronya, saya bermimpi bahwa suatu hari saya akan melihat siapa saja bisa berjalan dengan ekspresinya yang berbeda dengan penuh percaya diri di keramaian tanpa diganggu dan mengalami kekerasan fisik.
Saya bermimpi bahwa suatu saat pengusaha kecil kita bisa bertani dengan peralatan yang canggih, dan menghasilkan tanaman yang berlimpah ruah.
Saya bermimpi, suatu hari saya akan berjalan di jalan-jalan ramai Jakarta tanpa menghisap polusi dan terhindar dari kemacetan.
Suatu hari mimpi saya akan menjadi kenyataan bahwa semua anak cucu kita akan mengenyam pendidikan yang lebih baik dari saya.
Maka pada suatu hari saya bukanlah bermimpi bahwa seluruh mutu sumber daya manusia Indonesia bisa duduk sejajar dengan rakyat dari negara-negara maju.
Kemungkinan Pencapaian
Dengan melihat gejala geopolitik, statistik demografi, pertumbuhan ekonomi dan posisi di dunia internasional, Indonesia menunjukkan perjalanan ke arah yang sudah kita harapkan. Arah pertumbuhan yang tepat ini tentu saja akan mempermudah rakyat Indonesia untuk merealisasikan Indonesian Dream-nya.
Di bawah ini akan didiskusikan sekilas kemungkinan menanjaknya posisi Indonesia di dunia internasional, terutama dalam organisasi BRIC (Brazil, Russia, India dan China). Dikabarkan bahwa Rusia hendak digeser dari BRIC dan digantikan dengan Indonesia. Mengapa? Ternyata persepsi internasional menilai Indonesia lebih sukses membina perekonomian dan pertumbuhan perekonomiannya dibandingkan dengan Rusia. 11)
Secara keseluruhan, terlepas dari sistem diktator militerisme di masa lalu dan korupsi, kini Indonesia dilihat sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat. Indonesia termasuk salah satu dari sedikit negara yang pertumbuhan GDP-nya tetap kuat setelah krisis ekonomi dunia tahun 2008. Pada tahun 2009, pertumbuhan ekonominya sebesar 5 persen, tahun 2010 sebesar 6 persen dan pada tahun 2011 hingga 2015 diprediksikan akan mencapai antara 7 sampai 8 persen.
Di samping kekayaan alamnya, ia juga dikenal sebagai negara — dengan penduduk Muslim terbanyak dengan total 240 juta penduduk melebihi gabungan tiga negara Prancis, Jerman dan Inggris – yang berhasil menerapakan demokrasinya cukup baik.
Standar hidup masyarakat Indonesia yang masih cukup rendah, kini dilihat semakin membaik dengan GDP per capita berkisar USD 4.000 yang berarti masih sangat berpotensi untuk perkembangan masa depan. Pada tahun 2050, dengan menggunakan nilai USD sekarang, petensial GDP diperkirakan akan mencapai USD 9,3 triliun atau 65 persen dari GDP AS.
Kekayaan alam Indonesia juga banyak mengundang projeksi yang positif, seperti kepemilikan akan minyak, gas, batu bara, timah, tembaga, perak, dan emas. Dari segi geografi — Indonesia juga dekat dengan India dan China — mempermudahkan hubungan dagang yang melibatkan kedua negara ini.
Akhirnya, diprediksikan bahwa Indonesia mempunyai potensi jangka panjang menjadi consumer market yang luar biasa karena pada tahun 2050 akan memiliki 313 juta penduduk yang melebihi penduduk AS sekarang. Hal ini ditopang dengan jumlah besar populasi muda, termasuk 22 juta tenaga muda yang akan bergabung ke angkatan kerja dalam dekade yang akan datang.
Bagaimana dengan Rusia, mantan negara Tirai Besi? Roben Farzad menulis di Business Week pada November 2010 bahwa dari Nouriel Roubini, pengamat ekonomi internasional sampai Morgan Stanley, global financial services firm telah menyatakan agar Rusia dikeluarkan dari BRIC dan digantikan dengan Indonesia. Mereka mengemukakan hal ini antra lain dikerenakan kebijakan dari Kremlin yang dinilai tidak mendukung perkembangan ekonomi dalam negeri, demografi yang pertumbuhannya mengalami staknasi, dan semakin parahnya korupsi.
Kasus seperti ini, sehingga Richard Shaw, managing principal dari QVM Group, a South Glastonbury investment advisory menyatakan, “Russia is just not a good place to put your money.”
Shaw menyatakan ia menghindari menanamkan uang client-nya di pasar stock dan fund Rusia. Ia mengaku lebih senang memiliki exchange-trade fund (ETF) Indonesia dan bilang, “While Indonesia isn’t a paragon of virtue, it’s better, especially to participate in the Asian boom.”
Penutup
Dengan melihat diskusi di atas, terutama persepsi internasional atas kemajuan Indonesia dan modal dasar yang kita miliki, seperti sumber daya alam dan tren pertumbuhan ekonomi kita maka besarlah kemungkinan bagi kita untuk mewujudkan Indonesian Dream.
