Archive for the ‘(BAHASA INDONESIA)’ Category
Time Management

Sumber gambar: clock-desktop.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Sering kali kita bertanya mengapa seorang pebisnis besar memiliki waktu lebih banyak dari pada orang lain? Sebutlah Bill Gates yang berkeliling dunia di antaranya ke benua Afrika untuk kegiatan sosialnya, dan Warren Buffett yang masih sempat mengajar di Tanah Seberang.
Jawabannya tentu saja tidak. Saya perlu tekankan bahwa setiap orang mempunyai waktu yang sama, yaitu 60 menit per jam, 24 jam per hari, 7 hari per minggu dan seterusnya. Inti penggunaan waktu seseorang terletak pada pilihan jenis tugas atau kegiatan dan bagaimana melasanakannnya. Tindakan seperti ini saya artikan sebagai time management. Read the rest of this entry »
Model dari Discovery Bay Hong Kong: Kembali ke Alam
Perlu diakui bahwa pembangunan di Indonesia banyak yang menghasilkan masalah. Misalnya, karena kurangnya perencanaan, maka banyak lokasi di Indonesia, termasuk di Jakarta, menjadi banjir , di samping musibah atau potensi musibah lain.
Dalam kaitan dengan model pembangunan dan tingkah laku masyarakat yang bersahabat dengan alam, saya mengajak anda untuk menelusuri pengalaman saya di Hong Kong dan kemungkinan penerapannya di Indonesia. Read the rest of this entry »
Peringatan Hari Kemerdekaan: Ritualisme Yang Tak Berujung

Image source: suaramerdeka.com
Oleh Tanza Erlambang
Perayaan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke 65 tahun ini, sudah dimulai, baik di berbagai daerah tanah air, maupun oleh masyarakat indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia. Seperti ritual, perayaan itu terasa menoton. Dari tahun ke tahun hanya seputar lomba yang itu-itu saja : mulai dari menangkap kodok sampai main gaple, lomba lari karung sampai makan kerupuk.
Pertandingan olahragapun hanya sebatas hura-hura, tidak mengarah ke prestasi, apalagi prestasi olimpiade atau piala dunia. Kejuaraan dunia sepak bola misalnya, tak pernah sekalipun diikuti. Kita, seperti sudah mentakdirkan diri sendiri sebagai bangsa penonton sepanjang masa. Read the rest of this entry »
Menciptakan Kesetiaan Pelanggan

Image source: getentrepreneurial.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Beragam pilihan atas produk dan jasa yang ditawarkan bukan hanya menguntungkan pelanggan, tetapi juga akan meningkatkan kesetiaan mereka kepada pebisnis. Keberagaman ini memang menjadi faktor utama untuk menciptakan kesetiaan pelanggan, akan tetapi menurut penelitian NPD Group, Inc. di Port Washington, New York tersirat bahwa kesetiaan ini akan lebih meningkat bila didukung faktor lain, seperti karyawan yang ramah, harga produk yang bersaing, penampilan keseluruhan toko atau tempat penjualan yang menarik, kebersihan dan keterangan/cahaya toko yang menciptakan kenyamanan, dan waktu operasi yang fleksibel dan panjang. Read the rest of this entry »
Pendidikan Berantai

Sumber gambar: smknegeri2telukkuantan.blogspot.com
oleh Yunani Adam
Pada artikel terdahulu saya menyinggung betapa pentingnya peran pendidikan untuk mengubah kualitas leadership kepemimpinan Indonesia, di antaranya adalah dengan menerapkan system pendidikan berantai.
Yang saya maksud dengan pendidikan berantai adalah menurunkan atau merantaikan ilmu yang telah dipelajari dari seseorang kepada orang lain, baik secara langsung, yaitu dengan mengajar secara rutin (contoh yang mudah adalah pelajaran bahasa Inggris), maupun secara tidak langsung, yaitu dengan memberikan dana atau alat bantuan lain kepada anak-anak yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka. Read the rest of this entry »
Air Mata Xie Xie

