Archive for the ‘Culture and Civilization’ Category
Business Leader dan New Year’s Resolution
Business Leader dan New Year’s Resolution
(Transkrip Business Leadership Radio Talk Show PAS FM dengan Dr. Beni Bevly, 29 Desember 2012)

1) Tidak terasa dunia berputar begitu cepatnya, kita telah berada di akhir tahun dan tahun depan telah berada di ambang pintu. Mitra Bisnis, dalam talk show kali ini, kita juga akan membicarakan hal yang berkaitan dengan tahun depan, yaitu mengenai Leader dan New Year’s Resolution. Tentu sebelum kita mendiskusikan topik ini lebih jauh, seperti biasa Dr. Beni Bevly mempunyai satu cerita inspirasional untuk kita semua.
Waktu seperti kilat, dan tanpa kita sadari, kita telah di penghujung tahun. Tentu saja sebagai seorang business leader, Mitra Bisnis telah melihat hasil pencapaian anda selama satu tahun ini. Saya berharap Mitra Bisnis berhasil mencapai goal tahun ini. Untuk tahun depan, tentu saja Mitra Bisnis akan punya goal yang lebih menantang. Berhubungan dengan inilah, kita akan mendiskusikan bagaimana Mitra Bisnis sebagai business leader untuk menyusun goal tahun depan dalam kaitannya dengan new year’s resolution. Seperti biasa, saya mempunyai satu cerita inspirasional, di akhir cerita ini saya akan mengajukan satu quiz sederhana dan bagi yang menjawab atau berkomentar melalui telepon dan SMS serta beruntung akan mendapatkan dua buku Solusi Bisnis dari Seberang yang ditulis oleh saya dan Jennie S. Bev. Read the rest of this entry »
Hubungan yang Mendalam di Tengah Ketergesa-Gesaan1)
Oleh Dr. Beni Bevly2)
Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan isteri saya di airport San Francisco untuk waktu hanya selama sekitar kurang dari satu jam setelah dari hampir empat minggu tidak berjumpa. Mengapa hanya kurang dari satu jam? Kami tinggal di daerah San Francisco Bay Area dan memiliki bisnis yang kadang kala tidak bisa kami tinggalkan secara bersamaan. Jadi pada kesempatan itu, kami putuskan bahwa isteri saya akan ke Jakarta sendiri dahulu dan kemudian giliran saya yang akan melanjutkan apa yang ia kerjakan sebelumnya. Walaupun demikian, bahwa kami tetap perlu bertemu secara fisik untuk membahas masalah pekerjaan dan untuk berkangen-kangenan. Maka kami berhasil men-set up pertemuan di airport San Francisco untuk waktu selama sekitar satu jam, yaitu pada saat dia pulang ke San Francisco dan saya pergi ke Jakarta. Read the rest of this entry »
Terperangkap dalam Sistem Kompensasi: Kasus Penerapan Strategi Talent Management di AS

Sumber Gambar: managers.org.uk
Oleh Dr. Beni Bevly, Silicon Valley
Ketika perekonomian Amerika Serikat (AS) sedang terpuruk ke posisi yang terdalam pada tahun 2008, Presiden Barack Obama turun tangan “memecat” CEO General Motor (GM), korporsasi auto mobile swasta terbesar di dunia dan menggantikannya dengan pilihan dia. Untuk suatu negara demokrasi dan kapitalis yang campur tangannya terhadap swasta selalu diminimalisasi seperti AS, tindakan ini sangat mengejutkan. Strategi talent management seperti apakah yang diterapkan oleh GM atau korporasi lainnya sehingga memancing seorang presiden untuk turun tangan untuk menempatkan calonnya? Seberat apakah kompetisi dalam bidang yang sering disebut the war of talent? Read the rest of this entry »
Jaminan Layanan Kesehatan Universal: Ke Mana Indonesia Menuju?

