Archive for the ‘Law’ Category
Outsourcing integrity and cultural transformation in fighting corruption
Integrity is a rarity in Indonesia, which explains why it’s ranked the 111th in the corruption perception ranking according to Transparency International.
While many kinds of efforts have been undertaken to prevent and eradicate corruption, appropriate workable solutions haven’t been found.
Interestingly, other countries, such as Angola, Latvia, Kosovo, Nicaragua and Haiti have been able to collect state revenues in an efficient and proper manner. Read the rest of this entry »
Lessons from the Jews and conflict resolution

(Image: The Garden by Joan Miro)
by Jennie S. Bev
The historical backdrop of the Israel-Palestine conflict can be traced back 5,000 years to 3000 BC. The story of struggling Jews is part legend, part scriptural, part psychological, and entirely political.
Religions happens to be in the picture because the Middle East is the birthplace of three monotheisms — Judaism, Christianity and Islam — thus making it “the cradle of civilization.”
This “cradle” status ensures the region is continuously in the limelight. Religions are involved, yet they are not the main concern. Instead, this conflict is a humanitarian issue of massive proportion. Like the Mindanao conflict, the Israel-Palestine conflict also centers on a piece of land. Read the rest of this entry »
Dialog Tragedi Kemanusiaan Mei 1998: dari Keterasingan Menjadi Karib
Oleh Dr. Beni Bevly
Dalam dialog Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 dengan topik dari Keterasingan Menjadi Karib di Union City, San Francisco Bay Area pada tanggal 16 May 2010, kembali lagi berkumandang pertanyaan dan dialog mengenai: Mengapa perbuatan biadab ini terjadi? Apakah sudah ada penyelesaiannya? Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi lagi? Apa yang bisa mereka lakukan dari Amerika?
Peringatan yang dimulai dengan makan malam bersama pada jam lima sore, berlajut dengan dialog hingga jam delapan malam, dihadiri sekitar 100 orang peserta, beberapa nara sumber, antara lain Romo Mutiara Andalas, SJ, Dr. Silvia Tiwon dari University of California Berkeley, Nina Jusuf dari Transformasi, dan saya sendiri sebagai moderator ternyata berjalan dengan penuh antusias. Read the rest of this entry »
Setelah 12 Tahun

Sumber gambar: adferoafferro.files.wordpress.com
Oleh Mutiara Andalas, SJ
Peringatan 12 tahun tragedi Mei 1998 ibarat nyala lilin yang menerangi paras kemanusiaan Indonesia. Pelaku menyerang kehidupan korban dan melukai kemanusiaan bersama. Paguyuban korban membela kesucian hidup korban kekerasan dan diskriminasi rasial dari stigma politik. Negara yang membisu, apalagi menghalangi ziarah keadilan bagi korban tragedi, menyembah berhala politik kekerasan dan diskriminasi. Ratapan korban mendorong paguyuban korban melukis ulang paras negara dan anutan politiknya. Negara yang memeluk politik kemanusiaan mendaku kesucian hidup rakyat miskin dan minoritas sosial. Read the rest of this entry »
Dari Keterasingan Menjadi Karib: 12 Tahun Tragedi Mei 1998

Undangan terbuka dialog “Dari Keterasingan Menjadi Karib: 12 Tahun Tragedi Mei 1998″ akan diadakan pada:
Hari: Minggu, 16 Mei 2010
Pukul: 5:00pm-8:00pm (didahului oleh jamuan sederhana)
Tempat: Hall Gereja Holy Family, 3880 Smith Street, Union City, CA 94587.
Keterangan lebih lanjut, silakan baca artikel di bawah ini:
Latar Belakang
12 tahun telah berlalu sejak Tragedi Mei 1998 terjadi. Sejak itu telah banyak perubahan dan perkembangan baru yang menjanjikan di antaranya diberlakukannya Undang-Undang Kewarganegaraan yang menyetarakan posisi keturunan Tionghoa dengan suku lain di Indonesia, Tahun Baru Imlek sebagai hari Libur Nasional, diijinkannya karakter, bahasa dan budaya Mandarin/Tionghoa untuk diajarkan di sekolah dan ditampilkan di tempat umum, di antaranya dibangunnya Anjungan Tionghoa di Taman Mini Indonesia, dan berhentinya kediktatoran dan penguasa tangan besi Orde Lama. Read the rest of this entry »
U.S. Training of Kopassus