Sumber gambar: loveisperfectharmony.files.wordpress.com
Oleh Mutiara Andalas, SJ
Thank You. Xie Xie. Terima Kasih. Matur Nuwun.
Kapan pulang? Pertanyaan ini menggelayuti benak saya beberapa waktu terakhir. Saat seseorang menanyakannya, saya awalnya menjawab sambil lalu,“Masih lama.” Saat kepulangan sudah di depan pintu, lidah semakin tercekat untuk menjawabnya. Perubahan rona penanya saat saya menyebut perkiraan tanggal kepulangan menyadarkan beratnya kandungan pertanyaan. Read the rest of this entry »
Land Banking
By Dr. Beni Bevly
Suatu ketika Mark Twain, novelis besar di Tanah Seberang, pernah berkata bahwa lokasi tanah yang baik tidak pernah out of style. Agaknya ungkapan ini tetap menjadi landasan para pebisbis properti untuk melakukan transaksi, sebagaimana dijelaskan oleh David Gold dalam diskusinya dengan saya dalam kaitannya dengan dengan bisnis land banking di San Jose daerah Silicon Valley. Apakah land banking? Apa yang bisa kita pelajari dari para pebisnis ini untuk diterapkan di Tanah Air? Read the rest of this entry »
Peringatan kerusuhan Mei 1998 dan wacana pluralisme
oleh Jennie S. Bev
[Catatan: Dalam artikel yang belum diedit, penulis menggunakan istilah "Tragedi Mei 1998" namun editor CGN menggunakan istilah "kerusuhan." Artikel ini adalah terjemahan dari artikel versi Bahasa Inggris.]
San Francisco, California – Pada Mei ini genap 12 tahun kerusuhan Mei 1998, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Menyusul meninggalnya empat orang mahasiswa yang ikut berunjuk rasa menuntut mundurnya Presiden Suharto saat itu, orang-orang pun ramai turun ke jalan, membuat kerusuhan dan melakukan penjarahan.
Meski banyak orang menyatakan bahwa kerusuhan tersebut adalah buntut dari kekecewaan terhadap rezim yang berkuasa dan adanya pengangguran massal, komunitas orang Tionghoa-lah yang langsung menjadi sasaran amukan massa, di mana, menurut berbagai laporan, hampir 100 perempuan Tionghoa diperkosa. Read the rest of this entry »
Memenangkan Kontrak

Sumber gambar: national-caaba.org
oleh Dr. Beni Bevly
Pengusaha kecil dan menengah (supplier) seringkali menghadapi kesulitan untuk memenangkan kontrak atau tender dari perusahaan raksa swasta dan sektor umum dari pemerintah. Bagaimana cara mengatasinya?
Dalam seminar dua hari NCAABA (National Council of Asian American Business) Supplier Academy di San Francisco State University, San Francisco yang saya hadiri beberapa waktu lalu juga membicara hal serupa dalam konteks Tanah Seberang. Seminar yang lebih cenderung mengarah pada workshop ini dihadiri oleh para pebisnis kecil dan minoritas. Read the rest of this entry »
Merubah Leadership Pemimpin Indonesia?
oleh Yunani Adam
Pada awal periode reformasi tahun 1998 masyarakat Indonesia mempunyai harapan besar akan terjadinya perubahan yang postif, termasuk diharapkan akan tampilnya pemimpin yang mengutamakan kepentingang masyarkat banyak dan negara. Sebaliknya, hingga saat ini leadership atau karakter dan ketrampilan kepemimpinan banyak pemimpin yang mengendalikan roda pemerintahan dan organisasi non-pemeritahan ternyata masih jauh dari harapan rakyat banyak dan merugikan negara. Dalam kesempatan ini saya akan membahas kemungkinan merubah leadership pemimpin Indonesia dengan menerapkan sistem pendidikan yang tepat.
Secara teknis, penerapan pendidikan yang saya ajukan adalah program pendidikan berantai yang melibatkan banyak individu, baik mereka yang berada di dalam maupun di luar negeri, termasuk dari segi pendanaan. Read the rest of this entry »
Dialog Tragedi Kemanusiaan Mei 1998: dari Keterasingan Menjadi Karib
Oleh Dr. Beni Bevly
Dalam dialog Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 dengan topik dari Keterasingan Menjadi Karib di Union City, San Francisco Bay Area pada tanggal 16 May 2010, kembali lagi berkumandang pertanyaan dan dialog mengenai: Mengapa perbuatan biadab ini terjadi? Apakah sudah ada penyelesaiannya? Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi lagi? Apa yang bisa mereka lakukan dari Amerika?
Peringatan yang dimulai dengan makan malam bersama pada jam lima sore, berlajut dengan dialog hingga jam delapan malam, dihadiri sekitar 100 orang peserta, beberapa nara sumber, antara lain Romo Mutiara Andalas, SJ, Dr. Silvia Tiwon dari University of California Berkeley, Nina Jusuf dari Transformasi, dan saya sendiri sebagai moderator ternyata berjalan dengan penuh antusias. Read the rest of this entry »
Setelah 12 Tahun

