Overseas Think Tank for Indonesia

facilitating intellectuals to contribute to indonesia

Mindset Bisnis

with 3 comments

Sumber Gambar: adrishta.com
Oleh Dr. Beni Bevly

Mindset memegang peranan yang sangat penting dalam setiap aktivitas. Ia merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Begitu juga peranannya dalam kegiatan berbisnis. Mindset yang seperti apakah yang perlu diterapkan demi tercapainya tujuan bisnis kita?

Ketika hendak berliburan dan akan meninggalkan rumah saya di Kalifornia Utara di Tanah Seberang untuk beberapa hari, saya meminta bantuan seorang anak bule tetangga dan sekaligus teman karib saya yang masih berusia 9 tahun. Setelah memberi tahu bahwa ia perlu datang setiap hari untuk memberi makan dan merawat tanaman, hewan piaraan dan kolam ikan, lalu saya memberi ia sejumlah uang. Tetapi apa jawabannya?

Ia berkata, “I will not accept this money until I earn it.” Atau dengan kata lain ia ingin menyatakan bahwa ia tidak akan menerima uang itu jika ia belum berhak mendapatkannya.

Pada kesempatan lain saya mendapat comment dari salah satu status saya di Facebook. Prinsipnya pemberi komentar itu tidak bisa mengambil sikap terhadap status saya yang berbunyi sebagai berikut, “Some beliefs perceive rich as greedy, while others see it as a blessing. We should choose the last one” atau “Beberapa keyakinan melihat bahwa kekayaan adalah rakus, sedangkan yang lain melihatnnya sebagai berkat. Kita seharusnya memilih yang terakhir.”

Di suatu malam sambil baca email melalui iPhone saya, saya nyalakan TV dan tertarik dengan acara talk show yang menampilkan Joel Osteen. Ia adalah seorang pemuka agama yang terkenal dan telah menulis multiple buku di Tanah Seberang. Antara lain ia menyatakan bahwa manusia perlu hidup abandant life. Abundant life adalah suatu ajaran yang menganjurkan untuk hidup dalam berkecukupan, termasuk kepemilikan akan kekayaan.

Ketiga uraian kasus di atas yang sebenarnya adalah beberapa contoh mindset yang berkaitan dengan mindset bisnis. Setiap mindset yang berbeda akan melahirkan hasil yang berbeda. Hal ini juga berlaku dalam mindset bisnis.

Lalu sebenarnya mindset bisnis seperti apakah yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang positif dalam berbisnis?

Pertama akan kita lihat dahulu tentang definisi mindset itu sendiri. Di Tanah Seberang mindset diartikan sebagai berikut:

“A fixed mental attitude or disposition that predetermines a person’s responses to and interpretations of situations.”

Definisi mindset tersebut jika dikaitakan dengan bisnis, maka pengertian mindset bisnis mencakup tingkah laku atau karakter mental yang telah tertanam dalam diri seseorang sehingga menentukan respons dan interpretasinya terhadap ide dan kegiatan wiraswata yang secara inheren melibatkan resiko rugi dan untung secara material.

Untuk mencapai tujuan bisnis, yaitu kesejahteraan bagi diri sendiri, keluarga, komunitas dan negara, seseorang perlu memiliki mindset bisnis sebagai berikut:

Pertama, meyakini keuntungan dan kekayaan adalah suatu berkat. Dengan keuntungan dan kekayaan, seorang pebisnis akan bisa membantu pihak lain, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan, membayar pajak negara, memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan melalui produknya. Dengan kekayaan dan keuntungannya juga, seorang pebisnis akan mampu membeli dan mengkonsumsi produk dari pebisnis lain yang pada akhirnya mendorong agar roda perekonomian negara tetap berjalan.

Kedua, menyadari bahwa setiap transaksi dan kegiatan bisnis mempunyai resiko rugi. Rugi dan juga untung adalah inheren dengan setiap transaksi bisnis. Jangan membiarkan ketakutan akan rugi menghalangi keinginan untuk terjun dalam bisnis. Sebelum memulai suatu kegiatan yang berkaitan dengan bisnis, pertimbangkanlah secara matang apa saja resiko kerugian dan ke untungan yang akan terjadi.

