Overseas Think Tank for Indonesia

facilitating intellectuals to contribute to indonesia

Lahir dari Rahim: Sebuah Teologi Profeminis Indonesia

with 4 comments

Vagina Monologues

Oleh P. Mutiara Andalas, S.J.[1]

Saat mencari judul buku yang dibedah hari ini, perbincangan dengan seorang rekan perempuan dari Indonesia yang mendalami teologi feminis berkelebat dalam benak. Ia dengan bangga memperlihatkan t-shirt The Vagina Monologues sambil menawarkan tiket pertunjukan yang semua pemerannya dari sebuah sekolah teologi Kristen di Berkeley. Meskipun akhirnya absen dari pertunjukan karena menghadiri acara lain, Eve Ensler mencuri perhatian sampai saya mengoleksi tulisan-tulisannya. Tuturan lugasnya pada bagian My Vagina is My Village memaku saya pada keterpukauan.

There is something between my legs. Read the rest of this entry »

Developed Indonesia and third world America

with 3 comments

by Jennie S. Bev, Palo Alto

Indonesia is enjoying a rosy economy with a 6.3 percent GDP growth predicted in 2011. The United States’ economy, however, is slowing down rapidly with a predicted 2011 GDP growth of 2.5 percent.

Assuming optimized economic, political, and legislative environments at home and in Mexico, Australia, Vietnam, Nigeria and South Africa (MAVINS), Indonesia shall become a developed country by 2032.

On the contrary, assuming problems aren’t fixed properly, the United States may have become a third world country by that time. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

February 17th, 2011 at 12:06 pm

Tipping point, terrorism and crimes against humanity

with 2 comments

by Jennie S. Bev

It’s mind-boggling that the National Police have claimed they are one of the best police forces in the world in tackling terrorism and that the government has claimed it is an administration that governs a pluralistic country. Their claims are far from factual conditions. Otherwise many people wouldn’t be puzzled.

The Islam Defenders Front’s (FPI) acts of terror are rampant and have reached a point where religious minorities, including both non-Muslims and Muslims, have no place to stand and breathe. Recently, the places of worship and private residences of the Ahmadiyah Muslim sect have been ransacked, destroyed and burned. People have been abused physically, mentally, and emotionally. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

February 17th, 2011 at 12:02 pm

Tatanan Perekonomian Dunia Pasca Amerika Serikat

without comments

Oleh Dr. Beni Bevly, San Francisco

Banyak para ahli yang memprediksikan kemunduran Amerika Serikat (AS) dari posisi nomor satu kekuatan ekonomi dunia dan munculnya kekuatan ekonomi baru. Bagaimana kemungkinan hal ini akan terjadi? Di manakah posisi Indonesia dalam tatanan perkonomian dunia pasca Amerika Serikat?

Perdebatan menurunnya kejayaan perekonomian AS akhirnya bermuara di sekitar opini mengenai munculnya atau akan munculnya kekuatan ekonomi tandingan AS dari kelompok negara BRIC dan MAVINS. Opini mengenai kemunculan BRIC (Brazil, Russia, India, dan China) sebagai kekuatan ekonomi yang akan menebas AS, pertama kali diperkenalkan oleh Jim O’Neill, global economist dari Goldman Sachs, sedangkan MAVINS (Mexico, Australia, Vietnam, Indonesia, Nigeria, and South Africa) sebagai kekuatan ekonomi dunia layer ke dua yang juga akan menjadi pesaing AS dipopulerkan awal tahun ini oleh Vincent Fernando dan Joe Weisenthal dari Business Insider. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

February 17th, 2011 at 11:49 am

Zuck, Manifesto Facebook & Gereja

without comments

Manifesto Facebook

Oleh Mutiara Andalas, S.J.