Sumber gambar: adferoafferro.files.wordpress.com
Oleh Mutiara Andalas, SJ
Peringatan 12 tahun tragedi Mei 1998 ibarat nyala lilin yang menerangi paras kemanusiaan Indonesia. Pelaku menyerang kehidupan korban dan melukai kemanusiaan bersama. Paguyuban korban membela kesucian hidup korban kekerasan dan diskriminasi rasial dari stigma politik. Negara yang membisu, apalagi menghalangi ziarah keadilan bagi korban tragedi, menyembah berhala politik kekerasan dan diskriminasi. Ratapan korban mendorong paguyuban korban melukis ulang paras negara dan anutan politiknya. Negara yang memeluk politik kemanusiaan mendaku kesucian hidup rakyat miskin dan minoritas sosial. Read the rest of this entry »
Memulai Bisnis Makanan Berskala Internasional

Sumber gambar: weblogs.baltimoresun.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Di Tanah Seberang, orang Amerika Serikat-lah yang memulai revolusi untuk melayani dunia dengan penjualan makanan super cepat dalam jumlah yang banyak, lezat dan relatif murah meriah. Bisakah pebisnis di Tanah Air turut serta mengembangkan bisnis makanan seperti itu? Mari kita ikuti uraian berikut.
Beberapa malam yang lalu, saya mampir di Wal Mart – suatu supermarket dengan cabang terbanyak di dunia – beberap mile dari tempat tinggal saya di kawasan San Francisco, Kalifornia. Di dalam supermarket itu saya melewati kios McDonalds, secara otomatis saya belok dan memesan dua buah apple pie seharga USD 1 untuk to go. Read the rest of this entry »
VOA Newsmaker Breakfast Interview on Housing Activism

In a recent interview with a VOA broadcaster Jimmy Manan, I talked about anti-foreclosure housing activism that the residents of Mountain House, California, has been doing. Listen the radio interview segment here: VOA Breakfast with Newsmaker Jennie S. Bev 05-03-2010
I hope it is useful and inspiring.
Dari Keterasingan Menjadi Karib: 12 Tahun Tragedi Mei 1998

Undangan terbuka dialog “Dari Keterasingan Menjadi Karib: 12 Tahun Tragedi Mei 1998″ akan diadakan pada:
Hari: Minggu, 16 Mei 2010
Pukul: 5:00pm-8:00pm (didahului oleh jamuan sederhana)
Tempat: Hall Gereja Holy Family, 3880 Smith Street, Union City, CA 94587.
Keterangan lebih lanjut, silakan baca artikel di bawah ini:
Latar Belakang
12 tahun telah berlalu sejak Tragedi Mei 1998 terjadi. Sejak itu telah banyak perubahan dan perkembangan baru yang menjanjikan di antaranya diberlakukannya Undang-Undang Kewarganegaraan yang menyetarakan posisi keturunan Tionghoa dengan suku lain di Indonesia, Tahun Baru Imlek sebagai hari Libur Nasional, diijinkannya karakter, bahasa dan budaya Mandarin/Tionghoa untuk diajarkan di sekolah dan ditampilkan di tempat umum, di antaranya dibangunnya Anjungan Tionghoa di Taman Mini Indonesia, dan berhentinya kediktatoran dan penguasa tangan besi Orde Lama. Read the rest of this entry »




