Archive for the ‘Business and Economics’ Category
Memenangkan Kontrak

Sumber gambar: national-caaba.org
oleh Dr. Beni Bevly
Pengusaha kecil dan menengah (supplier) seringkali menghadapi kesulitan untuk memenangkan kontrak atau tender dari perusahaan raksa swasta dan sektor umum dari pemerintah. Bagaimana cara mengatasinya?
Dalam seminar dua hari NCAABA (National Council of Asian American Business) Supplier Academy di San Francisco State University, San Francisco yang saya hadiri beberapa waktu lalu juga membicara hal serupa dalam konteks Tanah Seberang. Seminar yang lebih cenderung mengarah pada workshop ini dihadiri oleh para pebisnis kecil dan minoritas. Read the rest of this entry »
Memulai Bisnis Makanan Berskala Internasional

Sumber gambar: weblogs.baltimoresun.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Di Tanah Seberang, orang Amerika Serikat-lah yang memulai revolusi untuk melayani dunia dengan penjualan makanan super cepat dalam jumlah yang banyak, lezat dan relatif murah meriah. Bisakah pebisnis di Tanah Air turut serta mengembangkan bisnis makanan seperti itu? Mari kita ikuti uraian berikut.
Beberapa malam yang lalu, saya mampir di Wal Mart – suatu supermarket dengan cabang terbanyak di dunia – beberap mile dari tempat tinggal saya di kawasan San Francisco, Kalifornia. Di dalam supermarket itu saya melewati kios McDonalds, secara otomatis saya belok dan memesan dua buah apple pie seharga USD 1 untuk to go. Read the rest of this entry »
Breakfast VOA Newsmaker

Beberapa waktu yang lalu, stasiun radio VOA (Voice of America) melalui reporternya Jimmy Manan menginterview Dr. Beni Bevly, salah satu analis dari OTTI (Overseas Think Tank for Indonesia) dalam kaitannya dengan diterbitkannya buku “Aku Orang China?” untuk dimuat dalam program Breakfast VOA Newsmaker.
Untuk mendengar program ini silakan klik Breakfast VOA Newsmaker with Dr. Beni Bevly.
Pengotomatisasian Produk

Sumber gambar: i.zdnet.com
oleh Dr. Beni Bevly
Produk yang berfungsi sendiri dengan tanpa banyak campur tangan manusia, sebutlah produk otomatis, telah diproduksi lebih matang seiring dengan kemajuan teknolgi. Jenis produk ini semakin diincar baik oleh pebisnis untuk dikembangkan karena permintaan masyarakat secara global juga menigkat tajam. Mari kita lihat secara mikro trend ini dengan mengambil contoh sepeda dan alat batuan untuk membaca buku. Read the rest of this entry »
Indonesia’s dance with the titans

by Evan A. Laksmana
Many Indonesians were disappointed when United States President Barack Obama cancelled his long-awaited “homecoming” trip to Jakarta last week. He was, after all, the only American President Indonesians could boast about being “one of their own”.
But pundits quickly point out that the country should move on and be more excited instead to celebrate the 60th anniversary of Chinese-Indonesian diplomatic relations next month, during which Chinese Premier Wen Jiabao is expected to visit Jakarta. Read the rest of this entry »
Tradisi Black Friday: Memutar Roda Bisnis Lebih Kencang

Oleh Dr. Beni Bevly
Di penghujung tahun 2009 yang lalu agaknya merupakan fenomena baru cara penjulan retailer di Indonesia. Kita masih ingat bahwa beberapa retailer, sebutlah yang berada di Mal Artha Gading, Jakarta, menggelar Midnite Sale atau Belanja Tengah Malam. Mal dan para retailer yang buka sampai tengah malam ini menawarkan berbagai kegiatan, dari diskon 70% atas produk tertentu sampai mendatangkan penyanyi terkenal untuk menarik pelanggan. Di Tanah Seberang, fenomena ini bukanlah hal yang baru. Hal serupa ini terjadi setiap akhir tahun, yaitu satu hari setelah Thanksgiving yang telah dimulai pada tahun 1960-an. Read the rest of this entry »
Challenges for Indonesia’s foreign policy in transition

by Evan A. Laksmana
Ahead of US President Barack Obama’s visit to Jakarta next month, pundits have been debating the nature and future direction of Indonesia’s foreign policy.
Given the strategic importance of the upcoming United States-Indonesia Comprehensive Partnership – set to deepen ties in defence, economic, health, and education sectors – some are asking whether this visit could jump-start Indonesia’s “post-Asean” foreign policy. Read the rest of this entry »
Avatarism and cyber law
![]()
by Jennie S. Bev
We all live as avatars. The term “avatar” refers to the projection of one’s personality, particularly over the Internet. While in Hinduism, an “avatar” is a reincarnation of Vishnu, in today’s society, it is nothing more than an image of ourselves that we wish to convey to the world. “Avatarism” is probably an appropriate term to refer to the practice of using a particular persona in a particular circumstance.
Most people wish to be recognized by at least one of their strong qualities, be they artistic, intellectual, musical or inspirational qualities. However, not all of them are fully aware of “packaging” their avatar.
Media personalities, for instance, are aware of their overall position and projection. We might see Paris Hilton as a “dumb, blonde, poor little rich girl,” but is that really the case? Read the rest of this entry »
Binis yang Akan Merubah Dunia

Sumber gambar: heatusa.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Beberapa saat yang lalu, the Wall Street Journal (WSJ) di Tanah Seberang mengajukan ide yang berjudul “Five technologies that will change the world”. Sebagian besar dari kita pasti akan tergoda untuk mengetahui teknologi apa sajakah yang diajukan oleh raja koran ini. Bukan hanya itu, efek alamiah yang inheren dari perkembangan teknologi ini diperkirakan akan menunjang perkembangan bisnis yang akan merubah dunia pula. Read the rest of this entry »
Menghentikan Perbuatan Immoral Majority

Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Sangatlah miris menyaksikan kasus-kasus penyelesaian korupsi di Indonesia yang berkembang ke arah yang tidak menentu dan dinilai tidak adil oleh banyak kalangan masyarakat. Perkembangan kasus korupsi seperti ini muncul kepermukaan melalui penahanan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, kemudian menjalar ke kasus Bank Century. Pekembangan yang lain adalah penyelesaian kasus Prita Mulyasari.
Hal istimewa apakah yang membuat kasus-kasus ini begitu banyak mendapat perhatian dan keterlibatan dari berbagai pihak, baik dalam dan luar negeri? Mengapa kasus seperti ini terus berkelanjutan walaupun sudah lebih dari 10 tahun reformasi digulirkan? Sebagai manusia yang anti korupsi, bagaimana kita bisa mengambil bagian dalam pemberantasannya? Read the rest of this entry »
Peran Penjelasan Tertulis dalam Berbisnis

Sumber Gambar: davidairey.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Penerbangan antara San Francisco dan San Diego di Tanah Seberang beberapa hari lalu mengingatkan saya akan betapa pentingnya penjelasan tertulis – termasuk gambar di permukaan kertas dan media lainnya – dalam berbisnis dan bagaimana merumuskannya secara tepat. Di dalam pesawat Southwest yang terkenal berani menawarkan harga tiket rendah dan efesiensinya, saya membuka petujuk lembaran evakuasi jika terjadi kecelakaan. Hanya dengan kalimat yang sederhana dan bantuan gambar-gambar, penjelasan itu bisa saya pahami dengan mudah. Pada perinsipnya, manajemen Southwest ingin menyampaikan pesan bagaimana untuk menyelamatkan diri jika terjadi pendaratan medadak baik di darat maupun di perairan. Read the rest of this entry »
Democracy and the `remilitarization’ of the TNI

Image source: kaskus.us
by Evan A. Laksmana
Is democracy hurting Indonesia’s defense? One cannot but ponder this unspoken, yet often privately asked, question heard recently in a public discussion organized by noted military watchdog the Pro-Patria Institute.
While the forum was meant to launch the institute’s latest recommendations on national security, discussions during the Q&A session touched on the “excesses” of democracy and how it has complicated, if not undermined, the Indonesian Military’s (TNI) efforts to strengthen national defense. Read the rest of this entry »
Youth Pledge, entrepreneurship, and young Indonesian ambassadors

by Jennie S. Bev
The Youth Pledge was declared on Oct. 28, 1928, where three ideals of Indonesia –one motherland, one nation and one language– were immortalized and became the unifying promise among young Indonesians.
Today, such commemoration may sound like a routine without much practical meaning. While it is true that it was an important milestone in Indonesian history and we appreciate those heroic youth role models, many of us aren’t even aware of today’s young Indonesians who are inspiring and successful internationally and have been carrying the country’s name on their shoulders. We should give proper accolades to past and present heroes and ambassadors, and breed future ones.
To be known as Indonesian-born individuals in the international arena requires both the courage and the willingness to be perceived as “different.” They also fought long and hard along with top-notch international players. And this alone deserves our sincere applause. Read the rest of this entry »
Bertanding di Tanah Seberang dan Transformasi ke Tanah Air
Sumber gambar: 4starerectors.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Banyak bisnis besar yang dikenal ternyata berasal dari Silicon Valley, wilayah dekat di mana saya menetap, dan dari Tanah Seberang lainnya. Di samping itu, saya yakin masih banyak bisnis besar dan kecil, yang sebenarnya erat hubungannya dengan Tanah Air, belum begitu akrab di telinga kita. Kali ini mari kita intip bisnis apa saja yang ada, bagaimana mereka memulainya, dan apakah bisa ditransformasikan ke Tanah Air?
Google, HP, Cisco, Apple dan banyak perusahaan IT besar lainnya yang berjaya di Silicon Valley pastilah sudah sangat bersahabat dengan telinga anda. Dan saya yakin di benak anda akan terbayang bahwa pemain tingkat atas yang bertanding di perusahaan-perusahaan ini adalah para pebisnis bule. Jika itu bayangan Anda, maka Anda betul. Bagaimana kalau saya sebut Marvell (Marvell Technology Group) yang merupakan pemimpin dalam produk storage, communication dan consumer silicon solutions. Apakah nama perusahaan ini men-trigger pikiran Anda? Read the rest of this entry »
Housing Activism: Menanggapi Krisis Perumahan di Amerika Serikat

Pada tangal 12 September 2009, Beni Bevly* menyampaikan Webinar (Web site seminar) di kantor Majalah Kabari, San Fransciso, CA, Amerika Serikat.
Seminar ini mendiskusikan bagaimana seseorang bisa mengkontribusikan tenaga, pikiran dan waktunya kepada komunitas di mana ia tinggal di Amerika Serikat dalam menghadapi krisis perumahan. Bevly percaya bahwa dengan membantu komunitas berarti membantu diri sendiri. Lebih lengkapnya, ikuti seminar ini dengan mengklik: Housing Activism: Menanggapi Krisis Perumahan di Amerika Serikat.
(Setelah mengklik link di atas, untuk menampilkan video dalam seminar ini, klik icon kamera di sudut kanan atas di screen komputer anda. Koreksi, di bagian Masalah Mikro, seharusnya disebut subprime loan atau subprime mortgage loan, bukan jumbo loan.)
_____
*Dr. Beni Bevly adalah pendiri Overseas Think Tank for Indonesia dan Ketua Mountain House Action Group di Kalifornia Utara, Amerika Serikat.