Saya hanya perlu berpaling ke para Yesuit di sebelah kamar untuk melihat keberagaman pendapat tentang Facebook. Seorang sahabat segera pasang paras sinis saat beberapa dari kami asyik memperbincangkan Facebook di meja makan. “Facebook? Hanya buang waktu!” Seorang rekan menimpali, ”Saya belum merasa membutuhkannya.” Keduanya di rentang usia empat puluhan. Beberapa rekan yang sering berbagi meja makan dengan paras tersipu mengaku memiliki akun, namun membatasi diri sebagai pengguna pasif. Seorang sahabat mimiknya berubah serius saat membeberkan alasannya. “Saya menolak pendangkalan hidup di kampung global (globalization of triviliazation).” Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

January 20th, 2011 at 11:33 am

The Indonesian Defence Forces: Strategic Changes and Implications

without comments

ice chess game over
Image source: oursurprisingworld.com

by Evan A. Laksmana

FOLLOWING PRESIDENT Susilo Bambang Yudhoyono’s re-election in November 2009, the Indonesian National Defence Forces (TNI) have undergone several structural changes, many of which escaped notice of a public distracted by the numerous political dramas unfolding in Jakarta.

Many of these changes will have significant implications for the country’s still nascent military reform process and could potentially change the entire outlook of the defence establishment. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

January 20th, 2011 at 11:02 am

Death, midlife crisis and family life

without comments

by Jennie S. Bev, Dublin

We grow into multiple directions externally and internally, which we have been enduring and will continue to endure through the changes of inner weather and turmoil. As we age and grow a wee bit older every day, we take steps toward our final destination: death.

David Shields said it well, “The thing about life is that one day you’ll be dead.” Point taken and it is a point of no return. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

January 20th, 2011 at 10:43 am

Doubt and why good people do bad things

with one comment


[Image Source: Photobucket]

by Jennie S. Bev

Indonesia is renowned for its kind, smiling and warm-hearted people, beautiful culture, strong values, high morality and for being very religious.

By the same token, Indonesia is also enigmatic, mind-boggling and paradoxical.

Minorities have been persecuted. “Heretical” Islamic sects have been condemned, destructed and banned. Churches have been burnt, closed and destroyed. Genocide has occurred in Papua causing tens of thousands of deaths.

Porn has been banned and ministers have been judging morality based on people’s wardrobes. All kinds of corruption have remained rampant beyond belief. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

January 20th, 2011 at 10:34 am

Solusi Bisnis dari Seberang

without comments

Judul: Solusi Bisnis dari Seberang
Penulis: Dr. Beni Bevly dan Jennie S Bev, DBA
Penerbit: Afton Asia, Jakarta
Genre: Bisnis
Jumlah Halaman: 194
Dimensi: 15,24 x 22,86 cm
ISBN: 978-602-97885-01
Edisi: I, Januari 2011
Harga: Rp. 58.500,-

Berbisnis adalah salah satu cara untuk mencapai kesejahteraan bagi diri sendiri, keluarga, komunitas dan negara yang bisa dipelajari dengan mudah bila mendapatkan dan menggunakan sumber yang tepat.

Tidak seperti buku bisnis lainnya yang secara umum hanya membahas teori, tetapi buku “Solusi Bisnis dari Seberang” adalah sumber pengetahuan yang aplikatif dan jitu untuk berbisnis yang secara langsung dituangkan oleh dua praktisi, professional dan pakar bisnis yang bermukim di Silicon Valley, USA, yaitu Dr. Beni Bevly dan Jennie S Bev, DBA. Di tengah guncangan perekonomian USA, mereka masih banyak menemukan model bisnis yang sukses.

Dengan ketajaman pengetahuan bisnis praktis, akademis dan gaya bahasanya yang ngepop, mereka berhasil membuat isi buku ini mudah untuk dipahami dan diterapkan. Selain bagi para pebisnis dan calon pebisnis, ini adalah buku wajib bagi para eksekutif, pengamat, dosen, pengambil keputusan dari pihak swasta dan pemerintah, mahasiswa, karyawan dan pelajar.

Dengan memiliki buku ini berarti Anda telah membantu para korban bencana alam dan pendidikan putra-putri Indonesia yang akan disalurkan melalui Bevly Foundation.

Pemesanan dari Indonesia

Dapatkan dan milikilah segera buku ini dengan mengirimkan Rp. 58.500,- kepada akun BCA atas nama Siat Ching Mij dengan akun nomor 028 3840988. Konfirmasikan bukti transfer Anda melalui email kepada afton.asia@gmail.com atau fax (021) 319-27651. Setelah menerima konfirmasi bukti transfer, buku akan segera dikirimkan ke alamat Anda di Indonesia tanpa dikenakan biaya pengiriman dengan menggunakan TIKI (Titipan Kilat).