Ketiga, berikan pelayanan, meningkatkan dan menciptakan jasa dan produk yang terbaik untuk pelanggan. Keuntungan akan mengalir masuk jika pebisnis memberikan pelayanan, meningkatkan dan menciptakan jasa dan produk sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dengan palayanan premium seperti ini, pebisnis bisa menentukan harga premium pula.

Keempat, melakukan perbaikan terus menerus dalam segala bidang. Untuk mengimbangi pesaing dan perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam dekade ini, pebisnis perlu menerapkan mindset untuk melakukan continuing improvement.

Kelima, betindak secara kreatif, menjadi agent of change dan sekaligus berani terbuka untuk menerima perubahan. Karena itu, pebisnis yang sukses dan dengan mental ini, acapkali mereka mampu menjadi katalisator perekonomian suatu negara.

Selain mindset bisnis positif di atas yang perlu diterapkan, pebisnis perlu menghindari mindset negatif yang akan mempengaruhi keberlanjutan sautu bisnis, yaitu:

Pertama, hindarkan pandangan bahwa mencari keuntungan dan kekayaan adalah sebagai sifat rakus dari manusia. Memang ada pihak yang tidak bertanggung jawa mengumpulkan keuntungan dan kekayaan dengan cara yang tidak etis dan tidak jujur. Tetapi hal ini tidak berati bahwa semua keuntungan dan kekayaan adalah suatu hal yang buruk.

Dalam memberikan pelatihan dan seminar saya sering mengemukan argumen sebagai berikut:

“If I do not have a knife, that would be difficult for me to cut vegetables and meat to cook for my family and others. But someone else might think he/she needs to have the same knife to help him/her commit a murder.” Jadi tergantung dari kita bagaimana menggunakan “pisau”, dalam hal ini kekayaan yang berlimpah.

Kedua, hindarkan anggapan bahwa mengambil, mencuri, korupsi dan merampok dari orang kaya adalah wajar. Mindset seperti ini tidak akan membawa kesejahteraan bagi komunitas dan negara, malah akan menciptakan kemiskinan.

Ketiga, jangan menuntut pembayaran sebelum memberi pelayanan atau dari pelayanan yang buruk. Mindset seperti ini tidak akan menciptakan pelanggan yang setia. Ingat apa kata anak 9 tahun tadi.
Jika mindset bisnis seperti diuraikan tersebut diterapkan dengan baik, bukan mustahil kesejahteraan baik perorangan, komunitas dan negara akan membaik di Tanah Air.

Dr. Beni Bevly adalah business trainer, consultant dan penulis buku Solusi Bisnis dari Seberang yang bermukin di Silicon Valley dan bisa dihubungi di BeniBevly[at]yahoo.com dan BeniBevly.com. Untuk kebutuhan corporate training di Jakarta, ia bisa dihubungi melalui Alexander Edi Surya: email: afton.asia[at]gmail.com, telephone: 021 559 4150, dan fax: (021) 319-27651. Artikel ini pernah di terbitkan oleh majalah Duit! dalam bentuk cetak pada Februari 2011.

Written by Beni Bevly

December 8th, 2011 at 7:07 pm

3 Responses to 'Mindset Bisnis'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Mindset Bisnis'.

  1. I needed to send you the very small remark so as to thank you very much again for those precious techniques you’ve shared on this page. It’s so surprisingly open-handed of you to present publicly what exactly many of us would have supplied as an electronic book in making some money for themselves, mostly considering that you might have done it in the event you decided. These smart ideas also worked to become a fantastic way to recognize that many people have similar dreams the same as my personal own to see a whole lot more when it comes to this matter. I think there are some more fun periods ahead for many who read your blog post.

    pulsemonitor

    5 Jan 12 at 7:44 pm

  2. I adore your website. You have a great deal of great material which might be employed to a great number of readers.

    SIP Softphone

    13 Oct 12 at 1:40 pm

  3. I was very pleased to find this web-site.I wanted to thanks for your time for is wonderful read!!

Leave a Reply