Archive for the ‘Moral and Ethics’ Category
Mindset Bisnis
Sumber Gambar: adrishta.com
Oleh Dr. Beni Bevly
Mindset memegang peranan yang sangat penting dalam setiap aktivitas. Ia merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Begitu juga peranannya dalam kegiatan berbisnis. Mindset yang seperti apakah yang perlu diterapkan demi tercapainya tujuan bisnis kita?
Ketika hendak berliburan dan akan meninggalkan rumah saya di Kalifornia Utara di Tanah Seberang untuk beberapa hari, saya meminta bantuan seorang anak bule tetangga dan sekaligus teman karib saya yang masih berusia 9 tahun. Read the rest of this entry »
Pancasila yang Keren

Sumber Gambar: beta.matanews.com
Pancasila yang Keren 1)
Oleh Dr. Beni Bevly 2)
Kini banyak pihak merasa Pancasila tidak sakti dan penuh dengan kebohongan, sehingga mereka melihatnya bukanlah objek yang keren. Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan di atas, satu hal yang harus kita akui bahwa Pancasila tidak lagi memegang peranan sepenting ketika Orde Baru berkuasa. Berikut marilah kita diskusikan apa yang kita mau dari Pancasila? Apakah masih relevan? Jika ya, bagaimana kita mensikapinya? Apakah dengan repositioning Pancasila kita bisa membuatnya menjadi keren dan meletakkan Pancasila menjadi dasar filosofi dan pegangan rakyat Indonesia dalam bermasyarakat dan bernegara yang bisa mereka banggakan? 3) Read the rest of this entry »
Lahir dari Rahim: Sebuah Teologi Profeminis Indonesia
Oleh P. Mutiara Andalas, S.J.[1]
Saat mencari judul buku yang dibedah hari ini, perbincangan dengan seorang rekan perempuan dari Indonesia yang mendalami teologi feminis berkelebat dalam benak. Ia dengan bangga memperlihatkan t-shirt The Vagina Monologues sambil menawarkan tiket pertunjukan yang semua pemerannya dari sebuah sekolah teologi Kristen di Berkeley. Meskipun akhirnya absen dari pertunjukan karena menghadiri acara lain, Eve Ensler mencuri perhatian sampai saya mengoleksi tulisan-tulisannya. Tuturan lugasnya pada bagian My Vagina is My Village memaku saya pada keterpukauan.
There is something between my legs. Read the rest of this entry »
Zuck, Manifesto Facebook & Gereja
Oleh Mutiara Andalas, S.J.
Saya hanya perlu berpaling ke para Yesuit di sebelah kamar untuk melihat keberagaman pendapat tentang Facebook. Seorang sahabat segera pasang paras sinis saat beberapa dari kami asyik memperbincangkan Facebook di meja makan. “Facebook? Hanya buang waktu!” Seorang rekan menimpali, ”Saya belum merasa membutuhkannya.” Keduanya di rentang usia empat puluhan. Beberapa rekan yang sering berbagi meja makan dengan paras tersipu mengaku memiliki akun, namun membatasi diri sebagai pengguna pasif. Seorang sahabat mimiknya berubah serius saat membeberkan alasannya. “Saya menolak pendangkalan hidup di kampung global (globalization of triviliazation).” Read the rest of this entry »
Doubt and why good people do bad things

[Image Source: Photobucket]
by Jennie S. Bev
Indonesia is renowned for its kind, smiling and warm-hearted people, beautiful culture, strong values, high morality and for being very religious.
By the same token, Indonesia is also enigmatic, mind-boggling and paradoxical.
Minorities have been persecuted. “Heretical” Islamic sects have been condemned, destructed and banned. Churches have been burnt, closed and destroyed. Genocide has occurred in Papua causing tens of thousands of deaths.
Porn has been banned and ministers have been judging morality based on people’s wardrobes. All kinds of corruption have remained rampant beyond belief. Read the rest of this entry »
AS dan Kebebasan Beragama

Image source: reddogreport.com
Oleh Dr. Muhamad Ali
Kontroversi pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero—tempat serangan teroris 11 September 2001— membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang beragama Protestan harus angkat bicara. Wali Kota New York Michael Bloomberg, yang beragama Yahudi, sebelumnya mendukung.
Meski awalnya low profile karena itu ia anggap urusan Kota New York, ikut campurnya Obama menunjukkan isu Islam dan Barat, Islam dan keamerikaan, serta agama dan kebebasan agama belum selesai di Amerika Serikat. Read the rest of this entry »
The Battle of Dragon Antaboga against Octopus Lapindo