Pemesanan dari Amerika Serikat, Kanada dan negara lain

Buku Solusi Bisnis dari Seberang juga telah diterbitkan di Amerika Serikat. Untuk itu peminat yang menetap di AS, Kanada dan negara lain bisa memesannya dengan klik di sini.

AS dan Kebebasan Beragama

with 2 comments

ground zero mosque protest
Image source: reddogreport.com

Oleh Dr. Muhamad Ali

Kontroversi pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero—tempat serangan teroris 11 September 2001— membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang beragama Protestan harus angkat bicara. Wali Kota New York Michael Bloomberg, yang beragama Yahudi, sebelumnya mendukung.

Meski awalnya low profile karena itu ia anggap urusan Kota New York, ikut campurnya Obama menunjukkan isu Islam dan Barat, Islam dan keamerikaan, serta agama dan kebebasan agama belum selesai di Amerika Serikat. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

November 30th, 2010 at 10:48 am

The Battle of Dragon Antaboga against Octopus Lapindo

without comments

lumpur lapindo
By Patrisius Mutiara Andalas, SJ

The mud people have made use of traditional stories familiar to the people to share their sufferings to the public and resist against unjust corporation. They refer to Sang Hyang Antaboga in the epic of Mahabharata and with the help of local artists connect the Lapindo Corporation with gurita (octopus). Octopus with dexterous arms can shrink and expand coordinately, and its camouflage system survives octopus in critical situations. They see the need to raise public awareness of the camouflaging power by the corporation to justify its innocence in the mudflow. They performed the battle between dragon Antaboga against octopus Lapindo to commemorate the fourth year of the mudflow in Porong. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

November 30th, 2010 at 10:35 am

Time Management

without comments

golden clock
Sumber gambar: clock-desktop.com

Oleh Dr. Beni Bevly

Sering kali kita bertanya mengapa seorang pebisnis besar memiliki waktu lebih banyak dari pada orang lain? Sebutlah Bill Gates yang berkeliling dunia di antaranya ke benua Afrika untuk kegiatan sosialnya, dan Warren Buffett yang masih sempat mengajar di Tanah Seberang.

Jawabannya tentu saja tidak. Saya perlu tekankan bahwa setiap orang mempunyai waktu yang sama, yaitu 60 menit per jam, 24 jam per hari, 7 hari per minggu dan seterusnya. Inti penggunaan waktu seseorang terletak pada pilihan jenis tugas atau kegiatan dan bagaimana melasanakannnya. Tindakan seperti ini saya artikan sebagai time management. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

November 30th, 2010 at 10:19 am

Outsourcing integrity and cultural transformation in fighting corruption

without comments

corruption
by Jennie S. Bev

Integrity is a rarity in Indonesia, which explains why it’s ranked the 111th in the corruption perception ranking according to Transparency International.

While many kinds of efforts have been undertaken to prevent and eradicate corruption, appropriate workable solutions haven’t been found.

Interestingly, other countries, such as Angola, Latvia, Kosovo, Nicaragua and Haiti have been able to collect state revenues in an efficient and proper manner. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

November 30th, 2010 at 10:08 am

Model dari Discovery Bay Hong Kong: Kembali ke Alam

without comments

Discovery Bay Hong Kong
Oleh Yunani Adam

Perlu diakui bahwa pembangunan di Indonesia banyak yang menghasilkan masalah. Misalnya, karena kurangnya perencanaan, maka banyak lokasi di Indonesia, termasuk di Jakarta, menjadi banjir , di samping musibah atau potensi musibah lain.

Dalam kaitan dengan model pembangunan dan tingkah laku masyarakat yang bersahabat dengan alam, saya mengajak anda untuk menelusuri pengalaman saya di Hong Kong dan kemungkinan penerapannya di Indonesia. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

November 30th, 2010 at 9:58 am

Re-engagement with Kopassus

without comments

KOPASUS
By Evan A. Laksmana

The recent announcement by Secretary of Defense Robert Gates that the US will begin “a gradual, limited program of security cooperation activities” with the Indonesian Army’s Special Forces (Kopassus) sparked an immediate controversy.

While the ban restricting the Kopassus from training on US soil or receive funding for lethal combat training is still likely to be in place for a while, the symbolic statement of opening formal lines of communications — beginning with “staff level discussions”— speaks louder than the actual deed. Read the rest of this entry »

Written by Beni Bevly

November 30th, 2010 at 9:50 am