Juga dengan melihat kasus gejala penolakan akan keanggotaan Rusia untuk tetap di BRIC, dan melihat perkembangan dalam negeri akhir-akhir ini memang masih banyak yang perlu dipelajari dan diperbaiki. Paling tidak kita bisa belajar dan membantu memperbaiki hal yang bisa dikontrol untuk demi perwujudan Indonesian Dream, seperti memberantas korupsi secara serius, menciptakan iklim investasi yang lancar, meningkatkan mutu demokrasi, mengurangi gerakan ekstrim yang mengancam pluralisme sebagai tonggak demokrasi, memberdayakan institusi sosial, ekonomi dan politik secara fair, dan menciptakan stabilitas politik.
_____
1). Paper ini disampaikan dalam Seri Dialog The Indonesian Dream: Perspektif Tokoh Muda Tionghoa pada tanggal 4 Juli 2011 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Depok, Indonesia yang diadakan oleh Visi Indonesia 2033, Yayasan Nation Building, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Radio Pas FM 92.4 FM.
2). Dr. Beni Bevly adalah Business Trainer, Consultant dan Humanitarian, dan penulis buku Aku Orang China? Narasi Pemikiran Politik Seorang Tionghoa Muda dan buku Solusi Bisnis dari Seberang yang bermukin di Silicon Valley, Kalifornia. Ia bisa dijumpai di OverseasThinkTankforIndonesia.com dan BeniBevly.com.
3). Bevly, B. (2010). Aku Orang China? Narasi Pemikiran Politik Plus dari Seorang Tionghoa Muda. Jakarta, Indonesia: Yayasan Nation Building.
4). Dictionary.com. (2011). Dream. Di-retrieve dari http://dictionary.reference.com pada tangal 3 Juli 2011.
5). Revonsuo, A. (2000). The reinterpretation of dreams: an evolutionary hypothesis of the function of dreaming. Behavioral Brain Science 23 (6).
6). Diskusi tentang American Dream pada bagian ini banyak berdasarkan Bevly, B. (2011). Indonesian Dream. Majalah Duit! Edisi Mei 2011.
7). Library of Congress. (2011). American Memory. What is the American Dream? Di-retrieve pada tanggal 3 Juli 2011.
8). Ownby, T. (1999). American Dreams in Mississippi: Consumers, Poverty, and Culture 1830-1998. North Carolina: University of North Carolina Press.
9). King, Jr. M. L. (1963). I Have a Dream. Di-retrieve dari www.americanrhetoric.com pada tanggal 3 Juli 2011.
10). Selengkapnya bisa di baca di Obama State Of The Union Speech 2011: Full Text & Video. (2011, Januari 25). www.huffingtonpost.com. Di-retrieve pada 3 Juli 2011.
11). Kemungkinan Indonesia menggeser Rusia di BRIC baca Bevly, B. (2011, Mei). Profinance. Jakarta, Indonesia: 2011.


Mlm Dr Beni, kenalkan nama saya johannes kitono ( jk ) dan beruntung mendapat buku Aku Orang China ? tulisan anda dari Yayasan Nabil.Tadinya buku tsb. hanya mengisi rak saja tetapi suatu ketika tanpa sengaja membaca sub judul Menyeberangi Sungai Sambas dan ketika mengetahui bahwa anda berasal dari Sekura Sambas, daerah yang tidak asing bagi saya.Langsung buku tsb.dilalap habis dalam tempo 2 ( dua ) hari saja.Apakah tindakan saya termasuk type stereotype? saya tidak tahu. Yang pasti saya senang dengan gaya bahasa anda dan kebetulan istilah 2 Khek yang anda pakai saya tahu artinya. Jelasnya saya sangat menikmati buku tsb. dan menganjurkan teman2 membaca buku yang di zaman Soeharto pasti dilarang oleh Kejagung karena penjelasan mengenai Pancasila nya sangat rasionil. Hanya saja sub judul PAL 2 mungkin ada kerancuan karena antara peristiwa PP 10 ( 1960 ) dan Ceu Fung Theu/peristiwa Mangkok Merah ( 1967 ).Kalau PP 10 , semua WNA hanya diusir ke kota Kab. sedangkan CFT jelas itu perbuatan busuk Tentara mengadu domba etnis Dayak dan China dengan alasan menumpas PGRS,akibatnya banyak Nan Min yang terbunuh dan sengsara.
johannes kitono
25 Aug 11 at 8:35 am
Johannes YB, terima kasih telah meluangkan waktu membaca dan saran yang membangun. Mudah-mudahan suatu saat kita bisa ketemu.
Beni Bevly
8 Sep 11 at 10:13 am
Hallo Beni
Bagaimana dapat membeli buku anda Aku orang Cina
di Jerman ?
Sulistyo
sulistyo
3 Oct 11 at 9:46 am
Hello Bung Sulistyo,
Bisa coba hubungi penerbit:
Sekretariat Yayasan Nabil
Jl. Limo No. 40 , Permata Hijau,
Senayan, Jakarta 12220, Indonesia
Telp. (62-21) 720 4383 (direct)
(62-21) 720 0981 , ext 206, 207
Fax. (62-21) 724 4430, 726 0788
Email. yayasan_nabil@yahoo.co.id
secretariat@nabilfoundation.org
Terima kasih atas minatnya.
Beni Bevly
10 Oct 11 at 9:01 am