Archive for the ‘Leadership and Organizational Tools’ Category
Terperangkap dalam Sistem Kompensasi: Kasus Penerapan Strategi Talent Management di AS

Sumber Gambar: managers.org.uk
Oleh Dr. Beni Bevly, Silicon Valley
Ketika perekonomian Amerika Serikat (AS) sedang terpuruk ke posisi yang terdalam pada tahun 2008, Presiden Barack Obama turun tangan “memecat” CEO General Motor (GM), korporsasi auto mobile swasta terbesar di dunia dan menggantikannya dengan pilihan dia. Untuk suatu negara demokrasi dan kapitalis yang campur tangannya terhadap swasta selalu diminimalisasi seperti AS, tindakan ini sangat mengejutkan. Strategi talent management seperti apakah yang diterapkan oleh GM atau korporasi lainnya sehingga memancing seorang presiden untuk turun tangan untuk menempatkan calonnya? Seberat apakah kompetisi dalam bidang yang sering disebut the war of talent? Read the rest of this entry »
Bisnis Ala Las Vegas

Sumber gambar: the-weddingvendors.com
Oleh Dr. Beni Bevly, San Francisco
Setiap liburan summer, saya tidak pernah bisa mengeluarkan Las Vegas di Tanah Seberang dari daftar sebagai salah satu tujuan wisata saya. Tahun ini Las Vegas mendapat giliran lagi, setelah beberapa tahun diabsenkan. Dalam kujungan kali ini, saya melihat adanya perubahan drastis gaya bisnis pengusaha-pengusaha di sana. Hal ini sebenarnya bukan merupakan kejutan karena disebabkan perubahan makro ekonomi, yaitu krisis masih berkelanjutan. Sebelum kita melihat perubahan ala bisnis Las Vegas ini lebih dekat, saya akan mengajak Anda untuk menikmati sedikit perjalanan ini bersama saya. Read the rest of this entry »
Keunikan Bisnis Berbasis Keluarga di AS

Sumber gambar: upcomingdiscs.com
Dr. Beni Bevly, San Francisco
Beberapa waktu yang lalu, ketika saya menghadiri seminar mengenai bisnis yang diselenggarakan oleh The National Council of Asian-American Business Associations (NCAABA) di San Francisco State University (SFSU), salah satu presenter-nya berkata dengan tersenyum nakal, “Here is what happens about family businesses. First generation builds it, second generation milks it, and third generation destroys it. What do you think?”
Pertanyaan di atas sengaja diajukan oleh presenter tersebut hanya dari sisi ekstrim supaya peserta seminar berpikir. Read the rest of this entry »
Solusi Bisnis dari Seberang
Judul: Solusi Bisnis dari Seberang
Penulis: Dr. Beni Bevly dan Jennie S Bev, DBA
Penerbit: Afton Asia, Jakarta
Genre: Bisnis
Jumlah Halaman: 194
Dimensi: 15,24 x 22,86 cm
ISBN: 978-602-97885-01
Edisi: I, Januari 2011
Harga: Rp. 58.500,-
Berbisnis adalah salah satu cara untuk mencapai kesejahteraan bagi diri sendiri, keluarga, komunitas dan negara yang bisa dipelajari dengan mudah bila mendapatkan dan menggunakan sumber yang tepat.
Tidak seperti buku bisnis lainnya yang secara umum hanya membahas teori, tetapi buku “Solusi Bisnis dari Seberang” adalah sumber pengetahuan yang aplikatif dan jitu untuk berbisnis yang secara langsung dituangkan oleh dua praktisi, professional dan pakar bisnis yang bermukim di Silicon Valley, USA, yaitu Dr. Beni Bevly dan Jennie S Bev, DBA. Di tengah guncangan perekonomian USA, mereka masih banyak menemukan model bisnis yang sukses.
Dengan ketajaman pengetahuan bisnis praktis, akademis dan gaya bahasanya yang ngepop, mereka berhasil membuat isi buku ini mudah untuk dipahami dan diterapkan. Selain bagi para pebisnis dan calon pebisnis, ini adalah buku wajib bagi para eksekutif, pengamat, dosen, pengambil keputusan dari pihak swasta dan pemerintah, mahasiswa, karyawan dan pelajar.
Dengan memiliki buku ini berarti Anda telah membantu para korban bencana alam dan pendidikan putra-putri Indonesia yang akan disalurkan melalui Bevly Foundation.
Pemesanan dari Indonesia
Dapatkan dan milikilah segera buku ini dengan mengirimkan Rp. 58.500,- kepada akun BCA atas nama Siat Ching Mij dengan akun nomor 028 3840988. Konfirmasikan bukti transfer Anda melalui email kepada afton.asia@gmail.com atau fax (021) 319-27651. Setelah menerima konfirmasi bukti transfer, buku akan segera dikirimkan ke alamat Anda di Indonesia tanpa dikenakan biaya pengiriman dengan menggunakan TIKI (Titipan Kilat).
Pemesanan dari Amerika Serikat, Kanada dan negara lain
Buku Solusi Bisnis dari Seberang juga telah diterbitkan di Amerika Serikat. Untuk itu peminat yang menetap di AS, Kanada dan negara lain bisa memesannya dengan klik di sini.
Time Management