(Below is a letter from The East Timor and Indonesia Action Network (ETAN) that warned President Barack Obama against renewing any U.S. training for Indonesia’s notorious special forces and urged to sign a petition)
Contact: John M. Miller, East Timor and Indonesia Action Network (ETAN), +1-718-596-7668; 917-690-4391, etan@etan.org
U.S. Training of Kopassus: A Bad Idea Whose Time Has Not Come
The East Timor and Indonesia Action Network (ETAN) warned President Barack Obama against renewing any U.S. training for Indonesia’s notorious special forces. Read the rest of this entry »
Menghentikan Perbuatan Immoral Majority

Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Sangatlah miris menyaksikan kasus-kasus penyelesaian korupsi di Indonesia yang berkembang ke arah yang tidak menentu dan dinilai tidak adil oleh banyak kalangan masyarakat. Perkembangan kasus korupsi seperti ini muncul kepermukaan melalui penahanan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, kemudian menjalar ke kasus Bank Century. Pekembangan yang lain adalah penyelesaian kasus Prita Mulyasari.
Hal istimewa apakah yang membuat kasus-kasus ini begitu banyak mendapat perhatian dan keterlibatan dari berbagai pihak, baik dalam dan luar negeri? Mengapa kasus seperti ini terus berkelanjutan walaupun sudah lebih dari 10 tahun reformasi digulirkan? Sebagai manusia yang anti korupsi, bagaimana kita bisa mengambil bagian dalam pemberantasannya? Read the rest of this entry »
Universal jurisdiction and global governance

The International Criminal Court in The Hague
(Image Source: Wikipedia)
by Jennie S. Bev
International law has risen to a new level where it is no longer a series of norms that nations agree to adopt but rarely enforce. It has risen to a new plateau where it is more than a political instrument.
Landmark cases are being created, which is crucial to worldwide advancement in adherence to human rights and respect for humanity. Eventually, international law is no longer more philosophical than practical and it promises to evolve into something greater than mere utopia. It is the gateway to good global governance.
Recently, there have been several incidents in which individuals and entities belonging to other geographical jurisdictions are investigated and tried in other countries or by the International Criminal Court (ICC). A Norwegian court and the ICC are separately investigating Israel for alleged war crimes in Gaza regardless of Palestine’s nonstate status. Read the rest of this entry »
Ecce Homo! Kebisuan Negara, Pembisuan Korban, & Politik Kenangan*
Sumber gambar: coffeeoriental.wordpress.com
Oleh Mutiara Andalas[1]
Kebisuan negara dan pembisuan korban adalah halangan terbesar kenangan akan korban. Mutiara Andalas
Clara, karakter imajiner dalam cerita pendek Seno Gumira Ajidarma, barangkali akan menjadi kenangan langka kita terhadap kekerasan seksual massal dalam tragedi Mei 1998. Awan gelap masih membebat identitas sebagian besar perempuan Indonesia etnis Cina yang menjadi korban kekerasan seksual dalam tragedi. Negara menyayangkan tanggapan terbatas korban terhadap undangan kesaksian demi menyingkap kebenaran. Wacana politik berpusar di sekitar selisih data korban, keterbatasan menjangkau korban, dan pembuktian kekerasan seksual. Pendamping korban terjepit dilema antara membongkar pelaku dan melindungi korban kekerasan seksual. Pilihan melindungi keselamatan korban dari ancaman pelaku membiakkan isu kekerasan seksual sebagai drama kebohongan. Tarik-menarik keduanya cenderung berakibat negatif bagi korban. Narasi penderitaan korban kekerasan seksual dan dakwaan mereka terhadap pelaku semakin kehilangan tempat dalam kenangan publik. Read the rest of this entry »
The stoning law, wan’ni, and sharia implementations