By Patrisius Mutiara Andalas, SJ
The mud people have made use of traditional stories familiar to the people to share their sufferings to the public and resist against unjust corporation. They refer to Sang Hyang Antaboga in the epic of Mahabharata and with the help of local artists connect the Lapindo Corporation with gurita (octopus). Octopus with dexterous arms can shrink and expand coordinately, and its camouflage system survives octopus in critical situations. They see the need to raise public awareness of the camouflaging power by the corporation to justify its innocence in the mudflow. They performed the battle between dragon Antaboga against octopus Lapindo to commemorate the fourth year of the mudflow in Porong. Read the rest of this entry »
Outsourcing integrity and cultural transformation in fighting corruption
Integrity is a rarity in Indonesia, which explains why it’s ranked the 111th in the corruption perception ranking according to Transparency International.
While many kinds of efforts have been undertaken to prevent and eradicate corruption, appropriate workable solutions haven’t been found.
Interestingly, other countries, such as Angola, Latvia, Kosovo, Nicaragua and Haiti have been able to collect state revenues in an efficient and proper manner. Read the rest of this entry »
Interpreting Koran as the source of living fatwas
[Note: This article is an example of my attempt in peace-building and creating better understanding in a pluralistic and multicultural society.]
by Jennie S. Bev
In Indonesia, clerics and their “political” organization Indonesian Ulema Council (MUI) have been making headlines with their so-called “fatwas.” Even though some fatwas make sense, like forbidding smoking, which is bad for one’s health, other fatwas sound trivial. Read the rest of this entry »
In search of a voice and chivalry in fighting corruption
by Jennie S. Bev
News on corrupt officials, intellectuals who work for oppressive conglomerates and businesses causing extreme pollution and catastrophe have been selling newspapers and magazines.
Indonesia is in crisis and we aren’t talking about finances or its poor international image. We are talking about of the lack, or even a non-existence, of knights (the closest Western analogy to ksatria) in modern Indonesia. Read the rest of this entry »
Mystery of life, awe, and ecstasy
by Jennie S. Bev
I live with a strong sense of awe and wonder. I love and adore mysteries. They are all around and inside me. Things unknown, things in the future, things far away, and things I keep close dearly to heart.
Mysteries keep me alive and craving for more.
In the end, they give me ecstasy.
We might have been looking for answers throughout our lifetime, yet answers are actually not what we are looking for. Read the rest of this entry »
The constrained and unconstrained views
By Jennie S. Bev
Raphael’s painting The School of Athens depicted Plato pointing to the sky and Aristotle pointing to the ground. It encapsulates the two approaches in how we perceive the world: perfection and grounded reality.
These perspectives divide the world into unconstrained and constrained views, using terms used by Harvard professor of behavioral studies Tal Ben-Shahar.
In psychology, they become perfectionism and optimalism; in politics, they become communism and capitalism; in everyday arguments, they become can-do and cannot-do. Read the rest of this entry »
Pendidikan Berantai

Sumber gambar: smknegeri2telukkuantan.blogspot.com
oleh Yunani Adam
Pada artikel terdahulu saya menyinggung betapa pentingnya peran pendidikan untuk mengubah kualitas leadership kepemimpinan Indonesia, di antaranya adalah dengan menerapkan system pendidikan berantai.
Yang saya maksud dengan pendidikan berantai adalah menurunkan atau merantaikan ilmu yang telah dipelajari dari seseorang kepada orang lain, baik secara langsung, yaitu dengan mengajar secara rutin (contoh yang mudah adalah pelajaran bahasa Inggris), maupun secara tidak langsung, yaitu dengan memberikan dana atau alat bantuan lain kepada anak-anak yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka. Read the rest of this entry »
Air Mata Xie Xie

Sumber gambar: loveisperfectharmony.files.wordpress.com
Oleh Mutiara Andalas, SJ
Thank You. Xie Xie. Terima Kasih. Matur Nuwun.
Kapan pulang? Pertanyaan ini menggelayuti benak saya beberapa waktu terakhir. Saat seseorang menanyakannya, saya awalnya menjawab sambil lalu,“Masih lama.” Saat kepulangan sudah di depan pintu, lidah semakin tercekat untuk menjawabnya. Perubahan rona penanya saat saya menyebut perkiraan tanggal kepulangan menyadarkan beratnya kandungan pertanyaan. Read the rest of this entry »
Dialog Tragedi Kemanusiaan Mei 1998: dari Keterasingan Menjadi Karib
Oleh Dr. Beni Bevly
Dalam dialog Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 dengan topik dari Keterasingan Menjadi Karib di Union City, San Francisco Bay Area pada tanggal 16 May 2010, kembali lagi berkumandang pertanyaan dan dialog mengenai: Mengapa perbuatan biadab ini terjadi? Apakah sudah ada penyelesaiannya? Bagaimana supaya hal ini tidak terjadi lagi? Apa yang bisa mereka lakukan dari Amerika?
Peringatan yang dimulai dengan makan malam bersama pada jam lima sore, berlajut dengan dialog hingga jam delapan malam, dihadiri sekitar 100 orang peserta, beberapa nara sumber, antara lain Romo Mutiara Andalas, SJ, Dr. Silvia Tiwon dari University of California Berkeley, Nina Jusuf dari Transformasi, dan saya sendiri sebagai moderator ternyata berjalan dengan penuh antusias. Read the rest of this entry »