Sumber gambar: clock-desktop.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Sering kali kita bertanya mengapa seorang pebisnis besar memiliki waktu lebih banyak dari pada orang lain? Sebutlah Bill Gates yang berkeliling dunia di antaranya ke benua Afrika untuk kegiatan sosialnya, dan Warren Buffett yang masih sempat mengajar di Tanah Seberang.
Jawabannya tentu saja tidak. Saya perlu tekankan bahwa setiap orang mempunyai waktu yang sama, yaitu 60 menit per jam, 24 jam per hari, 7 hari per minggu dan seterusnya. Inti penggunaan waktu seseorang terletak pada pilihan jenis tugas atau kegiatan dan bagaimana melasanakannnya. Tindakan seperti ini saya artikan sebagai time management. Read the rest of this entry »
Pendidikan Berantai

Sumber gambar: smknegeri2telukkuantan.blogspot.com
oleh Yunani Adam
Pada artikel terdahulu saya menyinggung betapa pentingnya peran pendidikan untuk mengubah kualitas leadership kepemimpinan Indonesia, di antaranya adalah dengan menerapkan system pendidikan berantai.
Yang saya maksud dengan pendidikan berantai adalah menurunkan atau merantaikan ilmu yang telah dipelajari dari seseorang kepada orang lain, baik secara langsung, yaitu dengan mengajar secara rutin (contoh yang mudah adalah pelajaran bahasa Inggris), maupun secara tidak langsung, yaitu dengan memberikan dana atau alat bantuan lain kepada anak-anak yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka. Read the rest of this entry »
Soccer and politics

FIFA 2010 in Johannesburg and Nelson Mandela
by Jennie S. Bev
In 16 years after the apartheid ended in South Africa, Johannesburg has already become the host of the 2010 FIFA World Cup. This achievement has made Africa proud as it is the first time this continent has hosted a prestigious sporting event like this.
Historically speaking, South Africa has been colonized for 300 years by the English and the Dutch with 48 years of apartheid rule. In 16 short years, South Africa already built 1.1 million houses for the poor and has a rising number of middle class, although Caucasians still dominate the publicly traded companies on the Johannesburg Stock Exchange. Read the rest of this entry »
Defense and leaders transformation
by Evan A. Laksmana
This month, the Indonesian Military (TNI) would have embarked on around 12 years of reform since Soeharto fell in 1998. Though civil society groups might still cry foul over their lack of “wholehearted” willingness to change, we need to think about what’s next; the transition from a “military reform”-oriented process to a “defense transformation”.
A “reform” agenda implies fixing certain aspects of the military’s “distorted” roles and functions. Given that Soeharto abused the military as a regime maintenance tool, this would logically mean focusing on getting the TNI out of politics and out of business, and submit to democratic civilian control and the rule of law. Read the rest of this entry »
Indonesia’s quest for a ‘Middle Way’ in Myanmar
by Evan Laksmana
THE issue of Myanmar and its future political development came up once again during the 16th Summit of the Association of South-east Asian Nations (Asean) in Hanoi earlier this month.
And according to the local press in Jakarta, there now appears more expectation for Indonesia to play a bigger, more decisive role in pushing the matter forward.
In fact, with Indonesia set to take over the Asean Chair next year – following an unusual swap with Brunei – some are speculating whether Jakarta might use the opportunity to launch a new bilateral or regional initiative to press on for more meaningful change in Myanmar. Read the rest of this entry »
Merubah Leadership Pemimpin Indonesia?
oleh Yunani Adam
Pada awal periode reformasi tahun 1998 masyarakat Indonesia mempunyai harapan besar akan terjadinya perubahan yang postif, termasuk diharapkan akan tampilnya pemimpin yang mengutamakan kepentingang masyarkat banyak dan negara. Sebaliknya, hingga saat ini leadership atau karakter dan ketrampilan kepemimpinan banyak pemimpin yang mengendalikan roda pemerintahan dan organisasi non-pemeritahan ternyata masih jauh dari harapan rakyat banyak dan merugikan negara. Dalam kesempatan ini saya akan membahas kemungkinan merubah leadership pemimpin Indonesia dengan menerapkan sistem pendidikan yang tepat.
Secara teknis, penerapan pendidikan yang saya ajukan adalah program pendidikan berantai yang melibatkan banyak individu, baik mereka yang berada di dalam maupun di luar negeri, termasuk dari segi pendanaan. Read the rest of this entry »
The boy from Menteng