Image Source: dearbloggery.com
Dr. Beni Bevly, San Francisco
(Artikel ini pernah diterbitkan oleh majalah Profinance pada edisi Januari 2011).
Keberhasilan Barack Obama di Amerika Serikat (AS) menggoalkan Patient Protection and Affordable Care Act atau PPACA yang juga dikenal sebagai Affordable Care Act, Healthcare Insurance Reform, Healthcare Reform, atau Obamacare (selanjutnya disebut Obamacare) – yang ditanda-tanganinya oleh pada tanggal 23 Maret 2010 – ternyata membawa inspirasi dan desakan untuk melakukan hal yang serupa di Indonesia.
Desakan ini sangatlah valid mengingat UU No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) menyatakan bahwa negara wajib untuk memberikan layanan kesehatan. Read the rest of this entry »
Mindset Bisnis
Sumber Gambar: adrishta.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Mindset memegang peranan yang sangat penting dalam setiap aktivitas. Ia merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Begitu juga peranannya dalam kegiatan berbisnis. Mindset yang seperti apakah yang perlu diterapkan demi tercapainya tujuan bisnis kita?
Ketika hendak berliburan dan akan meninggalkan rumah saya di Kalifornia Utara di Tanah Seberang untuk beberapa hari, saya meminta bantuan seorang anak bule tetangga dan sekaligus teman karib saya yang masih berusia 9 tahun. Read the rest of this entry »
Strategi Diferensiasi dalam Bisnis Kulineri
Oleh Dr. Beni Bevly
Komposisi franchise fast food di Tanah Seberang, Amerika Serikat agaknya juga mencerminkan keadaan di Tanah Air yang di antaranya didominasi oleh McDonald’s, Kentucky Friend Chicken (yang kini bergabung dengan AW), Starbucks, dan Burger King. Mereka inilah yang dengan ribuan restoran chain-nya menduduki papan atas dalam bidang franchise kuliner fast food di Tanah Seberang. Lalu bagaimana kedudukan restoran chain fast food skala yang jauh lebih kecil, seperti mereka yang hanya memiliki kurang dari 100 restoran dan restoran independent atau tunggal terkenal lainnya? Bagaimana mereka bisa bertahan menghadapi saingan pasar terbuka yang keras di Tanah Seberang? Read the rest of this entry »
The truth about happiness
by Jennie S. Bev, Palo Alto
An old adage goes, “Money doesn’t buy happiness.” Well, this has proven to be a fallacy. Economists Angus Deaton and Daniel Kahneman found in a survey of 450,000 Americans in 2008 and 2009 for the Gallup-Healthways Well-Being Index that those who earned at least US$75,000 annually had a better sense of well-being than those who earned less. Read the rest of this entry »
Mimpi Seorang Indonesia 1)
Oleh Dr. Beni Bevly 2)
Ide awal dari seminar dengan topik the Indonesian Dream berangkat dari keinginan untuk melakukan launching atas salah satu buku yang saya tulis yang berjudul “Aku Orang China? Narasi Pemikiran Seorang Tionghoa Muda. Keputusan untuk memilih topik ini tentu suatu hal yang sangat menggembirakan bagi saya. Namun demikian juga sekaligus menjadi suatu hal yang patut direnungkan. Mengapa? Read the rest of this entry »
Pancasila yang Keren