Image source: themuslimwoman.org
by Jennie S. Bev
Bylaws in Aceh for stoning adulterers to death and 100 lashes for premarital sex should be nullified as they are not merely against human rights and unconstitutional, but perpetuate the myth of inequality and overindulge in the over-virtuousness of Islam and sharia law.
Failure to nullify them will have grave consequences in which not only will pluralism be threatened but it will engender an age of distrust and Indonesia will be thrust back into the Dark Ages. Read the rest of this entry »
Bertanding di Tanah Seberang dan Transformasi ke Tanah Air
Sumber gambar: 4starerectors.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Banyak bisnis besar yang dikenal ternyata berasal dari Silicon Valley, wilayah dekat di mana saya menetap, dan dari Tanah Seberang lainnya. Di samping itu, saya yakin masih banyak bisnis besar dan kecil, yang sebenarnya erat hubungannya dengan Tanah Air, belum begitu akrab di telinga kita. Kali ini mari kita intip bisnis apa saja yang ada, bagaimana mereka memulainya, dan apakah bisa ditransformasikan ke Tanah Air?
Google, HP, Cisco, Apple dan banyak perusahaan IT besar lainnya yang berjaya di Silicon Valley pastilah sudah sangat bersahabat dengan telinga anda. Dan saya yakin di benak anda akan terbayang bahwa pemain tingkat atas yang bertanding di perusahaan-perusahaan ini adalah para pebisnis bule. Jika itu bayangan Anda, maka Anda betul. Bagaimana kalau saya sebut Marvell (Marvell Technology Group) yang merupakan pemimpin dalam produk storage, communication dan consumer silicon solutions. Apakah nama perusahaan ini men-trigger pikiran Anda? Read the rest of this entry »
Myths and Misconceptions Surrounding Intellectual Property Rights

by Jennie S. Bev
“Patenting” Indonesia’s cultural heritage is tempting, but it just a widespread misconception. The so-called “public domain” of Internet is a myth too, as creative common rights based on creative common licenses also have limitations. Myths and misconceptions surrounding intellectual property (IP) rights must be clarified if Indonesia is to be considered equally advanced in terms of legal literacy in this highly borderless world.
Now, first things first. What are intellectual property rights? They are exclusive rights belonging to the creators or owners of products of the minds, which immediately materialize at the moment of creation. Thus, registering them is not required, but oftentimes necessary for the purpose of producing legal evidence of time of creation. Read the rest of this entry »
Her Voice: Time to protect consumers of home-loan modifications
by Jennie S. Bev
A week ago, the office of Rep. Jerry McNerney, D-Pleasanton, and the Mountain House Community Services District co-hosted a Foreclosure Prevention Summit Workshop at Bethany Elementary School in Mountain House.
The resident-led housing activism organization Mountain House Action Group has been involved since the beginning in November 2008 through our advocacy and sharing activities. The event was attended by Bank of America, Chase, Fannie Mae, several Housing and Urban Development Department-approved counselors and more than 150 homeowners. Read the rest of this entry »
Kebenaran, Keadilan, dan Ekuilibrium Reflektif

Oleh Jennie S. Bev
Kebenaran sangat tinggi harganya. Setiap bulan Mei membangkitkan kenangan akan api, darah, seruan kebesaran Tuhan yang dilacurkan, penggagahan perempuan, dan linangan air mata. Kubur-kubur anak-anak bangsa sudah lama mengering, namun luka masih basah. Keadilan tampak jauh dari gapaian.
Akankah kebenaran dan keadilan bisa dicapai dengan ekuilibrium reflektif?
John Rawls, filsuf hukum dari Harvard menulis: dalam masyarakat teratur (well-ordered society), tatanan sosial diatur dengan konsepsi keadilan para anggotanya. Read the rest of this entry »
The Thinker: When a Fatwa Is Not Necessarily a ‘Fatwa’

Image source: mzdown2earth.xanga.com
By Jennie S Bev
In five short years, Facebook’s members have reached 200 million worldwide. If it were a country, it would be ranked fifth in size after China, India, the United States and Indonesia. It is the fourth largest democracy by far.
No wonder it has been receiving the attention of Indonesian Muslim clerics as well. In late May, 700 religious students and clerics from East Java attended a public forum on young women’s Islamic boarding schools, and ultimately determined that overusing Facebook and other social networking sites was haram, or forbidden. Read the rest of this entry »