by Jennie S. Bev
Barack Obama is a different kind of president. He is not merely a president per se, as he is also a strong activist and a reformist. As Ralph Waldo Emerson once said, “We are reformers in Spring and Summer, in Autumn and Winter we stand by the old, reformers in the morning, conservers at night.” And like most, if not all reformists, his presence makes many people uncomfortable.
His planned visit Indonesia on March 20-22, 2010, has sparked much debate. For instance, Hizbut Tahrir said it would rally 5,000 supporters to stage a demonstration in Surabaya. Read the rest of this entry »
Military postings are now less political

by Evan A. Laksmana
AWAY from the glare of the headlines, a fundamental shift has quietly taken place in the Indonesian military (TNI).
In the last three months, there have been at least four waves of personnel changes. The first, on Oct 23, involved 46 officers. Another reshuffle on Nov 17 involved 11 officers; on Nov 30, 72 officers; and Dec 29, 51 officers.
The transfers affected a wide range of commands and brought about changes in posts across the board, including those of the three service chiefs, the chief of general staff, the chief of military intelligence, the commander of army special forces (Kopassus), and the regional commanders of Papua, Sulawesi, Aceh, West Java and Central Java, to name a few. Read the rest of this entry »
The missing nuts and bolts of defense reform

Image source: republika.co.id
by Evan A. Laksmana
By the end of January, the Defense Ministry’s 100-day program will expire, with key milestones seemingly drowned out by the domestic m*l*e over President Yudhoyono’s characteristic indecision.
More disconcerting, however, is that the ministry seems unable to move away from the existing trend over the past decade of sidelining the key nuts-and-bolts issue of defense reform. Read the rest of this entry »
Bapak Pluralisme Indonesia

Oleh Dr. Beni Bevly
Amukan teroris dan tumbuhnya radikalisme Islam secara pesat setelah runtuhnya Orde Baru pada tahun 1998 di Indonesia telah banyak menimbulkan rasa was-was di kalangan non-Islam radikal, termasuk penghuni bumi di belahan lain di dunia ini. Rasa was-was ini timbul karena persepsi yang tercipta dari tindakan kelompok teroris dan Islam radikal tersebut.
Ternyata ada satu tokoh yang secara berani, kontroversial dan lucu menampilkan sisi lain dari persepsi radikalisme Islam. Read the rest of this entry »
Menghentikan Perbuatan Immoral Majority

Sumber Gambar: 3.bp.blogspot.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Sangatlah miris menyaksikan kasus-kasus penyelesaian korupsi di Indonesia yang berkembang ke arah yang tidak menentu dan dinilai tidak adil oleh banyak kalangan masyarakat. Perkembangan kasus korupsi seperti ini muncul kepermukaan melalui penahanan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, kemudian menjalar ke kasus Bank Century. Pekembangan yang lain adalah penyelesaian kasus Prita Mulyasari.
Hal istimewa apakah yang membuat kasus-kasus ini begitu banyak mendapat perhatian dan keterlibatan dari berbagai pihak, baik dalam dan luar negeri? Mengapa kasus seperti ini terus berkelanjutan walaupun sudah lebih dari 10 tahun reformasi digulirkan? Sebagai manusia yang anti korupsi, bagaimana kita bisa mengambil bagian dalam pemberantasannya? Read the rest of this entry »


![..., as former US Naval War College president James Stockdale said, “Great teachers, able to give those around [them] a sense of perspective and to set the moral, social and motivational climate among his followers.” ..., as former US Naval War College president James Stockdale said, “Great teachers, able to give those around [them] a sense of perspective and to set the moral, social and motivational climate among his followers.”](http://www.overseasthinktankforindonesia.com/wp-content/uploads/2010/06/Pintu-gerbang-akmil.jpg)