Sumber Gambar: beta.matanews.com
Pancasila yang Keren 1)
Oleh Dr. Beni Bevly 2)
Kini banyak pihak merasa Pancasila tidak sakti dan penuh dengan kebohongan, sehingga mereka melihatnya bukanlah objek yang keren. Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan di atas, satu hal yang harus kita akui bahwa Pancasila tidak lagi memegang peranan sepenting ketika Orde Baru berkuasa. Berikut marilah kita diskusikan apa yang kita mau dari Pancasila? Apakah masih relevan? Jika ya, bagaimana kita mensikapinya? Apakah dengan repositioning Pancasila kita bisa membuatnya menjadi keren dan meletakkan Pancasila menjadi dasar filosofi dan pegangan rakyat Indonesia dalam bermasyarakat dan bernegara yang bisa mereka banggakan? 3) Read the rest of this entry »
Asian culture is thriving in America
[This article was previously published by USA Rise Up, November 16, 2009. It has been more than one year but it's still relevant.]
by Jennie S. Bev, Northern California
In today’s mainstream society, Americans illustrate a greater acceptance of Asian influences, values, and culture. Asian pop culture is thriving. From suburban noodle houses to Zen-style spas, Ayurvedic restaurants, Shiatsu massage, kanji tattoos, Yugi-Oh, Ichiro Suzuki baseball cards, Thai diners, and anime and manga comics to.. the list goes on. Read the rest of this entry »
Lahir dari Rahim: Sebuah Teologi Profeminis Indonesia
Oleh P. Mutiara Andalas, S.J.[1]
Saat mencari judul buku yang dibedah hari ini, perbincangan dengan seorang rekan perempuan dari Indonesia yang mendalami teologi feminis berkelebat dalam benak. Ia dengan bangga memperlihatkan t-shirt The Vagina Monologues sambil menawarkan tiket pertunjukan yang semua pemerannya dari sebuah sekolah teologi Kristen di Berkeley. Meskipun akhirnya absen dari pertunjukan karena menghadiri acara lain, Eve Ensler mencuri perhatian sampai saya mengoleksi tulisan-tulisannya. Tuturan lugasnya pada bagian My Vagina is My Village memaku saya pada keterpukauan.
There is something between my legs. Read the rest of this entry »
Zuck, Manifesto Facebook & Gereja
Oleh Mutiara Andalas, S.J.
Saya hanya perlu berpaling ke para Yesuit di sebelah kamar untuk melihat keberagaman pendapat tentang Facebook. Seorang sahabat segera pasang paras sinis saat beberapa dari kami asyik memperbincangkan Facebook di meja makan. “Facebook? Hanya buang waktu!” Seorang rekan menimpali, ”Saya belum merasa membutuhkannya.” Keduanya di rentang usia empat puluhan. Beberapa rekan yang sering berbagi meja makan dengan paras tersipu mengaku memiliki akun, namun membatasi diri sebagai pengguna pasif. Seorang sahabat mimiknya berubah serius saat membeberkan alasannya. “Saya menolak pendangkalan hidup di kampung global (globalization of triviliazation).” Read the rest of this entry »
Death, midlife crisis and family life
by Jennie S. Bev, Dublin
We grow into multiple directions externally and internally, which we have been enduring and will continue to endure through the changes of inner weather and turmoil. As we age and grow a wee bit older every day, we take steps toward our final destination: death.
David Shields said it well, “The thing about life is that one day you’ll be dead.” Point taken and it is a point of no return. Read the rest of this entry »
Doubt and why good people do bad things

[Image Source: Photobucket]
by Jennie S. Bev
Indonesia is renowned for its kind, smiling and warm-hearted people, beautiful culture, strong values, high morality and for being very religious.
By the same token, Indonesia is also enigmatic, mind-boggling and paradoxical.
Minorities have been persecuted. “Heretical” Islamic sects have been condemned, destructed and banned. Churches have been burnt, closed and destroyed. Genocide has occurred in Papua causing tens of thousands of deaths.
Porn has been banned and ministers have been judging morality based on people’s wardrobes. All kinds of corruption have remained rampant beyond belief. Read the rest of this entry »
AS dan Kebebasan Beragama

Image source: reddogreport.com
Oleh Dr. Muhamad Ali
Kontroversi pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero—tempat serangan teroris 11 September 2001— membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang beragama Protestan harus angkat bicara. Wali Kota New York Michael Bloomberg, yang beragama Yahudi, sebelumnya mendukung.
Meski awalnya low profile karena itu ia anggap urusan Kota New York, ikut campurnya Obama menunjukkan isu Islam dan Barat, Islam dan keamerikaan, serta agama dan kebebasan agama belum selesai di Amerika Serikat. Read the rest of this entry »








